Sistem Naga Kekosongan

Sistem Naga Kekosongan
CH.08. Phoenix Tingkat Saint (1)


__ADS_3

Di dalam goa hutan kematian.


Matahari sudah menunjukan bahwa hari sudah siang, tetapi di dalam goa terdapat sepasang manusia seakan tidak tahu akan hal itu.


Long Ji Yao mengerang, dan bangun dari tidurnya, dia mendongak ke atas lalu melihat wajah tampan Qin Shan yang sedang tertidur pulas.


Long Ji Yao tidak menyangka pria yang memeluknya sekarang adalah pria yang sangat dia cintai, dia tidak tahu alasannya kenapa dia begitu merasa dekat dengan Qin Shan, seakan mereka sudah kenal bertahun-tahun.


Long Ji Yao menggeliat ke atas, dan menatap wajah Qin Shan dalam-dalam. Dia menyentuh bibir tipis Qin Shan lalu menciumnya sekilas.


Qin Shan terbangun karena merasa ada yang menggeliat di tubuhnya, dan melihat Long Ji Yao tepat berada di depannya. Qin Shan heran karena di tatap oleh Long Ji Yao.


Akhirnya Qin Shan sedikit mengangkat kepalanya dan mencium bibir Long Ji Yao sekilas.


"Selamat pagi sayang," kata Qin Shan usai mencium Long Ji Yao dan tersenyum.


Medengar kata sayang, Long Ji Yao terpaku, dan terburu buru membenamkan mukanya di dada Qin Shan.


Qin Shan melihat tingkah Long Ji Yao hanya terkekeh pelan sambil mengelus rambut merahnya.


"Se-selamat pagi juga." Jawab Long Ji Yao yang masih tidak mau memperlihatkan wajah malunya ke Qin Shan.


Setelah cukup lama berpelukan, Qin Shan bangun dan berpakaian. Dia mengajak Long Ji Yao untuk membersihkan tubuh mereka yang lengket di sungai. Saat Long Ji Yao mau beranjak dari kasur, tiba tiba terasa sakit dibagian bawahnya.


"Aahhh." Teriak Long Ji Yao.


"Ada apa Yao'er?" tanya Qin Shan panik, memeriksa badan Long Ji Yao dari atas sampai bawah.


"Itu … sakit!" Jawabnya sambil menunjuk bagian bawahnya.


"Haaa, ya sudah kamu pakai baju saja dulu, nanti aku gendong," kata Qin Shan penuh perhatian.


"En" angguk Long Ji Yao pelan.


Sesudah Long Ji Yao berpakaian, Qin Shan mengendong Long Ji Yao, dan menggunakan langkah hantunya hanya beberapa tarikan nafas sudah sampai di dekat air terjun tempat biasa Long Ji Yao mandi.


Qin Shan menurunkan Long Ji Yao, dan berjalan sambil membuka bajunya lalu salto kedepan, berputar beberapa kali di udara dan mendarat dengan mulus di air terjun.


Melihat tingkah kekasihnya, Long Ji Yao menggelengkan kepalanya.


"Woah, segarnya … Ayoo sini Yao'er kenapa kamu senyum senyum disana?" tanya Qin Shan.


Perlahan Long Ji Yao melepaskan bajunya, hanya menyisakan baju tipis, lalu mulai berjalan masuk kedalam air.


Long Ji Yao mulai menggosok punggung Qin Shan, di sela sela itu Qin Shan berkata : "Yao'er hari ini kita pulang ke kerajaan, dan menemui ayahmu," kata Qin Shan yang sontak membuat Ji Yao terkejut.


"Tidak … Tidak hari ini. Jika Shan-gege mau menemui ayah, setidaknya kultivasi mu harus di ranah Saint!" Jawab Long Ji Yao tegas.


"Hah? Yao'er, aku mau menemui ayahmu untuk minta restu bukan bertarung, dan apa alasan permintaan mu harus kultivasi berada di ranah saint?" tanya Qin Shan penasaran.


Ji Yao menghela nafas pelan.


"Shen-gege, didalam ras naga setiap pelamar harus mengalahkan sang ayah yang di lamar atau mengalahkan pelamar lain, dan yang melamarku waktu itu dia sudah berada di ranah Transcendent 3 sama seperti ayahku, dia dari kerajaan utara," kata Long Ji Yao khawatir.


