
Tempat yg mereka kunjungi begitu indah, sangat memukau.
Semuanya turun dari mobil dan mengikuti nalurinya masing-masing menikmati keindahan alam yang tersuguh di depan mata.
" subhanalloh Ai,, indah bgt,,," ucap husna yg begitu takjub dengan keindahan di depan matanya.
" Aira,,,,gimana kamu suka,,?" tanya monik.
" suka mbak, indah bgt,,"
"Ayahku memilih tempat yang tepat,,, yuk masuk dulu,,"
Aira dan Husna mengikuti Monik masuk ke dalam resort.
" ini kamarmu Ai, dan juga Husna.."
Aira segera masuk kedalam kamarnya bersama Husna.
" sini Ai, lihat dari sini kita bisa melihat deburan ombak,,,".
Husna begitu menikmati pemandangan di hadapanya.
Aira sibuk menata barang bawaanya, sembari melihat Husna yg begitu asyik melihat hamparan Air yg begitu indah,.________
Daiyan menempati kamar persis di depan kamar Aira. ia duduk termenung entah memikirkan apa.
tok,,tok,,tok,,,,,,,
"yan buka pintu, ini gue,,,"
Daiyan segera membuka pintu
" ngapain jo,,,"
" gue mau sekamar sama lo,,,"
"gue jga,,," ucap Rendi yang tiba_tiba muncul di belakang Johan.
Daiyan hanya membuang nafas kasar ia membiarkan mereka masuk.
"lo kenapa si Yan dari kemarin lesu bgt,,,"
__ADS_1
"gak papa, biasa aja gue,,"
"lo gak mau cerita sama kita,,,"
Rendi menatap Daiyan serius.
"ayolah Yan, kita ini sohib lo, apa masalah pernikahan ,,,?" ucap Johan.
Daiyan mengacak_acak rambutnya.
"belum waktunya kalian tau,,,"
"oke,,,kalau gitu kita lupakan sejenak masalah lo, kita liburaan bro,,,"
"Yo i Jo, yuk kita turun direktur ngajak kita BBQan tuh di bawah ,,,"
"kalian duluan aja nanti gue nyusul..."
Daiyan masih memikirkan Aira, rasa Amarah yg terkadang datang tiba_tiba membuatnya bingung , Daiyan jadi peduli tentang Aira, dan ia selalu merasa bersalah padanya.
_____
"Ai,,,aku kebawah dulu ya,,,"
Setelah selesai Aira merapikan bajunya dan segera menyusul Husna.
Ketika membuka pintu secara bersamaan Daiyan jga hendak keluar dari kamar.
mereka saling mematung.
namun Aira segera keluar.
"Aira tunggu,,,"
"ada apa dok, " jawabnya datar,,,
" saya minta maaf,,"
" untuk apa minta maaf dokter gk salah sama sekali,,,"
jawab Aira tanpa menoleh.."
__ADS_1
"untuk semua yg telah aku lakukan terhadapmu ,,,"
"saya sudah memaafkan dokter,,,"
tanpa menunggu apapun Aira bergegas meninggalkan Daiyan.
Daiyan menatapnya, entah mengapa hatinya seperti terpentok, padahal sebelumnya ia tak peduli dengan Aira, namun kini melihat sikap Aira yg dingin terkadang membuat ia merasa terpuruk.
Malam itu semuanya terkumpul di pinggir pantai, menikmati makan malam dan BBQ.
semua merasa senang .
Daiyan menatap Aira intens, ia melihat Aira tertawa riang seolah tak ada beban sama sekali, ia jarang bahkan tidak pernah melihat Aira tertawa yg ternyata sangat indah untuk di pandang, senyumnya menenangkan jiwa.
Daiyan menikmati senyum istrinya dalam.diam.
" Yan, ,,,"
monik menyodorkan daging hasil bakaranya.
"thanks,,,,"
"kayaknya Johan mulai dekat dengan Aira,,,"
uhuk,,,uhuk,,,"
"pelan_pelan makanya Yan,,,"
Daiyan tak menanggapi Monik, pandangan tertuju pada Aira , yg ternyata Johan ada bersamanya terlihat sedang berbincang.dengan Aira .
Sesekali Aira tersenyum dan tertawa membuat Daiyan merasa takrela.
Pak direktur sekaligus Ayah monik memanggil mereka untuk segara menikmati makan malam yg sudah tersedia.
" Aira makan yg banyak , supaya kamu gak sakit lagi,,,"
Johan mengambilkan lauk untuk Aira, Aira hanya bisa menerimanya pasrah.
" terimakasih dok..."
jawab Aira tersenyum pada Johan.
__ADS_1
Daiyan yg melihatnya merasa tidak nyaman , bahkan Aira tak meliriknya sama sekali.