SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.

SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.
Ayah dan Adik


__ADS_3


Setelah pertarungan itu kehidupan mereka bertiga pun kembali tenang. Kejadian di mana muncul beast berusia seribu tahun lebih dari satu tentu saja membuat Yu Xiaogang terkejut. Namun tentunya Tang Ryu mengarang cerita itu sedikit, yang dimana mereka berhasil melarikan diri.


Waktu pun terus berjalan, tak terasa satu tahun pun berlalu sebagai siswa di akademi Nouding.


Di asrama itu Xiao Wu melihat Tang San tengah duduk sembari membaca buku pelajaran, bahkan di waktu libur panjang sekalipun. Anak itu tetap rajin belajar.


" Tang San kamu belum mengemas barang-barang mu? kamu tidak pulang? "


Tang San menoleh sebentar ' Pulang? ' detik itu Tang San kembali mengingat surat yang di berikan oleh orang tuanya melalui Tang Ryu.


" Aku tidak tahu dimana ayahku berada, aku tidak punya tempat untuk pulang. Kami tidak perlu mencemaskan ku... " kata Tang San kembali membaca bukunya.


" Bagaimana bisa aku ketempat mu kalau kamu saja tidak ada disana?! " kata Xiao Wu mengambil buku yang sedang di baca Tang San dengan paksa.


" Kamu mau main ketempat ku? " tanya Tang San terkejut.


Xiao Wu tersenyum " Mungkin ayah mu sudah ada di sana. Ayo kemasi barang-barang mu, cepat! "


Tang San melihat ke arah Xiao Wu yang tengah mendorong nya untuk segera mengemasi barang bawaannya.


" Oh! iya juga ya. Bagaimana kalau kita ajak kakak mu sekalian? " usul Xiao Wu.


" Kakak? " Tang San merenungkan usulan Xiao Wu.


Namun begitu mereka berdua sampai di tempat Tang Ryu berada, Tang San dan Xiao Wu di kejutkan dengan pernyataan cueknya.


" Eh? pulang? " kata Tang Ryu memastikan.


Xiao Wu memperhatikan Tang Ryu yang tengah menggaruk pantatnya tepat di hadapannya ' Iuhhh! '


" Iya kak " jawab Tang San.


" Hmm " Tang Ryu melihat ke arah mereka sekilas lalu kembali menghadap bantal kasur di depannya.


" Ogah ah! panas... kalian pulang saja sendiri " Xiao Wu yang mendengar nada cuek itupun tanpa berkata-kata langsung menendang pantat Tang Ryu.


" Awas saja kau kalau sampai mengikuti kami! "


" Sudah Xiao Wu, sudah yah " Tang San berusaha menahan Xiao Wu yang tengah menahan amarahnya. Lagi-lagi kakaknya tidak ada kapok kapoknya menjahili Xiao Wu.


" Aduh! " seru Tang Ryu mengusap pantatnya.


Dengan begitu Tang San dan Xiao Wu berangkat ke tempat tinggal ayahnya tanpa Tang Ryu. Cuaca di luar cukup bagus dan segar. Xiao Wu menikmati perjalanan mereka, tetapi Tang San dia.


" Tang San apa masih jauh? " tanya Xiao Wu yang mengikutinya dari belakang.


Tang San tersenyum " Sebentar lagi... "


" Untung saja Tang Ryu tidak ikut, Tang San kenapa sikap kakak mu itu berbeda jauh dengan mu " kata Xiao Wu meringis, ketika mengingat wajah Tang Ryu entah bagaimana emosi nya jadi tidak stabil.


" Yeah... itu sih... " Tang San tampak bingung mau menjawab pertanyaan nya.


" Kamu jangan kecewa saat sampai disana " lanjut Tang San mengganti topik " Rumahku jelek, tidak akan cukup untuk menghibur mu "


" Kamu sudah menyimpan uang jajan mu? " Xiao Wu terlihat tersenyum jahil " Kita cukup menggunakan nya kan? "


" Bukannya seseorang masih berhutang enam perak dengan ku? " kata Tang San balas tersenyum jahil.


" Dasar licik! apa itu dari meniru kakak mu? bukannya aku sudah membantu mu mencari hadiah untuk ayahmu? " kata Xiao Wu, kedua pipinya tampak menggembung.


