
Keesokan paginya.
" Xiao Wu! " Tang San berteriak bangun dari tempat tidurnya.
Cahaya pagi masuk melewati celah-celah dinding kayu, Tang San berkedip beberapa kali karena silau. Tang San melihat sekitar, terdapat lemari pakaian dan juga meja belajar disana. Ini terlihat seperti sebuah kamar.
" Ada dimana aku? " keluh Tang San meraup wajah kusutnya.
' Oh iya~ kami berhasil masuk ke akademi ' kata Tang San memejamkan matanya.
" Diluar saja belum cerah kenapa kau sangat berisik? " kata seseorang di samping ranjangnya.
Tang San menoleh dan menemukan Oscar yang terbangun karena mendengar teriakannya tadi " Ah~ Maafkan aku "
" Kita berbagai kamar, gadis cantik yang bersamamu berbagi kamar dengan gadis cantik lainnya " kata Oscar menguap lebar.
Tang San mengerutkan keningnya " Gadis cantik yang mana? "
" Ning Rongrong, Ning Rongrong, Ning Rongrong yang sangat cantik~ " gumam Oscar yang jatuh berbaring di ranjangnya.
" Gadis-gadis cantik tahun ini banyak gadis cantik~ "
Tang San menelengkan lehernya bingung " Apa kau tahu dimana asrama mereka? "
Oscar mendengkur.
" Eh? mudah sekali dia tertidur? kalau begitu dimana Kak Ryu? kata dia, kita tinggal berbagi asrama. Tapi, dimana orang itu? " Tang San tampak merenung.
Pintu kamar terbuka lebar, Tang San keluar dari kamar dan menuruni anak tangga " Sungguh, tempat ini tidak berbeda jauh dengan rumah... aku suka... "
" Aku juga " Tang San menoleh dan menemukan Kakak nya Tang Ryu sedang duduk di anak tangga.
" Lama sekali tidurmu? "
" Lagi pula kemarin bukanlah pertarungan yang mudah untuk di menangkan... aku perlu membuat senjata rahasia yang lainnya " kata Tang San ikut duduk di samping Tang Ryu.
" Memang nya mau berapa banyak senjata rahasia yang kau perlukan? " tanya Tang Ryu.
" Tergantung dengan kantong racun yang aku bawa "
" Heh? kalau begitu kapan kau akan membuatkan aku senjata rahasia yang kau banggakan itu? " tanya Tang Ryu.
" Bisa. Tapi Kakak harus bergabung dengan sekte yang aku buat dulu, bagaimana? " Tang San tersenyum jahil.
Tang Ryu menghela nafas " Ayo, kita akan terlambat jika menuggu lebih lama "
" Kemana? "
" Sudah ikutin aja " kata Tang Ryu berlalu pergi.
" Tapi Kakak belum menjawab pertanyaan ku tadi? "
" Pertanyaan yang mana? " jawab Tang Ryu tidak peduli, Tang San menghela nafasnya. Lagi-lagi dia gagal meyakinkan Kakak nya untuk ikut dalam Sekte Tang.
" Kak San! Kak Ryu! "
Tang San menoleh dan menemukan Xiao Wu yang memanggil nya dari pondok kayu di sebrang nya. Hal itu membuat Tang San merasa lega, karena Xiao Wu terlihat baik-baik saja sekarang.
" Xiao Wu kamu tidak apa-apa? " tanya Tang San menghampiri nya.
" Kakak? " tanya Xiao Wu begitu melihat Tang San di depannya.
Tang San menunduk malu " Maaf, maafkan aku... kemarin... aku tidak bisa melindungi mu... "
Xiao Wu terdiam begitu juga dengan Xiao Wu, suasana menjadi canggung di antara mereka berdua. Sementara itu Tang Ryu menghela nafas jengah, lihatlah betapa romantisnya mereka berdua.
" Mau sampai kapan kalian bermesraan hah?! " kata Tang Ryu berhasil menghilangkan kecanggungan di antara mereka berdua.
" Memang nya apa urusan mu? " kata Xiao Wu kesal.
Selalu saja, Kakak tertuanya itu merubah suasana menjadi konyol. Padahal sedang bagus-bagusnya, tapi ketika ada Tang Ryu di samping mereka. Entah bagaimana keadaan berubah menjadi sebaliknya.
" Eh? aku kan Kakak kalian? " jawab Tang Ryu polos.
