SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.

SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.
Tuan dan Maid


__ADS_3


Lima tahun kemudian. Di sebuah tempat bernama Kota Soto, Tang Ryu, Tang San dan Xiao Wu pergi berkelana bertiga dari akademi Nouding.


Di sini mereka berencana untuk kembali mencari akademi yang di rekomendasikan oleh gurunya Yu Xiaogang.


Pagi hari di suatu tempat.


" Jadi ini Kota Soto? wahhh " ungkap Xiao Wu dengan wajah bersinar.


Tang San tersenyum " Ya "


" Hei! gembul! jaga pandangan mu! " kata Tang Ryu yang ada di belakang mereka.


Xiao Wu berbalik " Kak Ryu! namaku bukan gembulll! aku Xiao Wu, X.I.A.O.W.U "


" Iya aku tahu gembulll " jawab Tang Ryu cuek.


Setelah mengakui Tang San sebagai kakaknya, Xiao Wu mau tidak mau juga harus memanggil Tang Ryu sebagai kakak tertuanya. Dia kira dengan begitu Tang Ryu akan sedikit merubah sikapnya, namun yang terjadi malah sebaliknya. Tang Ryu kerap kali menggoda Xiao Wu, sampai pernah membuat Xiao Wu mati rasa menahan emosinya.


" Kak San! lihat itu~ " curhat Xiao Wu kepada Tang San di sampingnya.


Tang San menggeleng-geleng " Cih! laporan terusss "


" Wlek! biarin " ledek Xiao Wu dari balik Tang San.


" Sudahlah Kak Ryu, kasihan Xiao Wu " mendengar itu Tang Ryu membalikkan wajahnya.


Tang San tersenyum, patut diakui bahwa Tang Ryu itu sangat jahil, apalagi terhadap keluarganya. Tapi Tang San lebih tahu dari siapapun, seberapa besar dan berat yang di tanggung Tang Ryu sebagai orang paling tua di keluarga nya sekarang.


Lihat saja bahunya yang lebar itu, padahal umurnya baru tiga belas tahun. Tang San bisa tahu kalau di balik bahu itu adalah tempat teraman dan ternyaman.


" Jadi banyak akademi yang menginginkan kita, tetapi kenapa guru Yu Xiaogang malah meminta kita masuk ke akademi tidak terkenal ini? "


Tang Ryu menopang dagunya " Hei gembul! kamu yang memaksa untuk ikut bukan? jadi diam dan jaga sikap manja mu " katanya sambil mencubit pipi Xiao Wu.


Pipi Xiao Wu mengembang " Hmp! bukankah itu kewajiban mu sebagai seorang kakak? "


" Hais! Tang San urus istri kecilmu ini " Tang San tampak canggung mendengar itu.


" Lupakan itu mari kita belanja, hatiku yang rapuh ini perlu hiburan sekarang " kata Xiao Wu membuat wajah imutnya.


" Uek! aku mual. Tang San aku turun dulu ya " kata Tang Ryu turun dari kereta kuda.


" Apa! " Xiao Wu pergi mengejar Tang Ryu yang lagi-lagi menjahilinya.


" Hei kalian! ya ampun... " ungkap Tang San mendesah.


" Apa mereka berdua baik-baik saja? " tanya si sopir mendekati Tang San.


" Mereka sudah biasa seperti itu " kata Tang San.


" Yang bener? " tanya si sopir memastikan, dia melihat dimana Tang Ryu terkapar setelah terkena tendangan Xiao Wu di jalan.


Tang San terdiam " Mungkin. Kami pergi dulu ya Pak makasih " kata Tang San berlari ke arah mereka, dia menarik Xiao Wu yang masih menendang-nendang Tang Ryu yang sudah pingsan.


Lenggang.


" Hehehe, ini enak sekali " kata Xiao Wu sembari memakan gulali nya.


" Xiao Wu ayo kita beristirahat dulu " ungkap Tang San yang khawatir dengan kondisi Kakak nya Tang Ryu di belakangnya.


Tang Ryu berjalan tertatih mengikuti mereka yang sejak tadi asik berbelanja dan menikmati wajah cantik orang tercintanya.


...[ Tuan Ryu. Kenapa anda berpura-pura kesakitan lagi? tadi juga anda sengaja tidak menghindar ataupun melawan Xiao Wu ketika dia memukul mu kan? ada apa? ]...


