
Pagi yg cerah secerah gadis berkrudung yg berdiri di halaman rumah menunggu ojol.
Hari ini hari pertama Aira masuk kepesantren menyandang status guru.
ia sangat bersemangat.
Daiyan menyantap sarapanya , sesekali melirik kamar Aira yg terlihat sepi.
ia menghentikan aktifitasnya tatkala mendengar suara motor berhenti di depan rumahnya.
Di lihatnya keluar namun sudah tidak ada.
"mau pergi kemana dia Pagi " begini"
Aira berjalan memasuki pesantren , terlihat beberapa santri sedang menyiapkan sesuatu di sebuah ruangan tak jauh dari ruanganya.
Aira mendudukan dirinya di kursi ruanganya, ada beberapa kitab tersusun rapi di meja, ada pula kamar tidur lengkap dengan dapur dan segala peralatannya.
Memang fasilitas seperti ini di berikan pda setiap guru, cukup lama ia bersikutat di ruangan itu, menata segala sesuatu sesuai seleranya.
Aira menghentikan aktifitasnya, mendengar suara bising di sebrang ruanganya.
Namun ia hanya mencermati tidak melihatnya keluar.
Sebentar lgi jadwalnya masuk kelas , Aira bersiap menuju kelas yg akan di ajarnya.
begitu keluar ia melihat banyak orang berpakaian dokter.
" buk Aira putri,, ,,,,"
__ADS_1
Aira kaget seseorang memanggil namanya lengkap.
" iya saya sendiri,,,,"
"perkenalkan saya husna, salah satu pengajar disini,,,,"
Mereka berjabat tangan.
Husna mengantar Aira menuju kelasnya, sambil berjalan Aira mengamati situasi disekeliling.
" dokter itu,,, "
Aira menggantung pertanyaanya.
"ia bu Aira, setiap seminggu sekali para dokter di beri kesempatan untuk mengikuti kajian pagi,,,"
" ooh, sebelumnya jangan panggil saya buk, sepertinya kita seumuran,,,,,"
" baiklah kalau begitu kita berteman..."
Mereka saling melempar senyum.
Aira sangat menikmati peranya saat ini, ia bisa mengamalkan dan mengasah kembali ilmunya.
Bukankah " khoirukum anfa'uhum linnas"?
benar, dan Aira sadar akan hal itu.
sore itu Aira baru slesai mengajar di kelasnya.
hpnya berdering,
"dokter,,,
Aira mengangkat telfon dari Daiyan.
" assalamualaikum,,,,"
" kamu dimana cepat pulang, orang tua kita akan berkunjung kemari..."
Daiyan langsung menutup telfonya, Aira bergegas pulang .
Sampai dirumah ia segera masuk dan membersihkan diri, Aira sedikit berdandan supaya terlihat fres.
tak lama Ayah bunda Abi dan umi datang,
Aira sangat gembira melihat mereka.
" umi, abi, ayah bunda,,,,"
Aira langsung memeluk mereka dan mencium tanganya.
__ADS_1
"kamu sehat nak,,,"
" Alhmdulillah umi, umi sehat?"
" iya ndok alhmdulillah seperti yg kmu lihat,,"
Hari ini Aira sangat bahagia karna kedatangan orang tuanya yg ia rindukan.
Aira bersama umi dan bunda sibuk menyiapkan makan malam , sedangkan Daiyan ayah dan abi duduk santai di taman belakang.
" gimana nak udah ada tanda tanda belum,,,"
Aira hanya tersenyum.
" doain aja bunda,,,"
" iya ndok, umi jga udah gk sabar pingin gendong cucu,,,"
kedua wanita itu tertawa membayangkan mereka menimang cucu.
Aira prihatin mendengarnya, boro boro cucu, interaksi aja jarang.
Makan malm telah siap, penghuni rumah itu jga sudah berkumpul dimeja makan.
tertawa riang , sesekali meledek Aira dan Daiyan.
Daiyan melihat kebahagiaan di wajah orang tuanya yg jarang ia lihat, bgtu jga abi dan umi.
Aira jga terlihat sangat bahagia , ia bisa tertawa lepas.
Daiyan memperhatikan Aira yg sama sekali tak pernah mengarahkan pandanganya pada Daiyan, ia terlihat Ayu jika tersenyum.
selesai makan mlm, mereka izin untuk istirahat , Aira bingung , ada 3 kamar disitu namun Aira dan daiyan memiliki kamar masing".
" kamar kamu sebelah mana ndok,,," tanya umi.
Aira kaget umi bertanya, ia takut semuanya akan terbongkar.
" yg paling ujung umi,,,umi bisa menempati kabar yg sebelah sana,, "
tunjuk Daiyan.
" baiklah kalian istirahat dulu, umi masih mau berbincang dengan bunda .."
Aira mengikuti langkah Daiyan , di depan pintu ia berhenti , Daiyan yg sadar segera mempersilakan Aira masuk.
" masuk, jangan sampai mereka curiga,,,"
Aira masuk mengikuti titah daiyan.
" saya akan tidur di sofa,,,"
__ADS_1
Aira segera menuju sofa, Daiyan tak peduli, entah hatinya terbuat dari apa hingga, bgtu mempedulikan Aira.