
Qin Shan berjalan kedepan menuju altar, dia terus berjalan sampai berada di tengah tengah lingkaran yang dipenuhi rune rune kuno.
Qin Shan duduk bersila dan mulai menutup matanya.
Setelah beberapa lama, Qin Shan merasakan dia ditarik mundur sampai ke pinggir altar.
Qin Shan terkejut lalu membuka matanya, dia melihat ada sosok di tengah altar yang mirip dengan dirinya.
"Hah? siapa itu? kenapa dia mirip denganku?" tanya Qin Shan penasaran.
"Jiwa mu akan di tempa dengan Api Sang Penguasa, kau cukup berjalan dan menyentuh tubuh itu maka segel yang ada di jiwa mu akan terbuka" ucap suara berat itu menjelaskan.
"Semudah itu? baiklah aku akan mencobanya" Qin Shan berkata dengan percaya diri.
Qin Shan mulai berdiri, namun ketika dia mulai mengangkat kaki kanannya tiba-tiba jiwanya terbakar api merah keemasan.
Dia berteriak histeris merasakan panas dan jiwanya terkoyak.
"Aarrgghh!" teriak Qin Shan sambil menggertakan giginya mencoba menahan sakit
Duuuaaarrr!
Jiwa Qin Shan meledak menjadi serpihan kecil akibat tidak tahan dengan panas api itu.
Dari serpihan pecahan jiwa itu ada titik-titik cahaya putih kebiruan yang terlihat oleh mata telanjang mulai berkumpul menyatu kembali membentuk jiwa Qin Shan seperti semula.
Qin Shan perlahan membuka mata, dan merasakan bahwa dia belum mati tapi masih merasakan jiwanya sakit dan terasa panas.
Qin Shan terus melakukan hal yang sama berulang kali.
Meledak - Bangkit - Meledak - Bangkit.
Dia tidak menyadari bahwa semakin sering jiwanya meledak semakin pekat pula warna api yang membakar jiwanya.
Tidak tahu berapa kali jiwanya meledak, yang Qin Shan tahu cuma rasa sakit setiap jiwanya meledak dengan panas api itu.
.
.
.
Waktu berlalu lambat untuk Qin Shan, jiwanya tersiksa tapi dengan tekad kuat dia berhasil bertahan dan memperpendek jarak antara dia dengan tubuh Naga Kekosongan yang ada di depannya.
Api merah keemasan terlihat menyatu kedalam jiwanya, yang awalnya jiwa Qin Shan berwarna putih kebiruan sekarang berubah merah keemasan.
Jiwanya berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.
Setelah siksaan yang terus-menerus terjadi, sampailah Qin Shan di depan tubuh yang menjadi tujuannya untuk merasakan siksaan ini.
"Akhirnya aku sampai juga disini" ucap Qin Shan sambil menatao punggung tubuh itu.
Qin Shan mengangkat tangannya lalu menyentuh pundak tubuh itu.
Swush!
Rune-rune kuno yang ada di lingkaran altar menyala terang. Jiwa dan tubuh naga juga di kelilingi rune berwarna putih.
Tiba-tiba jiwa Qin Shan terhisap masuk ke dalam tubuh itu lalu altar itu meledak menjadi debu tetapi lingkaran rune masih utuh dan tetap menyala terang.
Rune-rune itu menyatu dengan cincin berwarna hitam pekat lalu perlahan naik membelakangi Qin Shan, cincin rune mulai membesar hampir mengenai dinding ruangan yang luas.
Cincin rune mulai bergetar membuat portal dimensi, dari dalam portal dimensi itu keluar kepala naga yang sangat besar dengan tekanan yang luar biasa menyebar keseluruh ruangan.
Mata tajam berwarna merah melihat dengan angkuh, taring yang tajam berwarna hitam pekat seperti pedang baja, di sela-sela sisiknya ada api berwarna merah keemasan.
Wujudnya seakan membawa kehancuran dan malapetaka untuk dunia.
__ADS_1
Naga itu melihat ke arah tubuh Qin Shan yang lagi duduk bersila, dia berubah menjadi bola cahaya dan melesat masuk ketubuh Qin Shan.
Qin Shan tidak merasakan sakit, malah dia merasakan perasaan nyaman di dalam dirinya.
Di punggung Qin Shan sekarang ada tato cincin rune dan di tengah cincin itu ada wajah naga yang bengis.
Setelah Naga Kekosongan masuk ke dalam tubuh Qin Shan, banyak potongan-potongan ingatan tentang kehancuran dan pembantaian masuk kepikiran Qin Shan.
Di ingatan itu ada pertarungan epic yang dilakukan Naga Kekosongan yaitu melawan jutaan makhluk dari berbagai ras tertinggi termasuk Ras Malaikat, Ras Iblis dan Ras Dewa.
.
.
.
Lama Qin Shan duduk bersila sambil melihat adegan demi adegan pembantaian yang ada di benaknya, tidak terasa waktu berlalu di alam jiwanya.
Saat Qin Shan membuka mata, terlihat matanya berubah merah keemasan dan auranya jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"Ayoo, sekarang ke bagian terakhirnya" kata Qin Shan semangat.
