SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.

SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.
Raja dan Ratunya


__ADS_3


Yu Xiaogang akhirnya memanggil mereka bertiga mendekat, cara mereka bertarung sudah seperti para petarung veteran. Tentu saja hal itu jugalah yang membuat Yu Xiaogang terkejut bukan main. Seperti ada rahasia tersendiri bagi mereka. Terutama Tang Ryu.


" Fiuh akhirnya selesai juga kita " kata Xiao Wu mengusap peluh di wajahnya.


Tang San berjalan mendekati Xiao Wu " Kamu baik-baik saja kan? "


Xiao Wu yang merasa di perhatikan oleh Tang San itupun merasa senang sekali.


Sementara itu Tang Ryu tampak diam merenungkan sesuatu, sembari kakinya membalik salah satu mayat serigala.


' Seperti ada sesuatu yang kurang tapi... apa itu? '


...[ Apakah anda ingin menyerapnya tuan? ]...


' Maksudmu? ' tanya Tang Ryu menduduki mayat serigala.


...[ Ada salah satu teknik dari inkarnasi Luciver yang jarang sekali di ketahui oleh orang-orang. Bahkan hanya beberapa saja yang dapat menguasai teknik milik inkarnasi Luciver ini ]...


' Apakah di luar sana ada banyak inkarnasi Luciver? rasanya kau mengatakan bukan hanya aku tetapi juga ada orang lainnya '


...[ Seperti itulah ]...


Tang Ryu diam memperhatikan adiknya yang sedang berbicara dengan Xiao Wu di depan. Setiap hari hubungan mereka sepertinya bertambah dekat. Hal itu jugalah yang membuat Tang Ryu ingin mengingat suatu kejadian, tapi apa itu?


" Jadi mau kita apakan mereka? " tanya Xiao Wu.


" Entahlah, mari kita menunggu guru yang memutuskan " Tang San berjalan menuju gurunya berada.


Samar-samar Tang Ryu melihat sesuatu di dalam ingatannya yang hilang, Hujan.


Jari telunjuk Tang Ryu tiba-tiba bergerak sendiri, salah satu benang nya memberitahu keberadaan dari makhluk lainnya. Tetapi gerakan nya terlalu cepat untuk di respon, segera Tang Ryu tahu arah tujuannya. Tang San dan Yu Xiaogang.


Tang San merasakan dengungan lain di telinga nya, kakaknya Tang Ryu meminta nya untuk melompat ke samping segera.


" AWAS!!! " seru Tang Ryu.


BUM!!!


Xiao Wu reflek menutup wajahnya karena angin yang berhembus kencang tiba-tiba. Tang San berguling ke samping dan berhasil menghindar dari serangan kejutan itu.


" GURU!!! " Tang San berseru begitu melihat gurunya terpelanting ke arah lain, untuk saja Tang San segera menangkap nya dengan rumput sungai nya.


" Tang San! hati-hati! " teriak Xiao Wu yang samar-samar melihat sesuatu di balik kepulan asap itu.


' Sial! ' Tang Ryu menggigit bibirnya dan segera melompat ke arah Tang San untuk melindunginya.


BUM!!!


Tang Ryu terpental sepuluh meter jauhnya demi menyelamatkan Tang San dari serangan kejutan itu. Xiao Wu yang melihat itupun bergegas menuju ke arah mereka.


' Itu... ' Tang San, Xiao Wu, dan juga Tang Ryu sendiri terkejut melihat beast yang ada di depan mereka.


Kepulan asap itu perlahan menghilang dan melihatkan sesosok makhluk beast seberat lima ratus ton di depannya. Tentunya itu berhasil membuat mereka bertiga terdiam seribu bahasa.


Di depan mereka sekarang berdiri Ratu Serigala angin yang di mana anak buah mereka berhasil di kalahkan. Di kepalanya terdapat tanduk berwarna biru kehijauan.


" Kenapa... " ungkap Xiao Wu terbata-bata.


Tang San mengeratkan genggaman nya " Bagaimana bisa ada beast berusia seribu tahun di sini... "


" Semuanya dengarkan aku "


Xiao Wu menoleh ke arah Tang Ryu " Xiao Wu kamu bawalah guru Yu Xiaogang pergi meninggalkan tempat ini, bawa dia sejauh mungkin "


" Apa maksud... "


" Xiao Wu! di sini hanya kamulah yang memiliki kecepatan kaki yang lebih baik. Dengarkan apa kata kakak ku " sela Tang San.


