
Ruangan besar yang terang oleh lampu dengan 2 AC di dalamnya, mereka kembali memulai meeting dengan pembahasan yang sesungguhnya, suasana pun menjadi serius.
Ilham menatap mereka sambil menjelaskan skenario yang sudah ia buat.
"Berkumpulnya kita disini tidak lain karena 1 alasan yang sebagian dari kita sudah mengetahui. jadi, gua berencana membangun perusahaan costumer service bersama kalian semua yang ada disini dan targetnya sampai internasional. sampai sini ada pertanyaan?"
Jawir mengangkat tangannya untuk bertanya, Ilham menoleh dan mempersilahkannya.
"Perusahaan costumer service itu yang berhubungan dengan pelayanan kan?"
Ilham menjawabnya dengan mengangguk.
"Iya, tentunya."
"Pertanyaannya, apa yang mau gua layani sedangkan profesi gua saat ini sebagai selebritis sekaligus artis?" tanya penasarannya.
"Nanti akan gua jelasin detailnya, kita belum masuk ke bagian itu Jawir."
"Ohh, oke gua paham."
Ilham kemudian menoleh ke yang lain satu persatu sambil berkata, "Sampai sini paham? ada pertanyaan?" mereka mengangguk pelan lalu menggelengkan kepala.
"Baik, gua lanjut." Ia membuka halaman dokumennya.
"Di bawah meja kalian sudah ada sebuah berkas dan di situ terdapat visi misi dan teknik kerja yang udah gua buat. coba lu lihat dan baca dulu!"
Mereka mengambil berkas tersebut dan membacanya dengan seksama dalam beberapa menit.
"Disini gua masih bingung sama penamaan perusahaan dan juga logonya. Maka dari itu, silahkan kalian memberikan pendapat dan kita musyawarahkan sampai benar-benar mendapatkan yang paling cocok berdasarkan background perusahaan."
Mereka semua pun terlihat sedang berpikir keras dengan kapasitas otak mereka masing-masing.
Jawir menjadi yang pertama mengangkat tangannya lagi, "Bagaimana jika namanya ... Java Tech." iya mengatakannya dengan menggerakkan tangannya setengah melingkar, membuat seperti bentuk pelangi.
"Java Tech?" Ilham merasa penasaran, "Apa maksudnya dalam penamaan ini?" ia menaikan alisnya.
"Java artinya Jawa, dan Tech itu teknologi, jadi Teknologi Jawa. kita kan tinggal di pulau Jawa, dan backgroundnya Teknologi kan. Maka dari situ jadilah Java Tech." Jawir terlihat percaya diri dan bangga saat menjelaskannya.
Semuanya terdiam sejenak memandang Jawir.
*PPPFFTT!! ... mereka menahan tawa lalu kemudian tertawa terbahak-bahak
"HAHAHAHAHA!!"
__ADS_1
"Jawir-Jawir!" seru Aryo
"Hah!" Jawir keliatan bingung.
"Kayaknya nama asli lu emang Jawir deh. Java was i reach, Jawa yang lu capai." Sindir Tio.
"Bukan samsekk!" Jawir membantah.
"Darah Jawa akan terus mengalir sampai cucu-cucu kita nanti dan akan go internasional!" Joke dari Reval.
"Wooyy!" Jawir meneriakinya.
"Bang-bang, lu kira semua harus ada sangkutan sama Jawa?"
Rakeen mengatakannya sambil menahan ketawa, lalu karena tidak kuat menahannya lagi ia pun ketawa bersama Hady.
"Ga gitu juga woyy!" Jawir membela dirinya sendiri.
"Temen kita Jawir ini merupakan calon panutan generasi bangsa. Tetaplah Jawa, karena Jawa pusatnya negara." Ucap Ilham, Mereka Kembali tertawa lagi.
"Bang udah bang!" Jawir menundukkan wajahnya ke meja.
"Baik-baik, cukup. kita lanjutkan." Semuanya menuruti ucapan Ilham dan kembali seperti tadi.
"Backgroundnya itu kan tentang service digital." Ucap Alif.
"Dan disini di padukan dengan berbagai layanan service bukan cuman 1 bidang." dilanjut oleh Rakeen.
"Otomatis point utamanya membranding diri kita sendiri secara bersamaan." dilanjut lagi oleh Tio.
"Bagaimana kalau ¡Fond-Tech!" saran Aryo dan pusat pandangan menuju ke arahnya.
