Sistem Naga Kekosongan

Sistem Naga Kekosongan
CH.09. Phoenix Tingkat Saint (2)


__ADS_3

Qin San mencoba terus bertahan, dan mendongak keatas melihat hujan api itu seperti tidak ada habisnya.


Di tengah-tengah hujan api itu, Phoenix memandangi Qin Shan layaknya semut.


Qin Shan sekarang harus berjudi dengan nyawanya, jika beruntung dia bisa membunuh lawannya, jika gagal, sudah pasti dia akan dibakar habis oleh Phoenix ini, apalagi hujan api ini bukan api biasa, tapi api yang bisa membakar jiwa.


Dengan Qi Kekosongannya yang tersisa, Qin Shan membuat klon-nya.


Swush!


Klon-nya sudah berada disampingnya, Qin Shan mengeluar Pedang Api Biru, tanpa perintah apapun klon Qin Shan tahu apa rencana mereka, karena pada dasarnya mereka itu satu.


Klon-nya mendekati Qin Shan, lalu menyatukan jari-jarinya membuat pijakan untuk Qin Shan. Melihat ini Qin Shan mengangkat satu kakinya menginjak jari-jari klonnya yang sudah disatukan, dengan menyalurkan Qi ke tangan dan kakinya, klonnya melemparkan Qin Shan ke atas layaknya sebuah peluru.


Melihat ini, Phoenix dengan cepat membuat bola-bola api yang lumayan besar, dan melemparkannya ke arah Qin Shan, bola api itu menghantam lonceng dengan keras.


Krak!


Krak!


Duuaarr!


Pertahanan pertama Qin Shan hancur berkeping-keping, tapi Qin Shan masih tetap terbang mengarah Phoenix, hujan api tidak membiarkan Qin Shan mendekat, dan ratusan bola api kecil itu menyerang Qin Shan. Hanya bermodalkan Zirah Perang Naganya, dia melawan ratusan api itu.


Zirah Naga Perang juga sudah mulai tidak bisa bertahan, banyak bolongan kecil di sekitarnya.


Qin Shan buru-buru mengeksekusi Teknik Segel Dimensinya berharap bola-bola api ini tidak menyentuh tubuhnya, tapi karena Qin Shan sudah tidak mempunyai banyak energi Qi lagi, akhirnya dia membatalkan Teknik Segel Dimensinya.


Zirah itu mulai rusak parah terkena hujan api, akibatnya beberapa bola api masuk ketubuh Qin Shan seketika itu dia merasakan sakit yang luar biasa di jiwanya, dia menggertakan giginya mencoba menahan rasa sakit itu, dan tetap melesat keatas untuk menuntaskan rencananya.


Kira-kira 20 meter jarak antara Qin Shan dan Phoenix, Qin Shan melemparkan Pedang Api Birunya ke arah Phoenix, tentu saja Phoenix tidak membiarkan serangan itu berhasil untuk kedua kalinya, dengan cepat dia membuat jarum api berjumlah puluhan.


Saat pedang itu berjarak 10 meter dari Phoenix, Qin Shan bertukar tempat dengan pedangnya, Qin Shan langsung mengeluarkan aura Penguasa Naga Kekosongannya untuk menekan Phoenix.


Phoenix tidak menyangka kalau bocah yang dilawannya adalah Ras Naga, dan dari auranya Phoenix tahu ini adalah aura penguasa.


Akhirnya Phoenix ditekan habis-habisan dengan aura Qin Shan.


Qin Shan melihat ini terus melesat kearah Phoenix lalu mereka saling berhadapan.


"Teknik 1000 Pedang - Pedang Jiwa" kata Qin Shan lirih.


Muncul lima pedang kecil dari keningnya, dan melesat cepat ke arah Phoenix, Phoenix yang melihat ini tidak sempat lagi untuk menghindar.


Jleb!


Jleb!


Lima Pedang Jiwa itu masuk ketubuhnya, seketika itu juga Phoenix jatuh dari langit di susul juga Qin Shan karena dia sudah kehabisan Qi dan jiwanya terluka parah.


.

__ADS_1


.


.


...*****POV LONG JI YAO*****...


Saat lagi berkultivasi tiba-tiba Long Ji Yao tersadar mendengar suara naga yang mengaum. Seingatnya tidak ada naga dihutan ini, satu-satunya naga di dalam hutan cuma Qin Shan.


