SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.

SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.
Malam dan Pembuktian


__ADS_3


" Ayo kita bertarung! " seru Xiao Wu kepada orang berambut pirang di depannya.


Tang San menghadang Xiao Wu yang melangkah ke depannya " Xiao Wu apa kamu lupa dengan yang aku katakan tadi? biar aku yang menanganinya "


Xiao Wu terkejut " Tapi aku ingin mengeroyoknya bersamamu! " serunya tanpa merasa bersalah.


" Eh? mengeroyoknya? " mendengar itu Tang San terkejut sekali, bisa-bisanya Xiao Wu berduel dengan cara kotor seperti itu.


" Lupakan! " kata orang berambut pirang " Aku tidak tertarik bertarung dengan anak berumur dua belas tahun "


" Apa kau meremehkan kami?! " umpat Xiao Wu, gadis itu sepertinya belajar perkataan kotor dari meniru kakak nya yang satu.


Orang berambut pirang itu tampak sedang berpikir sesuatu " Ada satu alasan kenapa anak berbakat seperti kalian berdua datang ke Kota Soto dan semua anak-anak itu berumur dua belas tahun "


" Heh? jadi apa itu? " tanya Tang San meremehkan.


Orang berambut pirang itu berbalik dan kembali memeluk wanita-wanita malam di sisinya " Ujian masuk ke akademi Shrek "


Tang San tersenyum tipis.


" Kalau kau punya masalah di akademi, pakai saja namaku. Evil Eyed Tiger, Dai Mu Bai " katanya berlalu meninggalkan ruangan.


" Evil Eyed Tiger " gumam Tang San ' Dai Mu Bai '


" Hei! nama ku Xiao Wu! dan dia salah satu kakak ku Tang San! " seru Xiao Wu memperingati Dai Mu Bai.


" Xiao Wu? " kata Tang San menenangkan.


" Hmp! apa yang salah? aku hanya memberi tahu nya untuk hati-hati di jalan. Tang San apa kamu lupa dengan kakak mu jika tahu kita berdua mengalami hal seperti ini "


Tang San terdiam " Itu... " memang benar kalau Tang Ryu akan membiarkan mereka mengalami pertarungan sebagai latihan, tapi begitu selesai Tang Ryu akan mematahkan orang-orang yang menjadi musuh mereka berdua.


Dai Mu Bai melirik sedikit ke arah dua anak remaja di belakangnya ' Mereka punya kakak? ' batin Dai Mu Bai dalam hatinya.


Sementara itu di jalanan Kota Soto Tang Ryu dan Xiu Ying berjalan berdekatan dan tengah mencari sebuah toko pakaian.


" Toko ini sepertinya menarik. Ayo Xiu Ying " ajak Tang Ryu menarik tangan Xiu Ying masuk ke dalam sebuah toko pakaian.


" Eh? tapi tuan... saya tidak punya uang " keluh Xiu Ying menyesali perbuatannya.


Tang Ryu tertawa kecil " Tuan? apa ada yang lucu? "


" Haha. Tidak-tidak! sepertinya kamu lupa seberapa banyak uang yang aku punya? " kata Tang Ryu meremehkan.


" Eh? " seru Xiu Ying yang sadar dengan kebodohan nya, bagaimana bisa dia lupa kalau Tuan barunya ini sangat kaya.


Suara lonceng terdengar, pintu kaca toko pakaian itu perlahan terbuka. Seorang wanita yang merupakan pekerja di toko pakaian itu segera menyambut Tang Ryu yang masuk.


" Selamat datang Tuan. Adakah yang bisa saya bantu? " sapa nya sopan.


" Iya. Saya ingin beberapa pakaian, bisakah kamu memilih kan itu untuk nya? " tanya Tang Ryu.


Wanita pekerja itu melirik seorang wanita yang ada di belakang Tang Ryu ' Tanda budak? ' katanya dalam hati, setelah melihat ukiran budak di leher Xiu Ying.


" Tentu saja bisa Tuan " katanya menunduk hormat.


Tang Ryu melangkah mendekati nya " Hmm, cari saja beberapa pakaian maid yang sedikit terbuka, bisakan? " bidiknya.


" Eh? " wanita itu menatap Tang Ryu, melihat dia tersenyum wanita pekerja itupun faham dengan maksud Tang Ryu.


" Tenang saja Tuan. Saya akan menyiapkan banyak pakaian maid yang sangat cocok untuk nya " kata nya sambil memberikan jempol.


" Aku suka itu " kata Tang Ryu berkedip.