Xiao Wu mengembangkan kedua pipinya " Hmph! Kak San aku lapar " rajuk nya mengayunkan tangan Tang San.
" Idih! " kata Tang Ryu sewot.
" Ayo kita makan " lanjut Xiao Wu memasang senyum, namun terlihat jelas dia sedang menahan amarahnya.
" Baiklah- baiklah... " jawab Tang San tersenyum kaku, dia tidak enak sendiri dengan Tang Ryu.
" Xiao Wu... " panggil Tang Ryu.
" Apa?! " tanya Xiao Wu menaikkan suaranya, Tang San meringis.
Tang Ryu terlihat ragu-ragu " Tapi dimana kantin nya? memangnya kamu tahu tempatnya? "
" Itu... " Xiao Wu tersenyum kecil, dia lupa kalau mereka itu baru diterima menjadi murid baru di akademi Shrek.
Lima menit kemudian.
" Pergi-pergi! " seru seorang wanita dengan keranjang berisi makanan di keranjangnya.
" Kumohon tunggu dulu... " kata seorang pria yang mencegahnya pergi.
" Pergi! " kata wanita itu lagi.
Xiao Wu sedang di tengah perjalanan menuju kantin bersama Tang San dan Tang Ryu. Ketika tiba-tiba melihat seorang wanita di cegat oleh seorang pria dengan kasar, tentu saja membuat Xiao Wu ingin turun tangan.
__ADS_1
" Berhenti di situ! " seru Xiao Wu menengahi " Mempermainkan seorang wanita dasar laki-laki tidak gentle! "
" Huh? " Ma Hongjun menelengkan lehernya. Siapa?
" Seperti cemilan kecil yang manis " lanjutnya. Dia melihat Xiao Wu seperti sebuah cemilan roti rasa strawberry.
" Kau mau menjadi pacarku? " tawar Ma Hongjun.
" Dasar gila! " bentak Xiao Wu menarik wanita itu menjauh darinya.
" Apa yang kau perbuat di siang bolong begini? " tanya Tang San menginspeksi.
Tang Ryu menghela nafas jengah " Aku tidak mau ikut terlibat... "
" Eh? kakak? " kata Tang San terkejut melihat Tang Ryu menjauh pergi meninggalkan mereka.
" Kau daun bawang ini bukan urusan mu! " seru Ma Hongjun menyela.
" Kau pikir kau siapa?! " seru Tang San tidak terima.
" Kau daun bawang dan aku manusia " jawab Ma Hongjun nyeleneh.
WUSSS! Ma Hongjun terdiam begitu Tang San melewatinya dan meninggalkan goresan di pipinya.
" Kalau kau berani... katakan itu lagi... " kata Tang San menantangnya.
Ma Hongjun membalikkan wajahnya " Menjadi seorang Spirit master membuat mu sombong hah?! "
WUSSS! Tang San melangkah mundur, apa yang terjadi? tiba-tiba saja orang didepannya diselimuti oleh panas api.
" Baiklah aku juga begitu... " kata Ma Hongjun mengancam. Phoenix Real Guard Akti.
' Phoenix? ' seru Tang San terkejut.
WUSSS!
" Karena kau mencari masalah, maka aku tidak akan segan-segan... " kata Ma Hongjun dengan nafas apinya.
" Hahaha! kau sebut itu Phoenix? " Ma Hongjun menoleh dan menemukan Xiao Wu tengah menertawakan nya.
" Kelihatan seperti seekor ayam besar! " lanjutnya.
" Si- siapa yang ayam! " seru Ma Hongjun tidak terima.
" Perhatikan baik-baik! aku seekor Phoenix! " Ma Hongjun menyemburkan nafas api dari mulutnya.
Spirit Skill Tingkat Pertama Semburan Api Burung Phoenix.
WUSSS!
Xiao Wu melompat menghindari setiap semburan api yang Ma Hongjun kirimkan, Tang San segera menangkap Xiao Wu dengan sulur rumput sungai nya untuk menyelamatkan dia.
" Kembali! " seru Ma Hongjun menyemburkan nafas api nya lurus ke arah Xiao Wu yang sedang berada di luar.
Ma Hongjun terkejut menemukan rumput sungai keluar dari kulitnya. Membungkam mulutnya dan memenuhi tubuhnya dengan rumput sungai.
