
Kerajaan Angin Biru adalah kerajaan yang makmur, banyak pedagang dan kultivator memasuki kerajaan ini.
Long Ji Yao dan Qin Shan sudah sampai dipintu gerbang, Ji Yao tidak perlu menunjukan identitas kepada penjaga, semua penjaga itu menunduk hormat, mereka mengenali tuan putri kerajaan ini.
Di dalam kota, banyak teriakan wanita yang menggoda Qin Shan, air liur menetes dibibir para wanita itu memperlihatkan muka bodoh mereka.
Long Ji Yao tampak marah dengan para jalang yang menatap Qin Shan dengan tatapan seakan memangsa, tapi dia berpikir memang sepatutnya mereka bertingkah seperti itu karena Qin Shan sangat tampan.
Long Ji Yao cemberut, dia harus terbiasa akan hal ini.
Melihat Long Ji Yao cemberut, Qin Shan memegang tangannya bergegas terbang menuju pusat istana.
Di dalam istana, ada seorang pria berbadan kekar sambil mengerutkan keningnya, dan berjalan bolak-balik gelisah, sesekali dia mendongakkan kepalanya ka arah keluar, seperti sedang menunggu seseorang.
Wajahnya terlihat cemas, dan alisnya menyatu.
Ada beberapa orang di dalam aula istana, dari warna baju mereka tampak seperti sekelompok Ahli Alkemis Tingkat Roh yang kehadiran mereka di muliakan oleh banyak orang.
Tetapi semua Ahli Alkemis ini tidak ada yang berani bicara, jangan memprovokasi pria kekar yang lagi panik jika tidak ingin kepalamu terlepas.
Pria ini pemilik Kerajaan Angin Biru, Raja Long Tian!
Saat ini, suasana hati Long Tian benar-benar buruk, aura dari Transcedent Tingkat Ketiga merembes keluar dan menekan mereka yang ada di aula. Para Ahli Alkemis ingin mengeluh tetapi tidak ada yang berani bicara.
Sesaat kemudian, Long Tian menghentikan langkahnya, cahaya terlintas dimatanya, dan bergegas keluar aula.
Dia tersenyum, dan berkata: "Apa itu Grandmaster Zhou Yan?"
Didepan aula, ada dua sosok mendarat dan menunjukan kehadiran mereka, itu tidak lain adalah Long Ji Yao dan Qin Shan.
"Bukan Grandmaster Zhou Yan," wajah Long Tian tenggelam dan menatap Qin Shan dengan dingin.
Long Tian menoleh ke arah Long Ji Yao yang sontak membuat ia terkejut dan cepat berkata: "Putriku ... kau darimana saja, Nak? Kemana saja kau beberapa bulan ini? Apa kau tidak memikirkan ayahmu ini? heh?" rentetan pertanyaan diajukan Long Tian.
Long Ji Yao membungkuk dan meminta maaf: "Maaf Ayah, aku hanya ingin menyendiri beberapa waktu, aku harap Ayah bisa mengerti"
"Haaa," Long Tian mendesah pelan, dia paham kenapa putrinya kabur dari rumah, ini juga karena kesalahannya.
"Sudah ... sudah, jangan dipikiran, ayah senang kau pulang dengan selamat," ucap Long Tian dan menoleh ke Qin Shan.
"Siapa ini?" tanya Long Tian.
"Ayah, dia Alkemis Saint Grandmaster," kata Ji Yao tegas.
"Alkemis Saint!" Long Tian terpana, dia mengevaluasi kembali Qin Shan, danbsetelah menyadari ranah kultivasi Qin Shan, dia terkejut: "Saint Lapisan Pertama!"
Qin Shan sengaja menekan ranahnya ke Saint Lapisan Pertama dengan Seni Hantu agar tidak terlalu mencolok.
Beberapa kali ia memeriksa, dia yakin bahwa dia tidak salah, ini sangat mencurigakan: "Yao'er kapan kau punya teman seperti dia?"
