
Pagi hari yang cerah di Kerajaan Angin Biru, semua orang memulai aktifitas mereka. Qin Shan masih terlelap dalam tidurnya mulai menggeliat karena matanya terkena sinar matahari pagi.
"Hoam, uh, aku kesiangan hari ini," katanya sambil berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah rapi, Qin Shan memakai baju hitam yang dihiasi warna emas, dan di punggungnya motif naga emas yang seolah-olah sedang menatap mangsanya.
Qin Shan turun ingin makan di restoran yang kemarin, karena menurutnya makanan itu memang terbaik, daripada harus makan daging monster iblis, walaupun daging monster iblis bisa menambah energi Qi.
Sesampainya di Restoran Purnama Merindu, Qin Shan disambut pelayan yang sama dan menuju ke lantai dua. Berbeda dari kemarin, hari ini Qin Shan hanya memesan menu sarapan saja.
Sambil menunggu makanannya datang, Qin Shan mengaktifkan Dragon Sense untuk mencari informasi apa yang terjadi di kerajaan ini.
Dengan Dragon Sense, pedengaran Qin Shan menjadi jelas berkali-kali lipat, saat memilah-milah informasi terdengar berita bahwa putri kerajaan menghilang dari istana. Para prajurit diberi perintah mencari kesemua tempat untuk menemukan putri kesayangan raja itu.
Raja itu bernama Long Tian, raja yang tegas, bijak serta baik hati. Dia begitu dicintai rakyatnya, karena raja selalu peduli dengan kehidupan mereka, terbukti dengan kerajaan yang damai tanpa ada diskriminasi.
Qin Shan mendengar berita itu hanya cuek saja, dengan prajurit kerajaan yang banyak ini, pasti akan mudah menemukan tuan putri.
Setelah sarapan, Qin Shan melanjutkan rencana semula untuk berlatih di hutan kematian, sekalian mencari pundi-pundi poin untuk upgrade sistemnya.
Kini Qin Shan sudah keluar dari gerbang kerajaan, serasa sudah merasa cukup jauh dari gerbang, dia mengaktifkan Langkah Hantu, dan mulai masuk lebih dalam kehutan.
Tidak butuh waktu lama, Qin Shan sudah ada di bagian terdalam hutan kematian, dia mulai berlatih Dragon Arts dan Segel Surgawi.
"Aku harus bisa menguasai semua tingkatan teknik ilahi ini," katanya dengan percaya diri.
"CLONE" gumam Qin Shan pelan.
Muncul asap biru kemerahan didepan Qin Shan, dan terlihat pemuda tampan yang mirip dengan Qin Shan. Mata merah, rambut hitam pekat, di samping kanan dan kiri poninya tergantung dua ikatan bandul menambah kesan elegannya.
"Kau pergilah berburu kehutan, aku mau latihan disini." Perintah Qin Shan, klon-nya hanya mengangguk kepala ringan, dan menghilang.
"Yosh, sekarang waktunya latihan keras!"
"Dragon Arts - Dragon Body" teriak Qin Shan sambil menutup matanya.
Qi emas mulai membungkus seluruh tubuh Qin Shan membentuk seperti Zirah Perang Naga, Qin Shan tidak membuka matanya, dia masih fokus mengalirkan Qi Kekosongan ke seluruh tubuhnya.
Ada 3 tahapan untuk menguasai Teknik Dragon Body :
- Melapisi tubuh dengan Qi dan memanifestasikan ke bentuk Zirah Perang Naga.
- Memaksimalkan darah naga, dan mengeluarkan sisik naga agar melapisi seluruh tubuh.
- Membuat Zirah dan Sisik Naga menyatu sempurna.
Berkali kali Qin Shan mempraktekan teknik Dragon Body, tetapi tiap memasuki tahap ketiga yaitu penggabungan, zirah itu pecah seolah-olah zirah itu barang rapuh yang hancur sekali pukul.
"Huft … ternyata aku harus membuat kedua unsur mempunyai kekuatan yang sama, artinya aku harus memperkuat ketahanan zirah ini terlebih dulu agar bisa mengimbangi darah Naga Kekosonganku," kata Qin Shan seakan dia mendapatkan pecerahan.
Hari menjelang sore, klon Qin Shan juga sudah kembali dengan buruan yang lumayan, karena klon-nya mempunyai 100% kekuatan asli dirinya.
