Sistem Naga Kekosongan

Sistem Naga Kekosongan
CH.16. Penyiksaan


__ADS_3

Berita bahwa dibenua ini ada seorang pemuda 18-19 tahun yang membuat Grandmaster Zhuo Yan mengakui kekalahan tersebar dengan cepat.


Reputasi Zhuo Yan telah jatuh.


Grandmaster Qin Shan, itu nama pemuda yang disebut-sebut semua pembudidaya. Apalagi sifat Grandmaster ini sangat berbeda dengan Grandmaster Zhou Yan.


Para kultivator senang mendengar berita ini, mereka bisa meminta pemuda itu menyuling pil yang menurut Zhuo Yan sangat sulit untuk disuling. Pil Roh yang mereka minta adalah Pil Surga Bayangan Tingkat Tinggi dengan kemurnian 100%. Pil Roh yang dikhususkan untuk kultivator Saint Tingkat 3, agar bisa menerobos penghalang dunia ini.


Mereka sudah lama menunggu saat-saat seperti ini, monster-monster tua ranah Saint Tingkat 3 tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan untuk menemui Grandmaster Qin Shan.


________


Kerajaan Angin Biru, Aula Istana.


"Raja Long, apa benar anda akan menjodohkan Ji Yao dengan pangeran dari Benua Utara?" Qin shan berkata sambil menatap Long Tian.


"Benar, aku berpikir untuk meningkatkan hubungan antara dua kerajaan agar rakyat bisa hidup makmur kedepannya, tapi takdir berkata lain, Yao'er bertemu denganmu bahkan dia jatuh cinta denganmu. Tetapi..." Long Tian tidak menyelesaikan ucapannya dan mukanya terlihat khawatir.


"Tidak ada alasan bagi kerajaan ini untuk meningkatkan hubungan dengan Kerajaan Bulu Ilahi senior. Jika Kerajaan Bulu Ilahi tidak menerima hasil pembatalan pertunangan dan ingin bermain ... maka mari bermain," kata Qin Shan dengan wajah kejam.


"Apa rencanamu?"


Melihat cahaya, Long Tian bertanya-tanya apa yang ada dibenak calon menantunya ini.


"Sederhana, bukankah mereka mengharapkan pernikahan dengan Long Ji Yao? Mari kita cari seseorang untuk membuat peti mati untuk pangeran." Kata Qin Shan sambil tersenyum.


Long Tian tertegun, dia tidak menyangka pria yang ramah dan sopan ini akan mempunyai sisi kejam didalam dirinya. Kejam! Terlalu berbakat!


Bagi Qin Shan, seorang teman adalah seorang teman, seorang musuh adalah seorang musuh. Bagi mereka yang menjadi musuhnya, tidak akan pernah memiliki akhir bahagia.


Qin Shan percaya diri akan kemampuannya, dengan Transformasi Naga Kekosongan dan kultivasi ranah Saint Tingkat 3, tidak ada yang bisa menandinginya di benua rendah ini. Menghancurkan kerajaan utara akan menjadi pencapaian keduanya setelah dia dilahirkan kembali.


__________


Matahari telah terbenam, dan malam telah tiba. Qin Shan sedang menuju Kerajaan Bulu Ilahi di Utara untuk mengintai sebelum memulai pembantaian.


Qin Shan terbang di cakrawala seperti komet, orang-orang hanya melihat cahaya emas melintas dan menyisakan sedikit tekanan kuat. Dia terbang ribuan mil tanpa istirahat.

__ADS_1


Tiga jam terbang, akhirnya dia berhenti tidak jauh dari Kerajaan Bulu Ilahi. Dia menggunakan 'Langkah Hantu' untuk masuk tanpa harus diperiksa oleh penjaga gerbang.


Qin Shan tiba di kawasan kumuh, melihat ini alisnya menyatu, banyak anak-anak telantar di tempat ini. Badan mereka kurus seperti tidak pernah makan selama satu bulan, bahkan ada yang tergeletak ditanah tanpa bergerak karena pingsan.


Di kawasan ini juga ada pembatas dinding tinggi lima ratus kaki, jelas ini adalah diskriminasi terhadap mereka.


Mereka diperlakukan layaknya binatang oleh para elit kerajaan ini.


Lama Qin Shan membeku melihat pemandangan ini dan terlintas dipikirannya bahwa para elit kerajaan telah sengaja menyebabkan semua ini.


"Dasar para 'Tikus Kotor' ... kalian akan menerima akibatnya sebentar lagi!" Kata Qin Shan marah, darahnya mendidih, matanya tajam dengan aura membunuh.


Qin Shan beranjak pergi dari tempat itu, bergegas menuju istana. Tidak jauh dari tempat kumuh itu, dia melihat ada lima orang berjalan sedang memasuki sebuah bangunan mewah. Perawakan mereka seperti prajurit, dan keserakahan tertulis jelas dimuka mereka. Qin Shan mengikuti mereka dalam bayangan, mengendap-endap dan ikut masuk ke dalam bangunan.