"Aku bisa mengalahkan dia dengan mudah Yao'er kamu tenang saja." Jawab Qin Shan dengan bangga.


"Baik, aku yakin Shan-gege bisa mengalahkan 1 Transcendent, bagaimana kalau 10? 20? melawan semua prajurit kerajaan utara? apa Shan-gege sanggup?" tanya Long Ji Yao.


Qin Shan terdiam mendengar perkataan Long Ji Yao, benar dia sekarang masih sangat lemah, dan dia juga hanya seorang diri tanpa teman, bawahan. Cuma kekasih kecilnya yang menemaninya sekarang.


Qin Shan sekarang bukan Qin Shan yang dulu yang memiliki ratusan ribu bawahan.


Mereka menyudahi sesi acara mandinya, dan mulai berjalan menuju goa.

__ADS_1


"Yao'er, aku mau berlatih hari ini, kamu ingin tinggal di dalam atau ikut aku?" tanya Qin Shan.


"Aku ikut Shan-gege kemanapun dirimu pergi." Jawab Long Ji Yao tersenyum.


"Baiklah ayoo," kata Qin Shan sambil memegang tangan Long Ji Yao.


"Tunggu gege," kata Long Ji Yao.


Dia mulai memejamkan mata, dan keluar siluet Naga Merah dibelakang punggungnya lalu naga itu mulai membuka mulutnya, muncul bola api besar ukuran 5x kepala manusia dan menembakan bola api itu kedepan. Jarak 10 meter bola api itu tiba-tiba meledak, dan memunculkan portal bulat dengan di kelilingi api merah.


"Ayo masuk gege," kata Long Ji Yao.


"Apa ini Yao'er?" tanya Qin Shan penasaran.


"Ini portal menuju tempat aku sering berlatih, dan jaraknya lumayan jauh dari sini." Jawab Long Ji Yao sambil tersenyum.


Qin Shan melihat ini hanya menganggukan kepala ringan, dia iri dengan kemampuan Long Ji Yao yang bisa berteleport, tapi dia senang karena dengan kemampuan ini, Long Ji Yao bisa selamat jika tiba tiba terjadi bahaya.


Akhirnya mereka masuk, dan terlihat hamparan tanah yang luas serta banyak bunga indah dimana-mana.


"Sekarang kita ada dimana Yao'er" tanya Qin Shan penasaran.


"Kita ada di perbatasan Barat dan Timur, disini juga banyak monster iblis tingkat Soul Formation, dan paling tinggi di ranah Saint 3," kata Long Ji Yao.


Mendengarkan monster disini ranah mereka tinggi, seketika mata Qin Shan berbinar, dan tersenyum, dengan banyak monster disini dia bisa cepat naik ke ranah Saint.


"Gege, kenapa kamu senyum-senyum sendiri? apa yang sedang kamu pikirkan?," selidik Long Ji Yao dengan mata menyipit.


"Uh, tidak ada Yao'er, aku hanya senang punya lawan yang sebanding dengan ku," kata Qin Shan mencoba menghindar.


"Ya sudah, gege bisa latihan disini, aku akan tunggu dibawah pohon itu," kata Ji Yao sambil menunjuk pohon besar yang rindang.


"Apa kamu baik baik saja aku tinggal sendiri?" kata Qin Shan khawatir.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi memasuki hutan sekarang," kata Qin Shan sambil mencium kening Ji Yao lalu bergegas memasuki hutan.


.


.


.


30 menit Qin Shan sudah berada dibagian terdalam hutan ini, dia mencoba mencari monster terkuat untuk melatih teknik-tekniknya.


Qin Shan beridiri di balik pepohonan yang tinggi, dan mengedarkan Dragon Sense ke seluruh hutan, tapi dia tidak menyangka jangkauan Dragon Sensenya sekarang hanya cuma 1 kilo meter. Mau tidak mau dia cuma melompat dari pohon ke pohon lain sambil terus mencoba memperluas area jangkauan indranya.


Tiba tiba Qin Shan dicegat oleh burung api yang menatap marah.


Qin Shan meilhat ini, tiba-tiba mundur waspada.


"Kenapa ada Phoenix disini, dan dia berada di ranah Saint Tingkat 3," kata Qin Shan sedikit bergetar.


Tanpa aba-aba, Phoenix itu langsung menembakan bola api yang sangat panas ke arah Qin Shan.


