Sistem Naga Kekosongan

Sistem Naga Kekosongan
CH.26. Merampok Istana Teratai Ungu


__ADS_3

Larut malam, bulan tersembunyi di balik lapisan awan tebal.


Di kamar tamu halaman belakang Paviliun Cakar Gagak, Qin Shan yang sedang bermeditasi, tiba-tiba membuka mata, segera dia membentuk segel tangan, dan menghilang.


Sesaat kemudian, di dekat kota, Qin Shan muncul dalam kegelapan.


Sudah dua hari sejak dia datang ke Kota Teratai Ungu, meskipun rencananya tertunda karena masalah Paviliun Cakar Gagak, dia tidak pernah melupakan tujuan aslinya. Jadi malam ini, dia akan mencoba menyelinap ke Istana Teratai Ungu untuk mengambil pecahan kekuatan Naga Kekosongan.


Jika dia berhasil, dia akan bergegas pergi. Jika terjadi hal buruk dia akan membawa Paviliun Cakar Gagak bersamanya. Qin Shan tidak berencana meninggalkan mereka untuk disalahkan.


Di dalam kota, setiap tiga menit sekali ada tiga penjaga berlalu lalang dan banyak menara pengawas disetiap sudut.


Meskipun begitu, pertahanan ini tidak berguna di depan master yang kuat seperti Qin Shan. Dia cukup menggunakan Langkah Hantu untuk masuk lebih dalam menuju istana. Bahkan jika dia lewat di dekat seorang penjaga, mereka tidak akan menyadari kehadirannya.


Kultivasi rata-rata di dalam kota jauh lebih tinggi daripada yang berada di luar, dan ketika Qin Shan menyusup, dia terkejut menemukan lebih dari satu aura Origin King. Masing-masing Origin King ini seperti singa yang sedang tidur, bercokol di wilayah mereka sendiri. Sedikit saja ada tanda-tanda masalah, cukup untuk membangunkan singa-singa ini.


Untungnya, Dragon Sense Qin Shan sangat kuat, jadi dia mampu menghindari semua bahaya terlebih dahulu sambil menyembunyikan dirinya dengan sempurna.


Berjalan dalam kegelapan, tubuhnya tidak melepaskan aura apapun. Dengan cepat, Qin Shan mendekati istana besar di pusat kota.


Istana Teratai Ungu!


Ini adalah simbol kekuatan Teratai Ungu, tempat suci yang dihormati oleh milyaran kultivator yang hidup di bawah kekuasaan Teratai Ungu.


Seluruh istana dibangun dari jenis batu giok ungu, memberikan keindahan yang luar biasa. Dari kejauhan, Istana Teratai Ungu seperti luapan api ungu yang membentang ke langit, hampir seolah-olah matahari akan terbit untuk menerangi dunia.


Qin Shan melepaskan Dragon Sense-nya sedikit untuk mengamati gerakan di dalam Istana Teratai Ungu sambil bergumam pada dirinya sendiri, "Lima, enam, sepuluh, dua belas … bagus, di sini."


Bergerak di sepanjang jalur tertentu, Qin Shan dengan cepat datang ke lokasi tertentu di mana penghalang pertahanan lebih lemah. Tersenyum puas, tubuhnya berkedip dan langsung masuk.


Qin Shan memasuki Istana Teratai Ungu sangat lancar berkat pengetahuan formasi dari ingatan leluhur naga.


Istana Teratai Ungu sangat besar, masih banyak penghalang kuat yang diatur menggunakan token khusus. Begitu ada yang mencoba memaksa masuk, penghalang akan bereaksi dan memperingatkan semua orang yang berada di dalam. Namun, segalanya berbeda dengan ingatan leluhur naga. Pengetahuan yang ia gunakan adalah formasi kuno, jadi dia tahu kelemahan penghalang ini dengan sangat baik.


Ingatan leluhur naga bukan hanya tentang pertempuran tapi juga beberapa formasi pertahanan, penyerangan, penyembuhan dan membuat bermacam artefak tingkat tinggi.


Sambil mengamati lingkungan sekitar dan menghindari berbagai penghalang dan jebakan, Qin Shan diam-diam mendekati sebuah kubah di tengah Istana Teratai Ungu.


Di sinilah tempat aura pecahan leluhur naga berada, dan tempat lemari besi ini mempunyai pertahanan terkuat. Namun, untuk Qin Shan itu mudah membuka lemari besi ini.


Selama dia bisa mendekati kubah itu, peluang suksesnya tinggi!


Waktu berlalu perlahan saat Qin Shan bergerak semakin mendekati kubah.


Dengan hanya sepertiga dari jarak yang tersisa dari tujuannya, Qin Shan tiba-tiba berhenti lalu wajahnya tenggelam. Saat itu, dia merasa telah menyentuh semacam jebakan, yang mengirimkan getaran energi ke sekitarnya.