Qin Shan mencari goa untuk beristirahat sebentar, sambil membakar daging monster.
"Apa aku harus mengatur darah naga atau memperkuat energi zirah dulu ya?" gumam Qin Shan sambil memegang dagunya.
Mata Qin Shan tertutup, terus mencoba banyak rumus agar komposisi Zirah Perang dan Sisik Naga seimbang sempurna. Jika Qin Shan mempunyai poin 1 Miliyar, dia tak akan berlatih keras untuk mempelajari Teknik Ilahi ini.
2 jam berlalu, Qin Shan masih dengan duduk lotusnya mencari rumus yang tepat.
Didepan mulut goa ada sosok yang mencoba masuk, Qin Shan tahu akan hal ini karena dia masih mengedarkan Dragon Sense walaupun sedang berlatih, dia merasakan bahwa sosok ini berada di ranah Nascent Soul 8. Qin Shan tetap menutup matanya karena sosok itu tidak ada aura membunuh atau niat menggangunya yang sedang berlatih. Sosok itu hanya diam meilhat Qin Shan, jarak mereka hanya 10 meter tapi tidak ada yang membuka suara.
...*****POV PUTRI LONG JI YAO*****...
"Huuuh … segarnya mandi di air terjun ini, airnya sejuk, dan juga aku bisa melihat ikan-ikan berlarian. Di istana, aku tidak pernah merasa hidup seperti ini, hidup bebas tanpa ada aturan yang mengikat," katanya riang sambil membaringkan tubuhnya di bebatuan.
Setelah mandi, dia menangkap beberapa ikan untuk dibakar di goa tempat dia tinggal selama di dalam hutan.
Ji Yao berjalan menuju tempat tinggalnya, saat sampainya didepan pintu masuk goa, Ji Yao merasakan ada orang lain di dalam tempatnya tinggal. Jia Yao cepat menutup auranya, dan perlahan mengendap-endap memasuki goa. Dia melihat pemuda tampan duduk lotus didepan perapian, Ji Yao terpaku melihat pemuda itu, ada rasa yang familiar antara dia dengan pemuda itu. Lama dia menatap muka pemuda yang sangat tampan menurutnya, kulit putih mulus seperti giok, rambut panjang hitam pekat senada dengan warna bajunya.
__ADS_1
Deg!
"Uh! ada apa denganku? kenapa jantung berdetak kencang?" batin Long Ji Yao, tapi dia tetap memandang pemuda didepannya.
...*****POV PUTRI LONG JI YAO END*****...
Qin Shan yang sadar sosok di depannya hanya mematung melihatnya, perlahan ia membuka mata.
Qin Shan terkejut, ternyata yang sedang menatapnya adalah seorang perempuan.
"Apa kau sudah puas menatapku?" kata Qin Shan sambil tersenyum lembut.
"Siapa kau? Ini goa tempatku tinggal," kata Ji Yao dingin, dia mencoba menutupi rasa malunya karena terlalu lama menatap pemuda ini.
"Aku Qin Shan, dan siapa nama mu?"
"Keluar dari sini sekarang, aku tidak suka ada orang lain ditempatku," ucap Ji Yao marah.
Bukan jawaban yang Qin Shan terima, tetapi Ji Yao malah memarahi dan mengusirnya.
Qin Shan mencibir menatap Ji Yao: "Hooo, kalau aku tidak mau?"
Mendengar jawaban itu, tiba-tiba Ji Yao menyerang Qin Shan.
"Dragon Claw" teriak Long Ji Yao, sinar terang berbentuk cakar melesat cepat ke arah Qin Shan.
Melihat ini Qin Shan tersenyum meledek. Qin Shan dengan santai menghindari setiap serangan dari Long Ji Yao.
Melihat serangannya hanya sia-sia, Long Ji Yao mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, dan langsung menebas ke arah leher Qin Shan.
"Pedang Penghancur - Api Pemusnah" teriak Long Ji Yao sambil menebas horizontal kedepan.
Melihat tebasan api bulan sabit mengarah kearahnya, Qin Shan hanya diam saja tetap ditempatnya.
Booommm!
Long Ji Yao tidak menyangka pria ini tidak menghindar atau menahan serangan kuatnya.
