Sistem Takdir & Keinginan

Sistem Takdir & Keinginan
[Perusahaan] Akhir Pertemuan


__ADS_3

Setelah mendengar masukan dari Jalil mengenai nama perusahaan yaitu Java Tech. Mereka semua terdiam sambil memandang Jalil dalam keheningan, bahkan Ulfa pun ikut-ikutan meskipun ia tidak paham.


"Kenapa? Cemerlang kan! Gua juga tau kok."


Ia memoles hidungnya menggunakan jempol dan tersenyum mencibir.


"PFTT...!" Dinda menahan tawa.


Hal tersebut kemudian membuat semuanya menjadi tertawa terbahak-bahak. Seketika ruangan pun dihiasi dengan tawa. Mereka menertawakan Jalil mengenai idenya dan tingkah lakunya dalam menyampaikan.


"Jangan-jangan nama lu itu cuman pelesetan." ucap Aryo.


"Hah! apa maksud?" tanya bingungnya.


"Jalil itu aslinya Jawir."


"Gua udah ga ireng, bangsat!"


Mendengar percakapan tersebut membuat mereka tertawa lagi.


"Lagian bawa-bawa Jawa. Ga semuanya harus disangkutkan sama Jawa, Jawir!" Kata Aryo lagi.


"Berhenti manggil gua Jawir lagi kocak!" Ia tidak terima dan sedikit kesal.


"Mungkin maksudnya agar lebih signifikan kalau darah Jawa akan terus mengalir sampai cucu-cucu kita nanti dan akan go internasional." Joke dari Reval.


"Wooyy!" Jawir meneriakinya.


"Ya udah, gini aja. Dari pada Java Tech, gimana kalau namanya jadi ¡Fond-Tech! aja?" Saran dari Aryo.


Mereka lalu menatap ke arahnya dan mempertanyakan maknanya.

__ADS_1


"Terdengar lebih elegan." puji Ilham sambil memegang dagunya.


"Iya, gua juga setuju." ucap Alif.


"Apa ada makna dari penamaan itu, Aryo?" tanya Rakeen.


"Ada."


Ia langsung tiba-tiba menulis sesuatu di bukunya. Yang lain hanya memperhatikan apa yang sedang ia tulis.


"Kalau ada maknanya jelasin lah. Malah nulis nih bocah!" Kata Jalil.


Aryo langsung berhenti menulis dan menaruh pulpennya, ia menoleh dan menatapnya.


"Oke. Fond berasal dari fondo dalam bahasa Spanish yaitu Background (latarbelakang). Tech itu technology jadinya, latarbelakang teknologi. Tema perusahaan kita berlatarbelakang teknologi, dan akan menjadi satu-satunya perusahaan costumer service anti-mainstream. Menurutku nama ini sangat cocok. Bagaimana?" Jelasnya.


Cara Aryo menjelaskan dan menjawabnya berbeda dari sebelum-sebelumnya. teknik speaking dan gerakan tubuh sebagai gambaran membuatnya terlihat profesional.


Ia juga sempat merobek selembar kertas yang bertulisan ¡Fond-Tech! dengan ilustrasi logonya.


"Menarik. Dan masuk akal juga." kata Alif.


"Lebih bermakna dari sebelumnya." Kata Reval.


"Woy! nyindir gua lu?" tanya agak kesal Jalil.


"Perasaan gua ga bilang apa-apa yang nyindir." jawabnya.


"Kata-kata lu tadi itu nyindir."


"Baperan amat gitu doang juga."

__ADS_1


Jalil lalu hanya mendecih.


"Ribut mulu lu berdua." ucap Ikhwan.


"Gapapa lah. Bukan suatu hal yang buruk juga karena udah lama kita ga kek gini." Jawab Tio.


"Bener sih. Dan buat nama tadi gua setuju. Tapi gua pengen perbaiki logonya. masih kayak ada yang kurang." Gumam Rakeen.


"Bagus kalau gitu. Gua serahin aja ke lu, Ken." Aryo mengandalkannya.


"Siap!"


Mereka pun berbincang-bincang sedikit sementara Ilham masih berpikir sambil memegang dagunya.


"¡Fond-Tech! kah? ... Boleh juga." ucap pelannya.


Kemudian ia mengetuk meja 3 kali dengan jari telunjuk sambil sedikit batuk kecil disengaja. yang lain pun langsung melihat ke arahnya.


"Baiklah. Berarti mulai saat ini dan seterusnya, kita semua akan bekerja sama disebuah perusahaan yang dinamai ¡Fond-Tech!"


Mereka pun mengangguk paham.


"Apa ada pertanyaan sebelum gua akhiri pertemuan kali ini?"


Ilham bertanya sambil menaikan alis. Memastikan tidak ada miss komunikasi maupun informasi pemahaman mereka mengenai kerjasama bisnis ini. Ilham pun menatap mereka satu persatu berurutan dan merekapun menggelengkan kepala bermaksud semuanya sudah paham.


"Baiklah. Dengan begitu gua mengharapkan kerjasama untuk kedepannya, dan pertemuan ini kita akhiri sampai sini. ... Saya, Muhamad Ilham Prasetyo mengucapkan terima kasih yang paling dalam untuk kalian semua yang sudah berpartisipasi dalam bisnis ini."


Nada bicara Ilham berubah ketika sudah di bait kata 'Saya'. mereka yang lainnya mengangguk dan tersenyum khas masing-masing sebelum beranjak dari tempat duduk setelah Ilham.


Pertemuan pun berakhir dengan memuaskan, bahkan Ilham tersenyum puas ketika berbalik badan dari mereka semua.

__ADS_1


Perjalanan baru pun dimulai....


...****************...


__ADS_2