"Sial!" Wajah Qin Shan berubah menjadi pucat karena dia tidak pernah menyangka bahwa pengaturan penghalang di Kota Teratai Ungu akan disembunyikan dengan sangat baik bahkan Dragon Sense-nya tidak dapat menemukan semuanya.


Tak lama Qin Shan merasakan dua Spiritual Sense yang kuat menyapu ke arahnya.


Kedua Spiritual Sense ini miliki Origin King, jadi mereka dengan sangat jelas memperhatikan pergerakan di sini.


Meskipun Qin Shan master yang kuat, dia tidak bisa menahan keringat dingin saat ini. Meskipun dia mahir dalam Teknik Ilahi, tempat ini merupakan pusat wilayah lain, dengan master yang tak terhitung jumlahnya dan kondisi medan tidak menguntungkan. Sulit untuk mengatakan apakah dia bisa melarikan diri.

__ADS_1


Tanpa ragu, Qin Shan bergegas melarikan diri dengan cepat.


Tetapi pada saat itu, muncul Domain kuat yang menekan dari udara tipis, menyegel ruang disekitar, sehingga Qin Shan tidak mungkin bisa pergi.


"Siapa tikus liar yang menyusup ke Istana Teratai Ungu-ku!?" Teriakan marah datang dari jauh, mengguncang Istana Teratai Ungu dan pusaran besar tiba-tiba muncul dari atas kepala Qin Shan. Dari pusaran itu, telapak tangan raksasa yang sepertinya menutupi langit terbentuk dan melesat ke bawah.


"Origin King Lapisan Kedua!" Qin Shan menyipitkan matanya dan segera mengetahui kultivasi dari orang yang menyerangnya.


Lawannya menyerang dari jauh. Kemampuan seperti itu bukanlah sesuatu yang bisa dimiliki oleh Origin King Lapisan Pertama, hanya seorang master yang telah mencapai Lapisan Kedua bertahun-tahun yang punya cara seperti itu.


Telapak tangan terbentuk dari konsentrasi energi sementara kekuatan hisap yang tak tertahankan mencoba menarik Qin Shan ke dalamnya dan tidak membiarkannya membebaskan diri.


Qin Shan menegakkan tubuhnya dan bergegas menuju telapak tangan raksasa.


Di udara, Qin Shan mengulurkan tangannya lalu mengeluarkan ratusan pedang energi yang melesat kedepan dan Qin Shan mengikuti dari belakang.


Boom!


Dengan ledakan keras, istana berguncang.


Cahaya energi pedang menembus telapak tangan raksasa, menyebabkan tangan raksasa pecah dan menyebar. Pada saat yang sama, kekuatan yang menyegel ruang di sekitarnya runtuh.


Qin Shan segera menggunakan Langkah Hantu-nya dan menghilang.


Sesaat kemudian, tiga sosok sampai di lokasi kejadian satu per satu. Yang pertama datang adalah seorang lelaki tua dengan janggut yang menjuntai hingga ke dada, rambut beruban, dan wajah yang dingin. Dia memindai area sekitarnya, ekspresi keterkejutan yang jelas melintas di matanya.


Setelah itu, seorang pria dan seorang wanita muncul, tetapi sebelum mereka mengetahui apa yang terjadi, mereka melihat lelaki tua itu berdiri di udara dan segera memasang tampang hormat, menangkupkan tangan mereka, dan berteriak, "Penatua Agung!"


Master Origin King Lapisan Kedua dan salah satu master terkuat di Benua Xuan.


"Tetua Agung, apa …" Origin King perempuan bertanya dengan ragu-ragu.


"Seseorang masuk tanpa izin ke Istana Teratai Ungu!" Liang Sun berteriak dengan wajah muram.


"Apa?" Origin King laki-laki lainnya berkata, "Siapa yang begitu berani masuk ke sini Penatua?"


"Aku tidak tahu!" Liang Sun menggelengkan kepalanya dan menyipitkan matanya, "Siapapun itu, dia kuat, mampu menembus Telapak Tangan Ruang milik tuan tua ini, suatu prestasi yang tidak bisa dicapai oleh orang biasa."


Kedua Origin King bertukar pandangan dan keduanya melihat keterkejutan di wajah satu sama lain.


Di halaman tertentu di dalam Istana Teratai Ungu, Qin Shan menyembunyikan dirinya sambil berpindah dari bayangan prajurit satu ke prajurit lainnya.


Qin Shan terus melarikan diri menuju Paviliun Cakar Gagak. Dia telah melakukan perjalanan dengan sia-sia hari ini.


...***...


Selama beberapa hari berikutnya, semuanya tenang.


Setelah menyelinap ke Istana Teratai Ungu malam itu, Qin Shan tidak bertindak gegabah lagi. Dia percaya bahwa tingkat kewaspadaan di Istana Teratai Ungu telah dinaikkan ke tingkat ekstrem sekarang, dan bahkan dengan kemampuannya, dia tidak yakin dia bisa menyelinap masuk lagi.


