
Qian Ren Xue menatap keluar goa yang tampak gelap dan di penuhi rentetan hujan. Seharusnya dia tidak nekat melakukan pelatihan di luar rumah. Tapi untung nya ada Tang Ryu yang datang menolongnya.
" Kau masih kedinginan? " Qian Ren Xue hanya dia, dia sama sekali tidak menanggapi pertanyaan Tang Ryu.
" Sudah mulai gelap. Tidurlah "
Lagi-lagi Qian Ren Xue tidak menggapai Tang Ryu yang ada di sampingnya.
Tang Ryu merasa alasan Qian Ren Xue diam adalah dirinya. Jadi dia memutuskan untuk pergi dari sana, tetapi.
" Ada apa? " tanya Tang Ryu begitu melihat Qian Ren Xue menarik jarinya.
" Jangan pergi " katanya pelan.
Tang Ryu menatap kedua mata Qian Ren Xue, walaupun suaranya begitu kecil dia masihlah mendengar ajakannya. Kecantikan seseorang yang di anugrahi roh malaikat memang tidak bisa dianggap remeh.
" Baiklah tapi... "
" Dingin~ "Qian Ren Xue menggigil kedinginan akibat hujan deras malam itu.
Tang Ryu berdecak pelan, entah dimana pun tempat nya perempuan selalu saja sulit untuk di mengerti. Tang Ryu kembali duduk di belakang Qian Ren Xue.
" Ryu... " Qian Ren Xue menoleh. Saat ini Tang Ryu tengah memeluknya erat dari arah belakang punggungnya.
" Aku juga kedinginan " jujurnya.
Qian Ren Xue yang mendengar itu tersenyum kecil. Ternyata Tang Ryu terlihat sedikit lucu ketika gugup. Dan yang lebih penting Qian Ren Xue belum pernah merasakan perasaan seperti ini.
" Hangat~ " ungkapnya.
Tang Ryu mengangkat alis nya bingung " Boleh aku panggil kamu Xue? "
Qian Ren Xue hanya mengangguk sebagai tanggapan nya. Gadis kecil itu hanya diam menikmati kehangatan yang selama ini belum pernah dia rasakan.
" Bagaimana bisa kamu sampai ke tempat ini, bukankah bahaya bagi anak kecil seperti mu berkeliaran di jalanan? "
" Aku terseret arus sungai, lagi pula kamu kan juga masih anak kecil? kenapa kamu disini? "
" Rumah ku berada di sebrang sini "
" Oh~ " Qian Ren Xue baru tahu ada pemukiman di daerah ini. Apa mungkin itu kota kecil?
" Xue... " Tang Ryu terkejut begitu melihat Qian Ren Xue menempelkan lebih erat tubuh putih halusnya ke pelukannya.
" Kau tidak takut dengan ku? "
" Tidak... "
" Jangan bilang kamu pernah di perlakukan seperti ini? " tanya Tang Ryu memastikan.
" Kamu kira aku perempuan apa heh? kamu orang pertama yang berani melakukan hal nekat seperti ini " Qian Ren Xue menaikan intonasinya " Dan semoga hanya kamu orang yang pernah melakukan ini " gumamnya.
Tang Ryu terdiam.
" Kenapa kamu sekarang diam saja? "
" Cih! jujur saja Xue, walaupun aku itu masih kecil tapi aku tetaplah seorang lelaki. Lalu kamu? cobalah mengerti. Bagaimana jika aku melakukan sesuatu yang buruk kepada mu? "
Sekarang giliran Qian Ren Xue yang terdiam.
Dia lupa kalau mereka itu berbeda jenis, dan juga bagaimana bisa dia lupa hal sederhana seperti ini.
" Lebih baik kita... " Tang Ryu terjatuh oleh dorongan Qian Ren Xue.
" Katanya kalau ingin hidup selamanya itu sepasang orang harus saling terhubung "
Qian Ren Xue sadar dengan apa yang dia ucapkan, karena dia walaupun masihlah kecil dia sudah mendapatkan pendidikan di keluarga besarnya tentang hubungan lelaki dan perempuan.