"Apa dia sudah mati? aku benar-benar tidak berniat membunuhnya," kata Long Ji Yao pelan.
Goa tempat mereka sekarang setengahnya hancur terkena serangan mereka, terdapat banyak lobang sedalam satu meter di dinding goa.
Setelah asap tebal perlahan menghilang, terlihat Qin Shan masih berdiri ditempatnya semula dengan berbalut Zirah Perang berwarna emas, kiri dan kanan pundaknya terdapat ukiran kepala naga. Zirah Perang membalut seluruh tubuh Qin Shan dengan mengeluarkan aura sang penguasa.
"Apa hanya ini kekuatanmu? Cih lemah sekali," kata Qin Shan mencoba memprovokasi wanita didepannya.
Merasa dirinya dihina, muka Ji Yao memerah padam, dia mengeluarkan tekanan aura naganya ke arah Qin Shan. Perlahan muncul siluet Naga Merah dibelakang Long Ji Yao dengan menatap Qin Shan yang seakan semut dimata naga merah itu.
"Hah? Naga? pantas saja aku merasakan perasaan akrab saat bertemu dengannya," batin Qin Shan.
Bukannya takut, Qin Shan mengeluarkan aura Penguasa Naga Kekosongannya dan menekan aura Naga Merah milik Long Ji Yao. Merasa auranya ditekan, Long Ji Yao menjadi panik dan mundur beberapa langkah, wajahnya pucat karena tekanan yang diberikan Qin Shan begitu besar.
"Ka-kau juga naga?" tanya Ji Yao terbata-bata karena Qin Shan belum menghilangkan tekanan auranya.
Perlahan Qin Shan mendekat sambil menghilangkan aura dan Zirah Perangnya, Qin Shan sekarang berada tepat di depan Ji Yao, anehnya, Qin Shan mencium bau badan Long Ji Yao seperti mencium aroma makanan lezat, dengan cepat Qin Shan menarik pinggang langsing Long Ji Yao ke arahnya, dan mulai mencium aroma Long Ji Yao lalu menjilati leher mulus itu dengan buas.
Mendapatkan serangan ke lehernya yang tiba-tiba dari Qin Shan, Long Ji Yao meronta-ronta di pelukan Qin Shan. Mukanya memerah, nafasnya memburu, tapi dia tetap tidak bisa melepaskan dirinya dari pelukan laki-laki didepannya.
"Aahh lepaskan aku pria brengsek!" Perintah Long Ji Yao dengan nafas berat.
Tapi bukannya melepaskan dirinya, Qin Shan semakin ganas, dengan cepat Qin Shan mencium bibir mungil Long Ji Yao, dan menggigit bibir bawahnya, Ji Yao merasa sakit sontak membuka mulutnya. Qin Shan dengan nafsu memburu memasuki lidahnya kedalam mulut Long Ji Yao, tanpa Long Ji Yao sadari dia juga membalas permainan lidah Qin Shan dimulutnya.
Setelah cukup lama, ciuman mereka terlepas dengan nafas terengah-engah mereka saling menatap. Tiba-tiba Qin Shan sadar, dan mendorong tubuh Ji Yao.
"Uh ada apa denganku? Apa yang barusan kau lakukan? Apa kau memberikan ilusi kepadaku?" bentak Qin Shan.
Medengar ini, sontak membuat Long Ji Yao naik pitam. "Heh pria brengsek, kau yang melecehkanku, dan mengambil ciuman pertamaku, tapi sekarang kau berpura-pura menjadi korban? akan kubunuh kau pria mesum!" Dia membalas kata-kata Qin Shan dengan nada yang tidak kalah tinggi dari Qin Shan.
Mendengar ini Qin Shan dengan cepat berkata "Tunggu … tunggu … jujur aku tidak sadar apa yang aku lakukan, tubuhku bergerak sendiri untuk memeluk dan menciummu," kata Qin Shan mencoba meyakinkan wanita di depannya. Dia juga tidak tahu kenapa dia melakukan hal yang tidak senonoh itu kepada wanita yang pertama kali dia temui.
__ADS_1
"Kau kira aku percaya dengan omongan pria mesum dan brengsek sepertimu!" Teriak Long Ji Yao murka, dan langsung mengeluarkan pedangnya kembali.
