Sistem: Antagonis Kejam

Sistem: Antagonis Kejam
19. Jatuhnya sang aktor


__ADS_3

Seluruh karyawan yang ada di perusahaannya menyetujui apa yang direncanakan pimpinan mereka ini. Mereka semua menyambut hal itu dengan sangat antusias.


Bahkan, beberapa karyawan yang diam-diam membencinya kini telah berubah mulai menyukainya. Beberapa karyawan pria mulai berani menaruh hati kepada seorang Rivena Claudya.


Dulu tak satu pun yang berani mendekati Presdir Vena. Karena mereka menganggap seorang Rivena Claudya adalah orang yang tak bisa digapai. Ditambah dia memiliki sikap angkuh dan arogan, membuat siapa pun yang mendekat langsug menciut karena takut.


Beberapa waktu terakhir, Presdir Vena bersikap kebalikan dibanding dulu. Dia sering sekali menyapa bawahannya dengan sangat lembut. Tak jarang dia memberikan hadiah kepada karyawan yang berprestasi. Bahkan dia tak pernah meremehkan para pegawai bagian kebersihan sama sekali.


Semua orang yang bekerja dengannya telah sangat mengagumi dirinya. Film yang mereka garap beberapa waktu yang lalu pun mendapat sambutan hangat. Sehingga film tersebut laris di pasaran.


Ada wajah baru seorang figuran sering dilihat bersama Presdir Vena yang mereka kagumi. Masyarakat mulai mencari-cari informasi tentang gadis tersebut. Namun, informasi itu masih terlalu minim.


Seperti yang telah direncanakan mengangkat beberapa novel menjadi sebuah film, maka perusahan Presdir Vena mulai sibuk dalam proses produksi atau penggarapan film tersebut.


Laura mulai meminta agar novel tersebut dipindahkan menjadi naskah drama. Semua orang yang bekerja pada perusahaan tersebut benar-benar disibukan oleh rencana pimpinan mereka ini.


Perusahaan tersebut tak hanya menggarap satu novel saja. Namun, mengangkat beberapa novel menjadi film terbaik di negeri ini. Selain meningkatkan animo membaca masyarakat, bisa membuat nama penulis karya tersebut yang mulai tenggelam, kembali diingat oleh seluruh orang.


Beberapa cuitan penulis dari novel tersebut, terus memuji Rivena Claudya. Sehingga membuat nama itu menjadi semakin harum. Masyarakat mulai menjadikan Rivena Claudya sebagai role mode dalam kehidupan mereka.



Bahkan kali ini mereka menyukai sosok Rivena Claudya melebihi sosok aktor, aktris, dan Idol yang terkenal pada masa itu. Bahkan Rivena Claudya sering sekali muncul dalam acara talk show sebagai tamu istimewa yang dipuja masyarakat.


Selain dia kaya raya, ternyata dia adalah orang yang sangat ramah. Hal ini didapatkan masyarakat berdasarkan hasil cuitan dari karyawan-karyawan yang bekerja dengannya.

__ADS_1


Tak ada lagi yang mengenal Rivena Claudya yang kejam. Tak ada lagi Rivena Claudya yang ambisius, menghalalkan segala cara untuk memenuhi apa yang dia inginkan. Tak ada lagi Rivena Claudya yang selalu mengucapkan kata-kata yang menyakitkan seperti dulu.


Namun, ada pihak yang mulai mengutarakan hal-hal yang tak berkenan di hati masyarakat, mengenai dara yang semakin terlihat cantik itu. Ada beberapa akun dengan cuitan-cuitan yang menyindir Presdir Vena. Tentu saja masyarakat langsung membenci sosok itu.


Salah satunya akun milik Fernando Jose. Meski tidak menyinggung nama Presdir Vena secara langsung, tetapi masyarakat telah menduga bahwa itu mengarah kepada Presdir Vena.


Masyarakat tahu bahwa Fernando Jose sudah tidak bekerja di bawah pimpinan Presdir Vena lagi. Mereka mengatakan bahwa aktor itu adalah pria yang tidak tahu diri.


