
Embun pagi sayup-sayup terdengar memasuki jendela kaca. Xiu Ying yang telanjang di bawah selimut sedikit menggigil kedinginan, ia berbalik dan menemukan sesuatu yang hangat bisa dipeluk.
" Hei Xiu Ying mau sampai kapan kamu tidur? "
Xiu Ying mengeram, setengah sadar dia tahu siapa yang sedang membicarakan nya. Dia masih sangat merindukan kehangatan ini, setelah sekian tahun hidup di balik jeruji besi.
" Tuan? " gumam Xiu Ying memeluk nya erat.
" Ada apa? " tanya Tang Ryu.
Mereka berdua saling bertatapan di balik selimut putih itu. Xiu Ying sadar jika dia sudah terlalu berani dengan status nya sebagai budak, tetapi melihat Tang Ryu sama sekali tidak mempermasalahkan nya dia jadi berfikir. Tang Ryu juga menyukai nya.
" Padahal rencananya kita akan berangkat ke akademi nanti pagi, tapi, melihat mu seperti ini jadi membuat ku tidak tega " Xiu Ying tersenyum manis.
" Kalau begitu nanti siang saja ke sana nya " jawab Xiu Ying sangat berani.
" Eh? lalu kita mau apalagi pagi ini " tanya Tang Ryu.
Xiu Ying menempelkan buah dadanya ke wajah Tang Ryu yang memerah, ternyata Xiu Ying bisa seberani itu kepada nya. Walaupun begitu Tang Ryu dia tampak tidak mempermasalahkannya.
" Kamu mau kita lanjut yang kemarin malam? apa kamu lupa kalau tubuh mu tidak sebesar itu sampai tahan beberapa jam? "
Mendengar itu entah kenapa membuat Xiu Ying kesal sekali " Tapikan... "
Tang Ryu tertawa kecil melihat Xiu Ying menahan emosinya, lihatlah pipinya yang mengembang itu. Tang Ryu yang melihat itupun tanpa segan memakan nya.
" Tu- tuan! " seru Xiu Ying terkejut.
" Jangan salahkan aku jika kamu kesulitan berjalan nanti " ancam Tang Ryu.
" Eh? kalau itu " Xiu Ying entah kenapa sedikit terganggu dengan pernyataan nya. Namun menghindar pun sudah terlambat, karena Tang Ryu sudah seperti binatang buas yang menikmati santapan nya.
' Ini jadi membuatku takut dengan kesuburan rahim ku ' batinnya. Xiu Ying melihat wajah Tang Ryu yang rupawan dan menikmati ciuman nya.
Sementara itu Tang San dan Xiao Wu sudah lama menunggu lebih dari tiga jam di tempat yang sudah di sepakati. Jika seperti ini terus, Tang San takut mereka akan terlambat mendaftar.
" Cih! dimana sebenarnya kak Ryu itu! " gumamnya kesal. Xiao Wu melihat Tang San dengan kesal.
Tang San tampak terganggu dengan tatapan mata Xiao Wu yang sudah tidak tahan lagi ingin menghajar kakak nya Tang Ryu.
" Eh? bukankah itu kak Ryu?! ayo kak San biar aku kasih pelajaran kepada kakak keras kepala ini "
" Tunggu! " cegah Tang San tiba-tiba.
" Ada apa? "
" Lihatlah... sepertinya kak Ryu sedang menolong seseorang "
Xiao Wu mengernyit heran melihat seorang gadis cantik di belakang punggung Tang Ryu, apa ini? dia baru saja melihat kakak nya sedang menolong orang lain?
" Hei kalian! kenapa lama sekali datang nya " teriak Tang Ryu mendekat.
" Kalau berani coba katakan lagi... " geramnya. Xiao Wu sudah menyiapkan pukulan terbaiknya sejak kemarin.
Tang San menyela " Kak Ryu... siapa dia? "
" Dia? " Tang Ryu menunjuk Xiu Ying yang tampak menikmati dirinya digendong.
" Betul itu, kenapa kakak nakal seperti mu bisa sampai menolong seseorang? " tanya Xiao Wu menambahkan.