Qin Shan ingin menghindar dengan langkah hantunya tapi terlambat, akibatnya dia terkena hantaman bola api itu.


Duuuaaarrrr!


Qin Shan terlempar, dan berguling-guling lalu berhenti setelah menghantam batu besar. Qin Shan tertancap dibatu dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya, beberapa tulang rusuknya patah.


Ranah Saint bukan cuma isapan jempol semata, kekuatan mereka sudah berada dipuncak di dunia ini.


"Aku tidak bisa mati disini, aku akan melawannya berapa pun biayanya." Mata Qin Shan penuh tekad.

__ADS_1


Qin Shan mencoba bangun dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, dia menatap Phoenix yang berada di atas langit.


"Dragon Arts - Dragon Body" Teriak Qin Shan.


Qin Shan mengeluarkan Pedang Api Biru dari inventorynya lalu melemparkannya ke arah Phoenix.


Phoenix yang melihat Pedang itu melesat ke arahnya hanya diam, karena dimatanya pedang itu sangat lambat.


Setelah pedang itu cukup dekat dengan Phoenix, Qin Shan mengeksekusi teknik lanjutannya.


"Teknik 1000 Pedang - Pedang Ilusi"


Tiba-tiba Phoenix dikeliling oleh empat orang yang semuanya mirip bocah yang dia remehkan tadi.


"Dragon Arts - Dragon Roar" Teriak Qin Shan.


Rrroooaaaggghhh!


Suara naga menggema ditengah hutan, banyak monster-monster yang lari ketakutan.


Phoenix yang terkena langsung serangan itu seketika terdiam menahan rasa sakit di telinganya dan matanya juga memerah.


Melihat itu Qin Shan membuat clone-nya untuk berada diatas Phoenix. Sekarang Phoenix benar-benar tidak punya tempat untuk menghindar.


Empat orang Qin Shan mulai melesat mengarahkan tinjunya ke Phoenix.


Baaammm!


Phoenix diserang dengan empat arah segera terkunci, dan klon yang diatas segera menukik dengan tinju yang sudah dilapisi energi Qi.


Swush!


Boom!


Tidak sebatas itu saja, muncul satu lagi Qin Shan dari dalam tanah menyambut sang Phoenix yang turun dengan cepat karena kehilangan keseimbangan. Qin Shan mengaliri Qi Kekosongan ke dalam Pedang Api Birunya dan dengan cepat menebas ke arah Phoenix.


"Teknik 1000 Pedang - Tebasan Sunyi"


Phoenix menyadari saat di sedang mencoba menstabilkan dirinya di udara, ada yang tidak beres dengan tebasan itu. Dia tidak melihat adanya gelombang Qi di tebasan itu, tapi dia menyadari dari ayunan tebasan itu ada bahaya.


Phoenix mengaliri seluruh tubuh dengan Api Surgawi miliknya, dan benar saja tiba-tiba ada tekanan besar yang menghantamnya.


Duuaarr!


Asap panas menyebar keseluruh area pertarungan mereka. Semua ilusi sudah hilang termasuk klon Qin Shan.


Tubuh Naga Kekosongan-nya juga sudah selesai menyembuhkan tulang yang patah, dan luka dalam.


Tapi sebelum asap mereda, banyak bola-bola api kecil berterbangan di langit. Qin Shan melihat ini menjadi waspada.


"Segel Surgawi - Lonceng Surgawi" Teriak Qin Shan.


Di sekitar Qin Shan muncul energi Qi emas yang mulai membentuk lonceng berukuran lima meter, tapi karena Qin Shan hanya sedikit paham tentang teknik ini, lonceng itu terlihat sangat tipis untuk menahan serangan setingkat Saint Tingkat 3, tapi apa boleh buat, cuma ini teknik pertahanan terkuat yang dia punya.


Api kecil sebesar kerikil itu mulai turun layaknya hujan menyerang lonceng bertubi-tubi, walaupun bentuk api ini kecil, tapi serangannya begitu kuat, Qin Shan terus mengaliri Qi Kekosongannya untuk mempertahankan bentuk loncengnya agar tidak hancur.


"Ayolah Qin Shan berpikirlah, kau tidak bisa terus bertahan seperti ini atau Qi mu akan terkuras habis," katanya menyemangati diri sendiri.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2