Ada lagi yang mengatakan bahwa Fernando Jose seperti kacang yang lupa pada kulitnya. Para penggemar Rivena Claudya mulai membenci apa pun yang dilakukan oleh Fernando Jose.


Sehingga, semua drama atau film yang dibintangi oleh seorang Fernando Jose, tidak ada yang melirik. Hal ini membuat perusahaan yang menaungi aktor itu merasa dirugikan. Menganggap Fernando Jose hanya seorang aktor buangan yang tak berguna.


Hingga, tawaran kerja untuk Fernando Jose pun semakin lama semakin berkurang dan hilang. Saat keluar pun, dia tidak bisa jika tidak menutup identitas. Karena masyarakat akan langsung menghujatnya bila melihat wajah itu berseliweran.


Hal ini membuat Fernando Jose merasakan hidup di dalam neraka. Hidupnya mulai terlunta-lunta dan jatuh miskin dengan tiba-tiba. Semua keuangannya telah habis karena telah diberikan untuk mengganti biaya penalty kepada Presdir Vena.


Fernando Jose mulai menyesali sikapnya yang berkomentar sembarangan di dunia maya. Dia memulai semuanya kembali dari nol. Saat itu masyarakat sangat membencinya. Tak ada yang menerimanya kembali sebagai aktor. Bahkan, untuk menjadi figuran pun tertutup untuknya.


Hal ini berbanding terbalik dengan Presdir Vena. Kehidupannya semakin mendulang kesuksesan. Wajahnya selalu berseliweran di televisi sehingga produser-produser dari perusahaan lain banyak ikut mendompleng menggunakan namanya.


Semua film yang digarap, mengikutsertakan nama Rivena Claudya sebagai orang yang bertanggung jawab dalam film yang mereka garap. Semakin hari kesibukan ini membuat Presdir Vena menjadi semakin sakit kepala.


Ada penyesalan dalam dirinya yang terlalu all out dalam bekerja. Hingga membuatnya jatuh sakit karena kekurangan istirahat. Mendengar sang idola jatuh sakit, tak sedikit masyarakat mendoakannya agar segera sembuh.


Elsa telah menamatkan perkuliahannya. Dia mengetahui kondisi Presdir Vena yang memburuk, segera mengunjunginya ke rumah sakit. Elsa prihatin melihat kondisi orang yang dikaguminya ini terlihat semakin kurus dan terus terlihat lesu.

__ADS_1


"Kenapa Anda begitu memaksakan diri, Bu?"


"Saya hanya tak ingin membuat orang lain merasa kecewa. Tentu saja harus memberikan segala yang terbaik." Laura menjawabnya dengan nada yang lesu.


"Anda juga perlu memikirkan diri sendiri, Bu. Jika begini terus, nanti malah tidak bisa bekerja sama sekali. Semua yang Anda rintis ini bisa hilang begitu saja. Anda juga harus menjaga kesehatan!"


Laura tersentak mendengar suara gadis itu. Elsa mengucapkan semuanya dengan tegas. Matanya bulat saat menatapnya dengan lurus.


"Ya, baik lah. Terima kasih atas perhatianmu. Bagaimana dengan keadaanmu? Apakah kamu sudah menamatkan perkuliahanmu?"


Elsa mengangguk mantap. "Sudah, Bu. Telah lebih satu tahun kita tidak berjumpa. Saya tahu kesibukan Anda, sehingga membuat saya tidak berani mengganggu Anda."


Presdir Vena tergelak mendengar ucapan Elsa barusan. "Kamu terlalu berlebihan. Terus pekerjaanmu bagaimana?"


"Berkat Anda, saya tidak perlu lagi pusing mencari pekerjaan. Saya telah menjadi pegawai tetap di sana, dengan jabatan Manager Operational." jelas Elsa bersemangat.


"Ooh, syukur lah jika kamu menyukainya." Presdir Vena terlihat berpikir sejenak. "Apa kamu mau pindah kembali ke tempatku?"


Mata Elsa membulat dan semakin berbinar. "Tentu saja, Bu. Itu lah yang saya inginkan semenjak dulu."


*


*


*

__ADS_1



__ADS_2