Dia menutup matanya muncul siluet naga merah dengan menembakan api kedepan dan memunculkan portal dengan cincin api. Long Ji Yao langsung melompat kedalamnya.


Tidak jauh dari pertarungan Qin Shan dan Phoenix, muncul portal cincin api di tengah hutan.


Long Ji Yao mencari hawa keberadaan Qin Shan, dan dia mendengar suara ledakan disamping, dia langsung bergegas menuju tempat itu.


Tidak butuh waktu lama Ji Yao sampai di sumber ledakan, Long Ji Yao terkejut melihat pertarungan kekasihnya melawan seekor Phoenix, dan kultivasi Phoenix itu sudah berada di ranah Saint Tingkat 3.


Long Ji Yao melihat Qin Shan berada didalam lonceng berusaha menahan serangan api kecil yang seperti hujan.


Long Ji Yao ingin membantu Qin Shan dengan berubah kewujud naganya, walaupun dia sudah pasti mudah dikalahkan oleh Phoenix itu, karena Long Ji Yao hanya berada di ranah Nascent Soul 8, tapi setidaknya dia bisa mengulur waktu untuk Qin Shan melarikan diri.


Saat Ji Yao ingin berubah ke wujud naganya, Qin Shan melesat ke atas untuk melawan serangan api kecil itu.


Long Ji Yao khawatir dengan keadaan Qin Shan, apalagi melihat lonceng pelindung hancur berkeping-keping.


Tanpa sadar air mata mulai mengalir di pipinya, dia bertekad jika Qin Shan dibunuh oleh Phoenix ini, dia akan meledakan diri membawa Phoenix itu mati bersamanya.


Dia tersadar ada yang tidak beres, Phoenix itu tiba-tiba mati dan jatuh dari atas, lalu disusul oleh Qin Shan.


Long Ji Yao melihat ke arah Phoenix, dan tidak ada pergerakan segera dia memasukan burung itu ke cincin penyimpanannya lalu dia terbang menjauh dari pusat pertarungan itu.


...*****POV LONG JI YAO END*****...


.


.


.


.


Di ruangan gelap, Qin Shan sadar dan melihat lihat sekitarnya. Terdapat altar besar di tengah bangunan besar ini.


"Argh ... dimana ini?" tanya Qin Shan yang memegang kepalanya yang sakit.


"Apa aku sudah mati?"


"Huft … padahal baru saja diberi kehidupan kedua dan bertemu dengan wanita yang kucintai, sekarang aku mati lagi, segitu burukkah nasibku harus mati berulang kali." Keluh Qin Shan meratapi nasibnya.


"Kau belum mati." Suara menggelegar sampai membuat dinding ruangan itu bergetar.


"Ka-kau siapa?" tanya Qin Shan sedikit terbata-bata.

__ADS_1


Bukan jawaban yang Qin Shan dapat, tapi sebuah bola mata raksasa yang terlihat menatapnya.


.


.


.


.



.


.


.


.


Saat melihat bola mata itu Qin Shan gemetar. Bola mata itu ukurannya sekitar seratus meter, dan mengeluarkan aura intimidasi yang kuat.


Qin Shan berpikir, jika bola mata sebesar ini bagaimana dengan ukuran badannya.


Sambil tetap menatap bola mata itu Qin Shan memberanikan diri untuk bertanya.


"Maaf tuan ... kalau boleh tahu anda siapa? dan aku sekarang berada ada dimana?" tanya Qin Shan beruntun.


"Kau sekarang berada di alam jiwamu." Jawab sang mata.


"Alam jiwa? bagaimana caranya keluar dari sini tuan?" ucap Qin Shan penasaran.


"Kau bisa keluar dengan membuka segel sang penguasa." Jawab mata dengan suara berat.


"Apa maksud tuan segel Naga Kekosongan?" selidik Qin Shan ragu.


"Benar, aku disini hanya untuk memandu mu." ucap sang mata.


"Baiklah, bagaimana caranya aku membuka segel ini?" tanya Qin Shan lagi.


"Majulah menuju altar." Perlahan mata itu menghilang.


Setelah mata besar itu menghilang Qin Shan bernafas lega, pasalnya, aura intimidasi dari mata itu menggetarkan jiwanya.


.


.


.


Jangan lupa Like/Vote/Komen ya cuy

__ADS_1


__ADS_2