" Tuan? apa yang kalian bicarakan? " tanya Xiu Ying.


Wanita pekerja itu dengan cepat menarik Xiu Ying yang terlihat sangat bingung sekali, dia di bawa ke sebuah ruangan ganti. Dan lebih parahnya, Xiu Ying di paksa untuk mencoba dua puluh sed pakaian maid di dalam.


' Tuan? ' batinnya Xiu Ying dengan senyum terpaksa.


Tang Ryu menunggu di depan ruangan. Jika tidak salah, sepertinya Tang San sudah selesai melakukan duel dengan orang yang bernama Dai Mu Bai. Jadi, kapan dia akan bergerak?


' Hmm. Cocoknya aku apakan Dai Mu Bai itu ya? '


" Tuan? " Xiu Ying berjalan mendekati Tang Ryu yang tengah melamun di pojokan.


Jujur saja Xiu Ying sendiri merasa kagum dengan wajah Tang Ryu yang rupawan, tapi katanya tuan nya itu bukan dari kalangan bangsawan. Namun dengan wajah sebaik itu, mungkin itu dari genetik ke dua orang tuanya.


...[ Sepertinya orang-orang di dunia ini tidak akan tahu jika anda di ciptakan dari esensi Tuan besar Lucifer ]...


" Sudah selesai? " tanya Tang Ryu mendekat.

__ADS_1


" Sudah, tapi tuan membeli barang sebanyak ini itu sedikit boros bukan? " tanya Xiu Ying khawatir.


Tang Ryu tersenyum dan mengabaikan ungkapan Xiu Ying " Jadi berapa harganya? "


" Jumlahnya ada dua ratus keping emas " jawab wanita pekerja itu.


" Ini " kata Tang Ryu memberikan cek nya kepada wanita itu " Isi saja sesuai harganya, kami pergi dulu "


" Terimakasih Tuan " kata si wanita pekerja itu.


Tang Ryu mengangguk dan mengambil semua sed pakaian yang dia beli ke dalam cincin ruang nya. Lagi, Xiu Ying terkejut dengan itu. Benda dengan fungsi ruang di dalamnya sangat lah mahal, dan yang termurah sekitar setengah juta emas. Tapi milik tuannya itu, sepertinya sangat mahal.


" Kita mau kemana lagi Tuan? " tanya Xiu Ying yang merasa penasaran.


Tang Ryu sedang berpikir " Kemana ya? bagaimana kalau kita cari sebuah penginapan? "


" Emm, baiklah "


" Ini pakai " kata Tang Ryu menyerahkan cincin ruang nya kepada Xiu Ying.


" Tapi... " Xiu Ying hendak menolak barang semahal itu, tetapi Tang Ryu lebih dulu membisikinya.


" Sebagai balasannya. Kau harus selalu tidur dengan ku...Xiu Ying... " baiknya halus.


Daun telinga Xiu Ying memerah menahan malu, dia tidak sanggup melihat wajah Tang Ryu yang sedang menggoda nya. Tentu dia faham dengan situasi nya sebagai budak, tetapi jika di goda seperti itu.


" Hmm. Sudahlah jangan gugup, bukankah kau sudah cukup umur? itu... " Tang Ryu melihat orang yang sedang dia pikirkan tadi di toko.


" Siapa dia? " tanya Xiu Ying.


Dai Mu Bai berjalan menjauh dari tempat bar yang biasa dia datangi, tetapi bukan itu alasan dia mencari tempat sepi di gang. Sejak tadi dia merasa ada seseorang yang mengikutinya.


" Hei! sudah cukup mengikuti ku. Apa mau mu? "


Dai Mu Bai berhenti dan menoleh ke belakang.


Di sana dia melihat seorang pria berumur tiga belasan dan seorang wanita yang entah berapa usia nya. Karena Sepertinya usia dan penampilan wanita itu sangat bertentangan.


" Halo Dai Mu Bai " sapa pria itu tersenyum.


Dai Mu Bai mengernyit " Dari mana kamu tahu nama ku? " tanya nya menyelidik.


" Apakah itu penting? "


" Cih! aku menduga kau terlalu menganggap kuat dirimu sendiri. Sejak dari bar itu, kau mengikuti ku tanpa menyembunyikan keberadaan mu bersama bawahan mu " ungkap Dai Mu Bai melihat ke arah Xiu Ying yang berpakaian buruk.


" Oh gawat. Ternyata aku sudah ketahuan " kata Tang Ryu berlagak terkejut.


' Ada apa dengan orang ini ' Dai Mu Bai berpikir ada yang salah dengan pria di depannya.


