
"Loh, kamu? Pria India?" Vena melepaskan alas kakinya berjalan cepat tepat berdiri di hadapan Leon.
"Pria India?"
Semua kru yang datang bersamanya menatap Leon dengan tatapan heran. Beberapa anggota kru sikut-sikutan saling bertanya. "Sejak kapan Tuan Muda Garang ini suka sama India?" bisiknya.
Yang lain membalas dengan kedikan pada kedua bahu.
"Ekheem ... Maaf ... Kamu salah paham Nona. Aku bukan pria India. Sudah aku katakan bahwa namaku Leon."
Pria yang paling dewasa pun bangkit dan mengulurkan tangannya kepada Vena. "Halo Nona Vena. Perkenalkan, kami adalah kru film horor yang mengajukan untuk bekerja sama. Kamu semua dari Multiguna Plus."
Kening Vena bergerak beberapa kali. Dia teringat dengan informasi yang diberikan oleh Cindy tadi pagi. "Leon? Multiguna Plus? Jadi, tadi malam itu?" Kedua sepatu yang tadi dipegangnya kini dilempar dengan kasar ke lantai. Lagi-lagi, kru yang ada di dalam ruangan tersebut tercengan oleh sikap sang nona muda ini.
[ Eng ing eng ... Ternyata, kamu masuk ke dalam jebakan batman? ]
Suara ledekan dari Sistem membuat Vena semakin merasa kesal. "DIAM!" teriaknya.
__ADS_1
Semua yang ada di dalam ruangan tersebut merasa terkejut mendengar teriakan Vena. Beberapa kru kembali saling sikut dengan tanda mata menanyakan keadaan Vena yang terlihat sangat aneh.
Tangan Tuan Jouras yang mengambang semenjak tadi menunggu sambutan yang tak kunjung dibalas, akhirnya memilih untuk menurunkannya kembali.
"Jadi, ini maksudmu menginginkan dekat denganku?" Vena bersidekap dada menatap Leon dengan lurus.
"Mendekati Tuan Adam agar bisa membuat proyek bersama perusahaanku?" Vena masih mencecar Leon yang terlihat hening tanpa ekspresi.
"Aku rasa, kamu semakin salah paham. Ini hanya lah sebuah kebetulan," elak Leon.
[ Kenapa kamu tidak mencoba mengikuti permainan yang dibuatnya? Siapa tau ini bisa menjadi jalan pintasmu untuk keluar dari cerita ini ]
'Tapi, kamu harus janji kepadaku untuk kembali ke duniaku yang sebenarnya.'
[ Oh, tentu saja. Asalkan kamu mulai mengikuti misi yang diberikan oleh Sistem dengan baik! ]
'Jika misi yang kamu beri itu masuk di akal akan aku pikirkan kembali. Namun, jika misi yang aneh-aneh ... Jangan harap aku akan mengikutinya. Meskipun kau menawarkan akan mengembalikanku pada duniaku yang sebenarnya.'
__ADS_1
Leon menjentikkan jari tepat di hadapan wajah Vena. "Helow? Apa yang kamu pikirkan? Kita ini sedang berbicara. Tapi pikiranmu malah ke mana-mana." ucap Leon lagi.
Bola mata Vena berputar liar beberapa kali. "Ah, ya ... Aku hanya merasa kecewa karena kamu seolah mendekatiku karena siapa aku."
Leon tersenyum tipis. "Siapa kamu? Apakah aku tidak boleh mendekatimu karena kamu hanyalah seseorang yang saat ini memiliki nama?"
"Ekheeemm ...." Jouras ayah Leon kembali memberi kode akan kehadirannya yang seperti tak dianggap oleh dua orang muda tersebut.
"Aku rasa, kamu cukup tidak sopan saat membuat seorang pimpinan utam Multiguna Plus menunggu jabatan tanganmu terlalu lama?"
Vena memutar bola matanya kembali. Dia pun segera mendekati Jouras dan kali ini mengulurkan tangan duluan. "Maaf, Tuan ... tadi, saya terlalu banyak pikiran. Saya tidak bermaksud mengabaikan Anda dengan sengaja."
Jouras membuang muka, sejenak terlihat rasa kesal dan akhirnya menyambut uluran tangan tersebut. "Baik lah, saya memahami kesibukanmu. Hanua saja, di sini saya hadir sebagai ayah dari pria yang ingin dekat denganmu."
[ Kira-kira maksud ayah dan anak ini apa? Bisnis atau perjodohan? ]
Vena mengabaikan Sistem yang terus mengusik di kepalanya.
__ADS_1
"Sekali lagi, maafkan saya. Hanya saja, saya berharap Anda memisahkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi."
Semua kru yang mengikuti ayah dan anak kembali mendapat kejutan dari seorang Presdir Vena yang selalu menjadi perbincangan semua orang. Mereka menepuk kening, entah apa lagi yang akan terjadi karena sikap Vena itu.