Tang Ryu tersenyum " Namanya Xiu Ying, aku melihat nya kemarin di jalan. Sekarang dia akan jadi kakak ipar kalian "
Pernyataan itu membuat Xiao Wu dan Tang San terkejut sekali. Rasanya dunia seperti terguncang dan hampir saja runtuh, apakah yang di ucapkan nya itu sungguhan?
" Hei! " Xiao Wu hendak berseru tapi tangan Tang San lebih cepat membungkam mulutnya.
" Xiao Wu tenang lah. Lihat, sepertinya kakak sedang tidak berbohong " tunjuk nya.
Xiao Wu juga menyadarinya, kakaknya yang selalu tersenyum jahil itu sejak kapan bisa tertawa setulus itu? bukankah mereka berdua baru saja bertemu, jadi dia memutuskan tidak bertanya lebih lanjut.
Di sepanjang jalan Xiao Wu merasa iri dengan kedekatan Tang Ryu bersama wanita yang dia anggap sebagai pasangan nya. Bisa-bisanya mereka berdua bermesraan sendirian.
Lima belas menit kemudian.
" Dimana akademi Shrek? " tanya Xiao Wu.
" Alamat yang di berikan tidak jelas, apa kita coba ke arah selatan? " kata Tang San berpendapat.
" Terlalu jauh melelahkan " kata Xiao Wu mengeluh.
" Dengan kondisi mu, kamu tidak pantas mengatakan itu " balas Tang San. Melirik Xiao Wu yang ia gendong di belakang.
Xiao Wu tersenyum " Eh? tapikan itu mewakili kata hatimu bukan? " katanya tepat sasaran.
__ADS_1
" Itu... " Tang San terdiam.
" Coba kamu lihat kak. Kak Ryu aja nggak ada masalah tuh? " tunjuk Xiao Wu kepada Tang Ryu yang tengah menggendong Xiu Ying di depan.
" Huh? " Tang Ryu menoleh ke belakang, mereka berdua terlihat seperti anak kecil.
" Ada apa Tuan? " tanya Xiu Ying mencolok pipinya.
" Tidak ada, ngomong-ngomong soal cara kamu memanggil ku itu sedikit... bisakah kamu panggil aku dengan hal selain Tuan? " ungkap Tang Ryu.
Xiu Ying mengernyit, panggilan yang cocok selain Tuan untuk Tang Ryu. Apa ya?
" Hmm? bagaimana kalau Darling? kalau di tempat ku itu artinya sayang? " usul Tang Ryu.
Xiu Ying sedikit terkejut dengan penuturan Tang Ryu, dia kira saat Tang Ryu memanggil nya sebagai calon ipar kepada adik-adik nya itu hanya sebuah candaan.
Namun saat Xiu Ying mengetahui Tang Ryu tidak pernah serius dari adik-adiknya, Xiu Ying mulai merubah sudut pandangnya. Sepertinya Tang Ryu benar-benar menganggap nya sebagai miliknya. Itu mudah terlihat dari wajah Tang Ryu yang biasanya bercanda menjadi serius.
" Sepertinya susah ya untuk mu " kata Tang Ryu, dia terlihat lesu.
" Susah apa nya Darling? " tanya Xiu Ying tersenyum jahil.
Seketika Tang Ryu terdiam sejenak, wajah Xiu Ying ketika tersenyum seperti daun bunga yang di terpa oleh angin " Tidak. Terimakasih " kata Tang Ryu.
Xiu Ying ikut tersenyum melihat senyuman Tang Ryu yang terlihat senang dengan panggilan nya " Kalau begitu Darling juga harus memanggil nya seperti itu "
" Eh? itu sedikit... "
" Apa kamu tidak mau?! " ancam Xiu Ying.
" Lihat! di depan ada desa " seru Xiao Wu.
Mereka berempat berjalan menuju ke tempat itu atau lebih tepatnya Tang Ryu dan Tang San. Karena Xiao Wu dan Xiu Ying tidak terlihat seperti sedang berjalan.
" Heh? hanya desa kecil? apakah guru salah? " tanya Xiao Wu memastikan.
" Sepertinya tidak " balas Tang San menatap Tang Ryu.