Qin Shan ingin mencoba berubah ke bentuk naganya, dia memejamkan mata dan muncul cincin rune besar dibelakangnya lalu terlihat sosok naga dengan kedua tangan memegang cincin rune lalu berubah menjadi cahaya masuk ke tubuh Qin Shan, perlahan cahaya itu membesar dan terlihat Naga Kekosongan dengan bentuk sempurna.
"Woah luar biasa! ini puluhan kali lipat lebih besar dari ukuran naga Yao'er!" teriak Qin Shan bahagia.
Dia coba membentangkan sayapnya tapi karena tempat tidak memadai, Qin Shan mengurungkan niatnya.
Qin Shan bisa saja berubah kebentuk maksimal dari Naga Kekosongannya, tapi akan menghancurkan tempat ini karena bentuknya yang tidak masuk akal.
Qin Shan senang mendapatkan apa yang dia ingikan selama ini, lalu dia berubah kebentuk manusianya kembali.
Dia belum bisa memastikan sekarang dia berada diranah apa, karena belum bergabung ke tubuh di alam fana.
"Aku sudah mencapai tujuan terbesarku sekarang, dengan kekuatan ini aku akan menghancurkan siapapun yang berani menyakiti orang-orang yang aku sayangi" ucap Qin Shan tegas dengan cahaya melintas di matanya
"Aku harus cepat keluar dari tempat ini, pasti Yao'er khawatir karena aku terlalu lama disini" katanya sambil menutup mata
.
.
.
...*Bentuk Naga Kekosongan Qin Shan*...
.
.
.
...******************************************...
Di dalam goa hutan kematian
Tubuh Qin Shan perlahan bercahaya dan jari jarinya mulai bergerak.
Dia melihat wanita yang tertidur sambil memegang tangannya terlihat kurus dan kelelahan.
Qin Shan sudah tidak sadarkan diri selama tiga bulan. Selama itu juga Ji Yao selalu merawat Qin Shan, karena terkadang badan Qin Shan akan terasa panas makanya Ji Yao tidak pernah meninggalkannya.
[Shen-gege]
Mendengar sapaan Yu'er, Qin shan merasa senang lalu tersenyum.
__ADS_1
"Yu'er, aku senang mendengar suaramu lagi" batin Qin Shan
[.....]
"Berapa lama aku pingsan Yu'er?" tanya Qin Shan
Lama Qin Shan menunggu jawaban, tapi Yu'er tetap diam.
[Tuan rumah tidak sadarkan diri selama tiga bulan]
Sontak Qin Shan kaget, bukan karena dia pingsan selama tiga bulan, tapi yang menjawab pertanyaannya adalah suara robot.
"Kau siapa? mana Yu'er" selidik Qin Shan.
[Saya adalah sistem, dan Yu'er yang di panggil tuan rumah adalah jiwa guide yang dibuat oleh sistem bertujuan memberi pengetahuan dan kemudahan untuk menggunakan fitur sistem]
"Kemana Yu'er sekarang?" tanya Qin shan.
[Akses ke ruang guide di blokir, apa tuan rumah ingin membuka paksa ruang guide?]
Mendengar ini Qin Shan mendesah pelan.
"Tidak usah, dia pasti punya alasan sendiri" ucap Qin Shan.
[Baik, apa tuan rumah ingin naik tingkat sekarang? poin anda sudah melebihi ranah yang dicapai di dunia fana ini agar bisa naik ke alam selanjutnya]
"Nanti saja, sekarang aku mau istirahat" ucap Qin Shan pelan.
[Baik, system kembali ke mode : sleep]
Qin Shan bisa saja membeli Pill Kondensasi Jiwa dari sistem, tapi karena dia melihat Ji Yao kelelahan dia mengurungkan niatnya. Qin Shan ingin menghabiskan hari ini bersama Ji Yao.
Qin Shan melihat ke arah Ji Yao lalu mengelus rambutnya.
Long Ji Yao menggeliat merasakan ada yang mengelus rambutnya, dia membuka mata dan melihat Qin Shan yang tersenyum ke arahnya.
"Qin Shan" teriak Ji Yao lalu langsung melompat kepelukan Qin Shan dan menangis sejadi jadinya
"Maafkan aku Yao'er, membuatmu khawatir" ucap Qin Shan pelan
"Uhmmm" Ji Yao menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa apa hiks..hiks, yang penting gege sekarang sudah sadar, apa gege lapar?" tanya Ji Yao masih terisak-isak.
Melihat tingkah Ji Yao yang mengkhawatirkan dirinya, membuat hatinya merasa hangat.
"Aku belum lapar, aku cuma butuh istirahat. Apa dirimu mau menemani ku tidur Yao'er?" tanya Qin Shan sambil tetap memeluk Ji Yao.
"iya, aku mau" jawab Ji Yao masih berada di dada Qin Shan yang belum melepaskan pelukannya.
Tidak butuh lama untuk mereka berdua terlelap.
Long Ji Yao sangat kelelahan mental sedangkan Qin Shan kelelahan jiwa, mereka berdua tersiksa selama berbulan bulan.
.
.
.
Didalam ruangan guide, terlihat Yu'er sedang tertidur dan cahaya jiwanya banyak memudar karena kehabisan kekuatan jiwa.
.
.
.
__ADS_1
.
.