Sincerity Of Love

Sincerity Of Love
Bab18


__ADS_3

Suara. Adzan menggema di seluruh penjuru membuat Aira terjaga.


"Astaghfirulloh,,,,saya telat bangun,,," ia segera keluar dari kamar Daiyan.


Aira menghentikan langkahnya.


"tunggu,,, itu,,,"


Aira melihat slimut yg ia buang .


ia segera sadar setelah bergelut dengan pikiranya, ia menoleh Daiyan yg masih terlelap.


dan segera keluar , masa bodoh dengan slimut yg menghangatkanya semalaman.


Daiyan membuka mata, sebenarnya ia sudah bangun sejak tadi namun berpura_pura tidur.


"terlambat??? apa dia terbiasa bangun malam sebelum subuh,,,"


Daiyan turun dari ranjang namun baru berdiri kepalanya masih terasa sangat pusing , ahirnya ia kembali menjatuhkan badan di ranjang.


" kenapa lagi sih,,, pusing sekali ,"


ia memijit kepalanya dan memeriksa keningnya sendiri.


" gak demam jga,,, au,,,, pusing sekali,,,"


Daiyan meraih obat dan segera meminumnyam.


Aira telah selesai mandi dan ibadah kini ia segera menuju dapur untuk membuat sarapan namun ia teringat Daiyan.


Aira melangkahkan kakinya ke kamar daiyan.


tok,,,tok,,


"masuk,,,"


"permisi dok, emm,,,dokter mau sarapan apa biar saya buatin,,,"


"terserah kamu, yg penting bukan bubut,,"


Aira tersenyum


"baik dok,,,"


"eh, tunggu,,,


"ya dok, ada lagi?"

__ADS_1


" tolong bantu saya kekamar mandi, kepala saya pusing,,,"


ragu_ragu Daiyan menyampaikanya.


"oh, baik dok,,,"


Aira mendekat, keduanya canggung, namun ahirnya Aira berhasil memapah Daiyan , walau tubuhnya tidak sebanding dengan Daiyan tapi Aira cukup membantu.


pelan_pelan Daiyan berjalan di papah Aira namun tiba_tiba Daiyan tersandung kakinya sendiri, membuat Aira kelimpungan, dengan sigap Aira memegang Daiyan agar tidak terjatuh.


Ternyata posisi penyelamatan tidak sesuai harapan, kini justru Daiyan memeluk Aira, jika orang melihat pasti akan berfikir mereka sedang berpelukan.


Daiyan dapat menghirum wangi Aira yg menyeruak ke dalam hidung dan tubuhnya serasa memberikan efek hangat dan nyaman.


" maaf,,,," ucap Daiyan.


Aira tak menjawab, setelah Daiyan masuk, Aira bergegas pergi dari situ.


" apa ini, kenapa berdetak sangat kencang"


gumam Aira sambil memegangi dadanya,


" tarik nafas yg dalam ai,,,,,,lalu hembuskan,,"


ia mengintruksi dirinya sendiri.


Tak mau berlarut_larut dengan kondisi jantungna Aira segera menyibukan diri membuat sarapan.


gumam Daiyan setelah keluar dari kamar mandi.


tring,,,


pesan masuk.


"gimana keadaan lo bro,,,"


johan.


namun di abaikan Daiyan.


derrrtt,,,derrrttt,,,


panggilan masuk.


" halo,,,"


"halo bro,,udah lupa lo sama kita, mentang_mentang udah ada bini,,"

__ADS_1


" paan sih, gimana lo udah pada balik,,"


"nanti sore rencana bro , share alamat dong kita langsung ketempat lo nanti...


Daiyan gelagapan,,,


" kalian pasti capek, udah gk usah kesini gue udah sehat..."


Daiyan segara menutup telfon.


" gawat nih kalau mereka dateng,,,"


tok,,tok,,,


"permisi dok , sarapanya udah siap mau di bawaain kesini atau_____"


"gak usah, maksudnya saya gak mau makan di kamar.."


"iya dok, oh iya dok tadi bunda telfon, siang ini bunda sama ayah mau dateng,,,"


" kamu kasih tau mereka , saya sakit,,,"


"enggak dok, bunda emang mau dateng sendiri , bunda jga belum tau kalau dokter sakit,,,"


"oh okey,,,kamu duluan aja nanti saya nyusul,,"


__________________


"assalamualaikm,,,,,,,"


"waalaikumsalam,,,' "


"bunda Ayah ,,,"


Aira segera mencium tangan kedua mertuanya.


" suamimu mana sayang,,,"


"ada di kamar bun,,,"


"kamu apa kabar sayang,"


"sehat bun, dokter yg kurang enak badan,,"


"apa dokter,,,?"


"eh maksudnya mas Daiyan bun, em itu panggilan sayang aku ke mas Daiyan..."

__ADS_1


"ooooh, so sweet,,,"


timpal ayah yg membuat mereka tertawa.


__ADS_2