" Hei. Boleh aku meminta sesuatu padamu? " tanya Tang Ryu.


" Itu tergantung kemampuan mu " jawabnya.


" Bisakah aku masuk ke akademi Shrek dengan Maid ku ini, tetapi tanpa melakukan tes tes nya? "


Dai Mu Bai cukup terkejut ketika tahu Tang Ryu ternyata mengincar itu darinya " Jika kau bisa mengalahkan ku, mungkin bisa saja "


" Itu cukup. Kalau begitu bagaimana dengan sekarang? " tanya Tang Ryu memastikan.


" Itu lebih baik tapi ... " Dai Mu Bai mengeram dan mengeluarkan tiga cincin roh nya " Sepertinya itu mustahil... "


" Haha mustahil? " melihat Tang Ryu yang tiba-tiba tertawa tanpa sebab membuat Dai Mu Bai marah.


" Apa yang kau! " seru Dai Mu Bai.


" Game Over! " kata Tang Ryu mengakhiri pertarungan.


Gelap.


Dai Mu Bai mubai perlahan mulai sadar, dia berusaha bangun dari tempatnya. Apa yang terjadi? itulah yang sedang dia pikirkan sekarang. Sudah berapa lama dia pingsan.


" Orang itu dimana dia? "


Dai Mu Bai terdiam seketika. Dia terjatuh di tengah-tengah genangan darah yang mengotori pakaiannya. Dai Mu Bai seketika tahu kalau bau darah itu adalah miliknya, tapi kenapa dia berdarah.


Dai Mu Bai terdiam di tempatnya cukup lama. Dia tidak tahu alasan yang pas kenapa dia pingsan, tapi ada satu hal yang sangat dia fahami. Dai Mu Bai kalah melawan pria asing itu.


" Siapa dia? "


Lenggang.


Tang Ryu dan Xiu Ying masuk ke dalam perumahan yang baru saja mereka sewa. Rencananya dia akan menginap dua hari di tempat itu. Tang Ryu seperti punya rencana sendiri di sana.

__ADS_1


" Tuan! itu bukankah ini sedikit terlalu melenceng? "


Tanya Xiao Wu setelah lama berdiam diri, dia sebelum nya tidak berani bertanya sampai Tang Ryu tanpa sengaja menyenggol buah dadanya.


" Tolong diam dulu sebentar " kata Tang Ryu sambil melihat layar sistem hologram.


Xiu Ying menunduk malu, bisa-bisanya dia berendam bersama Tuan nya. Padahal sebelum nya Tang Ryu hanya meminta nya menggosok punggung nya, tapi akhirnya malah jadi seperti ini.


" Buat rileks aja. Lagi pula aku tidak punya masalah dengan apa yang akan kamu perbuat " kata Tang Ryu menggeser layar hologram.


" Baiklah... " jawab nya. Xiu Ying masih canggung dengan pelukan Tang Ryu di belakangnya. Lagi pula mereka sedang telanjang sekarang.


" Sepertinya Tuan sudah menganggap ku sebagai miliknya. Walaupun begitu, tetap saja aku malu " gumamnya dengan wajah sedikit memerah senang.


" Ngomong-ngomong apa yang Tuan kerjakan? " tanya Xiu Ying penasaran, karena tuannya itu terlihat seperti sedang membaca udara.


Sebelumnya Xiu Ying sempat tidak percaya jika Tang Ryu bisa menghasilkan uang dari udara kosong di sekitarnya, tapi Tang Ryu dengan cepat membuktikan itu. Xiu Ying tidak tahu kalau Tang Ryu bekerja sebagai pedagang antar dimensi dengan sistem yang di berikan Lucifer.


" Kenapa kamu begitu penasaran heh? " tanya Tang Ryu memeluk erat Xiu Ying.


" Itu... " Xiu Ying sangat terkejut, tetapi entah kenapa dia tidak begitu membenci perbuatan tuan nya.


" Hangat... aneh padahal tubuh mu lebih kecil dari aku ... tetapi rasanya nyaman sekali "


" Benarkah? " tanya Xiu Ying gugup. Mendengar itu hatinya berdesir hangat.


" Usia mu berapa? "


" Saya tujuh belas tahun " jawab Xiu Ying menyembunyikan wajahnya ke dalam dada milik Tang Ryu.


" Eh? anda tiga belas? itu bohong kan? " seru Xiu Ying terkejut, ketika tahu Tang Ryu mengatakan nya.