Melihat ini Qin Shan hanya pasrah, dan menggelengkan kepalanya, dia sudah tidak mau lagi memprovokasi wanita di depannya ini.
Qin Shan mengeluarkan auranya untuk menekan Long Ji Yao agar tidak bergerak lagi.
"Hei pria brengsek lepaskan auramu, kalau berani lawan aku tanpa menggunakan aura nagamu itu," kata Long Ji Yao menghina, dia merasa tekanan itu begitu kuat melebihi ayahnya, raja kerajaan angin biru.
"Aku sudah tidak ingin bertarung lagi denganmu, aku benar-benar minta maaf atas apa yang baru saja terjadi," kata Qin Shan mencoba menenangkan wanita keras kepala ini.
"Aku akan melepaskanmu, tapi kau jangan menyerangku lagi!" Ancam Qin Shan menatap mata wanita itu, dan dijawab dengan anggukan kecil dari Long Ji Yao.
Perlahan Qin Shan menghilangkan auranya, dan mencoba duduk menjauhi wanita ini. Dia takut badannya akan melakukan hal yang seperti tadi.
Didalam goa suasana mulai tenang, walaupun terlihat berantakan karena pertarungan mereka, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut keduanya. Suasana ini canggung karena kejadian yang baru saja terjadi. Merasakan hal ini Qin Shan mencoba mencairkan suasana.
"Ehem... perkenalkan aku Qin Shan," katanya mencoba memperkenalkan diri lagi, dan melanjutkan, "Nama mu siapa? Apa yang kau lakukan di hutan ini sendiri?" tanyanya sambil melihat ke arah Long Ji Yao.
"Namaku Long Ji Yao, aku disini karena kabur dari rumah." Jawabnya sambil menunduk, dan muka merah seperti tomat. Dia masih mengingat kejadian saat dia membalas ciuman ganas Qin Shan. Dia benar-benar malu mengingat kejadian itu, tapi disisi lain, dia juga menikmati pelukan, dan cium panas itu dari Qin Shan.
"Apa kau putri dari Kerajaan Angin Biru?" selidik Qin Shan sambil tetap menatap Ji Yao.
"En" Jawab Ji Yao dengan anggukan.
"Apa aku boleh bertanya?" tanya Ji Yao ragu.
"Boleh, aku akan menjawab semua pertanyaan mu." Jawab Qin Shan sambil tersenyum.
Melihat senyum itu, sontak muka Ji Yao tambah memerah. Dia tidak menyangka bahwa senyuman pria ini membuat jantungnya semakin berdetak cepat.
"A-apa kau naga?" tanya Ji Yao terbata-bata.
"Benar aku seekor naga." Jawab Qin Shan datar.
"Jenis naga apa? apa kau bisa membentuk wujud naga mu?" tanya Ji Yao beruntun.
Mendengar ini Qin Shan hanya tersenyum, dan berkata: "Aku tidak bisa, kekuatan nagaku masih tersegel, aku harus melepaskan segel itu satu per satu untuk berubah wujud nagaku." Qin Shan berhenti sejenak, lalu bertanya: "Apa aku bisa melihat wujud nagamu Yao'er?"
Sontak Ji Yao menundukan kepalanya dan mukanya bertambah merah, karena dia tidak pernah di panggil Yao'er oleh laki-laki lain selain ayahnya.
"Yao'er ... Yao'er, apa kau sakit?" tanya Qin Shan sedikit ada nada khawatir.
"E-eh, aku tidak apa-apa, baiklah aku akan memperlihatkan wujud nagaku," kata Ji Yao mulai berdiri.
Long Ji Yao menutup matanya, dan muncul siluet Naga Merah menatap kebawah dengan angkuh. Perlahan siluet itu mulai bergabung dengan tubuh Long Ji Yao
Cahaya terang memulai membesar hampir menyentuh langit-langit goa. setelah cahaya itu mulai redup, muncul sosok Naga Merah berukuran 20 meter dengan taring tajam, dibelakang punggung naga itu terlihat duri-duri yang menonjol. Naga Merah itu melihat ke arah Qin Shan sambil menghembuskan asap dari hidungnya.
Melihat ini, Qin Shan benar-benar kagum dengan Long Ji Yao. Naga itu merah cerah dan juga indah.
.
.
.
.
...*Transformasi Naga Merah Long Ji Yao*...
.
.
.
.
__ADS_1