
Sore itu ada yang berbeda dengan Tang Ryu yang biasanya cerita. Kakek Jack yang tengah memukul pintu rumah dengan marah, kakek itu berusaha memanggil Tang Hao yang berada di dalam rumah.
" Tang! apa kau di dalam? "
Ayah mereka Tang Hao sekarang bekerja sebagai pandai besi di kota tersebut. Setiap ada alat pertanian yang rusak, mereka akan datang kerumahnya.
Sementara itu Tang San tidak tahu siapa orang yang telah melahirkannya, atau lebih tepatnya belum. Karena ibunya meninggal terlebih dahulu saat melahirkan Tang San atau begitulah yang mereka tahu.
Tang Ryu yang mendengar dan melihat kejadian itu masih belum sepenuhnya menerima. Sempat dia berpikir bahwa alasan dibalik peristiwa menyediakan itu adalah karena kehadiran nya.
Tang Ryu menganggap dirinya sebagai anak yang terkutuk.
" Tetua anda disini? " tanya Tang San.
" Oh Tang San~ ayah kamu mana? "
" Mungkin dia sedang terbang di langit " Tang Ryu berjalan mendekat.
Wajah kakek yang bernama Jack itu berubah kesal, kenapa anak ini selalu berbicara nggak jelas dengannya.
" Oh Tang Ryu~ " sapa nya tak semangat.
Tang Ryu memasang wajah terkejut, anak itu bergerak mendekati Jack dan memeriksa suhu di tangan nya.
" Hmm~ ini sangat mengkhawatirkan kakek Jack. Tubuh anda... " ungkapnya seperti seorang dokter profesional.
" Heh? ada apa dengan tubuh ku? "
" Ck! aku merasa beberapa langkah lagi tulang anda akan keluar dari tempatnya "
" Hah?!! " urat di wajah Jack mulai terlihat.
Tang San yang melihat tingkah jahil kakak nya itu tertawa kecil. Kakek Jack memukul pantat Tang Ryu dengan tongkat ditangannya saking kesalnya.
" Apa maksud mu hah? kau berharap aku mati lebih cepat! " serunya sambil memukul-mukul pantat Tang Ryu.
" Hihihi " Tang San terkikik.
" Huh? Tang San awas kau! cepat tolong aku sekarang ada iblis tua disini... " entah kenapa Tang Ryu tidak bisa menghindari pukulan Kakek kepala desanya itu.
" KAU!!! " Jack naik pintam.
Plak!
" Huhuhu~ sakit kek~ " keluhnya.
" Masih berani menjahili kakek mu ini?! "
" Huhuhu~ ndak kek. Tang Ryu khilaf, janji nggak bakalan jahil lagi dan bilang kakek tua renta, keriputan, kalau jalan seperti ranting yang mau patah..... eh? " Tang Ryu menutup mulutnya.
Dia ragu-ragu melihat ke arah samping, kakek Jack terlihat memerah menahan emosi.
" ... itu... apa kakek percaya kalau bukan aku yang mengatakan nya? hehe "
" KAU! TUTUP MULUTMU! "
Plakkk!
Tang San berusaha tidak melihat semua itu, saat dimana kakak nya Tang Ryu memelototi nya dan kakeknya Jack memukul pantat Tang Ryu dengan kerasnya.
' Itu bukan salah ku ' Tang San berjalan masuk ke dalam rumah.
' Awas kau Tang San~ ' batin Tang Ryu.
Pintu kayu yang terlihat sangat tua itu mulai terbuka ke dalam. Cahaya senja menerobos masuk ke dalam rumah, membuat seorang pria mengeluh di atas mejanya yang di jadikan tempat tidur.
" Oh... silau sekali... kenapa lampunya dinyalakan lagi! " keluh ayahnya.
Kakek Jack berjalan memasuki rumah begitu selesai memberi pelajaran kepada Tang Ryu, tetapi begitu dia masuk ke dalam.
" SUDAH BERAPA KALI AKU KATAKAN! JANGAN HABISKAN MINYAK. Apa sarapan sudah siap? " Tang Hao mengigau dalam tidurnya.
Kakek Jack yang sedang merasa kesal karena ulah salah satu anaknya, sekarang di buat kesal lagi oleh ayahnya. Bisa-bisa Tang Hao menaikkan intonasinya di depan orang tua sepertinya.
" KAU SUDAH BERUBAH DARI SAMPAH MENJADI MONSTER!!! " teriaknya.
Sementara itu Tang Ryu yang masih tengkurap di halaman dengan pantatnya yang merah mengumpat dalam hati ' Emangnya sampah bisa jadi monster? '
" Huhu~ ikan kesayangan ku~ " Tang Ryu meratapi ikan tangkapan nya yang di bawa masuk kakeknya.
Di dalam rumah Tang Hao menguap begitu terbangun dari tidur nyenyak nya.
" Kakek tua kau terlalu berisik "
" Tang Hao! huh, Tang San sudah berumur enam tahun. Besok dia akan datang ke acara pembangkitan spirit jadi jangan terlambat "
" Kalau saja desa ini memiliki spirit master "
" Tentu akan membawa kebanggaan pada leluhur kita "
" Dari pada menjadi spirit master, lebih baik menjadi koki atau semacamnya. Huah~ aku lapar sekali " Tang Hao berjalan menjauh.
