Sincerity Of Love

Sincerity Of Love
Bab 9


__ADS_3

 


Karna masih pagi , rumah sakit masih terlihat sangat sepi, membuat Daiyan leluasa mengantar Aira.


 


" masuk,,,"Daiyan membukakan pintu mobil.


Aira duduk di belakang kemudi, dengan wajah yg pucat dan kantung mata yg terlihat jelas.


" bagaimana kondisi kamu,,," tanya Daiyan memecah keheningan.


"seperti yg dokter lihat saya baik-baik saja."


"dari mana kemaren malam" masih di luar.."


" dari pesantren,,,"


Daiyan diam mencoba memahami.


"pesantren ,,,? ngapain, "


"saya mengajar disitu, sudah hampir satu bulan.."


"apa,,!,,kenapa tidak memberi tahu saya.."


"saya sudah pernah ingin memberi tau dokter, bukankah dokter sendiri yg tidak mau mengetahui apapun tentang saya, dan dokter yg bilang lakukan sesuka saya,,"


Daiyan terpojok, jawaban Aira memang benar adanya, hening pun tercipta kembali.


Tak lama mereka sampai di rumah, Aira segera turun, ia mencoba untuk baik-baik saja, meski lenganya terasa sangat ngilu.


" istirahatlah,,,saya sudah pesan makanan, dan semua obat yg kamu butuhkan ada meja ."


Aira tak menjawab hanya mengangguk.


Daiyan pun kembali ke rumahsakit.


iya segera menjalankan tugasnya sebagai dokter, korban kecelakaan pasien pertamanya, perempuan muda yg terus menangis memegangi kakinya.

__ADS_1


tindakan medispun di lakukan, setelah selesai korban masih saja menangis, kerabatnya menunggu di luar.


" sudah jangan menangis, kemaren malam jga ada seorang gadis kena jambred, tanganya tertusuk dalam, bahkan dia sampai tak sadarkan diri, dan lebih kasianya lagi tidak ada keluarga yg menjenguknya, tapi dia tetap semangat, anda masih beruntung nona,di luar ada banyak keluarga anda yg menunggu, yg ingin melihat anda baik-baik saja, jadi jangan kecewakan mereka berhentilah menangis, semangat ya,,,"


ucap suster panjang lebar.


Daiyan yg mendengarkan suster itu, merasa sangat bersalah pada Aira.


Selesai menangani pasien itu Daiyan berjalan ngontai menuju ruanganya, ia bingung harus bagai mana dengan Aira, ia sendiri yg membatasi interaksi mereka.


berbeda dengan johan, walau kurang tidur ia tetap bersemangat.


" bro,,,, lemes amat.."


johan dan rendi datang keruangan Daiyan.


" kaya gue dong semangat, .."


"yaelah jo, mentang-mentang habis dapet booster,,,"


Daiyan menghembuskan nafasnya kasar, ia tau, semua karna Aira, walau tidak peduli tapi Daiyan merasa tidak suka jika johan mengagumi Aira.


Sudah lima hari sejak kejadian itu, Aira sudah terlihat sehat, ia bersiap pergi ke rumah sakit untuk mengecek lukanya sebelum aktifitasnya di mulai lagi.


Tampaknya Daiyan sudah pergi lebih dulu. di meja sudah tersedia sarapan dan obat yg Daiyan siapkan.


Aira tersenyum setidaknya Daiyan sedikit perhatian padanya.


sesampainya di rumah sakit Aira mampir terlebih dulu kepesantren.


Monik datang ke rumah sakit, menemui Daiyan rendi dan johan.


guna meminta bantuan bantuan pada mereka untuk menyiapkan pesta ulang tahunnya.


" serius lo ngundang santri,,,"


tanya rendi,,,


" gaklah ren, cuma beberapa pengajar aja,,,"

__ADS_1


" kirain lo udah tobat beneran mon..."celetuk johan.


"pelan-pelan lah jo,,


"gimana yan lo bisa kan, apa lo mau dateng sama istri lo itu,,,"


mereka diam , menunggu jawaban Daiyan.


" kenapa kalian, gak,,,, gue gak dateng bareng dia,,,"


" udah gue duga lo gak akan mau ngajak istri lo yg katanya, lusuh dan gak berwawasan itu.."


braak,,, semua menoleh, Terlihat Aira menjatuhkan buku di depan pintu utama rumah sakit, ya mereka berdiskusi di dekat pintu utama sehingga Aira bisa mendengar semuanya.


Daiyan terkejut, Menyadarinya Aira berada di situ.


" Aira,,,," ucap monik dan johan bersamaan.


Johan segera menghampiri Aira dan membantu memungut buku yg terjatuh.


"hati-hati Ai,,, "


"maaf dok,"


" kamu mau,,,,,,"


" saya mau kontrol dok, maaf mengganggu kalian.."


" oh tentu tidak, mari biar saya priksa, "


johan berjalan beriringan dengan Aira tersenyum pada sahabatnya dan mengerlingkan matanya.


" parah tu bocah, pagi-pagi udah dapet vitamin aja,,,"


ucap rendi.


Daiyan memandang kepergian mereka , ia merasa tidak enak hati karna Aira pasti mendengar semua ucapan monik.


Setelah selesai kontrol dan di pastikan sudah aman, Aira segera kembali ke pesantren, ia sudah tidak bisa membendung air mata yg sedari tadi ia tahan , hatinya ngilu mendengar perkataan monik tadi, tak menyangka Daiyan begitu rendah menilainya.

__ADS_1


__ADS_2