Lima menit kemudian.


" Tang San apa ada yang bisa dimakan? aku lapar "


Tang San menyerahkan roti berbentuk wortel dari ruang penyimpanan nya. Xiao Wu yang menerima itu tampak berbunga-bunga.


" Kertas apa yang kamu baca? " tanya Xiao Wu.


Tang San diam tanpa menjawab.


*Tang San saat kau membaca ini, aku sudah pergi. Kau tidak idak usah mencari ku. Aku tahu kau sangat ingin sekali menjadi spirit master, jadi belajarlah dengan giat di akademi bersama kakakmu. Jangan mencemaskan ku, kau memiliki hati yang lembut seperti ibumu. Aku tahu kau akan menjadi anak yang baik, ayah adalah orang yang tidak berguna. Tapi aku masih memiliki sesuatu yang ingin ku lindungi. *


Sekarang aku kembali untuk mengambil apa yang menjadi milikku. Teknik palu itu mungkin satu-satunya hal yang membuatmu Inga padaku.


Berlatihlah saat kau merindukanku, jika kau mengubah pilihanmu suatu hari nanti. Kembalilah ke desa dan menjadi pandai besi. Anakku ayah ingin kau menjadi kuat tapi tidak terlalu kuat. Jangan hiraukan Apa yang ada di depanmu.


Tegar lah dan melangkah maju.


" Ayah aku sudah pulang... apakah kamu sudah pulang? " batinnya menggenggam erat sabuk nya.


" Toko pandai Besi di sana adalah rumah ku " kata Tang San menunjuk ke depan.


" Tang San pintu nya terbuka! apa ada seseorang di dalam? " kata Xiao Wu.

__ADS_1


Tang San sedikit terkejut, anak itu berlari ke rumah tetapi yang menunggu nya bukanlah seperti yang dia harapkan. Itu adalah kakek Jack, yang tengah membersihkan ruangan.


" Eh? Tang San?! kau sudah pulang? " mendengar itu Tang San mendadak lesu.


" Aku rasa kau akan pulang, jadi aku membersihkan nya untukmu "


" Kakek ayahku... "


" ... belum kembali " sela kakek Jack.


Tang San seketika terdiam mendengar jawaban dari kakeknya Jack.


" Eh? apa gadis ini pacar mu? manis sekali... " kakek Jack berjalan mendekati Xiao Wu.


" Kenapa aku merasa kakek itu seperti wortel yah? "


Kakek Jack tertawa " Karena bentuk spirit ku adalah wortel " katanya sembari menunjukkan spiritnya.


" Aku menyukaimu " kata Xiao Wu semangat " Karena spirit ku itu kelinci "


" Tang ... Tang San aku akan membawakan kalian makanan, tunggu lah disini! " kata kakek Jack berlari keluar rumah.


" Makanan? " tanya Xiao Wu memastikan.


Xiao Wu menoleh ke tempat Tang San berada, dari wajahnya tampak sekali Tang San lagi sedih. Cahaya matahari lembut masuk melalui celah-celah jendela rumah.


" Xiao Wu ... apakah kamu mau ikut denganku ke suatu tempat? "


" Baiklah " kata Xiao Wu.


Di suatu tempat dimana biasanya Tang San berlatih di tempat itu jugalah dia akan membuat janji paling penting selama hidupnya.


" Xiao Wu terimakasih... "


" Untuk apa? "


" Terimakasih untuk tetap bersamaku "


" Lihatlah dirimu, Ayah mu hanya keluar sebentar... "


Xiao Wu terdiam begitu tangan nya di genggam erat oleh Tang San " Xiao Wu maukah kau menjadi adikku? "


" Aku selalu berharap memiliki keluarga yang lain, keluarga ku miskin, ayah dan kakak ku lah satu-satunya keluarga ku. Aku tidak pernah menanyakan identitas mu karena aku takut itu akan merusak hubungan kita " Tang San menatapnya.


" Maukah kamu menjadi adikku? walaupun aku belum bisa memberimu apa-apa " Xiao Wu menunduk dalam diam.


