Sistem Takdir & Keinginan

Sistem Takdir & Keinginan
[Perusahaan] Pembagian jabatan


__ADS_3

Kondisi ruangan kembali hening sesaat. Disatu sisi tawaran yang diajukan sangat menguntungkan, tapi disisi lain mereka harus siap dengan berbagai permasalah kedepannya dengan jadwal yang bisa lebih padat.


"Bagi siapa saja yang memutuskan untuk bergabung silahkan angkat tangan." kata Ilham.


Ia menunggu jawaban beberapa menit hingga salah satu dari mereka mengangkat tangan, Aryo dialah yang pertama kali.


"Gua udah nunggu momen ini sejak lama. Kapan lagi kita bisa bekerja sama dalam satu perusahaan yang kita pimpin." tegas Aryo.


"Hm! Gua bakal liat kerja keras lu lebih dalam mulai hari ini."


Ilham tersenyum tipis bersama Aryo. Lalu dilanjut dengan Alif yang kedua mengangkat tangan.


"Gua udah pernah bilang kalau ada bisnis ajak aja, gua pasti ikut!"


Ekspresinya terlihat datar tapi matanya memberikan aura keseriusan.


"Ya. Tidak sia-sia gua mengajak lu, kuncen golden." jawab Ilham.


"Kuncen, ya? udah lama gua ga denger sebutan itu semenjak kelulusan." Alif mengingat-ingat.


"Masa mungkin berjalan dengan cepat. Tapi kuncen golden tetaplah Alif yang terhebat." Ilham memujinya.


"Berhenti mengatakannya. Gua jadi malu." ucap halus Alif.


Kuncen adalah juru kunci atau ahlinya. seseorang yang dipercaya dan dapat diandalkan serta kemampuannya yang tidak perlu diragukan lagi.


Setelah Alif selanjutnya Reval dan satu-persatu dengan cepat mengangkat tangan seterusnya hingga yang terakhir Jalil.


"Yahh. Walaupun jadwal gua sebagai artis film sangat padat, karena temen terbaik gua yang nawarin apa boleh buat?"


Perkataan Jalil dan kesediaan mereka semua membuat Ilham tersenyum puas. Akhirnya ia selangkah maju lagi untuk mencapai tujuannya.


"Seperti yang gua harapkan dari lu semua. dan selanjutnya adalah pembagian jabatan."


Ilham membuka berkasnya lagi sambil lanjut bicara.


"Jika kalian membuka dokumen di urutan ke 9 dalam berkas masing-masing, ada sebuah dokumen dengan 14 halaman. Bukalah halaman ke 3 paling pojok samping kanan atas, disitu ada jabatan dan nama-namanya. Gua udah nentuin selama seminggu terakhir." jelasnya.


"Jadi sejak awal lu yakin kita semua bakal ikut serta?" tanya Aryo.


"Hm! Lu pikir gua siapa." jawabannya membuat mereka terdiam.

__ADS_1


Mereka pun membukanya sesuai perintah Ilham. Tapi, alangkah kagetnya Aryo ketika namanya dicetus sebagai calon CEO di perusahaan ini. Ia bahkan sampai berdiri mendorong kursinya hingga jatuh.


"Lah! Kok gua sih?" tegasnya.


Kedua alisnya mendekat, dahinya agak mengkerut, tatapannya terfokus ke arah Ilham.


"Integritas yang lu punya sesuai untuk dapat mengembang ke depannya. Dan gua ga akan sembarangan ngasih jabatan CEO tanpa pertimbangan. Lu harusnya mengerti."


Mereka berdua bertatapan serius. Aryo lalu membenarkan kursinya dan kembali duduk. Sikapnya kembali menjadi lebih tenang.


"Oke. if that's the best decision. Tapi satu hal yang akan gua tegaskan disini bahwa...¡No esperen más! Jangan berharap lebih dari gua!"


Tegasnya dengan lantang dalam gabungan bahasa inggris, Indonesia dan Spanyol. Ilham menanggapinya hanya dengan anggukan kecil.