" Argh!!! " teriak Ma Hongjun membakar setiap rumput sungai di tubuhnya.
" Spirit Skill Tingkat Dua, Api Burung Phoenix! " Ma Hongjun mengeluarkan api dari tubuhnya dan membentuk bayangan Phoenix dengan apinya.
' Ini gawat, apinya berlawanan dengan rumput sungai ku ' keluh Tang San.
...****************...
" Biar aku yang menanganinya " kata Xiao Wu merengsek ke depan.
Ma Hongjun melihat Xiao Wu yang berlari ke arahnya ' Aku akan mencoba untuk tidak melukainya '
Xiao Wu melihat Ma Hongjun sengaja membelokkan arah serangannya.
" Cih! sampai kapan kalian akan membuatku menuggu? aku sudah lapar... " Tang Ryu tiba-tiba muncul di tengah-tengah pertempuran.
Spirit Skill Tingkat Pertama, Jahitan Benang.
Tang Ryu membuat semua orang terdiam dan tidak bisa bergerak dengan spirit benangnya. Xiao Wu berhenti di udara dengan benang yang mengikatnya, Ma Hongjun juga mulutnya diikat dengan benang tali yang membungkam nya.
" Kakak? " Tang San berlari ke arah Tang Ryu.
Tang Ryu menoleh dan menjewer telinga Tang San " Dasar adik tidak tahu diri... kau kira berapa lama lagi sampai aku mati karena lapar hah? "
" Aduh! Kak! sakit, iya, iya " keluh Tang San berusaha melepaskan dirinya.
Satu menit setelahnya Tang Ryu melepaskan Xiao Wu dan Ma Hongjun " Apa aku pernah mengajari kalian berdua berbuat nakal seperti ini, dan kau! aku minta maaf karena sudah membuat keributan "
Ma Hongjun tersenyum kaku dan mengangguk " Tidak masalah " bisa-bisanya dia seorang diri menahan mereka bertarung, seberapa kuat dia.
" Berhenti! berkelahi kalian semua salah paham, dia orang baik-baik " kata wanita sebelumnya dan berhasil menengahi mereka.
" Eh? " Tang San dan Xiao Wu di buat terkejut.
Buk! Buk! Tang Ryu memukul kepala adik-adiknya pelan.
" Tuh! apa aku bilang " kata Tang Ryu menatap tajam mereka berdua.
" Uh~ maaf... " jawab Xiao Wu dan Tang San menunduk.
" Apa yang kalian lakukan? " tanya Dai Mu Bai begitu sampai disana.
" Tang San? Gendut? "
" Aku bilang pada Ma Hongjun untuk putus tapi dia tidak mau... ini sebuah kesalahan pahaman. Ma Hongjun kita tidak cocok, ini kenang-kenangan dariku " kata wanita itu menyerahkan keranjang nya dan berlalu pergi meninggalkan nya.
__ADS_1
" Aku tidak peduli dengannya " keluh Ma Hongjun " Aku cuma mau memberitahu nya agar memberikan ku roti Vegi Asam. Lalu kalian datang... "
' Roti yang utama wanita yang kedua, pantas saja kau dicampakkan ' batin mereka semua menatap kasihan Ma Hongjun.
" Huh? entah kenapa ini membuatku pusing " keluh Tang Ryu menekan batang hidungnya.
' Xiu Ying dimana kamu? aku butuh asupan gizi ' batin Tang Ryu menunduk lemas.
" Lihat ini... semua salah paham " keluh Ma Hongjun sedih, dia mengambil bakpao dari keranjang dan memakan nya.
" Bagaimana menurut mu Tang San? " tanya Tang Ryu memastikan supaya dia tidak lagi bertindak gegabah.
" Itu~ " Tang San tersenyum kaku " Siapa dia Dai? "
" Dia adalah siswa senior di sini namanya Ma Hongjun " jelas Dai Mu Bai " Karena essence bertarung nya bermutasi, apinya menjadi sangat kuat. Temperatur dan daya lekat apinya benar-benar sangat tinggi, yang membuat api itu sulit dipadamkan "
" Tapi karena bermutasi itu juga sangat mempengaruhi tubuhnya " mendengar itupun Xiao Wu menjadi terkejut.
" Dia bisa bertarung dan makan, terus apa masalah nya? " tanya Xiao Wu bingung.
" Lihat dulu berat badannya itu Xiao Wu, dia makan terlalu banyak " kata Tang Ryu menyela.