Tang Ryu yang mendengar itu dari sistem tampak tersenyum kecil " Kau sepertinya tidak tahu ya sistem? "


Xiao Wu terlihat menikmati berbelanja di kios makanan manisan ' Bagi orang seperti ku, yang sebelumnya tidak memiliki keluarga, namun di kehidupan ini ternyata memiliki nya. Tentu saja aku menganggap nya sangat mahal, bahkan melebihi kebahagiaan '


...[ Tapi tuan... jika suatu hari nanti anda malah menjadi musuh nya, maksud ku secara tidak sadar menjadi musuh dari keluarga mu. Apa yang akan anda lakukan? ]...


' Aku... '


" Kak Ryu? kamu baik-baik saja kan? " tanya Tang San khawatir, karena sejak tadi Tang Ryu berjalan sempoyongan.


" Xiao Wu, sepertinya Kak Ryu... "


" Wah! itu kemeja yang bagus sekali! " seru Xiao Wu memotongnya, dia melempar manisan yang baru saja ia makan setengah kepada Tang San.


" Topi yang cantik! aku mau ini. Yang benar saja murahan sedikit dong! " umpatnya kepala penjual baju.


Tang San terlihat pasrah dengan kondisinya sekarang, jika sudah menyangkut hal seperti ini dia sudah tidak bisa apa-apa.


' Cara berbelanja wanita memang menakutkan ' kata Tang San dan Tang Ryu di dalam hatinya.

__ADS_1


" Hei San kecil! aku izin ke kamar mandi dulu ya " bisik Tang Ryu.


" Kamar mandi? memangnya kakak tahu di mana tempatnya? " tanya Tang San.


" Kata siapa aku tidak tahu, dulu tuh ya aku pernah kesini kalau kamu belum tahu " katanya sambil menyorongkan dirinya.


' Itu bohong iya kan? karena kakak yang aku tahu tiada hari tanpa rebahan. Bahkan jika tidak ada kasur pun dia akan tertidur di lantai ' batinnya.


" Palingan kakak maunya pergi menjauh dari Xiao Wu bukan? " kata Tang San pelan.


" Ssstt! apa kamu mau melihat kakak mu ini pingsan lagi? " Tang Ryu menutup mulut adiknya dengan cepat.


Xiao Wu terlihat masih asik bernegosiasi dan memilih banyak sekali barang. Sementara itu Tang Ryu sedang berencana pergi dari tempatnya.


" Nanti kalau Xiao Wu bertanya, katakan saja kamu tidak tahu "


" Kak San " seru Xiao Wu mendekat ke arahnya.


Setelah tiba di depan Tang San, Xiao Wu menoleh ke sana kemari seperti sedang mencari sesuatu " Di mana Kak Ryu? "


Tang San terdiam " Itu... aku tidak tahu... " katanya berpura-pura.


Xiao Wu menyipitkan matanya, dia melihat Tang San memainkan anak rambutnya seperti biasanya. Dia berbohong, tapi Tang San tidak tahu kalau dia payah dalam hal itu.


" Awas saja kalau sampai ketemu~ " geram Xiao Wu mempersiapkan pukulannya.


Tang San menoleh ke samping menghindari tatapan adiknya Xiao Wu ' Kakak maaf... sepertinya kamu harus menyiapkan ginjal mu ketika bertemu kami lagi nanti '


Xiao Wu dan Tang San memutuskan untuk masuk ke dalam sebuah toko, di dalamnya banyak sekali barang-barang asing yang tidak pernah di temui di Bumi. Dan disana Tang San menemukan sebuah benda yang pernah dia lihat sebelumnya.


Tang Ryu berlari ke suatu tempat yang jauh dari jalanan kota, gerakan nya lincah seperti seekor kucing. Entah dimana pun tempat nya, wanita itu memang tidak bisa di tentang terutama dalam urusan berbelanja.


" Fiuh! untuk saja aku sedikit tahu tempat ini dari fisual animasi soul land dan novel nya " Tang Ryu terduduk lemas di atas sebuah bangunan bertingkat di sana, dan tertidur seperti biasanya.


...****************...


Patut kalian ketahui bahwa dalam cerita terdapat banyak sekali tokoh sampingan, termasuk salah satunya adalah remaja wanita ini yang berakhir menjadi budak di penampungan.


