
"Karena perkara nama sudah kita tentukan, kali ini gua bakal lanjut tentang sistem kerjanya." Ucap Ilham dan mereka mengangguk.
"Jadi, kenapa gua mau ngebangun PT tema costumer service disini karena, masing-masing dari kita memiliki potensi di bidang yang berbeda-beda. Aryo jago dalam bahasa, lu bisa ngelayanin dalam penerjemahan. Alif jago dalam coding, lu bisa ngelayanin urusan web, kendala jaringan dan sebagainya. Ikhwan model iklan, lu bisa bantu dalam urusan mengiklankan PT bersama Jawir."
Jalil mengangkat tangannya lagi sebagai yang bertanya untuk pertama kalinya.
"Berarti kalau gitu urusan kerja gua bareng Ikhwan cuman iklanin doang dong?" ia mencoba memastikannya.
"Engga juga, Wir. Tentu tugas kerjaan harian bakal ada selain promosi sesuai posisi lu nanti. Tapi sebelum gua bahasa. Tentang posisi selanjutnya, apa kalian bersedia bekerja sama denganku membangun PT ¡Fond-Tech!?"
Pertanyaan tersebut membuat mereka semua saling menatap dirinya masing-masing dan berpikir tentang tawaran yang di berikan oleh Ilham. Ini merupakan hal yang sensitif dimana mereka harus benar-benar matang dalam memberikan keputusan yang ada.
Waktu terus berjalan berjalan dan mereka masih belum memberikan jawabannya, Ilham terlihat santai menunggu mereka. Alasan mereka belum memberikan jawaban tentunya karena pekerjaan maupun karir mereka saat ini yang menjadi hal yang harus di pikirkan sebelum bergabung.
"Gua pribadi setuju dan bakal bergabung di PT ini. Lagipula aku sudah menunggu saat-saat ini juga sejak lama." Ungkap Alif hingga mereka bertukar kontak mata.
__ADS_1
"Yakin luz Kid bang ngasih jawab begitu? Tanya Jawir yang tidak habis pikir.
"Yakin bangetlah. Urusan projek yang gua kerjain saat ini bisa gua selesain cepetan. yang terpcing gimana caranya gua bergabung dengan memanfaatkan apa yang gua bisa dalam melayani kostumer."
Perkataannya membuat mereka pun tersadar bahwa mereka masih tetap bisa melanjutkan karirnya.
"Benar, bang Alif. Masalah karir lu semua masih bisa lanjut asalkan dalam tugas-tugasnya sudah selesai dan bertanggungjawab."
Hady mengangkat tangannya, "Berarti, gua otomatis jadi jasa pelayanan joki dong? Kalau gitu gua bisa di rumah aja."
Jawaban Ilham membuat Hady pun terkaget secara hal tersebut tidak pernah ia pikirkan.
"Kalau pakai semacam begitu otomatis masuknya kayak bot, bisa kelacak dan nanti malah kena ban." ucap Hady.
"Tidak, ini jelas berbeda dengan bot. Ibaratnya menduplikasi diri lu menjadi lebih dari satu. Reval dan Alif pasti udah paham dan ngerti apa yang gua maksud kan?" Ilham menoleh pada mereka.
__ADS_1
Reval mengangguk, "Iyaa, paham. Gampang sih, gua tau caranya biar ga terdeteksi, tapi nanti gua sama Alif butuh beberapa barang." ucapnya.
"Paling tidak minimal kita punya komputer buat bahan duplikasinya." Ucap Alif.
"Tenang, kalian tinggal bilang apa yang di butuhin dan gua bakal siapin semuanya." tegas Ilham.
"Tapi harga buat barang-barangnya ga murah loh ham!" jawab Reval.
"Berapapun nominalnya, selagi itu buat PT dan keberhasilan PT, gua ga bakal tanggung-tanggung. Biar gua yang modalin!"
Mereka berdua merasa terkesan kepada Ilham yang memiliki rasa loyalitas yang royalti demi mencapai tujuannya. Hal itu membuat mereka menghargai dan tidak ingin mengecewakan Ilham. Mereka menyebutkan barang-barangnya dan Ilham mencatatnya.
"Baik, gua pastikan semuanya sudah ada saat kita semua mulai bekerja kurang lebih 2 Minggu ke depan setelah gua selesai urusin surat-surat dan yang lainnya."
"Dua mingguan apa ga kecepatan? jadwal gua padet banget dalam beberapa kedepan karena banyak syuting." Ungkap Jawir.
__ADS_1