Tapi sepertinya Tang Ryu tidak berbohong, namun tentu saja itu membuat siapapun salah paham dengan umur tuannya. Karena dari penampilan fisiknya Tang Ryu terlihat seperti remaja berusia sama dengan nya.


Xiu Ying merasa seperti dadanya sedang di tekan, padahal yang sekarang dia hanya sedang berciuman dengan tuannya.


Bak air hangat itu bergejolak. Xiu Ying menahan pegangan nya dengan menggenggam erat bahu milik tuannya. Xiu Ying tahu kalau sudah tugas nya seorang budak melakukan kewajibannya, tetapi entah kenapa Xiu Ying seperti di perlakukan lebih dari itu oleh Tang Ryu.


" Sebenarnya ini juga pertama kalinya aku melakukan ini... " ungkap Tang Ryu menahan malu.


" Eh? " Xiu Ying yang mendengar itupun tentu saja terkejut, itu berarti Xiu Ying adalah wanita pertama yang mendapatkan ciuman darinya.


" Bukankah itu masalah? " ungkap Xiu Ying khawatir, karena dia sadar kalau dia tidak memiliki posisi seperti itu di depan Tang Ryu.


Tang Ryu terdiam " Sebenarnya itu masalah sih, jadi Xiu Ying. Karena aku sangat tidak suka berganti pakaian "


Xiu Ying faham dengan maksud berganti pakaian itu adalah wanita. Lalu bagaimana sekarang?


" Jadi... " Tang Ryu tersenyum jahil " Kau harus bertanggung jawab dengan menjadi pakaian itu selalu. Mengerti? "


" Itu... " Xiu Ying tanpa sadar membasahi pipinya.


Xiu Ying tanpa sadar mengusap wajah nya yang basah ke dada milik Tang Ryu. Sudah berapa lama? entahlah. Xiu Ying tidak tahu, tapi sekarang dia kembali merasakan perasaan di perlukan seperti ini.


" Apakah kamu tidak menyukai nya? " tanya Tang Ryu bingung.


" Tidak~ saya tidak punya keberanian mengatakan hal itu " jawabnya sambil mengusap wajah nya.


Tang Ryu mengambil Xiu Ying dan memojokkannya ke sudut bak mandi. Dia sudah tidak bisa menahan ke egois nya lebih lama. Melihat Xiu Ying yang seperti itu membuat dia kehilangan kendali.


" Xiu Ying? "


Xiu Ying ragu-ragu menganggukkan kepalanya. Dia sudah menyiapkan hatinya, dan dengan keberanian diri dia akan memberikan mahkota nya sebagai wanita kepada Tang Ryu untuk pertama kalinya.


Xiu Ying merasa nyaman dengan senyuman Tang Ryu yang melihat nya, dia juga merasa basah di bagian intimnya. Sesuatu tengah mengambil mahkota nya perlahan, Xiu Ying melihat Tang Ryu sepertinya berhati-hati dalam memperlakukan.


" Apakah sakit? " tanya Tang Ryu memastikan.


Xiu Ying menggeleng, dia tidak terlalu mengerti dengan hal seperti ini. Yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah menyerahkan sepenuhnya dirinya kepada orang di depannya.


" Itu sakit~ " jawabnya jujur, dia melihat bagian intimnya yang sudah menyatu dengan milik Tang Ryu dan disana di melihat darahnya keluar dan sudah bercampur dengan air hangat.


Xiu Ying menganggukkan kepalanya, dia sudah tidak apa-apa. Dia tidak merasa sakit sedikit pun setelah nya, bahkan ketika Tang Ryu bergerak dengan tempo yang lebih cepat.


Dua jam berlalu.


Xiu Ying melihat kalau mereka sudah cukup sampai di sana dulu saat ini, tidak baik jika mereka berendam terlalu lama. Xiu Ying melihat wajah Tang Ryu yang tengah bersandar di buah dadanya.


Entah darimana keberanian itu, dia merapikan anak rambut Tang Ryu ji sedikit berantakan dengan senyuman nya yang menawan. Pelukan tuannya terasa hangat, Xiu Ying melirik bagian intimnya yang mengeluarkan jus putih pelan-pelan.


Anehnya dia tidak marah dengan itu, malahan dia ingin Tang Ryu selalu melakukannya ketika mereka berdua berhubungan.


" Xiu Ying boleh aku melakukannya lagi di ranjang nanti? " tanya nya memastikan sambil memakan buah dada milik Xiu Ying.

__ADS_1


Xiu Ying tersenyum dan membiarkan Tang Ryu yang terlihat menikmatinya " Hmm " jawabnya sambil memeluk erat tuannya.


__ADS_2