" Kau sebaiknya jangan mengada-ada "
Tang Ryu melihat tatapan Qian Ren Xue yang tajam dan meyakinkan. Bagaimana bisa gadis kecil seperti nya berani memulai hal seperti ini.
" Xue... kau pasti sudah lelah " elaknya.
" Tidak! " Qian Ren Xue menempelkan dadanya yang telanjang dengan milik Tang Ryu di bawahnya.
" Aku tidak berbohong. Kamu bisa mendengar nya bukan? suara jantung ku " Tang Ryu terdiam gadis itu benar-benar tidak sedang bermain-main.
Wajahnya mulai memerah menahan malu, tapi hanya dengan melakukan hal seperti ini dia akan selalu bisa merasakan kehangatan yang selama ini tidak pernah dia dapatkan.
Tang Ryu menghela nafas " Istirahatlah "
Tangan nya begitu lembut meraih kepala Qian Ren Xue dan menempatkan nya ke dadanya sendiri. Semoga saja dengan begitu Qian Ren Xue bisa sedikit lebih tenang.
Qian Ren Xue bisa mendengar suara detak jantung Tang Ryu yang turut berdetak mengikuti suara jantung nya. Mereka berdua sama-sama gugup.
" Kita masihlah anak-anak Xue "
" Iya... tapi... "
" Aku juga tidak tahu siapa kamu dan kamu juga belum tentu tahu siapa aku bukan? "
__ADS_1
" Itu... "
" Tapi aku tidak punya hak untuk melarang mu menyukai siapapun itu dan juga tidak punya hak untuk melarang mu menyukai siapapun itu " Tang Ryu menahan nafasnya.
" Jadi terserah kamu mau melakukan apa "
Qian Ren Xue yang mendengar itu semakin memerah dengan senyuman nya. Dari apa yang Tang Ryu ucapkan Qian Ren Xue boleh menyukai atau membenci dirinya.
" Terimakasih... "
" Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, lagi pula siapa yang tidak mau di pelukan orang secantik kamu ini? "
Qian Ren Xue tertawa renyah " Dari mana kamu belajar kalimat manis seperti itu? "
" Kami juga dari mana belajar hal seagresif ini di usiamu? "
" Dari ibuku... maksudku bibi " Tang Ryu yang mendengar itu hanya tersenyum, mana mungkin dia tidak tahu siapa orang tua gadis di depannya.
" Katanya bayi akan terlahir jika kita melakukan sesuatu lebih dari ini " ungkapnya penasaran.
" Sudah cukup Xue tidurlah! " kata Tang Ryu mencegah Qian Ren Xue mengatakan hal gila lebih lanjut.
" Ngomong ngomong aku bisa tidur di samping mu "
" Tidak! lantai nya terlalu dingin untuk kulit seputih kamu. Tidur saja di atas ku "
Qian Ren Xue merasa enggan saat tahu Tang Ryu mengatakan hal itu. Tapi baju Tang Ryu yang longgar di buat mereka untuk alas Tang Ryu. Sementara itu Qian Ren Xue sedang telanjang, untung saja pelukan Tang Ryu lebih dari cukup untuk menghangatkan tubuh nya.
" Ryu... boleh aku berkata jujur " Qian Ren Xue masih setia mendengar detak jantung Tang Ryu.
" Apa? "
" Tolong... jangan tinggalkan aku... "
" Itu... "
" Kamu sadar kalau aku mencintaimu bukan? jadi tolong... turuti kemauan gadis egois yang baru pertama kali merasa kehangatan oleh kasih seperti ku "
" Tidurlah Xue. Mungkin saja pikiran mu akan berubah lebih jernih "
" Tidak! hanya kamu orang pertama yang memberikan aku kasih seperti ini. Tidak ibuku bahkan orang-orang di rumah "
" Kamu benci ibumu? "
" Aku... "
Tang Ryu mencium dahinya lembut, walaupun Qian Ren Xue belum mendengar balasan atas permintaannya dia tahu bahwa Tang Ryu adalah orang terbaik untuk nya.
" Nina bobo... oh... nina... bobo... "
' Maaf Xue. Aku rasa hidupku tidak bisa selama itu menemani mu ' Tang Ryu menatap hujan deras di luar sana. Pikiran nya tiba-tiba kosong. Sudah berapa banyak kisah ini melenceng dari cerita aslinya.
