Sincerity Of Love

Sincerity Of Love
Bab 11


__ADS_3

Acara demi acara sudah berlangsung, kini giliran Ayah monik naik ke podium untuk mengacak nomor yg beruntung.


" baiklah semuanya untuk mengapresiasi kalian semua yg sudah datang di pesta anak saya, saya akan mengacak dua nomor yg akan beruntung mendapatkan hadiah liburan dari saya,,,,"


semuanya bersorak sangat antusias menanti nomor undian.


" baiklah, dua nomor yg beruntung adalah,,,,nomor 778 dan 889..."


"yeeees,,,," teriak johan.


" kita beruntung Ai,,,"


"hah, maksudnya kita dapet hadiah liburan dok,,,"


"iya Ai,,,"


"hey , gak cuma lo gue jga dapet,,"


timpal rendi.


"bagus kalau gitu, kita pergi bareng,," ucap johan penuh semangat.


Daiyan masih tetap di posisinya, menatap ke arah mereka dengan tatapan yg sulit di artikan.


" wah, selamat ya buat kalian,,,kalau gitu gue sama Daiyan juga ikut liburan,,,"


" sip mon, kapan nih kita berangkat,,,"


" lusa aja kali ya, besok kita packing dulu.."


Setelah selesai para tamu sedikit demi sedikit pulang, Aira dan husna pun pamit.


Johan memaksa untuk mengantar mereka namun di tolak oleh keduanya.


Aira mendapat pesan dari Daiyan bahwa dia akan pulang bersama.


"pulang bersamaku ini perintah,,"


jika sudah bgtu Aira tidak dapat menolak, karna ini perintah suami.


" kamu duluan aja hus ,aku nunggu di halte depan aja,,"


"oke, kalau ada apa-apa kabari aku Ai, ya udah aku duluan.."


Husna pergi meninggalkan Aira di halte tak jauh dari rumah Monik.


"saya di halte depan,,"

__ADS_1


Aira membalas pesan Daiyan.


pesan telah di baca, tak lama ada notif masuk.


"tunggu sebentar,,"


Aira menunggu dengan tenangnya, ia mencoba tidak memikirkan semua yg telah terjadi.


20 menit telah berlalu, Aira masih tetap menunggu.


tiin,,,tiiin,,,,


sebuah mobil mendekati, namun sepertinya bukan mobil milik Daiyan, Aira mencoba untuk tenang, ia sebenarnya menyimpan rasa trauma sejak di jambred pekan lalu.


"loh Ai,,, nunggu siapa,,," tanya johan yg langsung turun dari mobil.


" dokter,,,, mmm, itu nunggu seseorang dok,,"


"ini udah malem loh Ai, apa aku antar pulang aja Ai, kamu bisa telfon orang itu,,,"


" terimakasih dok, tapi saya sudah janji,,,"


"yakin dia datang, kayaknya kamu udah keluar lama tapi dia masih belum datang, ini udah mau hujan lo ai,,,"


" gak papa dok , "


jangan di tanya lagi jantung johan melompat lompat tak tau arah, Aira memang memiliki senyum yg sangat manis.


"dok,,,dokter,,,"


"eh,,,iya,,,maaf, ya udah kalau gitu saya duluan, hati-hati ya Ai,,,"


"iya dok, makasih,,,"


Johan berlalu , benar saja, rintik hujan mulai turun, Aira duduk di halte tersebut menepis rasa takutnya, takut karna traumanya dan takut karna malam semakin larut.


"yaaAlloh lindungi hamba,,,"


satu jam berlalu, dan hujan semakin deras, suara petir pun menyambar dimana-mana, Aira sangat ketakutan, ia berulang kali beristighfar dan mengirimkan pesan pada Daiyan namun tak ada balasan.


Kini sudah lebih dari satu jam , Aira sangat ketakutan ia menitikan air mata, ia berusaha tetap menunggu demi titah dari mahluk yg bernama suami.


Lama menunggu namun yg di tunggu tak kunjung datang , hujan masih membasahi bumi namun suda tidak deras seperti tadi, Aira memutuskan untuk, pergi dari halte itu, ia mengirimkan pesan pada daiyan.


"maaf, saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi,,"


Aira berjalan menyusuri jalan di temani rintikan hujan yg masih setia.

__ADS_1


ia menggigil kedinginan.


tiba-tiba sebuah mobil mendekat kembali.


tiiin,,,,


""Aira,,,,ayo masuk,,sudah tidak ada kendaraan yg lewat, ini sudah sangat larut..."


Aira masih tak bergeming, sebenarnya ia tak nyaman jika harus berduaan dengan orang lain terlebih bukan mahrom.


johan turun dari mobil membukakan pintu untuk Aira.


"ayo Ai,,, kamu sudah kedinginan, nanti bisa sakit..."


Ahirnya Aira masuk kedalam mobil johan.


"pakai Ai,,," johan memberikan jaket miliknya.


Aira menerimanya, ia jga merasa sangat dingin bahkan menggigil.


" makasih dok,,,"


"orang yg kamu tunggu tidak datang,,?,"


johan melirik aira dari spion.


"belum dok,,,"


johan menghembuskan nafas kasar.


"itu artinya dia tidak datang ai,"


Aira tak menjawab.


;"dokter sendiri kenapa ada disini ,bukankah tadi sudah pulang,,,"


"aku kepikiran kamu ai,,, kemarin saja tidak ada yg jemput kamu waktu kamu ketusuk, jadi saya balik lagi ai,,,"


"sekali lagi terimakasih dok,,,"


"kamu tinggal dengan siapa di sini,,,,"


aira tidak menjawab,.


"baiklah maaf jika sudah lancang, alamat kamu,,,,?"


"antar saja saya ke pesantren dok,,,"

__ADS_1


Johan mengantar aira kepesantren, sedang Daiyan, dia ,,,,,entahlah....


__ADS_2