Long Tian tidak terbiasa dengan penampilan Qin Shan, dia melihat Long Ji Yao juga naik ke ranah Soul Formation Tingkat Satu, tapi bagaimana bisa putrinya bisa kenal orang-orang yang berada di ranah Saint, jadi dia sangat penasaran.
"Dia calon suamiku ... Qin Shan," Long Ji Yao berbisik, sambil diam-diam melihat ekspresi Long Tian.
"Qin Shan senang bertemu dengan Yang Mulia Raja Long," ucap Qin Shan sambil menangkupkan tangannya.
"Suami?" Alis Long Tian berkerut, tiba-tiba berteriak: "Calon suami?"
Energi Qi Long Tian meledak, dan begegas meninju ke arah Qin Shan.
Wajah Qin Shan menjadi dingin, dan dia mendorong Ji Yao ke samping, pada saat yang sama telapak tangannya beradu dengan tinju Long Tian.
Boom!
Suara ledakan keras terdengar di pintu aula saat kedua kekuatan itu bertabrakan, menggulung angin lalu menyebar.
Qin Shan tetap berdiri di tempatnya, sedangkan Long Tian mundur sepuluh langkah.
__ADS_1
Pertarungan singkat ini Qin Shan berada diatas angin.
"Senior, apa maksudnya ini?" Qin Shan menatap kedepan dengan suara acuh tak acuh.
Long Tian menatap tajam Qin Shan, sepasang mata bulat seperti harimau seolah-olah ingin menerkam mangsanya, dan tiba-tiba iabtertawa, "Haha, tentu saja mengetesmu bocah, jika kau mau menjadi calon menantuku kau harus menunjukan kekuatanmu, ternyata kau benar-benar lebih kuat dariku."
Mendengar ini Qin Shan berkata, "Terima kasih Senior, anda terlalu memuji" Jawab Qin Shan rendah hati.
Long Tian menganggukan kepalanya terus-menerus sambil tersenyum kagum melihat Qin Shan.
"Ayah, Qin Shan juga Alkemis Saint Grandmaster," Ji Yao berkata lagi kepada Long Tian.
"Oh?" Long Tian menatap Qin Shan aneh, "Kultivasimu sangat tinggi, apa kau juga mahir dalam Jalan Pil?"
"Hanya sedikit," jawab Qin Shan merendah dan mulai bertanya, "Senior, Grandmaster Zhou Yan apa sudah datang?"
Long Tian sedikit tersenyum: "Belum, kapan dia akan datang aku juga tidak yakin tapi ... karena dia sudah berjanji, aku akan menunggunya."
Meski dia berkata seperti itu, siapapun bisa melihat ketidaksabaran dari matanya.
"Benar-benar antrian yang panjang," Qin Shan terkekeh.
Long Tian mengajak masuk Qin Shan ke dalam aula istana, Qin Shan bertanya tentang situasi Long Gu Bian istri Long Tian.
Mereka berdua sedang mengobrol ringan dan tiba-tiba penjaga masuk menggunakan baju besi berwarna emas menuju ke arah Long Tian, "Yang Mulia, Grandmaster Zhuo Yan... sudah tiba!"
Mendengar ini mata Long Tian bercahaya dan berkata, "Aku akan secara pribadi menyambut Grandmaster Zhou Yan."
Dia telah menunggu selama dua tahun, dan akhirnya Grandmaster datang ke Kerajaan Angin Biru, serasa batu besar terangkat setengah dari hatinya.
Akibat kedatangan Grandmaster di kerajaan itu, kerumunan mulai berkumpul, Qin Shan tidak tahu berapa banyak orang di dalam kerumunan tersebut.
Long Ji Yao memeluk lengan Qin Shan, dan menggenggamnya dengan erat.
Ling Zhan datang menghampiri mereka berdua dengan wajah malu, "Tuan putri Ji Yao, lama tidak bertemu, apa kau merindukanku?"
Mata Ling Zhan menyipit melihat Ji Yao dari atas kebawah.