...[ Fabel yang diubah 15% ]...
...****************...
Embun pagi mulai terlihat di luar sana dan tetesan bekas hujan tadi malam masih terlihat segar.
" Ryu? " Qian Ren Xue melihat ke tempat ia tidur. Tidak ada siapapun disana selain dirinya, apa mungkin dia meninggalkan nya?
" Surat? "
Selamat pagi gadis kerbau! akhirnya kamu bangun juga. Ngomong-ngomong aku sudah membakar beberapa ikan disana, kalau lapar makanlah. Nanti siang aku akan kesana lagi, hari ini aku perlu menghadiri acara kebangkitan spirit ku. Jadi... jangan pergi dari sana. Ok!
Qian Ren Xue tertawa kecil. Dia melihat ada lebih dari tiga ikan yang Tang Ryu siapkan untuk nya. Sepertinya dia akan lelah menunggu ke hadirannya.
Sementara itu di gedung tempat kebangkitan diadakan.
" Hei Tang muda! apakah acaranya sudah di mulai? " tanya Tang Ryu mendekati Tang San yang berada di luar bersama anak-anak lainnya.
" Eh? kakak! dari mana saja kamu? " kata Tang San terkejut.
" Kalau itu~ "
" Baiklah aku penguji hari ini. Aku seorang great master level 26 dengan profesi spirit master " kata orang di depan memotong pembicaraan mereka.
Tang Ryu menghela nafasnya. Tang San menatap kakak nya yang tampak bersyukur karena berhasil menghindar dari pertanyaan nya tadi.
' Hm? ada yang aneh? " batin Tang San.
" Aku akan memandu kalian hari ini untuk membangkitkan spirit kalian. Hari ini kalian akan membangkitkan essence spirit. Dan essence kalian juga akan di tes level nya "
" Mereka yang layak akan menjadi spirit master " kata penguji itu menggambarkan apa yang dia maksudkan.
' Aku rasa anak-anak disini ini terlalu polos untuk mengerti hal seperti itu tuan ' batin Tang Ryu ' Kecuali anak disamping ku ini '
...[ Anda juga termasuk tuan ]...
" Ya aku tahu itu. Diam lah! " tegurnya.
...[ Dasar lolicon! ]...
__ADS_1
Tang Ryu terlihat menahan amarahnya atas perlakuan sistem yang melebelinya sebagai penjahat kelamin.
' Seandainya aku bisa memilih, aku juga tidak mau berada di tubuh anak sekecil ini sialan '
...[ (눈‸눈) ]...
" Sekarang akan aku tunjukkan bentuk spirit dari spirit master sesungguhnya. Perhatikan " penguji itu memasang kuda-kuda nya.
" Baik! " jawab anak-anak serentak.
" Lone wolf! BERUBAH! "
Keadaan dari penguji itu berubah menjadi seperti serigala. Di belakangnya terdapat sosok seorang serigala buas yang menatap mereka dengan tajam.
" Sekarang mari kita mulai. Ada dua jenis bentuk spirit, yaitu alat dan juga binatang dan Lone wolf ku adalah spirit binatang "
Penguji itu menunjuk salah satu anak di sana dan cahaya mulai muncul di tempat anak itu berada " SPIRIT BANGKITLAH!!! "
" Spirit mu adalah spirit alat sapu tangan, dan itu adalah spirit sampah. Kau gunakan saja untuk mengelap ingus mu "
" Perlu kalian tahu, spirit sampah tidak memiliki daya serang, pertahanan dan support "
" Jadi sekarang mari kita lihat level essence spirit mu? letakkan di rimu disana "
Level essence penting bagi seorang spirit master. Itu menentukan level dimana latihan akan segera dimulai. Hanya orang yang memiliki level essence ketika spirit mereka dibangkitkan, yang dapat melatih spirit mereka.
" Cih! level nol. Selanjutnya "
" Spirit alat spatula level essence nol " penguji itu berdecak.
" Spirit alat mangkuk level essence nol " dia memijat pangkal hidung nya yang terasa berat sedikit.
" Spirit alat sekop level essence nol "
" Spirit alat botol level essence nol " penguji itu mengusap wajah nya frustasi.