" Beraninya kau menghina spirit master! Aku bunuh kau! " Tang San berusaha menahan kakeknya yang sudah mengeluarkan tongkat andalan nya.
" Tetua~ tenang tetua... "
Jack merasa penyakit jantung nya akan segera kambuh jika berlama-lama di tempat ini.
" Menjengkelkan~ huh aku pergi saja. Tang San jaga dirimu sendiri "
" Baiklah hati-hati... " Tang San melihat Kakek nya Jack pergi meninggalkan kediaman nya.
' Aku rasa ada sesuatu yang tertinggal ' batin Tang San.
" Ayah aku ingin bicara sesuatu padamu " Tang San berjalan mendekati ayah nya sambil menuangkan bubur ke mangkuk nya.
" Kau pergilah... " kata Tang Hao lalu memakan buburnya.
" Aku ingin sebatang besi " ungkapnya ' Kalau aku mempunyai sebatang besi yang bagus... aku bisa membuat senjata rahasia milik sekte Tang '
__ADS_1
Tang Hao meraih arak disampingnya " Kau mau menempa? "
" Dengan tubuh mu kau tidak akan bisa mengangkat palu. Tunggulah beberapa tahun lagi " ungkapnya bersendawa.
Barak!!!
Tang Ryu berjalan masuk setelah membanting pintu rumah. Jalan nya seperti orang di sunat. Tangan nya memegang ikan hasil dia bernegosiasi dengan kakeknya di luar tadi.
" Ada apa dengan nya? " tanya Tang Hao.
" Itu... " Tang San tampak ragu menjawab " Dia baru saja ribut dengan kakek karena menyebut nya terlalu tua "
" Hah? " Tang Hao berbalik melihat Tang Ryu yang sedang memasak ikan dengan wajah masamnya.
Tanpa sadar Tang Hao tertawa keras dan itu membuat Tang Ryu tambah kesal.
" Kau anak yang hebat Ryu~ " ejek Tang Hao.
Tang San ikut tertawa kecil ' Gawat~ semoga kakak tidak mengincar ku setelah ini '
...[ Tuan rumah anda harus sabar ya. Pfft! ]...
' Awas saja kalian... dan kau juga sistem! '
...****************...
Malam hari.
...[ Tuan rumah apakah anda yakin tentang ini ]...
" Tidak begitu yakin sih... "
...[ Hah?! lalu bagaimana jika anda nanti mati? ]...
" Yeah. Itu bukan masalah nanti tinggal kita kubur bukan? "
...[ Yang mati itu kau! lalu siapa yang akan mengubur hah?! ]...
" Eh? benar juga ya " ungkapnya jujur.
Tang Ryu berdiri dekat dengan tepian jurang yang biasanya di pakai oleh Tang San ketika bermeditasi. Tingginya lebih dari tiga puluh meter. Angin malam terasa lebih dingin di tempat ini.
Malam itu Tang Ryu berniat melatih dengan teknik barunya.
...[ Mengaktifkan Kinetic technique ]...
Tang Ryu melihat sekujur tubuh nya di lapisi oleh percikan listrik. Matanya mulai terpejam dan kemudian.
Wusss
Tang Ryu terjatuh dari tebing dengan terjun bebasnya. Wajahnya yang biasanya ceria telah berubah menjadi sedingin es. Tubuhnya bergerak seperti roda.
Bebatuan yang berada di dekat nya tertarik menuju ke tempat nya.
...[ Mengaktifkan The thumping punch technique ]...
Suara dentuman terdengar begitu Tang Ryu menghantam sebongkah batu seberat lima puluh kilogram yang mendekatinya.
Setiap detiknya sebongkah batu itu mulai bertambah, bukan hanya jumlah nya tetapi juga beratnya beberapa kali lipat.
...[ Selamat teknik anda berevolusi ]...
...[ Menyatukan kedua teknik LUCIVER ]...
...[ Mengaktifkan Atomic punch technique ]...
DUMMM!
Kali ini suara dentuman terdengar lebih keras sehingga membuat bagian dalam lereng itu terkoyak seperti di makan ulat.
" Sial! bukankah ini terlalu berlebihan "
Tang Ryu perlahan mendarat di dasar jurang dengan teknik nya. Tetapi begitu sadar dampak dari teknik terakhirnya itu Tang Ryu berjanji tidak akan menggunakan nya.
Di kedalaman jurang yang seharusnya terjang sekarang di dasarnya telah berubah sangat parah. Tang Ryu menghancurkan dasarnya seperti meremas keripik.
...[ Mungkin... anda ada benarnya ]...
" Benarkan~ " Tang Ryu merasa ragu dengan perkataannya yang tidak sesuai tindakan.
" Bahkan ini belum di satukan dengan cincin "
...[ Anda naik satu level Tuan ]...
" Ngomong-ngomong. Suara ledakan itu begitu keras, semoga tidak ada yang datang kesini "
...[ Tenang saja Tuan saya sudah memasang selaput pelindung seluas satu kilometer dari sini ]...