"Beberapa tahun tidak bertemu, kau semakin cantik, dan kultivasimu juga naik, tidak heran para lelaki dibenua ini terobsesi dengan tuan putri," ucap Ling Zhan.
Qin Shan melihat ini sangat marah, secara naluriah dia ingin mencincang orang yang berada di hadapanya saat ini, orang ini tidak tahu, bahwa wanita milik Qin Shan tidak bisa di ganggu gugat!
"Zhan'er, jangan kasar." Suara agung berkata dari belakang, Zhou Yan perlahan turun dari pedang terbangnya.
Ling Zhan bergegas berbisik, "Aku akan bicara lagi denganmu nanti tuan putri, guru memanggilku."
Qin Shan menatap Ji Yao lalu tersenyum aneh. Long Ji Yao marah melirik Qin Shan dengan dingin.
"Selamat datang Grandmaster. Grandmaster harus repot-repot datang kesini," akhirnya Long Tian menemukan kesempatan berbicara pada Zhou Yan.
"Selamat datang Grandmaster," Banyak Ahli Alkemis membungkuk hormat.
"Hehe, maafkan tulang tua ini apabila telat datang," Zhou Yan merespon sedikit.
Qin Shan memandang Grandmaster ini dari jauh, dia melihat orang tua ini terlihat biasa, seperti orang tua pada umumnya, kultivasinya di ranah Transcedent Lapisan Kedua, dari tangannya tercium wangi obat, jelas orang tua ini sepanjang tahun berurusan dengan obat, dan kelihatannya Grandmaster Zhou Yan orang yang relatif mudah didekati.
"Grandmaster jika merasa lelah, istirahat saja selama beberapa hari, tidak usah terburu-buru," kata Long Tian pelan, dari dalam kata-kata itu mengungkapkan pesan: Aku sudah lama menunggumu!
"Lebih penting menyelamatkan orang," Zhou Yan melambaikan tangannya.
"Terima kasih Grandmaster," ucap Long Tian senang.
Sesaat kemudian, Zhou Yan menoleh ketempat Qin Shan berdiri dan melihat Ji Yao sedang memeluk lengan Qin Shan, dia tahu bahwa muridnya suka dengan tuan putri kerajaan ini. Muka Zhou Yan berubah menjadi jelek
Masing-masing orang simpati pada Qin Shan.
Semua orang tahu bahwa Qin Shan akan sengsara dimasa depan.
__ADS_1
Menyinggung Ahli Alkemis akibatnya tidak akan pernah mendapatkan Pemurnian Pil dari Alkemis. Ranah Saint sangat sulit naik tingkat, tanpa bantuan Pil Roh Tingkat Saint kemajuannya akan lambat, mungkin dia akan terjebak di Saint Lapisan Pertama di kehidupan ini.
Sayang sekali, banyak Ahli Alkemis merasa kasihan.
"Grandmaster, silahkan," kata Long Tian mengajak masuk kedalam aula.
"Baiklah," jawab Zhou Yan mengikuti langkah Long Tian menuju aula utama.
Long Tian memberikan isyarat, para Ahli Alkemis duduk berbaris berdampingan dengan Zhou Yan.
"Raja Long, orang tua ini datang ke Kerajaan Angin biru kali ini, satu untuk memurnikan Pil Permulaan Jiwa untuk Nyonya Gu, dan kedua, ada hal lain yang membutuhkan persetujuan Raja Long," kata Zhou Yan.
"Jika ada yang Grandmaster inginkan, selagi aku mampu, aku akan memenuhi permintaan itu," jawab Long Tian.
"Jika Raja Long bicara begitu maka orang tua ini tidak akan segan," Zhou Yan diam beberapa saat dan berkata, "Orang tua ini ingin menjodohkan murid laki-laki ini untuk menjadi menantu Raja Long." Zhou Yan menunjuk Ling Zhan.
"Menjodohkan?" hati Long Tian terasa tidak nyaman, matanya melihat sekilas ke arah Ji Yao dan berkata dingin, "Tuan muda Ling Zhan anak yang diberkati surga, punya identitas tinggi, dan masa depannya akan cerah, kenapa harus melirik putriku dari kerajaan biasa?"