"Ga usah pake acara bahasa luar dah. Udah tau kita disini yang paham cuman beberapa doang." Pinta Jalil.


"No su asunto."


"Dibilang jangan pake bahasa luar, bocah koplok!"


"Debes estudiarlo"


"Bacot!"


"Udah-udah. kita harus lebih profesional terlebih lagi lu Aryo calon CEO." Rakeen menghentikan mereka berdua.


"Ughh!" tanggapan Aryo sambil menutup matanya.


"Gua jadi ragu nanti ga bisa ngasih dan menjadi yang terbaik." lanjut kata Aryo.


Mendengar perkataannya Ilham sedikit berekpresi nyengir bersama yang lainnya membuat Aryo bingung. lalu Ilham pun menjawab.


"Tenang saja. Seseorang pernah berkata. ... 'Jika kamu tidak bisa menjadi yang terbaik, paling tidak kamu bisa menjadi yang tercepat'."


Perkataannya tersebut disambung bersama oleh semuanya dari bait 'Jika'. itu merupakan kata-kata Aryo sendiri saat masih sekolah.


"JANCOKK!! LUPAIN ITU KATA-KATA!"


Teriak Aryo sambil memukul mejanya. Pipinya sedikit merah merona. Ulfa yang melihatnya bukan takut tapi malah ikut memukul meja dengan kencang membuat tawa mereka yang melihatnya.


...***...

__ADS_1


Mereka lalu kembali memeriksa susunan jabatannya dalam Struktur Organisasi Matriks. Struktur kerja di mana anggota tim melapor kepada banyak pemimpin.


Struktur ini cocok untuk perusahaan yang memiliki proyek atau tugas yang kompleks dan membutuhkan keahlian yang berbeda seperti yang sedang ingin mereka lakukan.


Direktur Utama: Aryo Seto


Direktur Keuangan: Muhamad Ilham Prasetyo


Deputi marketing penerjemahan lantai 2 dan 3 adalah Tio dan Aryo.


Deputi industri internet gaming lantai 4 dan 5 adalah Reval dan Hady.


Deputi teknologi digital software-hardware lantai 6 dan 7 adalah Rakeen dan Alif.


Deputi seni rupa digital dan non-digital lantai 8 adalah Ilham.


Deputi pengiklanan, konten, tim kreatif lantai 9 adalah Jalil dan Ikhwan.


Dengan begitu semuanya sudah mendapatkan bagian tanggungjawab mereka masing-masing dan setuju tanpa ada pertimbangan lagi.


"Sampai titik ini kita hanya ada satu pembahasan terakhir mengenai...nama PT kita!" tegas Ilham.


Mereka pun menoleh dan menatap satu sama lain.


"Apa diantara kalian ada yang ingin ngasih masukan?" tanya Ilham.


Mereka semua pun terlihat sedang berpikir keras dengan kapasitas otak mereka masing-masing.


Jalil menjadi yang pertama mengangkat tangannya, memberikan hasil dari pemikirannya.


"Bagaimana jika namanya ... Java Tech."


Iya mengatakannya dengan nada yang berbeda, lebih ditekan. sambil menggerakkan tangan kanannya dari arah kiri ke kanan lurus sejajar dengan dadanya. Wajahnya terlihat bersinar dan tegas percaya diri dengan senyuman khasnya.


"Java Tech?" Ilham merasa penasaran, "Apa maksudnya dalam penamaan ini?" ia menaikan alisnya.


"Sederhana!"


Ia mengibaskan rambutnya dan lanjut berkata.


"Java artinya Jawa, dan Tech itu teknologi, jadi Teknologi Jawa. kita semua kan tinggal di pulau Jawa, dan backgroundnya kan teknologi. Maka dari situ jadilah ... Java Tech."

__ADS_1


Jawir merasa bangga dan keren mengatakannya. Hal tersebut membuat semuanya terdiam sejenak sambil memandang Jalil.


......................


__ADS_2