Sincerity Of Love

Sincerity Of Love
Bab 8


__ADS_3

Setelah mencari tak tau arah, ahirnya Daiyan pulang, ia berusaha berfikir positif jika Aira mungkin menginap di suatu tempat.


Tengah malam Aira tersadar, kepalanya terasa pusing , dan berat.


ia melirik ke kanan dan ke kiri, ia ingat kejadian yg menimpanya.


Pintu terbuka seorang dokter datang beserta susternya.


" Anda sudah sadar nona,,,,"


" iya dok,,,"


" apa yg sekarang anda rasakan,,,"


"pusing dok..."


"baiklah, tidak apa" maaf biar saya priksa dulu,,,"


Dokter itu memeriksa Aira, memastikan jaitan tidak terlepas dan sebagainya.


" kenapa anda bisa kejambred,,,"


"entahla,,"


"sebaiknya jangan keluar malam sendirian lagi nona, berbahaya,,,"


Aira tersenyum,,


" oh ya , ini hp anda tadi di temukan terjatuh di sekitar TKP,,,"


Aira merasa senang hpnya masih selamat, dilihatnya layar hp itu yg ternyata banyak sekali panggilan masuk .


"dokter,,," gumamnya.


ia ingin menghubungi balik, namun ia urungkan, sekarang sudah sangat larut takut mengganggu.


" apa tidak ada keluarga yg bisa di hubungi, ,"


" ada dok, tapi saya takut mengganggu ini sudah terlalu larut,,,"


"baiklah terserah anda, jika pusing sudah hilang besok pagi anda sudah bisa pulang,,"


"iya dok terimakasih,,,"


"oh ya siapa nama anda nona..."


" Aira dok,,,"


Dokter itu tersenyum.

__ADS_1


"Aira ,,,,nama yg bagus,,"


"bukankah anda mengajar di pesantren sebelah,,,?"


"iya dok, dokter kok tau, ,"


" itu,,,,saya pernah melihat anda nona,,,"


Aira hanya ber oh riya saja, sedangkan dokter itu sedari tadi berbinar-binar tampak sangat bahagia.


---------------------------


Pagi sekali Daiyan sudah bersiap , pikiranya masih tak jelas memikirkan keberadaan Aira.


tiing,,,,pesan masuk.


Aira,,,,Daiyan segera membuka pesan itu.


"maaf dok, saya gk pulang terjadi sedikit masalah, jadi saya harus di rawat .."


" kamu sekarang dimana, ,"


"di rumah sakit tempat dokter bekerja, tenang saja, saya tidak membuka identitas, tapi semua uang saya raip, "


Dari situ Daiyan bisa menyimpulkan bahwa Aira kecopetan.


dengan segera Daiyan pergi ke rumah sakit.


" hei ,,,bro, lo nglindur ya,,,"


sapa johan, ia melihat Daiyan datang sangat pagi.


" gak, kemarin kan gue pulang cepet jdi suntuk aja kelamaan di rumah..."


" yan,,,yan,,, makanya punya istri tuh jangan di anggurin jadi gak suntuk,,,"


ledek johan.


"lo sendiri, ngapain,,,"


"gue lebur bro,,,"


"lembur,,,gak salah,,,"


" gue lembur, dan dapet rejeki nomplok,,lo tau gak semalem waktu gue mau pulang, tiba-tiba datang pasien dengan berlumuran darah, dan ternyata cewek itu adalah cewek yg selama ini aku ceritain bro...,"


"tanganya luka, ketusuk pisau,,,dan gue udah tau namanya, gue gak keberatan kalau di suruh lembur, kalau pasienya dia..."


"apa ada banyak pasien yg dateng semalem jo,,," Daiyan menyelidik.

__ADS_1


" ada beberapa , dia yg paling parah sampai pingsan karna terlalu banyak ngeluarin darah, dia di jambred ,,,"


" di jambred,,,? siapa namanya,,," tanya Daiyan antusias.


" lo kenapa si santai kali, namanya Aira bro ,cewek idaman gue,,"


Daiyan melotot, ia kaget bahwa Aira ketusuk, terlebih johan mengidolakan istri asingnya.


"ya udah, gue mau lihat dia hari ini dia pulang"


"gue ikut,,,"


johan melihat Daiyan dengan heran.


"gue,,,gue penasaran sama cewek idaman lo,,," celetuk Daiyan agar johan tak curiga.


johan tersenyum dengan bangga.


mereka masuk ke ruangan Aira.


Aira kaget tak hanya johan namun daiyan jga ada di situ.


"gimana Aira, apa sudah lebih baik,,,"


"sudah dok, apa saya sudah boleh pulang dok"


"iya kamu sudah boleh pulang, mmm,,, apakah tidak ada yg jemput kamu,,,"


" oh itu, saya bisa pulang sendiri dok,,,"


"tidak Aira, ini sangat berbahaya , kalau bgtu mari saya antar,,,"


Aira kaget ia melirik Daiyan


" maaf dok, dokter di tuggu di ruangan direktur,,," ucap seorang perawat pada johan.


Niat mengantarkan Aira pupus sudah.


johan pergi meninggalkan ruangan itu.


" biar saya antar,,," ucap Daiyan .


" tidak usah, nanti ada yg lihat..."


Aira segera ppergi dari ruangan itu, daiyan mematung.


" ini masih sangat pagi , saya antar,,,"


Daiyan berjalan mendahului Aira, sebenarnya ia iba melihat Aira, gadis itu terlihat sangat pucat, mendadak Daiyan teringat ucapan umi "titip Aira ya nak"

__ADS_1


hatinya sedikit tersentak, entah penikahan macam apa yg kini mereka jalani.


__ADS_2