Tang Ryu mengangguk " Benar ini tempat nya, Xiu Ying apa kamu butuh sesuatu. Sebentar lagi kita akan sampai ke akademi "
" Tidak. Tapi aku ingin seperti ini lebih lama "
" Huh? ada apa kak Ryu dengan kak Ying? " tanya Xiao Wu turun dari punggung Tang San.
" Apakah dia sakit? " tanya Tang San menambahkan.
Tang San dan Xiao Wu mengernyit. Kenapa Tang Ryu tampak seperti sedang menyembunyikan sesuatu di balik senyuman nakalnya.
...****************...
" Apa?! gagal! " seru salah satu wali murid.
" Prestasi anakku adalah yang terbaik di akademi sebelumnya, dasar penipu! cepat kembalikan uang ku sekarang! " tandasnya tidak terima.
" Sudah ku beritahu pendaftaran 10 gold, dan tidak ada pengembalian. Selanjutnya! " seru si penguji yang merupakan salah satu guru di tempat itu.
" Tidak mungkin 10 gold, itu kemahalan! " serunya belum selesai.
" Ya benar itu! " kata para wali murid yang lain.
Guru itu berdecak, lagi-lagi ada orang yang selalu mengatakan omong kosong lainnya " Dai Mu Bai, urus mereka! "
Dai Mu Bai datang dari balik pintu " Kalau kau ingin uang mu kembali, kalahkan aku dulu dan nanti uang mu akan kembali! " kata nya garang sambil memperlihatkan cincin roh nya.
Para wali murid yang sebelumnya mengecoh tidak jelas sekarang berubah senyap. Mereka terkejut ketika melihat seorang Dai Mu Bai dengan cincin roh nya.
" Akan ku katakan sekali lagi! " kata guru itu menampar meja di depannya.
" Shrek adalah monster yang dianggap aneh oleh spirit hewan standar. Akademi Shrek adalah sekolah monster. Jadi ingat! kami hanya menerima monster! bukan murid biasa seperti anakmu! "
" Ada 4 tes ujian masuk " tambah Dai Mu Bai " Mereka yang berusia diatas 13 tahun, atau kekuatan Spiritnya berada di bawah level 21. Selain itu tidak boleh mendaftar "
" Memangnya ada orang yang seperti itu? " keluh wali murid tadi.
" Kami mau mendaftar " kata Tang San menyela.
" Kek ini uang pendaftaran kami jumlahnya 40 gold " kata Tang San menyerahkan kantong uang yang tadi di berikan oleh Tang Ryu.
Dai Mu Bai tersenyum " Bagus! " tapi begitu melihat Tang Ryu yang datang dari balik Tang San, dia tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut nya.
' Jadi dia kakak yang gadis Xiao Wu itu maksud. Pantas saja aku kalah, mungkin bakat kakak nya melebihi mereka berdua. Lalu gadis di punggungnya itu... apakah dia sedang sakit? " batinnya.
" Baiklah tunjukkan tangan kalian "
Guru itu memeriksa umur Xiao Wu dari telapak tangan kanannya " Usia kamu lulus "
__ADS_1
' Mereka memeriksa umur kami melalui tulang? jika seperti ini pantas saja tidak ada yang bisa berbuat curang ' batin Tang San menyerahkan tangan nya.
' Aku tidak bisa memeriksa nya dari tulang ini ' batin guru itu.
" Nak. Apa kau melatih teknik spirit dengan tangan mu? " tanya guru itu.
" Iya " jawab Tang San.
' Aku telah melatih teknik Tang mistik hand ( Tangan gaib ). Setelah melatih nya teknik itu akan merubah struktur tulang mu, teknik ini digunakan khusus untuk menangani racun. Melatih kekebalan, tidak mungkin dia tahu umur ku melalui tulang tangan ku '
" Kakimu " kata guru itu mengambil kaki Tang San.
Tang San terlihat pasrah " Perkembangan yang bagus, umur yang cocok "
' Untung nya shadow track tidak mengubah struktur tulang ku ' batin Tang San.
" Ini semua tidak ada gunanya dengan mengukur umur " kata wali murid di belakangnya sewot.
" Pemanggilan cincin roh " Tang San dan Xiao Wu memanggil cincin roh mereka. Dua spirit ring kuning.