" Lalu bagaimana dengan kalian?! "


Tang Ryu bangkit memasang kuda-kuda " Percaya lah pada kami berdua, selagi kamu mengevakuasi guru Yu Xiaogang. Aku dan Tang San akan berusaha menahannya "


Lenggang.


Ratu Serigala Angin yang ada di depan merengek ke arah mereka, kaki depannya mencuat cakar sepanjang setengah meter. Beraninya mereka bertiga membunuh anak-anaknya.


" Cepat! " seru Tang Ryu.


Bum!


Xiao Wu yang sudah berada di luar jangkauan, menoleh kebelakang. Dia melihat beast yang berusia seribu tahun itu sedang di hadang oleh sepasang anak kecil. Dan itu sangat mustahil.


' Bertahanlah kalian... aku akan datang kesini membantu kalian segera '


Bum!


" Tang San hati-hati dengan cakarnya! "

__ADS_1


Tang San mengangguk " Kak! kita tidak mungkin bisa mengalahkan beast berusia seribu tahun, kita haru mengalihkan perhatiannya dan segera pergi dari sini "


" Aku setuju "


Tang San dan Tang Ryu berdiri dengan kokoh, cara mereka berdua memasang kuda-kuda memang berbeda tapi itu adalah ajaran dasar cara mereka bertarung di kehidupan sebelumnya.


" Tapi sepertinya itu akan menyusahkan " kata Tang Ryu meringis.


" Yeah. Aku setuju "


Tang San dan Tang Ryu saling tatap, ini adalah pertarungan pertama mereka sebagai saudara, tapi anehnya mereka berdua tahu apa yang akan mereka berdua lakukan.


" Langkah bayangan... " Tang San menghilang dan muncul di belakang Ratu Serigala Angin.


" Teknik sekte Tang " tangan Tang San berubah sekeras batu giok dan menghantam Ratu Serigala Angin di depannya.


Ratu Serigala Angin berhasil menghindar dengan melompat ke samping, tapi dari arah berlawanan Tang Ryu sudah bersiap dan kembali melancarkan teknik pukulan berdentum nya.


DUM!


Ratu Serigala Angin berhasil menghindar walaupun tidak sepenuhnya. Terdapat luka di bagian perutnya yang ternyata ada anak jarum senjata rahasia milik Tang San.


Ratu Serigala Angin mengaum bisa-bisanya dia di pukul mundur oleh anak kecil di depannya harga dirinya sebagai beast berusia seribu tahun tentu saja terluka.


" Tang San hati-hati dengan gerakan menyelinap nya gurumu saja kalah karena gerakannya itu "


" Baik Kak. Kami juga berapa banyak benang yang bisa kamu buat? "


Tang Ryu tersenyum lalu membuat benang-benang nya terlihat dan lebih padat. Tidak ada waktu untuk bermain-main, dia harus secepatnya mendapatkan informasi dari kekuatan beast di depannya.


Tang Ryu memasang kuda-kuda nya, dengan begitu setidaknya mereka bisa menahan musuh di depannya lebih lama. Tang San sepertinya mulai mengerti bagaimana cara kakaknya memanfaatkan spiritnya.


Sebuah cincin kuning mencuat dari tubuh Tang San dia secara tidak sadar berhasil menerobos level nya.


Ratu Serigala Angin mengaum, Tang San mendadak muncul di bawah kakinya. Beast itu balas memukul tetapi di sampingnya, Tang Ryu juga sudah bersiap melawannya.


Bum!


Tang San melompat ke atas dan melempar jarum dari senjata rahasianya.


Bum!


Tang Ryu memberitahu Tang San untuk menghindar, sehingga pukulan Ratu Serigala Angin hanya mengenai udara kosong di sampingnya.


" Sial! reflek nya terlalu bagus " kata Tang San yang di pipinya muncul goresan.


Bum!


...[ Tuan apa apakah anda ingin mengaktifkan teknik pukulan atom? ]...


' Itu terlalu berbahaya '


Tang San muncul di depan Tang Ryu dan membantu nya berdiri " Kak? " tanya nya khawatir.