Bangunan ini bernama Paviliun Mawar Merah, tempat ini adalah tempat pelacuran terpopuler di kalangan para bangsawan. Setiap tiga bulan sekali, para wanita disana akan diganti dengan wanita yang baru. Setiap pergantian, tempat ini akan membawa gadis perawan untuk di perkerjakan menjadi budak pemuas nafsu bejat para bangsawan. Wanita yang sudah tiga bulan berkerja disini akan ditransfer kecabang lain yang harganya lebih murah.


Qin Shan terus mengikuti mereka dalam bayangan hingga mereka memasuki ruangan yang lumayan luas, dan di dalam ruangan itu ada satu gadis muda yang telah menunggu mereka.


"Selamat datang Tuan Muda." Sapa wanita itu.


"En." Angguk seorang pemuda dan lanjut berkata, "Kami ingin besenang-senang dengan sepuluh gadis malam ini, siapkan cepat! Dan juga bawa minuman terbaik untuk kami berlima."


Mereka duduk melingkar disofa merah besar sambil berbincang-bincang.


"Aku tidak melihatmu beberapa hari ini, apa kau tidak terlalu memaksakan diri untuk menerobos?" Kata salah satu pemuda.


Pemuda yang ditanya menoleh dan tersenyum, "Kita tidak lama lagi akan menyerang Kerajaan Angin Biru, aku ingin tampil hebat dan kuat didepan Raja. Jadi aku tidak bisa menyia-nyiakan waktu"


Qin Shan mendengar ini mendidih, dia ingin membunuh mereka ditempat, tetapi dia tidak ingin membunuh mereka dengan cepat. Dia ingin menyiksa para elit kerajaan ini pelan-pelan, sampai mereka sendiri yang meminta untuk dikirim ke Alam Baka!


"Haha, apa yang kau harapkan dari kerajaan lemah itu, kerajaan kita punya banyak pasukan, apalagi adanya pengawal raja yang berada di ranah Saint, kerajaan itu akan rata dengan tanah hanya beberapa tarikan nafas." Pemuda itu menjawab sambil tertawa.


"Benar, kita harus bersenang-senang malam ini, jangan pikirkan kerajaan lemah itu." Sambung pemuda lainnya.


Qin Shan mengamati kelima pemuda ini, sepertinya mereka jendral muda, kultivasi mereka di ranah Transcendent Lapisan Pertama dan Kedua, terlihat pengalaman tempur mereka tidak bisa diremehkan.


Tiba-tiba lingkaran hitam keluar dan mencapai kaki mereka berlima lalu seketika mereka terjatuh menghantam lantai dengan keras. Wajah mereka suram karena tekanan itu begitu kuat dan nafas mereka terengah-engah. Mereka melihat seseorang muncul dari balik bayangan.

__ADS_1


"Apa kalian akan bersenang-senang?" Qin Shan bertanya sambil melirik mereka bergantian.


"Siapa kau? Apa kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa? Kau mencari kematian!" Teriak salah satu pemuda.


"Bodoh! Karena aku tahu kalian siapa, maka dari itu aku menyerang kalian." Jawab Qin Shan dan melihat pemuda yang bicara.


"Malam ini aku yang akan bersenang-senang dengan kalian." Qin Shan berkata sambil mengeluarkan senyum mengerikan.


"Brengsek! Lepaskan kami!" Teriak mereka sambil mencoba untuk berdiri.


Mereka sadar, pemuda ini jauh lebih kuat dari mereka, hanya dengan teknik ini saja membuat mereka tidak bisa bergerak. Keringat mereka bercucur deras membasahi baju mereka.


Qin Shan mendekat dan menyegel dantian mereka satu persatu lalu menghilangkan tekniknya.


"Kalian para bangsawan tercela, aku akan menyiksa kalian hari ini!" Kata Qin Shan sambil mengeluarkan pisau kecil dan membuat formasi kedap suara.


Qin Shan memegang tangan salah satu pemuda sambil tersenyum dan memotong jari pemuda itu kecil-kecil hingga kepergelangan tangannya dan melanjutkan ke pergelangan tangan sebelahnya lalu memotong lagi kecil-kecil, sehingga kedua tangan pemuda itu buntung. Pemuda itu berontak kesakitan dan melolong minta ampun. Qin Shan terus melanjutkan itu sampai ke kaki.


Qin Shan menatap mereka dengan dingin. Mereka seperti bukan melihat pemuda 18-19 tahun, tetapi sedang melihat iblis tua yang telah hidup ribuan tahun.


Penyiksaan itu disaksikan oleh keempat pemuda lain, Qin Shan mengiris kedua telinga dan membuat banyak sayatan dimuka pemuda itu. Terakhir Qin Shan membelah dadanya dan mengeluarkan isi organ dari dalam badan pemuda itu dan memasukan kedalam tenggorokannya.


Penyiksaan itu terus berlanjut ke pemuda kedua... ketiga... keempat... sampai kepada pemuda terakhir.


Qin Shan bertanya ke pemuda terakhir yang terlihat gemetar, "Siapa namamu?"


Mendengar suara, pemuda itu berkata terbata-bata: "Na-namaku Xiao Hong."


"Apa kau ingin hidup?" Qin shan bertanya.


Xiao Hong hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak berani menatap iblis didepannya.


"Baiklah, aku akan mengampunimu, ceritakan semua tentang kerajaan ini. Jika ada yang kau lewatkan maka... hehe." Qin Shan tertawa mengerikan.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2