" Ya ampun bahkan roh rumput sungai bisa di latih secepat itu? " kata guru itu terkejut melihat roh spirit Tang San.
Tang San tersenyum " Guru bukankah katamu di akademi ini hanya menerima monster, apakah kami sudah pantas dianggap monster? "
" Baiklah monster kecil, kamu bisa lanjut ke tes selanjutnya " kata guru itu ramah.
" Permisi... apa aku juga lolos? " tanya seorang gadis cantik yang tiba-tiba muncul.
" Kau! " kata guru itu cukup terkejut " Apa keluarga mu tahu kau ada disini? "
" Itu bukan urusan mereka. Aku bisa masuk selama memenuhi persyaratan kan? " kata gadis itu berkedip.
" Baiklah kau bisa ikut mereka tapi... "
" Iya? " tanya gadis itu.
" Kalian berdua! tetap di sini " serunya menunjuk Tang Ryu dan Xiu Ying.
Dai Mu Bai yang melihat itu bergegas menuju gurunya " Guru, bisa kamu lolos kan saja mereka? karena sebelumnya aku kalah duel dengan nya "
Guru itu mengernyit " Kau, kalah duel darinya? "
Semua orang mulai penasaran dengan apa yang Dai Mu Bai bisikkan dengan guru nya, itu terdengar sangat serius.
" Kenapa kau bisa kalah dengan orang yang belum pernah kau lihat? apa kau membuat masalah lagi hah?! "
" Aku juga tidak tahu, saat aku sadar mereka sudah tidak ada disana? "
Guru itu terdiam " Kalau begitu... itu urusan mu "
Dai Mu Bai mengusap wajah nya frustasi, sangat sulit untuk berbicara dengan gurunya. Sepertinya Dai Mu Bai harus memberikan kompensasi atas janji yang tidak bisa dia tepati.
Tang Ryu menatap tajam Dai Mu Bai.
" Kak San, mungkinkah orang bernama Dai Mu Bai itu pernah membuat masalah dengan kak Ryu? "
" Aku tidak tahu " kata Tang San.
" Hei! cepat berikan tangan mu " katanya sedikit mengintimidasi.
Tang Ryu menghela nafasnya " Xiu Ying kamu turun sebentar ya "
" Eh? " ungkap Xiu Ying tidak terima.
" Nanti aku gendong lagi " katanya lembut yang berhasil membuat Xiao Wu bergidik ngeri.
" Baiklah " Xiu Ying turun dan di serahkan kepada Xiao Wu untuk memapahnya.
Tang Ryu berjalan menuju ketempat guru itu dengan wajah masam nya. Dia terlihat tidak begitu suka dengan peraturan yang mengikat, apakah dia juga perlu mencoba menjahilinya.
" Hmm, umurmu cocok tapi... " guru itu terdiam.
...[ Tuan sepertinya dia mencoba masuk ke dalam ruang kesadaran anda. Orang kurang ajar sepertinya, berani ingin bertemu dengan esensi Tuan Lucifer? tidak bisa dibiarkan ]...
' Lakukan sesukamu ' jawab Tang Ryu.
" K- kau boleh ikut masuk, dan Dai Mu Bai jangan biarkan anak ini melanjutkan tes lainnya. Dia sudah di terima langsung melalui ku " kata guru itu gugup.
" Eh? " Dai Mu Bai yang mendengar itupun tampak terkejut. Apakah hanya itu?
" Ck! cepat pergi sana! " seru guru itu mengusir mereka berlima.
Dai Mu Bai berbalik dan mendekat ke arah guru nya sebelum pergi " Ada apa guru? "
" Anak itu... jangan pernah main-main dengan nya "
__ADS_1
Guru itu masih terdiam di tempatnya. Kejadian itu sangat membekas dalam ingatan nya sekarang, saat di mana ia masuk ke dalam ruang kesadaran Tang Ryu. Yang dia lihat bukanlah pengalaman yang cocok untuk orang seusianya, guru itu melihat Tang Ryu yang tengah duduk menatapnya diatas tumpukan mayat yang hanya menyisakan tulang nya saja.
' Dia bukanlah monster... dia ... lebih cocok di panggil Ajin ( Iblis tertinggi ) ' kata guru itu dalam hatinya.