Namanya Xiu Ying, usianya tujuh belas tahun. Namun karena tingginya tidak lebih kecil dari anak gadis, banyak orang menganggap nya masih kecil. Yang menjadikan dirinya dianggap tidak berharga di penampungan.


Karena biasanya budak digunakan untuk kepentingan pribadi, apalagi kalau wanita sepertinya yang umumnya digunakan sebagai budak **** dan bagi laki-laki digunakan sebagai budak pekerja. Tapi ada juga yang sebaliknya, entahlah kalian para pembaca mungkin punya imajinasi yang lebih liar dari pada saya.


" Tuan kita mau kemana? " tanya Xiu Ying kepada orang di depannya.


" Diam! jangan banyak tanya! kau seharusnya bersyukur karena ada seseorang yang akan membeli mu " tegur nya kasar.


Dulu orang itu jugalah yang telah membakar desa tempat nya tinggal, dia juga yang telah membunuh kedua orang tuanya, dan dia jugalah yang telah mengikat nya sebagai budak di tempat kumuh ini.


Xiu Ying bersama orang itu berjalan masuk ke dalam tenda besar berwarna merah, di dalam sana sudah ada seorang anak remaja yang telah menunggunya.


' Jadi... dialah yang akan menjadi Tuan baru ku? '


" Hei! cepat menunduk! " tegur orang di sampingnya.


Xiu Ying mau tidak mau turut menundukkan wajah nya sebagai penghormatan, tapi siapa yang yang akan tidak penasaran dengan indentitas orang yang akan membeli nya. Xiu Ying sengaja mengintip nya sedikit demi sedikit.


' Dia ... ' Xiu Ying terdiam cukup lama. Wajah orang yang tengah duduk di depannya itu memang terbilang tampan.


Rambutnya nya berwarna kecoklatan, dengan manik mata yang coklat ke emasan. Apakah dia seorang bangsawan? tapi sepertinya tidak. Karena tidak ada penjaga yang biasanya di bawa oleh orang bangsawan.


" Maaf sudah menuggu Tuan " kata orang itu kepada orang yang akan membeli budaknya.


" Hmmm. Tidak masalah... " katanya sambil menopang dagunya.


" Heheh, baiklah. Jadi... apakah anda ingin membeli nya Tuan? " katanya tanpa sadar tengah meneteskan air liurnya.


' Sial! jijik sekali melihatnya '


Tidak ada yang tahu siapa orang yang sedang duduk di bangku kursi itu, dia adalah Tang Ryu yang telah bosan dengan keseharian nya. Kebosanan nya itu jugalah yang membuat nya berbuat jauh sampai melakukan hal menyeramkan nantinya.


" Hmp? " Tang Ryu melirik ke tempat di mana ada anak kecil di belakang orang itu.


" Tapi sepertinya aku lupa bawa uang nya "


" Hah? "


" Bercanda... ayolah aku ini terlalu kaya untuk membawa uang sebanyak itu. Jadi tulis saja di cek ini berapa yang kau mau " kata Tang Ryu sambil menyerahkan selembar kertas ke arahnya.


" Haha, tidak masalah tidak masalah " katanya sambil mengambil selembar kertas pemberian Tang Ryu.


Daun telinga Xiu Ying tampak bergerak sedikit, yang membuatnya terkejut akan hal yang akan terjadi.


" Kamu bisa mendengar ku? "


" Itu... " Xiu Ying melirik ke tempat Tang Ryu.

__ADS_1


" Ini kemampuan dari salah satu teknik spirit ku. Jadi jangan takut karena kelihatannya kamu sedang ketakutan sekarang "


Xiu Ying mengangguk, menarik nafasnya supaya tenang.


" Apakah kamu yakin ingin hidup sebagai budak ku? "


" Jika Tuan sudah membeli ku maka aku sudah menjadi budak mu dengan otomatis. Lagi pula apa yang bisa saya harapkan? "


Tang Ryu terdiam, anak itu sepertinya lebih dewasa dari kelihatannya. Entah mengapa ada ketertarikan sendiri terhadap nya. Tang Ryu tersenyum kecil, seperti nya dia tidak akan merasa bosan sekarang.


" Apa permintaan mu? "


" Permintaan ku? "tanya Xiu Ying.


