
"*rohmaka yaarobbal 'ibadi, rojai rojaiwaridokal qosdifastajibli du'ai*~~~
Begitulah kiranya lirik solawat yg pertama di lantunkan Aira.
Sudah pasti semua jamaah terpaku
melihatnya, termasuk daiyan hati nya berdesir.
Johan tak henti\-hentinya tersenyum melihat Aira, Aira begitu memukau, wajahnya menunduk namun masih terlihat Ayu.
Daiyan terus menatap Aira yg duduk di sisi panggung bersama santri lain.
Aira tau Daiyan terus menatapnya namun ia tak menggubris, Aira sudah terlanjur kecewa pada Daiyan jadi ia tak ingin mempedulikannya.
Kini kiyai naik ke podium, menerangkan beberapa materi, salah satunya tentang asal muasal penyakit dhohir dan penyakit batin.
" kalau batinya sehat, qolbunya sehat , otomatis dohirnya jga akan sehat, karna sejatinya penyakit dohir itu terbentuk dari qolb/hati..."
"Ambil contoh, sebuah pernikahan, pernikahan akan sehat jika hati keduanya sehat, tapi kalau ada yg konslet, ya menimbulkan penyakit, misal, yg satu konslet selingkuh , kan Ahirnya menimbulkan penyakit, stres, susah tidur , dan banyak lagi,,"
"bicara soal pernikahan , kita harus menjaganya baik-baik bapk ibu, pernikahan itu bukan mainan, yg ketika kita bosan bisa di tinggalkan bgtu saja, pernikahan itu sebuah ibadah terpanjang, begitu seorang telah melafkan ijab qobul ,maka semua yg bersangkutan dengan istri , sepenuhnya tanggung jawab suami, 'ars sampai goncang ketika mendengar ijab qobul, malaikat menangis, karna begitu besar yg dipikul oleh suami, mendidik, menjaga, mengayomi, memberi nafkah lahir batin dan masih banyak lagi, oleh sebab itu, wanita di haruskan ta'dzim kepada suami, harus berbakti, ridho suami adalah ridho Alloh,,,"
Begitu kira-kira sepenggal ceramah dari kiyai , Daiyan merasa tersentil karna telah menganggap remeh sebuah pernikahan,bahkan membatasi interaksi.
ia membuang nafasnya kasar.
"lo denger kan yan,,,lo harusnya bersyukur istri lo seorang santri pasti tau banyak tentang agama, setidaknya bisalah di jadiin alarm buat lo, ini malah lo anggurin..." ucap johan.
Daiyan diam ia tak berniat menjawab, pikiranya masih berfikir keras,setelah mendengar ucapan kiyai tadi.
"gue udah yakin yan, gue harus kejar dia,,, dia wanita yg luar biasa,,,"ucap johan sembari menatap Aira.
Daiyan berdiri dan meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
ia kembali keruanganya, otaknya terus berputar, ditambah ucapan johan yg membuatnya tidak menentu.
________
Selesai acara monik menghampiri Aira.
"ra,,,,,"
"wah mbak monik dateng juga, cantik sekali"
"kamu bisa aja ra,,,"
"kita berangkat nanti aja ya ra, lagian aku udah free nih,,,"
"ok mbk, aku ngikut aja,"
Setelahnya Monik menghampiri ke tiga dokter tampan itu yg terlihat sedang asyik berdiskusi namun yg satu terlihat lesu.
" hai mon,,,"
sapa johan bersemangat.
"tentu,,,"
"biasa mon, kalau abis dapat vitamin ya gini deh,,"
sambung rendi.
johan tertawa.
"lo kenapa yan, sakit? "
monik menyelidik
" gak,,,gue sehat,,,"
"lesu amat,,,"
"iya nii yan, dari kemaren emang lo aneh,,,berantem sama istri lo,,,"
__ADS_1
rendi bicara dengan serius.
"paan sih,,"
"gue jadi penasaran deh sama istri lo, sejak lo nikah sampai sekarang kita belum pernah lihat istri lo, ,,"
daiyan gugup,,,
"kenapa yan, apa benar istri lo itu. jelek atau jangan-jangan istri lo punya kelainan..."
hahaha,,,, johan dan monik tertawa, awalnya serius ujungnya ngelantur jga.
"kapan lo ngenalin istri lo ke kita,,,"
rendi mulai serius lagi yg di angguki monik dan johan...
"nanti tunggu waktu yg tepat,,,"
jawab Daiyan.
"lo ingat tadi kata kiyai yan, istri lo tanggung jawab lo sepenuhnya, inget anak orang yan, jangan di kacangin kasian,,," ucap johan
"tumben lo bener jo,,,"
celetuk rendi.
"udah,,,kita ganti topik, okey ,,,jadi kita berangkat liburanya nanti sore, gue jga udah ngomong sama bokap dan jga Aira mereka setuju.."
Johan dan rendi terlihat senang, sedangkan Daiyan dia malah langsung pergi.
"gue pulang dulu,,,"
"kenapa tu bocah, heran gue dari pagi udah kesambet,,,"ucap johan.
" biarin aja, mari kita liburaaaan,,,"
ucap rendi girang.
Dokter jga manusia , kalau di belakang layar yah kayak gini gak secool kayak tampilan waktu tugas.
__ADS_1