
Setelah mengantarkan Husna ke pesantren, Daiyan dan Aira segera pulang, Daiyan memberi ongkos pada sopir yg di utus oleh sang direktur.
" pak makasih, bpk bisa pergi,,,"
" maaf den, apa aden kuat nyetir sendiri saya diperintahkan untuk menjamin keselamatan aden..."
"kuat pak, bpk tenang aja,,"
"baiklah kalau bgtu, tapi biar saya antar neng ini dulu,,,"
" tidak usah pk, rumahnya searah dengan saya,,,"
sopir itu pun segera turun dan di ambil alih Daiyan.
"yakin dokter kuat , sepertinya dokter sangat lemah,,"
" saya masih kuat ,,,"
baru beberapa meter, Daiyan menginjak rem mendadak.
siiiit,,,,,"
"astaghfirulloh,,,,"
"maaf saya ,,,,,saya merasa pusing,,,"
Benar saja Daiyan terlihat sangat pucat dan tak Sengaja Aira memegang tangan Daiyan,.
"YaAlloh , dok,,,,badan dokter panas sekali,,,"
"tidak apa_apa, saya cuma butuh istirahat,,"
"kalau bgtu dokter pindah ke kursi belakang aja, biarsaya yg nyetir,,,"
Daiyan tak menanggapi karna kepalanya terasasangat berat, kesadaranya berkurang.
Aira memapah Daiyan pindah ke kursi belakang.
setelah itu Aira menggantikan Daiyan di kemudi.
Selang beberapa waktu ahirnya mereka sampai di rumah.
Aira segera membawa Daiyan ke kamar.
Aira melepaskan sepatu Daiyan dan menyelimutinya, sembari menyiapkan kompres.
Aira merawat Daiyan dengan telaten.
setelah Daiyan tertidur Aira kembali ke kamarnya .
waktu menunjukan pukul 07.30WIB
__ADS_1
setelah solat isya Aira segera ke dapur.
menyiapkan makan malam.
tok,,,tok,,,tok,,,,
"masuk,,,"
"Dokter, saya membawakan bubur untuk dokter,,"
"kamu pikir saya anak kecil, tidak mau, saya mau makan seperti biasa,,,"
"bukan bgtu dok, tapikan dokter lagi sakit jadi saya buatkan bubur, tapi ini bubur ayam kok dok, jadi tidak hambar,,,"
" baiklah, letakan disitu saya akan makan nanti,,,"
"nanti keburu dingin dok,,,,"
"tidak papa, sekarang saya masih lemas,,,"
"kalau begitu biar saya suapi dokter,,,"
Tanpa aba_aba Aira langsung duduk di tepi ranjang dan menyuapi Daiyan, Daiyan hanya diam melihat Aira, entah ia harus senang atau tidak tapi batinya tak menolak.
Suap demi suap ahirnya Daiyan menghabiskan satu mangkuk bubur.
" selesai,,,kalau butuh apa_apa dokter panggil saya saja, saya permisi dok, jangan lupa di minum obatnya..."
" tunggu,,,,"
"ya dok, ada yg bisa saya bantu lagi,"
Daiyan menggeleng,,,
"trimakasih,,,"
"tidak masalah dok, ini sudah menjadi kewajiban. saya,,,"
kewajiban....
Daiyan termenung, benar ini memang kewajiban Aira sebagai seorang istri, lalu bagaimana dengan Daiyan, bagaimana dengan kewajibanya, ah Daiyan benar_benar pusing jika memikirkan ini.
Tengah malam Aira kaget mendengar teriakan Daiyan.
ia segera menuju kamar Daiyan
" dokter,,,,dokter kenapa, bangun dok, bangun,,,"
Aira menggoncang_goncangkan tubuh Daiyan, namun Daiyan tak kunjung bangun , ia terus mengigau, sampai keringatnya bercucuran.
"tolong,,,tolong saya, jangan pergi,,,"
__ADS_1
TOLOOOONG,,,,"
Ahirnya Daiyan terbangun, ,
" sadar dok, dokter mimpi,,,,"
Aira menyodorkan segelas air putih.
"minum dok biar tenang..."
Daiyan meminum air itu hingga tak tersisa.
"trimakasih,,,"
menyerahkan gelas pada Aira.
"dokter mimpi buruk,,,??"
"iya,,,saya mimpi buruk, mimpi yg sudah enam tahun lalu saya lupakan ,,,,"
" maksud dokter,,,"
"trauma,,,,dulu waktu umur saya sepuluh tahun saya pernah tenggelam di tengah laut..."
"dan itu membuat saya merasa takut, setelah kejadian itu, saya tidak sadarkan diri sampai tiga hari, dan terus bermimpi,,,"
"mimpi yg akan datang lagi dan lagi, yg membuat saya tidak bisa tidur sepanjang malam..."
"dan mimpi itu datang lagi,,,"
Aira mendengarkan cerita Daiyan dengan seksama.
"trauma bisa di hilangkan dengan cara menjemput trauma itu sendiri dan membuangnya,,,"
"maksud kamu,,,"
" dokter biasa berlatih berenang dan menguasai air, agar trauma dokter hilang,,"
"konyol, itu tidak mungkin,,,,"
"baiklah sekarang saya akan menemani dokter di sini,,,"
Daiyan melebarkan mata , berani sekali gadis ini,," batinya.
"maksud saya saya akan tidur di sofa, untuk jaga_jaga , jangan salah paham..."
Daiyan bergikir sejenak, saat ini memang ia membutuhkan seseorang agar merasa aman dan tidak mimpi buruk lagi.
" baiklah,,,,"
Aira membaringkan diri di sofa, ia memejamkan mata , sebenarnya ia sangat lelah namun ia tak tega melihat Daiyan.
__ADS_1