"Ada maksud apa di balik penamaan itu?" Ilham ingin memastikan.
"Fond berasal dari fondo dalam bahasa Spanish yaitu Background (latarbelakang). Tech itu technology jadinya, latarbelakang teknologi. perusahaan yang mau kita bangun kan tema utamanya teknologi, dan dalam bidang costumer service yang di inovasi. nah, pendapat gua nama ini cocok banget, mudah di sebut dan di ingat juga. dan sebenarnya maknanya bisa lebih dalam lagi. gimana?"
Jawab Aryo sambil menjelaskannya dengan teknik bicaranya yang mudah di serap ke otak dan terlihat profesional.
Ilham beserta yang lain mengangguk karena terkesan dan masuk di akal sedangkan Jawir menatap mereka seperti orang yang sedang memastikan sesuatu.
"¡Fond-Tech! terdengar elegan saat di ucapkan dan di dengarkan." masukan dari Reval.
"Dan benar-benar mudah di ingat." ucap Ikhwan.
__ADS_1
"Buat maknanya juga benar-benar dalam dan sesuai, unik juga." ucap Alif sambil sedang berpikir sambil memegang pipinya dengan jari dan sebagian di lipat.
"Setuju sih. ibarat kayak E-sport Onic ada kesan daya tarik tersendiri." ungkap Hady.
"¡Fond-Tech! penamaan paling okey sih menurut gua. Lu emang pinter Yo soal beginian." Tio mengakuinya, sebagai marketing manager dia tentunya tau pentingnya sebuah brand.
"Gua juga berpikir demikian dan buat logo udah ada bayangannya di otak gua. nanti gua coba buatin deh." jawab Rakeen yang terlihat tertarik.
"Iya kan, lu semua setuju. dan namanya juga beda bukan Fond-Tech, nanti gua kirim yang bener di WA." ucap Aryo.
"¡Fond-Tech! kah? menarik!" Ilham tersenyum kecil.
Saat itu juga Jawir tiba-tiba berdiri sambil menepak meja dengan kencang hingga membuat Ulfa anak gadis Hady terkejut.
"Woy, Jawir! anak gua jadi kaget nih!" Hady jadi emosional sambil mengelus-elus kepala Ulfa dengan lembut dan menenangkannya.
"Lu kenapa tiba-tiba gitu?" tanya Ilham yang menatapnya, Jawir pun menatapnya balik.
"Lu semua ga adil samsekk! giliran tadi gua saranin Java Tech malah diejek, diketawain, disarkasin. Giliran Aryo merubah dikit malah di puji, pada setuju. gua bener-bener ngerasa jadi villain sendirian disini samsekk!!" Keluh kesahnya yang merasa tidak mendapat keadilan dan ia menepak meja lagi.
"Jawirrr!" Teriak Hady yang jadi kesal karena anaknya kembali takut.
"Lu tadi bawa-bawa soal daerah, hal yang bisa dikatakan sensitif apalagi kalau go internasional dan ini soal nama perusahaan. gua merubah menjadi lebih sesuai dengan gabungan dua bahasa." Jawab Aryo yang memberikan argumennya.
"Tapi ide pertamanya dari gua, dan kenapa lu semua ga ada yang muji gua tadi." Jawir menjawab argumennya.
"Yaelah, gitu doang Wir." Tio mendukung Aryo.
"Hah! gitu doang?" Jawir menatap Tio.
"Kita semua disini kan sambil bermusyawarah, bagus dong kalau gagasan lu di pakai." dijawab oleh Reval, dan Jawir menoleh padanya.
"Iya emang bagus. tapi setidaknya hargai gua kek."
"Mau di hargai gimana Jawir?" dijawab oleh Tio.
Jawir kembali duduk dengan ekspresi yang terlihat masih kesal tapi dia ganteng.
"Udahlah, lupain! tapi gua setuju kok kalau namanya jadi ¡Fond-Tech!"
Ilham bersama yang main pun saling memandang satu sama lain kecuali Jawir dan Ulfa, sambil menaikkan sedikit bahunya sebagai bahasa isyarat tubuh.
"Ya sudah. jadi kita sudah menemukan penamaan untuk perusahaan yang akan kita bangun yaitu ¡Fond-Tech!"
__ADS_1
Jawab Ilham, dan mereka saling tersenyum tipis dengan memainkan kontak mata dan alis. Jawir sendiri masih terlihat kesal lantaran dirinya tadi di tertawakan dan disarkasin, itu yang ia rasakan.