Sincerity Of Love

Sincerity Of Love
Bab 7


__ADS_3

 


Mereka memilih tempat di luar kafe agar lebih leluasa menikmati angin malam.


 


" duduk ra,,,"


"mau pesen apa,,"


" ngikut kamu aja mbak mon,,,,"


"ok kalau gtu,,,"


 


Monik memanggil salah satu pelayan kafe, dan memesan dua coffee late.


 


" itu aja mbak,,,"


tanya sang pelayan.


" iya itu aja,,,"


Pelayan itu segera pergi , namun tak lama ia kembali.


"maaf mbak, tadi ada pesan dari temen mbak, katanya dia pulang duluan,,"


"ooh iya mksih,,," jawab Monik singkat.


" mbak monik ada janji,,,?" tanya Aira.


" enggak, kita memang tiap hari ngopi bareng,"


"pacar mbak monik,,,"


"bukan, cuma temen ,tapi,,,,,"


"tapi apa mbak,,,tapi suka,,"


ledek monik.


" haha,,, apaan sih,,"


"aku jga gk tau , tapi kalau dipikir dia emang slalu ada sih buatku, sayangnya udah punya istri.."


" ohh, jadi beneran temen,,"

__ADS_1


"iya temen tpi deket, walau udah punya istri dia tetep mrioritasin aku, dia gk suka sama istrinya, soalnya wawasanya sempit, gaya nya gak bgt katanya..."


" kok ada ya orang kayak gtu, kalau wawasan kurang harusnya sekolahin, kalau gayanya kurang, harusnya di modalin, itu kan tanggung jawabnya, bukan bgtu mbak..."


" entahlah,,,aku juga gk peduli,,,"


Aira tersenyum


"mbak Monik jga, cari yg singgel aja biar aman..."


" iya,,,iya,, udahlah gk usah bhs itu lgi.."


Monik mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"apa ini mbk,,,"


"undangan ulang tahun ku,,"


" masih minggu depan, dateng ya,,,,temanya sih parti parti gitu, tpi gak bebas kok makanya aku berani ngundang kamu..."


"insyaAlloh ya mbak saya usahain..."


"bisa ajak temen gak mbak..."


"boleh,,,nanti sekalian aku kenalin ke temenku itu..."


---------------------


Di parkiran sudah terlihat sepi hanya ada beberapa sepeda motor , Monik jga sudah pergi terlebih dulu.



Tiba,tiba datang sebuah sepeda motor, dengan dua orang berboncengan, dan seketika menarik tas milik Aira.


Aira kaget, dengan sekuat tenanga Aira mempertahankan miliknya.


"lepasin,,,tolooong,,,toloooong,,,,"


sang jambredpun panik, ia mengeluarkan sebilah pisau dan menusuk lengan atas Aira.


Darah segar bercucuran membasahi baju Aira, tak lama orang-orang berkerumun menghampiri Aira namun sayang sang jambred sudah keburu kabur.


Aira memegang lenganya, pandanganya makin kabur, dan ia pingsan.


beruntung Rumah sakit sangat dekat ia segera di larikan ke UGD.


Waktu sudah menunjukan jam 10 malam ,Daiyan duduk di sofa memainkan handphone nya, ia penasaran kenapa gadis itu tidak membuatkanya makan malam.


Hari ini selera makanya kurang baik namun ia teringat masakan Aira dan memutuskan untuk pulang cepat.

__ADS_1


Daiyan memberanikan diri mengetuk kamar Aira, karna sedari tadi tidak menunjukan tanda adanya kehidupan.


tok,,,tok,,,


tak ada jawaban.


tok,,,,tok,,,


" Aira,,,,


tak ada jawaban ia membuka pintu kamar yg ternyata tidak di kunci dan benar saja Aira tak ada di kamarnya, pantas saja ia tak menyiapkan makan malam.


"kemana gadis itu sudah larut begini belum pulang..."


"harusnya dia memberi kabar..."


gumam Daiyan.


ia teringat, dirinyalah yg tidak ingin tahu tentang apapun yg bersangkutan dengan Aira.


Daiyan berfikir bukankah ini sudah begitu larut.


" bunda,,, apa mereka datang tidak memberi kabar,,,,"


Daiyan panik, ia segera menelfon bundanya.


tuuuut,,,,,


" assalamualaikm,, iya nak ..."


" bunda ada di sini,,,?"


"maksud kamu,,,"


"oh maksudku bunda kapan kesini,,,"


"bunda kan sudah bilang, sama kamu dan Aira, bunda tidak jadi berkunjung dalam waktu dekat ini , uminya Aira masih ada acara, gak bisa di tinggal.."


"begitu,,,


Daiyan memutus telfon, ia makin panik berarti Aira kemana, dia belum lama di kota itu, bagaimanapun jga, keselamatanya adalah tanggung jawab Daiyan.


"kemana gadis itu,,,"


Daiyan menelfon Aira, namun tak kunjung di angkat.


"kenapa tak diangkat,,,"


ia mencoba beberapa kali namun hasilnya nihil.

__ADS_1


Daiyan makin frustasi, ia menyesal kenapa melarangnya memberi tau apapun.


setidaknya Aira berstatus sebagai istrinya, terlepas dari huru hara di pernikahan mereka.


__ADS_2