Xiao Wu menutup mulutnya " Jika suatu hari banyak orang ingin membunuh ku tapi kamu tidak bisa melawannya? "


" Maka mereka harus melewati dulu mayat ku "


Tanpa panjang lebar Xiao Wu memeluk erat Tang San dan mengakuinya sebagai kakaknya. Hal itu membuat hatinya lebih tenang karena sekarang ada seseorang yang melindunginya.


...****************...


Yu Xiaogang yang tengah melakukan penelitian di meja kerjanya, dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar.


" Masuklah " kata Yu Xiaogang masih fokus dengan penelitian nya.


Sepuluh detik. Sama sekali tidak ada balasan atas ucapannya, hal itu membuat Yu Xiaogang curiga dia memutuskan untuk berjalan mendekati pintu.


" Kau... " Yu Xiaogang terdiam.


" Halo guru... " kata Tang Hao dari balik jubahnya.


" Kau... kau kan Hao... "


Tang Hao melepas penutup wajahnya " Kita hanya pernah bertemu beberapa kali, tetapi kau masih bisa mengingat ku? " katanya takjub.


" Semua orang mengira aku sudah gila " kata Yu Xiaogang menutup pintu " Hanya kaulah yang mempercayai ku... "


" Jangan membicarakan masa lalu. Aku datang untuk anakku " katanya tajam.


" Tang San dan Tang Ryu. Aku serahkan mereka sementara... "


" Tunggu! kenapa kamu meninggalkan mereka berdua? " tanya Yu Xiaogang protes.


" Sebagai guru dari anakku, aku perlu menemui mu sesegera mungkin. Tapi ada beberapa hal yang tidak bisa aku jelaskan "


" Sejujurnya Tang San lah yang aku cemaskan, dan untuk Tang Ryu dia sudah terlalu dewasa untukku. Aku ingin dia memilih jalannya sendiri, bahkan jika itu tidak biasa "


Yu Xiaogang menelan ludah " Mengikuti jalanku sekarang itu terlalu kejam untuk nya. Apalagi Tang Ryu dia tanpa basa-basi pasti akan mengikuti ku "


" Yang terakhir tolong ingatlah " Tang Hao mengepal tinju nya " Mereka adalah anakku! "


Hembusan angin kencang tiba-tiba muncul di dalam ruangan yang membuat Yu Xiaogang menutup matanya. Dan begitu saja Tang Hao sudah menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Tidak ada yang menyadari nya bahkan Tang Hao sekalipun, tentang seseorang yang sedari tadi hanya berdiam di luar pintu kamar. Tang Ryu diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka.


" Ayah... sebagai anak yang sudah kamu besarkan aku berjanji, akan membantu mu membalas dendam terhadap aula wuhun. Cepat atau lambat " gumamnya.


Tang Ryu menarik nafasnya dan masuk ke dalam kamar menemui Yu Xiaogang yang masih terbujur di atas sofanya.


" Permisi tuan Xiaogang "


" Oh! Tang Ryu ada apa? aku kira kau ikut pulang bersama Tang San dan Xiao Wu " kata Yu Xiaogang dengan cepat berdiri.


" Emm, sejak kapan kamu disini? " tanya nya memastikan, mungkin saja Tang Ryu melihat ayahnya masuk ke dalam ruangan nya.


" Baru saja Tuan. Memangnya ada apa? " tanya Tang Ryu berbohong.


Yu Xiaogang menghela nafasnya bersyukur, untung saja anak itu tidak melihat ayahnya. Kalau sampai dia tahu apa yang akan dia katakan nanti.


Lenggang.


" Jadi ada apa? " tanya Yu Xiaogang.


Tang Ryu tampak gugup saat ini " Apakah kamu bisa menilai hasil latihan ku? "


Yu Xiaogang terdiam sejenak. Bukankah ini kebetulan? dia sebenarnya sempat penasaran dengan kejadian beberapa bulan yang lalu. Di mana mereka berhasil selamat dari terkaman beast berusia seribu tahun.


" Kalau begitu mari ikut aku " Yu Xiaogang berjalan keluar kamar menuju ke tempat lapangan luas.


" Oke! " jawab Tang Ryu mengikuti Yu Xiaogang dari belakang.


Sesampainya di ruangan Yu Xiaogang meminta Tang Ryu untuk berdiri di tengah ruangan dan memfokuskan kekuatannya untuk memanggil bentuk spiritnya.