" Sebagai orang ku tentu saja aku harus memberikan sesuatu kepada mu, jadi katakan apa saja yang kamu mau "


" Apa saja? " tanya Xiu Ying memastikan.


Tang Ryu mengangguk " Apa saja "


" Kalau begitu... tolong bunuh orang-orang yang telah membuat ku menderita sampai sekarang " kata Xiu Ying yang belum juga di tanggapi " Sepertinya itu tidak bisa ya... " keluhnya.


Tang Ryu tersenyum " Kata siapa tidak bisa? hei perlu kamu tahu, aku tengah memikirkan cara yang baik untuk membunuh mereka. Jadi tenang lah "


Ketika mendengar itu tentu saja Xiu Ying merasa ragu, tetapi siapa yang akan menduga? bahkan orang-orang yang ada di penampungan budak itu.


" Terimakasih Tuan " kata orang itu menunduk hormat.


" Hei? bukankah aku sudah membayar mu? itu berarti dia sudah menjadi milikku kan? " tanya Tang Ryu menunjuk Xiu Ying.


" Itu tentu saja... " katanya gugup.


Tang Ryu tiba-tiba tersenyum bukan! lebih tepatnya menyeringai lebar, seakan-akan sesuatu yang sangat lucu telah dia alami.


...[ Korban tewas : 5 ]...


" Tuan? " tanya orang itu khawatir.


...[ Korban tewas : 11 ]...


" Haha maaf maaf! " kata Tang Ryu bangkit dari tempat nya. Bahkan Xiu Ying pun merasa bergidik negeri.


...[ Korban tewas : 25 ]...


" Aku tidak tahu apa yang kau tertawa kan tuan. Tapi jika kau macam-macam dengan organisasi ku "


Orang itu membangkitkan cincin spiritnya, dua cincin berwarna putih, dan satu cincin berwarna kuning.


' Oh tidak ' gumam Xiu Ying khawatir.


...[ Korban tewas : 32 ]...


" Hei! siapa yang menyuruhmu hah?! "


Tiba-tiba ruangan terasa seperti di tekan, Tang Ryu berdiri di dengan sombong di kursinya. Sama seperti orang itu, tiga cincin mencuat dari tubuh Tang Ryu.


Tapi itu sangat jauh berbeda. Dua cincin berwarna ungu, dan satu cincin berwarna hitam legam.


" Ci... cincin.... sepuluh ribu tahun?! " kata Xiu Ying dan orang itu terkejut bukan main.


" Itu mustahil! " kata orang itu menyangkal.


" Heh? hanya orang bodoh yang suka menyalahkan keadaan " pesan Tang Ryu.


Xiu Ying terdiam di tempatnya.


" Kau?! pembo... "


Slas!!!


Baru lima detik berlalu dan kini orang itu bersama seluruh anggota bawahannya telah tewas di tangan Tang Ryu. Teknik spirit Tang Ryu Sutra emas, ternyata lebih menyeramkan dari kelihatannya. Orang itu mati dengan tubuh terpotong potong.


Xiu Ying sangat takut saat itu. Tapi dia juga sangat ingin melihat orang yang telah menghancurkan hidup nya mati, dan sekarang orang itu bersama semua bawahan nya mati tepat di depan matanya.


" Jadi sekarang... " Tang Ryu berjalan mendekati Xiu Ying yang sepertinya takut dengan kehadiran nya.


" Tu... tuan... " katanya takut, seluruh badan Xiu Ying tampak menggigil.


Namun Xiu Ying tidak menyangka dia akan mendapatkan pelukan hangat darinya, setelah sekian lama, dan Xiu Ying kembali merasakan kehangatan yang pernah dia lupakan.


" Kamu tahu aku sekarang. Jadi masihkah kau ingin bersama ku? "


Xiu Ying terdiam cukup lama di dalam pelukan Tang Ryu " Aku tahu masa depan seperti nya akan suram untuk ku, tetapi... aku sudah menjadi orang mu. Dan sampai raga dan jiwa ini mati sekalipun, aku harap anda tetap mau melindungi ku "


Tang Ryu " Itu bagus. Jadi siapa nama mu? "

__ADS_1


" Namaku... Xiu Ying... " saat itu Tang Ryu melihat bunga di manik mata Xiu Ying. Bunga yang sama yang pernah membuat nya jatuh cinta dengan profesi nya sebagai artis di Bumi.


__ADS_2