' Sial! bagaimana ini... '


...****************...


Tiba-tiba dari arah hutan tempat di mana Xiao Wu berada, muncul kilatan petir berwarna kuning dari arah sana.


" Itu... tempat dimana Xiao Wu dan guru pergi! " Tang San melebarkan pandangannya ke arah kilatan petir berwarna kuning itu berasal.


' Sistem apa yang terjadi? '


...[ Tuan ini benar-benar gawat! saya mendeteksi suhu panas dari makhluk lainnya. Menurut data statistik, dia berada di kultivasi seribu tahunan. Kekuatan nya hampir sama seperti milik Ratu Serigala Angin ]...


' Apa?! yang benar saja! ada apa dengan plot twist yang bad ending begini? '


Tang Ryu melihat Ratu Serigala Angin merengsek maju, tangan nya menjulur ke depan. Auman nya membuat Tang San bergegas menghindar ke samping, dan Tang Ryu meluncur dari bawah tubuhnya lalu menghantam nya dengan keras.


Bum!


" Kak! " seru Tang San khawatir.


" Tang San! sepertinya masih ada beast berusia seribu tahun didepan. Dan mungkin saja Xiao Wu berada di situasi yang rumit " Tang Ryu mengambil batu di sampingnya.


" Seribu tahun?! bukankah itu bahaya? "


' Itu memang bahaya jika Xiao Wu adalah manusia biasa, tetapi Xiao Wu juga adalah beast yang sudah melewati umur seratus ribu tahun. Tapi tetap saja itu berbahaya, identitas nya tidak boleh sampai ketahuan. Itu untuk sekarang '


Tang Ryu mengirim salah satu benangnya ke tempat Tang San dan memberitahu kepada nya tentang rencana yang dia buat.


' Aku akan membuat pukulan yang besar, Tang San pada saat itu lari lah ke tempat Xiao Wu. Jangan sampai menoleh ke belakang mengerti! '


Tang San terdiam, apakah kakaknya ingin supaya dirinya pergi meninggalkan Tang Ryu melawan Ratu Serigala Angin sendirian? jelas sekali kalau mereka berdua saja tidak bisa melawan beast berusia seribu tahun dengan kondisi nya.


" Kak! bukankah lebih baik kita pergi sekarang bersama? " tanya Tang San tidak setuju.


Tang Ryu meringis dan melempar bebatuan ke arah Ratu Serigala Angin.

__ADS_1


Bum!


Bum!


Bum!


Di setiap lemparannya, terdapat kekuatan dari teknik pukulan berdentum milik Tang Ryu. Tapi walaupun begitu Ratu Serigala Angin masih tetap bisa menghindari nya.


" Tapi! "


" Tang San! cobalah lihat kondisi kita sekarang! apa kau ingin sesuatu terjadi kepada Xiao Wu? lagipula kau lihat aku selemah apa hah?! " bentak Tang Ryu mengirim bebatuan ke arah Ratu Serigala Angin.


Tang San menggigit bibir bawahnya, kilatan petir kembali muncul dari arah Xiao Wu berada. Apakah dia memang harus meninggalkan kakak nya melawan Ratu Serigala Angin itu sendirian?


" Percayalah pada kakakmu ini. Jangan sampai kamu menyesali karena tidak bisa melindunginya "


Tang San mengangguk dan melompat pergi ke tempat Xiao Wu berada " Tunggu aku "


Tang Ryu tersenyum ' Apa yang aku katakan tadi? seperti aku pernah mengalami nya saja '


Ratu Serigala Angin mengeram di wajahnya terlihat senang dengan situasi Tang Ryu saat ini. Tanpa anak berambut biru itu, apa yang bisa dilakukan anak berambut hitam ini.


" Sepertinya kamu sangat suka dengan ini ya " Tang Ryu memasang kuda-kuda nya.


Suara desiran angin terdengar dari pukulan Tang Ryu dia mengaktifkan teknik Luciver nya " Aku juga suka, karena sekarang tidak ada yang perlu aku khawatirkan "


Tang San berlari secepat mungkin dengan teknik langkah bayangan menuju ke tempat Xiao Wu. Saat itu Tang San benar-benar lupa dan hanya ingat menyelamatkan Xiao Wu.


