Sistem Naga Kekosongan

Sistem Naga Kekosongan
CH.30. Kristal Naga Emas


__ADS_3

Beberapa kilometer jauhnya dari Kota Teratai Ungu, rombongan Hua Ru Meng dan Qin Shan berpisah.


Tidak lupa Qin Shan memberikan banyak Teknik Rahasia dan jutaan Koin Emas pada Hua Ru Meng untuk membangun kembali kekuatan dan fondasi Paviliun Cakar Gagak miliknya.


Hua Ru Meng ingin melanjutkan Paviliun Cakar Gagaknya ke kota yang berada di daerah selatan sementara Qin Shan ingin menjelajah seluruh Benua Xuan.


Saat ini, Qin Shan berada di lereng gunung yang di huni para binatang iblis. Di kedalaman hutan ini, Qin Shan merasakan aura yang sangat aneh.


Berjalan menelusuri bukit-bukit, akhirnya dia telah sampai ke tempat aura itu berada. Ternyata, tempat asal aura itu adalah sebuah kolam yang tidak terlalu besar, air kolam itu meletup-letup menandakan bahwa suhu panas berasal darinya.


Perlahan mendekat, Qin Shan membenamkan satu tangannya, seketika dia tertegun dan matanya berbinar, "Sangat nyaman!"


Tanpa pikir panjang, Qin Shan mulai masuk ke dalam kolam dan berjalan ke tengah kolam.


Dia mengeluarkan Kristal Esensi Naga dan mulai memperbaikinya.


Qin Shan menuangkan kekuatan Naga Kekosongan ke Kristal Esensi Naga pada saat yang bersamaan.


Weng!


Dengungan samar terdengar saat siluet Kepala Naga besar tiba-tiba muncul dari Kristal Esensi Naga. Siluet Kepala Naga ini lebih terasa agung dan menakutkan daripada kepala Naga Bahamuth.


Kepala Naga menatap Qin Shan tanpa emosi, melepaskan Tekanan Naga menuju hatinya.


Roagh!


Raungan naga yang bergema seperti guntur meledak di telinga Qin Shan, suaranya memancarkan kekuatan yang menyebabkan denyut nadi Qin Shan secara tidak sadar menjadi cepat.


Tekanan Naga memenuhi udara!


Qin Shan membalas menatap Kepala Naga itu dengan dingin.


Setelah beberapa saat, siluet Kepala Naga itu bergetar sedikit sebelum tiba-tiba berubah menjadi cahaya keemasan dan masuk ke tubuh Qin Shan.


Pada saat yang sama, naga yang belum diketahui namanya ini tampak hidup dan mulai meminum darah Qin Shan dengan sangat cepat.


Gluk!


Gluk!


Suara bergema dari belakang punggungnya saat darah Qin Shan mengalir ke dalam tenggorokannya.


Perasaan pusing dan tidak nyaman muncul dari hati Qin Shan. Tidak berani mengabaikan ini, dia dengan cepat meledakkan setetes Darah Esensi Naga Kekosongan di tubuhnya untuk mengisi kembali darahnya dengan cepat.


Raungan naga bernada tinggi terdengar lagi, seolah-olah dia sangat bahagia, dan mulai menelan darah Qin Shan lebih tidak bermoral.


Dalam Esensi Darah Qin Shan memiliki vitalitas yang sangat banyak. Setetes darahnya bisa menghidupkan seseorang yang berada di ambang kematian.

__ADS_1


Seiring waktu berlalu, Qin Shan terpaksa meledakkan beberapa tetes Esensi Darah Naga Kekosongan, tetapi naga ini masih belum puas karena terus menelan secara tidak terkendali.


Naga ini sekarang menjadi warna emas murni, dan Tekanan Naga yang dipancarkannya bahkan lebih kuat dari sebelumnya.


Setelah beberapa saat, Qin Shan tiba-tiba merasakan aliran darahnya berhenti dan dia gembira, dia akhirnya memuaskan dahaga Naga ini.


Qin Shan menarik napas dalam-dalam dan mempersiapkan dirinya. Dengan satu pikiran, kekuatan isap muncul dari punggungnya dan menarik cahaya Naga Emas ini ke dalam tubuhnya.


Sesaat kemudian, mata Qin Shan melotot, seluruh tubuhnya gemetar, wajahnya pucat dan butiran keringat mulai mengalir dari dahinya, membasahi pakaiannya dalam sekejap.


Rasa sakit yang tak terbayangkan memancar dari punggungnya dan merangsang saraf dan fisik Qin Shan.


Qin Shan tidak asing dengan rasa sakit dan memiliki tekad yang kuat, tapi pada akhirnya, dia tidak bisa lagi menahan dan melepaskan jeritan yang bergema di seluruh lereng gunung.


Naga Emas perlahan merayap ke seluruh tubuhnya seperti lava yang mengalir dan membakar semua yang ada di jalurnya.


Setiap saat membawa penderitaan yang hampir menghancurkan jiwa.