" Eh? " Xiao Wu mantap Dai Mu Bai bertanya, apakah begitu?
Dai Mu Bai mengangguk " Kepala sekolah bilang essence spirit bertarung si gendut itu terlalu besar, dan memerlukan makanan untuk mengendalikannya " jelas Dai Mu Bai menatap sedih Ma Hongjun.
Ma Hongjun begitu lahap memakan makanan dari keranjangnya " Kalau tidak akan bereaksi dan membunuhnya "
Dai Mu Bai menepuk tangannya " Oh iya aku lupa memberi tahukan kalian, essence spiritnya... adalah seekor ayam~ "
" Burung Phoenix! " seru Ma Hongjun melempar setengah bakpaonya ke wajah Dai Mu Bai.
Pluk!
Dai Mu Bai mengusap wajah nya yang kotor oleh makanan.
" Boleh aku meminta bakpao satu? " tanya Tang Ryu mendekati Ma Hongjun.
" HM? silahkan... " kata Ma Hongjun memberikan nya bakpaonya.
" Terimakasih "
Ma Hongjun mengangguk " Tidak masalah... tapi tunggu! jangan bilang aku ini ayam! " seru Ma Hongjun kembali melempar bakpaonya ke arah Dai Mu Bai.
Pluk!
Dai Mu Bai menghindar " Tidak ada yang salah kan? "
" Bahkan jika essence spirit ku seekor ayam, aku adalah ayam yang berevolusi menjadi seekor phoenix! " kata Ma Hongjun tidak terima.
Tang Ryu berdiri santai melihat Ma Hongjun marah tapi masih dengan sisa bakpao di mulutnya ' Hmm, ini enak '
' Sepertinya aku harus memberikan satu untuk Xiu Ying mencicipinya '
" Ingatlah aku si Blazing Phoenix Ma Hongjun~ "
" Boleh aku minta bakpaonya lagi? " kata Tang Ryu menyela.
" Hmph! tapi jangan banyak-banyak ya " kata Ma Hongjun berbisik.
" Kalau begitu tiga lagi boleh? " tanya Tang Ryu balas berbisik.
Ma Hongjun mengangguk " Ini... sebagai sesama pecinta makanan aku akan memberikan mu satu lagi sebagai bonus "
" Sip deh! " kata Tang Ryu tersenyum.
Semua orang tersenyum kaku melihat itu, rasanya tadi Ma Hongjun baru saja marah-marah tapi sekarang kenapa dia malah bercanda dengan Tang Ryu. Wajah muram terlihat di wajah mereka.
" Hah~ dasar bodoh sampai jumpa " kata Ma Hongjun meninggalkan mereka " Kau mau ikut denganku? " Ma Hongjun berbalik dan menayangkan pendapat Tang Ryu.
Tang Ryu dengan mulut penuh bakpao mengangguk setuju " Bahiklah, ahu ahan mehusul nanhi... "
" Oke " kata Ma Hongjun berbalik pergi.
' Orang aneh ' kata Tang San.
' Sial~ kakak mendapatkan teman aneh lagi ' keluh Xiao Wu.
" Hei kalian! sedang apa disana? " tanya Xiu Ying yang datang dari belakang.
" Kak Xiu! sepertinya Kak Ryu mendapatkan teman aneh lagi " seru Xiao Wu mengayunkan tangan Xiu Ying.
" Darling? teman aneh? " tanya Xiu Ying bingung.
" Iya teman aneh " kata Xiao Wu meyakinkan.
" Aha mahsud hu hio hu! " kata Tang Ryu tidak terima.
" Darling? " Xiu Ying terkejut melihat mulut Tang Ryu yang penuh.
Dai Mu Bai mendekati Tang San " Tang San katamu dia itu kakak mu? "
Tang San mengangguk " Memangnya kenapa? "
" Benarkah? " tanya Dai Mu Bai tidak percaya.
" Kau ada masalah dengannya "
" Tidak juga sih~ " seloroh Dai Mu Bai memegang tengkuknya. Rasanya dia seperti melihat wajah yang berbeda.
Di mata Dai Mu Bai, Tang Ryu merupakan sosok yang misterius terlebih sangat menakutkan ketika bertarung. Namun ketika dia melihat tingkahnya sekarang, sepertinya dia perlu memikirkannya ulang.
__ADS_1
"