Sistem: Antagonis Kejam

Sistem: Antagonis Kejam
31. Vena & Leon


__ADS_3

"Kamu itu sungguh penuh kejutan ya, Nona Vena?" desis Leon.


"Iya dong, aku kan selalu membawa kejutan untuk siapa pun." ucap Vena.


"Kalau begitu, minta maaf kepada papaku!" seloroh Leon di antara candanya.


"Oh ya ... Maaf ya, Pak." Sekali lagi Vena menangkupkan kedua tangannya.


Tangan Tuan Jouras mengambang dan menganggukan kepalanya. "Baik lah, kita lanjutkan pembicaraan mengenai rencana pengembangan dan pemmbuatan film horor yang akan kita angkat."


"Apa kah pihak Multiguna Plus sudah memiliki naskah skenarionya?" tanya Vena kembali.


"Tentu sudah, kami sudah memiliki skenario yang sudah matang untuk kita olah."


Vena menganggukkan kepalanya memahami penjelasan yang diberikan Leon. "Lalu, bagaimana dengan kostum dan alat penunjang latar?"


Leon menyandarkan diri menopang kepalanya pada sandaran sofa yang mereka duduki di ruang kerja Vena. "Nah, itu ... Kali ini kami mengangkat film horor dari cerita nyata. Kami membutuhkan latar rumah lama yang bisa menunjang kisah ini menjadi semakin menakutkan."

__ADS_1


Vena langsung mengakses internet pada PC yang ada di meja kerjanya. Ia mencari rumah-rumah lama yang disewakan dan boleh direnovasi sesuai kebutuhan.


"Saya sudah menemukan rumahnya." Vena memperlihatkan tampilan rumah yang akan dijadikan sebagai latar utama cerita horor yang akan digarap secara bersama nanti.


"Bagaimana? Apa kalian suka?"


Semua kru yang datang ke dalam rapat tersebut terlihat mengangguk puas.


"Siapa yang akan menyurvei lokasi?" tawar Vena.


"Kalian bisa bekerja dengan becus nggak sih? Kalau nggak bisa, kalian bisa sembunyi bersama-sama. Tidak usah tanya gaji setelah ini!"


[ Menarik sekali rekan bisnismu kali ini. Dia menjadi lahan cocok buat bulan-bulanan kita kali ini. ]


Vena tersenyum kecut mendengar ucapan Sistem yang berbicara di dalam kepalanya. Vena melanjutkan meeting dan akhirnya yang diputuskan untuk menyurvei lokasi adalah ketua tim dari masing-masing home production.


Ini artinya, memaksa Vena harus bekerja sama dengan Leon. Namun, demi mengejar misi yang diberikan Sistem, kali ini membuat Vena harus bisa bermulut manis di depan Leon.

__ADS_1


Sistem masih belum berhenti membuat Vena menjadi player yang kejam, sebagai mana mestinya pada cerita yang sebenarnya.


Aktor yang digunakan pun adalah Fernando Jose, karena Vena sendiri yang menawarkan kepada mereka. Meskipun rekan kerjanya tampak sedikit keberatan, tetapi mereka terpaksa menerima karena mereka membutuhkan nama Vena yang sudah masuk pada kancah internasional. Semua orang sudah mengenal nama Home Production yang dipimpin oleh Vena ini.


Pada saat meeting telah usai, Leon mempersilakan supaya anak buah dan ayahnya turun terlebih dahulu. "Aku masih memiliki banyak hal untuk dibicarakan berdua."


Tuan Jouras hanya berdehem dan menganggukkan kepalanya. Setelah tidak ada lagi orang di dalam ruangan tersebut, Leon menutup pintu dan menguncinya. Hal ini membuat Mia menggerutu sekedar menahan di dalam hati.


Bagaimana pun juga, kali ini Multiguna Plus akan bekerjasama dengan perusahaan yang dipimpin Leon.


"Bagaimana? Sepertinya, aku sudah cukup jelas saat menjabarkan semuanya," ucap Vena mulai menyusun rencana ke depannya, waktu yang dihabisakan, dan lain yang dirasa perlu.


Leon melirik ke kiri dan kanan, merasa bersyukur tidak ada yang mengganggu. "Vena, sekarang aku ingin bertanya dengan lebih serius denganmu."


"Kamu nanyeak? Kamu bertanya-tanya?" canda Vena masih menyusun kegiatan yang akan mereka lalukan.


"Sspertinya aku benar-benar suka padamu dan kinerjamu."

__ADS_1


__ADS_2