Jeritan penuh rasa sakit terdengar terus menerus.


Jeritan menyedihkan Qin Shan menolak untuk mereda bahkan suaranya menjadi serak.


Dia menderita siksaan yang sangat menyakitkan.


Setiap kali Naga Emas bergerak ke atas, Qin Shan merasa seolah-olah lengannya diiris oleh ribuan pedang. Dimanapun Naga Emas berjalan, fisik dan meridiannya robek, dan bahkan dengan kekuatan fisik tirani Qin Shan, dia tidak dapat menahan kekuatan korosif dari Tekanan Naga yang kuat.


Setelah sepuluh hari penuh, Naga Emas berjalan ke jantung Qin Shan.


Duk! Duk!


Dua detak jantung terdengar dan seluruh tubuh Qin Shan membeku. Sesaat kemudian, jantungnya benar-benar berhenti berdetak dan dia jatuh ke dasar kolam diselimuti cahaya keemasan.


Sekitar dua puluh menit berlalu, Qin Shan yang sepertinya sudah mati terkapar, tiba-tiba membuka matanya dan menarik napas tajam. Seolah jiwanya baru saja kembali ke tubuhnya, dia mencengkeram dadanya dan tersentak, matanya bergetar hebat.


Duk! Duk! Duk!


Suara detak jantung lebih kuat dari sebelumnya terdengar dari dadanya dan terus terdengar seperti genderang perang.


Perlahan detak jantung abnormal ini berangsur-angsur menjadi stabil dan akhirnya kembali normal.


Qin Shan perlahan berdiri dan berenang ke permukaan, matanya dipenuhi rasa takut yang tersisa.


Dia tidak mengharapkan ini. Semuanya berjalan lancar di awal, dan bahkan menghisap Naga Emas ke dalam tubuhnya, meski menyakitkan, masih dibawah kendalinya, tetapi ketika Naga Emas memasuki jantungnya, Qin Shan merasa seolah-olah dia akan pergi ke alam baka!


Untungnya, tubuhnya tidak biasa. Hanya dengan mengandalkan vitalitasnya yang kuat dia bisa bertahan, dan jika itu orang lain, kemungkinan besar mereka sudah mati sekarang.


Dengan kultivasi Origin King Tingkat Kedua yang kuat, penggabungan saja hampir merengut nyawanya, jadi tidak sulit untuk membayangkan betapa berbahayanya proses ini. Lagipula, saat ini sistem yang selalu membantunya sedang dalam proses upgrade, jadi dia hanya mengandalkan kekuatan jati dirinya.

__ADS_1


...***...


Pada malam hari, langit bertabur bintang.


Di Benua Yuansen (Alam Fana), Long Ji Yao sedang duduk di tangga batu di luar aula utama, sambil memandang ke langit dengan pipi menempel di telapak tangannya.


Srek... Srek...


Mendengar bunyi gemerisik langkah kaki yang tiba-tiba membuat Ji Yao berbalik, dia melihat siapa yang datang, lalu dia tersenyum. "Ibu..."


Long Gu Bian mengangguk lembut dan berjalan ke sisi Ji Yao, dia juga menatap ke langit.


Dua wanita cantik tak tertandingi duduk berdampingan, menjadi pemandangan terindah di dunia.


Rambut mereka menari mengikuti hembusan angin seperti air terjun.


Long Gu Bian menyipitkan matanya yang indah dan bertanya, "Yao'er, apa kau mengkhawatirkannya?"


Long Ji Yao perlahan menggelengkan kepalanya. "Aku tidak khawatir. Dia pasti akan kembali dengan selamat."


"Kalau begitu, apa kau tidak tahan berpisah dengannya?" Gu Bian bertanya lagi.


Long Ji Yao mendengar ini mukanya memerah, sambil menggigit bibir tipisnya dan berkata, "Ibu... apa ibu dulu tahan berpisah dengan ayah?"


Long Gu Bian menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Dulu... ibu benci berpisah dengan ayahmu. Tapi… tidak masalah, ibu yakin dia pasti akan kembali."


"Ya, aku harap Qin Shan juga begitu," Mata indah Long Ji Yao berkedip karena kesedihan, "Aku ingin merasakan angin dan badai bersamanya! Meskipun itu lautan pedang atau Neraka, aku ingin berjalan bersamanya, meski hanya sekali. Bahkan jika aku memar dan berdarah, bahkan jika aku harus mengorbankan diriku sendiri, bahkan jika Jiwaku hancur, aku tidak akan menyesal."


Long Gu Bian tertegun mendengar perasaan hati terdalam putrinya, dia tidak bisa berkata-kata, menatap dengan senyum penuh makna. Dia tidak menyangka putrinya akan jatuh hati pada pemuda yang gagah berani dan heroik seperti Qin Shan.


Dalam diam, dua pasang mata indah mengintip dari balik kehampaan, menatap ke suatu tempat di kejauhan.


.


.



...*Long Ji Yao*...


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2