Tang Ryu menghela nafas " SUTRA EMAS! "


Dari pergelangan tangan Tang Ryu mulai bermunculan bermacam bentuk benang berwarna kuning ke emasan, warnanya hampir sama seperti manik matanya.


Ada lebih dari seribu benang dengan berbagai macam ukuran, Yu Xiaogang sendiri cukup terkejut melihat penampilan nya. Bagaimana bisa Tang Ryu begitu mahir merombak spiritnya di usia nya yang semuda itu.


" Sekarang panggil lah cincin mu "


Tang Ryu terdiam di tempatnya.


" Ada apa? bukankah kata Tang San kamu sudah menyerap cincin pertama dan kedua mu? " tanya Yu Xiaogang penasaran. Melihat Tang Ryu yang sepertinya khawatir dengan sesuatu.


" Baiklah " Tang Ryu menghela nafasnya lagi.


Saat mendengar itu tentu saja Yu Xiaogang tersenyum, tetapi dengan cepat wajahnya berubah pasi. Tekanan yang dia rasakan tidak main-main, di depannya sekarang dua cincin berwarna ungu telah mencuat dari tubuh Tang Ryu.


" Seribu tahun?! " serunya sangat terkejut.


Bagaimana bisa dia melupakan hal itu, tentu saja cerita dimana mereka berhasil kabur dari beast berusia seribu tahun itu benar-benar terjadi. Yang pasti anak didepannya sekarang sudah benar-benar di luar ekspektasi nya. Hal yang sangat mustahil terjadi, dimana ada seorang anak berusia delapan tahun yang berhasil mempunyai spirit berusia seribu tahun dan itu ada dua.


" Tang Ryu! " teriak Yu Xiaogang.


Mendengar itu tentu saja Tang Ryu sudah menduga yang akan terjadi selanjutnya, Yu Xiaogang dengan semangat dan khawatir bertanya kepada Tang Ryu bagaimana cara dia berhasil mendapatkan cincin berusia seribu tahun di usia nya itu.


" Oke baiklah mari kita tenang dulu " kata Yu Xiaogang mengatur nafasnya.


' Bukankah dia yang baru saja panik? kenapa pula kita yang dia sebutkan ' Tang Ryu menatap Yu Xiaogang yang tengah menggoyangkan bahunya.


" Uhuk! jadi bisakah kamu perlihatkan teknik dari cincin mu? "


Tang Ryu mengangguk " Sebenarnya ini cukup sederhana "


Cincin pertama dari Ratu Serigala Angin yaitu dapat membuat Tang Ryu menghasilkan benang yang setajam dengan bilah angin. Tidak peduli setipis apapun itu, benang nya bisa dengan mudah memotong batu granit.


Dan lalu untuk cincin keduanya yang berasal dari Raja Serigala Petir yang dapat membuat Tang Ryu merubah benangnya menjadi berbagai bentuk dengan keseimbangan yang berasal dari aliran listrik.


" Contohnya seperti ini "


Tang Ryu membuat benang-benang nya menjadi berbagai macam benda tajam, dari yang terkecil seperti pisau, lalu pedang, tombak, dan lainnya.


Yu Xiaogang mengangguk faham. Manfaat dari cincin ke dua Tang Ryu membuat bentuk benang nya lebih tahan lama karena aliran listrik yang saling tarik menarik.


" Lalu cincin pertama "


Benangnya meluncur ke depan yang seketika berhasil membuat tanah di bawah terbelah sedalam satu meter setengah. Dengan panjang benang yang mencapai dua ratus meter.


" Lalu jika aku menyatukan dua jenis nya. Maka... "


' Dua jenisnya? ' batin Yu Xiaogang bingung.


Dum!!!


Dum!!!


Dum!!!

__ADS_1


Yu Xiaogang tersungkur karena terkejut. Lihatlah di depannya, Tang Ryu membuat bentuk benang nya menjadi panah yang berhasil membuat pohon di depan berlubang dengan diameter yang tajam, dan itu tidak hanya satu. Melainkan banyak pohon lainnya yang ada dibelakang ikut tertembak.


Yu Xiaogang menelan ludahnya " Tang Ryu ... apa kamu monster? tidak. Itu tidak cocok untuk mu. Tang Ryu mungkin kamu lebih cocok di panggil sebagai Ajin "


__ADS_2