' Xiao Wu ? '


" Tang San?! "


Bum!


Sambaran petir itu hampir saja mengenai Xiao Wu dan Yu Xiaogang jika Tang San tidak segera membawa mereka berdua menghindar. Terdapat lubang sedalam satu meter di dekatnya. Tang San perlahan melihat ke depan, tempat dimana musuh barunya berada.


Raja Serigala Petir dengan kultivasi sebesar seribu lima ratus tahun. Beast yang ada di depannya saat ini dua kali lipatnya Ratu Serigala Angin.


" Kamu baik-baik saja kan Xiao Wu "


" Aku baik-baik saja " rintihnya.


Tang San melihat Xiao Wu babak belur. Kondisinya sangat mengkhawatirkan, Tang San menatap tajam ke tempat Raja Serigala Petir. Beraninya dia menyakiti Xiao Wu.


" Akan aku balas kau "


" Tang San! " seru Xiao Wu begitu melihat Raja Serigala Petir menghilang dan muncul begitu saja di depan mereka.


Bum!


Tang San terpukul ke belakang, darahnya menyembur keluar dari mulutnya. Itu serangan yang sangat tepat ke organ vitalnya.


Xiao Wu perlahan mulai tidak sadarkan diri. Pandangan nya benar-benar kabur, tanpa sadar ia meneteskan airmata nya. Apakah dia akan kehilangan orang paling penting dalam hidupnya, lagi?.


" Baiklah sepertinya aku harus serius sekarang " Tang San bangun dengan tatapan membunuh.


Tapi tidak seperti yang Tang San bayangkan. Musuh nya benar-benar kuat, di usianya sekarang sangat mustahil mengalahkan beast berusia seribu tahun. Raja Serigala Petir tersenyum puas melihat ketidakadilan yang di alami anak di depannya.


Sudah lebih dari satu jam dia bermain-main dengan anak berambut biru itu, dan sekarang dia terlihat sangat menyedihkan. Dari tadi Tang San tidak henti-henti nya memuntahkan darah.


" Xiao Wu " kata Tang San yang mulai kehilangan konsentrasi nya.


Raja Serigala Petir mendekat, wajahnya terlihat sangat menyebalkan di mata Tang San " Tolong siapapun... selamatkan dia... "


" Hah? kau benar-benar menyedihkan adik... "


Tang San kurang yakin dengan seseorang yang tiba-tiba muncul di depannya. Pandangan nya mulai menghilang, dia tidak yakin apakah itu Tang Ryu atau orang lain. Tapi semoga saja dengan begitu mereka bisa selamat.


Tang Ryu tersenyum kecil melihat Tang San memejamkan matanya di pelukannya.


" Hei? bukankah kamu tadi bersenang-senang dengan adikku? apa kau ingin mencoba nya dengan ku? "


Raja Serigala Petir tanpa menunggu lebih lama lagi merengsek dan menyerang Tang Ryu yang sama sekali belum melihat ke arahnya.


Bum!


Raja Serigala Petir terhenti di tempat nya. Banyak sekali benang halus namun tajam telah mengikat tubuhnya. Raja Serigala Petir saat itu terkejut, dan bergegas mundur dengan kecepatan nya.


Bum!


Bum!


Tang Ryu mengirim tebasan angin melalui benang-benang nya yang tipis, Raja Serigala Petir memang menghindari nya tapi itu tidak sepenuhnya. Terdapat luka di tubuhnya akibat benang spirit Tang Ryu.


Tang Ryu bangun dari tempatnya dan memasang kuda-kuda yang sangat mengancam ke arah musuhnya.


Raja Serigala Petir mengeram lawannya tidak bisa dia remehkan " Apa? mungkinkah kamu mulai sadar sekarang? tapi kuharap kamu tidak seperti beast sebelum nya "


Raja Serigala Petir memelototi Tang Ryu. Sekarang yang ada di depannya bukan lagi anak kecil yang lemah, melainkan monster berbentuk anak-anak.

__ADS_1


Tang Ryu menyeringai jahat, dari tubuhnya keluar cincin berwarna ungu memukau. Yang membuat suasana di sekitarnya mendadak suram.


" TARGET LOCKED! "


__ADS_2