" Spirit alat rumput sungai. Bahkan orang bodoh pun tahu itu spirit sampah sial! " dia kali ini mengumpat karena terlalu kesal dengan jenis spirit mereka.
" Hahaha rumput yang tumbuh dimana mana bahkan peternakan babi ku tidak mau memakannya " ejek anak-anak yang lain.
" Sudah cukup! ini membuang-buang waktu ku, kalian berdua yang terakhir cepat kedepan " kata penguji itu menunjuk Tang Ryu dan Tang San.
Tang Ryu yang berada di sampingnya melihat rumput sungai keluar dari telapak tangan Tang San dan dia juga samar-samar melihat bentuk spirit lain di tangan satunya.
Sementara dirinya dia tidak begitu tahu dengan bentuk spiritnya tetapi begitu cahaya menyelimuti tubuh nya. Tangan nya bergetar hingga mampu menimbulkan lekukan tipis yang membentuk kipas di sana.
" Hem kalian berdua aneh sekali "
" Aneh? " tanya Tang San.
" Kami mempunyai spirit sampah rumput sungai, tapi level spirit mu... level penuh... "
" Dan kamu? kipas? itu memang terlihat indah tapi levelnya... level dua? "
...[ Dasar penguji bodoh! level tuan itu dua kali lipat dari Tang San! aku kutuk alat hitung mu ini musnah! ]...
" Eh? ada apa dengan alatnya? " penguji itu baru sadar alatnya mulai kehilangan fungsi utamanya.
' Sistem. Apa yang kamu lakukan? ' tanya Tang Ryu dalam hatinya.
...[ Aku tidak melakukan apapun. Alat itu rusak karena terlalu banyak memindai level spirit anda ]...
' Benarkah? ' tanya Tang Ryu kembali memastikan.
...[ (─.─||) ]...
" Ck! sudah cukup, kalian boleh keluar dulu "
Setelah itu seluruh anak-anak yang berada di dalam gedung keluar kembali ke rumahnya masing-masing. Sedangkan Tang Ryu dan Tang San mereka berdua kembali dengan kakek Jack yang menunggu di luar.
Sementara itu penguji yang berada tadi berada di dalam keluar dengan wajah lesunya. Sepertinya dia kecewa karena uang untuk membeli alat seperti ini tidak sedikit.
" Jadi Tang San spirit apa yang kamu bangkit kan, kok bisa kamu membangkitkan level spirit harmonisasi? "
" Yeah~ mungkin aku beruntung " jawabnya ngasal, tapi pantas saja kemampuan teknik dari Sekte Tang nya tersendat.
Tang San melihat ke tempat Tang Ryu kakak nya berada ' Ada apa dengan kakak? biasanya dia kan ada di depan kalau berjalan '
Jack melirik ke tempat Tang Ryu yang baru kali ini diam dan tidak banyak bicara " Kalau kamu Ryu? "
Tang Ryu menatap mereka bergantian " Aku sama seperti Tang San, spirit sampah dengan level setengah darinya "
" Oh~ " Jack merasa sedikit bersalah karena bertanya, mungkin saja anak itu tidak suka dengan bentuk spiritnya.
Dewa sungguh kejam, bisa-bisanya keberuntungan tidak berpihak kepada ke dua anak ini. Tapi Jack tua itu tidak tahu kalau para Dewa sedang kesal dengan keberuntungan Tang Ryu dan Tang San.
" Hei San? " Tang Ryu berbisik kepada Tang San yang terkejut,.baru kali ini dia mendengar kakak nya memanggil namanya.
" Ada apa? " Jack tua yang melihat itupun hanya diam.
" Aku mau ke tempat biasanya dulu, aku lapar nanti kalau ada sesuatu bilang ke Tang besar ya aku sedang di dalam sana "
__ADS_1
Tang San menelengkan kepalanya. Dia menganggap kalau Tang Ryu sedang butuh waktu untuk menyendiri, dan karena itu juga dia setuju tanpa tahu kebenarannya.
" Hei! Ryu! mau kemana kau lari sendirian! " teriak Jack yang melihat Tang Ryu berlari menjauh dari mereka berdua.