Hua Ru Meng memanfaatkan koneksinya untuk menyelidiki situasi di Kota Teratai Ungu selama beberapa waktu terakhir dan melaporkan semua yang dia pelajari kepada Qin Shan.


Waktu berlalu, dan setengah bulan kemudian, Qin Shan ingin mencoba memasuki Istana Teratai Ungu kembali. Sekarang dia tidak akan mengendap-endap seperti sebelumnya, tetapi akan menyamar menjadi Penatua Agung Teratai Ungu menggunakan Seni Hantu.

__ADS_1


Qin Shan saat ini sudah tiba di istana dan berjalan di sepanjang koridor dengan santai, banyak para penjaga disekitar istana hormat pada Qin Shan, "Penatua Li" sapa para penjaga.


Qin Shan hanya mengangguk kecil sebagai tanggapan dan terus berjalan menuju brangkas di dalam istana.


selama setengah jam dia akhirnya tiba di dalam istana dengan aman. Terlihat pintu besar yang dibangun dari bahan yang tidak diketahui tampak sangat kokoh dan memiliki banyak penghalang dan pertahanan di sekitarnya.


Namun, tidak ada kultivator yang menjaga tempat ini, jelas semuanya telah dipindahkan.


Qin Shan membuat kunci dari energi Qi-nya, tak lama muncul kunci emas tampak hidup dari telapak tangannya dan berubah menjadi naga kecil dengan dua tanduk dengan lingkaran ungu yang samar. Naga kecil itu berputar beberapa kali di udara, kemudian terbang ke pintu brangkas besi.


Pintu berat yang sepertinya tidak bisa ditembus tiba-tiba berkedip dan gelombang angin muncul dari permukaannya. Pintu itu terbuka lebar menampilkan isi dari brangkas.


Qin Shan melangkah masuk dan melihat banyak sekali harta berharga dari Istana Teratai Ungu. Dia melihat sekeliling ruangan yang tidak terlalu luas, dan tidak banyak barang di dalamnya, tapi tetap membuat matanya bersinar.


Tidak banyak Koin Emas di sini, tetapi banyak botol giok besar dan kecil lalu bermacam jenis artefak dan bermacam gulungan Teknik Rahasia. Botol giok itu berisi Pil Roh kelas Origin King, begitu juga artefak dengan kelas Origin King.


Ada juga Teknik Rahasia yang dikumpulkan Teratai Ungu selama bertahun-tahun. Qin Shan berpikir untuk memberikan Teknik Rahasia ini ke Paviliun Cakar Gagak agar meningkatkan kekuatan mereka atau menyimpannya jika dia membuat Sekte nantinya.


Tanpa menyelidikinya pun, Qin Shan tahu bahwa semua yang ada disini adalah harta karun.


Qin Shan berdiri di tempat sambil menyeringai penuh arti, lalu tanpa segan ia segera mengulurkan tangannya dan menghisap habis semua yang ada di dalam brangkas besi masuk ke inventorynya.


Qin Shan tidak punya kesan yang baik sedikitpun terhadap Kota Teratai Ungu ini, jadi bertindak kejam terhadap mereka bukan menjadi beban baginya.


Qin Shan panen besar, tetapi masih belum menemukan apa yang dia cari.


Dia mengalihkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan berhenti di kotak besar yang berada di sudut ruangan. Jika dia tidak salah menebak, pecahan kekuatan leluhur naga ada di dalam kotak besar ini.


Ketika dia sampai, Qin Shan memeriksa sedikit untuk memastikan tidak ada penghalang di kotak ini lalu perlahan membuka kotak besar itu.


Di dalam kotak besar terdapat semacam kristal energi berbentuk bulat dan terdapat pola naga yang melingkar di sekitarnya. Kristal itu mengeluarkan pancaran aura naga yang sangat kuat. Raungan naga terdengar dari Tato Naga Kekosongan. Mendadak detak jantung Qin Shan berdetak kencang.


Qin Shan perlahan mengulurkan tangannya dan menggenggam erat kristal energi itu dan di merasakan gelombang energi yang sangat akrab datang dari bola kristal, seolah-olah Qin Shan menyapa teman lama.


Mata Qin Shan bersinar terang saat hatinya dipenuhi kegembiraan.


Tanpa diduga energi kuat meletus dari kristal naga lalu membombardir tubuhnya, energi itu membungkus seluruh tubuhnya dan memberi tekanan yang menakutkan dan membuat tulangnya retak.


Qin Shan mendengus lalu membalas dengan mengeluarkan aura Naga Kekosongan.


Begitu aura Naga Kekosongan bertabrakan dengan aura dari kristal naga membuat cahaya merah keemasan semakin tebal dan terdengar raungan naga bergema di udara.


Tidak lama, energi dari kristal naga yang menyelimuti dirinya runtuh, masuk kembali kedalam bola kristal.


Qin Shan tersenyum sambil mengamati kristal naga sejenak dan memasukannya ke inventory.


Ruangan brangkas sekarang benar-benar kosong hanya menyisakan debu yang melayang.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2