Sistem Naga Kekosongan

Sistem Naga Kekosongan
CH.01. Jendral Qin Shan


__ADS_3

Planet Yin Yang.


Di alam semesta terdapat banyak sekali planet, sebagian besar ada yang bisa di tinggali mahkluk hidup dan sebagian lagi planet tidak berpenghuni.


Ada salah satu planet besar, bekali lipat ukurannya dari Planet Bumi. Planet ini bernama Yin Yang.


Ya, sesuai namanya planet ini terbagi dua tempat, yang tampaknya saling bertentangan, tapi juga saling melengkapi yaitu Es dan Api.


Di planet ini hanya di tinggali dua ras yaitu Ras Manusia dan Ras Monster.


Dulu, kedua ras ini hidup berdampingan, tetapi karena melihat sumber daya Ras Monster yang begitu berlimpah, muncul rasa serakah dimata manusia untuk menguasai sumber daya alam Ras Monster.


Akibatnya perperangan pecah, dan berlangsung hingga bertahun-tahun.


Benua Es ditinggali oleh Ras Manusia dan Benua Api ditinggali oleh Ras Monster.


__________


Medan Perang.


Di tempat yang sangat luas terlihat dua kubu sedang bersiap saling menyerang.


Ratusan ribu pasukan menunggu komando dari pemimpin mereka, terlihat semua prajurit manusia bersemangat maju ke medan perang, tidak ada sedikitpun rasa takut atau gemetar menghadapi musuh yang berkali-kali lipat ukurannya daripada mereka.


'Darimana rasa percaya diri para manusia ini berasal? apakah mereka tidak takut mati?'


Terlihat dari jumlah pasukan dan kekuatan pasukan Ras Monster tentu diuntungkan.


Manusia hanya berjumlah ratusan ribu pasukan, sedangkan monster hampir mencapai dua juta pasukan.


Apa alasan mereka tetap percaya diri dan sombong dihadapkan dengan kematian!


Ditengah-tengah prajurit, berdiri seseorang dengan baju zirah hitam dan kain merah berkibar dibelakang badannya serta pedang panjang berwarna hitam tergantung di punggungnya.


"Para prajurit bersiap untuk menyerang!" seru sang jendral.

__ADS_1


"Siap Jendral!" teriak semua prajurit.


Ya, sang jendral lah alasan mental prajurit tetap kokoh seperti gunung.


Jendral ini bernama Qin Shan. Jendral yang dikenal juga Jendral Merah Darah, alasan dibalik julukan tidak lain karena setiap Qin Shan membantai musuh-musuhnya, warna zirah dan mukanya berlumuran darah.


Qin Shan dikenal kejam, bengis, dan tak kenal takut.


Tidak terhitung banyaknya pasukan monster mati di tangannya, bahkan ia sanggup membantai ratusan ribu monster sendiri.


Walaupun ia terkenal kejam tehadap musuhnya, berbanding terbalik jika di hadapan keluarganya, Qin Shan begitu menyayangi keluarganya. Dia ikut berperang cuma punya satu tujuan agar nanti dia dan istrinya bisa hidup damai berserta keluarga kecilnya, karena keadaan istrinya sedang hamil, Qin Shan berniat mengakhiri perang secepat mungkin supaya dia bisa pulang bertemu istri tercintanya.


"Prajurit depan maju dan bantai mereka!" teriak Qin Shan.


"Wuuuuuuuu!" sorak prajurit.


Di area monster, pemimpin mereka juga memberi kode untuk segera membalas penyerangan.


Pedang dan Cakar mereka beradu.


Clak!


Tang!


Tanpa mereka sadari, ada satu sosok yang memperhatikan mereka dari atas langit.


Sosok itu mengeluarkan aura kematian yang pekat. Dia adalah Dewa Kehancuran.


Dewa Kehancuran dibenci di kalangan para dewa karena sifatnya suka membuat onar, dan menghancurkan planet yang di anggapnya tidak layak.


Penguasa Alam Semesta sudah memberikan peringatan langsung terhadap Dewa Kehancuran, tetapi hanya dianggap angin lalu saja.


"Huh, para mahkluk sampah itu, akan aku musnahkan kalian!" gumam Dewa Kehancuran.


Dia terbang menjauh ke cakrawala Planet Yin Yang.

__ADS_1


Dengan muka jijik menatap ke bawah, Dewa Kehancuran mengangkat tangan kanannya dan mengeluarkan teknik yang mematikan.


"Supernova Extraction!" Dewa Kehancuran berkata pelan.


Muncul lah bola cahaya berwarna putih terang di atas telapak tangannya, dan benang tujuh warna berputar-putar di sekelilingnya, lama-lama bola cahaya itu semakin membesar seukuran empat kali kepala manusia. Terlihat dengan jelas bahwa bola itu mengandung tekanan yang begitu besar, dengan lambaian tangannya bola itu melesat turun menuju ke arah Planet Yin Yang dan masuk kedalam tanah langsung menuju inti planet.


"Core Destroyed!" teriak Dewa Kehancuran melanjutkan tekniknya.


Hanya beberapa tarikan nafas tiba-tiba muncul retakan tanah di semua daratan.


Krak!


Krak!


Swush!


Boooommmm!


Ledakan begitu dahsyat menghasilkan gelombang kejut dengan jarak berjuta-juta kilometer, planet itu hancur berkeping-keping, termasuk mahkluk hidup di dalamnya.


"Haha, tidak ada kesenangan selain membantai para sampah! hiduplah kalian di alam baka!" kata Dewa Kehancuran sambil tertawa senang.


Tanpa dia sadari Penguasa Alam Semesta atau disebut Penguasa Absolute, sudah berada di belakangnya.


"Apa kau sudah puas?" tanya Penguasa Absolute sambil tersenyum dingin.


"Uh! sejak kapan dia ada dibelakangku? Aku harus cepat lari atau aku akan mati disini," batin Dewa Kehancuran dengan keringat dingin bercucuran di dahinya.


"Void Ga... " belum sempat Dewa Kehancuran menyelesaikan tekniknya, Penguasa Absolute sudah tahu bahwa dia akan melarikan diri, dengan cepat mengeksekusi tekniknya.


"Rantai Surgawi!" kata penguasa absolute pelan.


Seketika keluar rantai dengan banyak paku besar disekitarnya lalu melilit Dewa Kehancuran dengan kencang.


"Kau sudah banyak membantai orang-orang yang tidak bersalah Yu Zhong, kau juga sudah menghancurkan banyak planet, hari ini aku akan menghakimimu dan menghukum jiwamu di Menara Api Abadi selama 10 juta tahun," teriak Penguasa Absolute marah dan menjentikan jarinya.

__ADS_1


Mereka berdua tiba-tiba lenyap, menyisakan puing-puing planet yang mengambang.


__ADS_2