"Mereka masih muda, dan sepertinya saling mencintai, saat muridku mendengar orang tua ini akan pergi ke Kerajaan Angin Biru, dia sangat senang, tapi jika Raja Long tidak setuju, orang tua ini tidak memaksa," Zhou Yan menekan sedikit nadanya.
Long Tian terlihat canggung, putrinya sudah menyukai orang lain dan itu Qin Shan, jika dibandingkan dengan Ling Zhan, jelas perbedaan mencolok antara keduanya tapi Ling Zhan adalah murid Zhou Yan Alkemis Saint Grandmaster yang tersohor diseluruh benua.
Long Tian benar-benar khawatir akan menyebabkan masalah besar nantinya.
Melihat Long Tian ragu, Zhou Yan mendengus dingin dan berkata, "Orang tua ini datang untuk membuat ikatan, jika Raja Long dapat menjanjikan kesepakatan, orang tua ini akan menyuling sepuluh botol Pil Roh Tingkat Saint setiap tahun untuk Kerajaan Angin Biru!"
Semua orang terkejut melihat ke arah Zhou Yan.
Sepuluh botol, yang berarti itu seratus Pil Roh.
Pil Roh Tingkat Saint sangat berguna untuk para kultivator Transcedent dan Saint agar menembus ke tingkat selanjutnya. Jelas ini penawaran yang menguntungkan.
Selama kesepakatan tercapai, Grandmaster Zhou Yan akan tinggal di Kerajaan Angin Biru dimasa depan.
"Apa menurut Raja Long semua itu belum cukup?" ucap Zhou Yan.
Long Tian dilema, dia tidak ingin memaksakan kehendaknya tapi disisi lain, sepuluh botol Pil Roh itu akan berguna untuk kerajaannya.
Melihat ayahnya terpojok, Ji Yao mengambil inisiatif untuk maju, dan menangkupkan tangannya lalu berkata, "Mohon maaf Grandmaster, aku telah menjadi milik seseorang dan akan segera melangsungkan pernikahan, aku harap Grandmaster bisa memaafkan."
Wajah tua Zhou Yan membeku. Ling Zhan mendengar ini juga tertekan.
"Aku sudah mendengar tentang reputasi Grandmaster Zhou Yan, dan aku sudah lama mengagumi Grandmaster, tapi hari ini aku mengerti, hehe..."
Tiba-tiba suara terdengar.
Zhou Yan mendengar itu tidak langsung marah, dan melihat Qin Shan dengan samar berkata, "Raja Long, ini...."
"Perkenalankan Grandmaster, dia Qin Shan teman Ji Yao," Long Tian menjawab.
Zhou Yan mengangguk, dan tersenyum sedikit, "Dari kata-katamu, tampaknya kau tidak puas dengan orang tua ini? apa orang tua ini pernah menyinggungmu sebelumnya?"
"Aku dan Grandmaster baru pertama kali bertemu." kata Qin Shan.
"Jika begitu, kenapa kau..."
"Master Pil itu seperti dokter. Lautan Jiwa Nyoya Gu rusak selama dua tahun, hidupnya sekarang dalam bahaya, setelah Grandmaster tiba disini, kenapa tidak langsung memurnikan Pil Permulaan Jiwa untuk menyelamatkannya dari keadaan darurat? Tapi Grandmaster malah mengajukan pernikahan sebagai syarat, jika tidak mencapai kesepakatan, Grandmaster akan membuat kerugian untuk Raja Long dan tuan putri. Grandmaster sudah tua, jangan sia-siakan tubuh tuamu itu." Jelas Qin Shan.
Ratusan orang tekejut dan tidak menyangka kata-kata Qin Shan sangat tajam, ini sama saja merobek wajah Zhou Yan.
"Kau..." wajah Zhou Yan membiru. Tidak ada yang berani bicara seperti itu kepadanya. Bahkan Saint Lapisan Ketiga harus hormat di depannya.
.
.
.
__ADS_1