Sincerity Of Love

Sincerity Of Love
Bab 4


__ADS_3

Daiyan dan Aira memasuki sebuah rumah di sebuah perumahan cukup besar namun hanya memiliki satu lantai.


" aturanya seperti biasa , lakukan sesukamu dan jangan pedulikan saya, "


Aira tak menggubris ia berjalan menuju sebuah kamar dekat dengan dapur.


" tunggu,, beberapa rekan saya jga pindah tugas di kota ini, posisikan dirimu sperti biasa,,,"


"cih, pernikahan macam apa yg di inginkan orang itu "


Aira segera beristirahat meneruskan tidurnya yg tertunda, ia tak ingin larut dalam. pikiran yg tak jelas, ia berusaha menikmati momen tak jelas ini.


beberapa hari telah berlalu di kota B. Hari -hari Aira masih di penuhi dengan kejenuhan.


ting ,,,,satu pesan masuk.


"tolong antarkan map di meja makan keRS citra medika sekarang,,,"


Aira tersenyum kecut ia tak menjawab pesan Daiyan. namun langsung bergegas mengantarnya.


Aira naik ojol, membuat ia menikmati suasana kota dengan bebas.


Sampai di depan RS, Aira menyuruh sang ojol mengantarkan map tersebut. terlihat Daiyan menunggu di ambang pintu utama.


Aira tidak langsung pulang, ia melihat lihat area RS tersebut .



Sayup sayup terdengar suara lantunan ayat suci al quran yg sangat menenangkan hati, dicarilah sumber suara tersebut tak terduga di sebelah Rumah sakit ada sebuah pesantren yg berdiri sangat kokoh.


Aira memasuki kawasan pesantren itu ,kebetulan sedang di adakan pengajian umum.


Aira begitu senang seakan ia kembali ke kandangnya.

__ADS_1


selesai berceramah sang ustadz memberi sebuah pengumuman, bahwa sedang di butuhkan beberapa guru diantaranya orang yg mahir membaca kitab" pesantren biasa di sebut kitab kuning.


Aira membelalakan mata ia ingin sekali mendaftarkan diri agar harinya terisi dengan kegiatan yg bermanfaat.


" silahkan bagi yg berminat bisa mendaftar di bagian administrasi sana.." ucap sang ustadz.


Selesai pengajian Aira mendekati bagian administrasi untuk mendaftarkan diri sebagai calon guru.


" silahkan mbak di isi formulirnya , dan silahkan menunggu di sbelah sana untuk sesi seleksi ."


Aura menunggu dengan senang hati.


" Nomor 5 silahkan masuk,,," terdengan suara seseorang dari dalam ruangan.


Aira bergegas masuk ia sangat senang, bisa berada di sini walau belum pasti.


Begitu masuk Aira sdikit gugup pasalnya , terdapat beberapa ustadz dan ustadzah debagai jurinya.


Aira membuka kitab yg tersedia di meja.


Dengan percaya diri Aira membacanya kemudian menerangkan dengan sangat lancar membuat juri tekagum kagum.


" baiklah saudara Aira Anda di terima mengajar disini,,,"


"alhmdilillah, serius ustadz ,,


" ya, Anda bisa mulai besok, bisa jg stay disini kami menyediakan ruangan husus.."


"maaf ustadz, saya tidak bisa stay, saya sudah menikah..."


" oh, bgtu rupanya, baiklah kami serahkan pada Anda sepenuhnya, ini kunci ruangan anda, dan selamat bergabung..."


sang ustadz menyerahkan sebuah kunci pada Aira.

__ADS_1


Aira bgtu girang , ia merasa sangat bahagia setelah satu bulan fakum dari dunia normal.


ia pulang dengan rasa yg sangat bahagia, sebelum pulang ia menyempatkan membeli beberapa helai pakaian lengkap dengan jilbabnya.


" ini sudah cukup,," gumamnya.


ia meninggalkan pusat perbelanjaan itu.


Malam hari ia sibuk menyiapkan segala keperluan untuk kepesantren besok, namun aktifitasnya terhenti ,ia teringat dengan Daiyan.


Walau Daiyan tak peduli namun ia harus tetap meminta izin terlebih dahulu.



Aira menunggu kepulangan Daiyan, tak seperti biasa Daiyan pulang begitu larut.


ceklek,,, yg di tunggu Ahirnya pulang.


Daiyan melihat Aira berdiri mematung di depan kamar.


" maaf dokter , saya minta izin untuk_____"


belum selesai belanjacara daiyan sudah memotongnya.


" terserah kamu, jangan jadikan saya sebagai beban, lakukan sesukamu, saya tidak peduli,,,"


ucap daiyan dan berlalu pergi ke kamarnya.


Aira meneteskan Air matanya, ia tak habis pikir begitu tak ada artinya kah pernikahan ini.


lalu untuk apa ia bertahan.


yah demi orang_orang yg sangat berharap dengan pernikahan ini.

__ADS_1


"kuat Ra kuat,,," ia menguatkan dirinya sendiri.


"oke fokus pada hidupmu ra, semuanya baru di mulai...bisa ra bisa , kejar cita citamu yg tertunda,,," Aira begitu semangat, ia tak ingin memikirkan Daiyan.


__ADS_2