" Fiuh~ baguslah "
Tang Ryu berencana untuk kembali ke rumah tapi bagaimana caranya? dia tidak mungkin mendaki lereng yang curam, mau tidak mau Tang Ryu harus berjalan memutar.
" Jam berapa sekarang? "
...[ Pukul sembilan malam ]...
Tang Ryu mengusap tengkuknya yang terasa dingin " Sepertinya aku akan terlambat pulang kali ini "
Langkah kakinya berhenti tiba-tiba. Tang Ryu samar-samar mendengar suara seseorang menangis.
" Dari mana itu? "
...[ Asalnya dari arah jam tujuh. Sistem hanya merasakan satu kehadiran disana ]...
' Bagaimana menurutmu? di tempat seperti ini kenapa bisa ada seseorang selain diriku, sedang apa dia '
...[ Dia sedang menangis bukan? ]...
" Aku juga tahu itu bodoh! " Tang Ryu merasa jengkel dengan jawaban sistem.
__ADS_1
...[ Saya kan hanya menjawab. Di mana salahnya? ]...
" T.E.R.S.E.R.A.H " jawabnya kesal.
Anak gadis itu tersungkur di tepian sungai yang sedang mengalir deras. Nafasnya tak beraturan, sakit sekali. Anak gadis itu telah berhasil keluar dari musibah yang menghampiri nya
' Apa aku akan mati? '
Pandangan nya perlahan kabur.
' Siapapun... tolong... ' tangannya mencoba menggapai udara, dia tahu percuma juga dia meminta tolong karena tempat ini terlihat terpencil di bandingkan tempatnya tinggal.
" Kau baik-baik saja? "
Gadis kecil itu terkejut dengan apa yang dia lihat, harapan yang sebelumnya hilang tiba-tiba muncul kembali.
" Hei! sadarlah! "
' Kau... siapa... '
" Woi! ck aku juga tahu jadi diam lah! " ancam anak laki-laki itu yang tidak lain adalah Tang Ryu.
Gadis kecil itu mulai kehilangan konsentrasi nya. Yang dia tahu nyawanya akan baik-baik saja mulai sekarang, sebelum pingsan gadis itu mengingat wajah anak yang menolongnya dia sepertinya sedang marah tapi bukan di tunjukkan untuk nya.
Malam itu tiba-tiba terjadi hujan. Tang Ryu berdiam di dalam tebing yang dia buat menjadi goa dengan teknik nya.
Api dari kayu bakar membuat keadaan jadi sedikit lebih hangat. Sementara itu Tang San tengah duduk di api unggun yang dia buat.
Lima belas menit berlalu.
" Kau sudah bangun? "
Gadis itu mengangguk pelan. Dia melihat di sekitarnya yang begitu asing, apa dia sedang berada di dalam goa.
" Si- siapa kamu? "
Tang Ryu tersenyum " Namaku Tang Ryu "
" Aku Qian Ren Xue " ucap gadis itu pelan.
Detik itu suara detak jantung Tang Ryu berhenti. Dia tidak mungkin salah dengar, gadis kecil di depannya adalah Qian Ren Xue yang itu?
" Kami Qian Ren Xue? " tanya Tang Ryu memastikan.
Qian Ren Xue mengangguk " Kamu tahu siapa aku? "
Tang Ryu menggeleng " Tidak. Hanya saja... aku tidak pernah melihat gadis cantik seperti mu "
" Kamu... " Qian Ren Xue terdiam. Baru kali ini dia menemukan seseorang senekat Tang Ryu.
Qian Ren Xue merasa sangat kedinginan, pakaian yang ia kenakan basah kuyup karena terbawa arus air tadi. Bagaimana ini.
" Hei apa yang kamu lakukan! " teriak Qian Ren Xue begitu tahu Tang Ryu memaksa nya melepaskan pakaiannya.
" Diam! apa kau mau mati kedinginan! "
" Tida!!!! "
Detik berikutnya Qian Ren Xue diam membeku. Seolah-olah waktu berhenti pada saat itu. Di dalam goa itu Qian Ren Xue berada di dalam pelukan Tang Ryu.
Tang Ryu memakaikan baju nya yang terlihat longgar di tubuh Qian Ren Xue. Sementara itu Qian Ren Xue begitu gugup karena melihat seluruh pakaian nya di tanggalkan dan hanya menyisakan baju Tang Ryu yang kebesaran.
" Maaf... "
Qian Ren Xue termenung. Bagaimana bisa orang ini mengatakan hal seperti itu tepat setelah melihat seluruh tubuh telanjangnya.
" Jika aku tidak melakukan itu, kamu akan mati membeku cepat atau lambat "
Qian Ren Xue menatap mata Tang Ryu yang tajam tapi terasa hangat di hati. Mungkin saja kalau dia... tidak ada masalah.
' Tapi... ' Qian Ren Xue sadar bahwa ada masalah lain yang mendatanginya.
" Kamu lapar? lihatlah badan mu yang kurus kering ini " Tang Ryu menelengkan lehernya.
" Hmm, tapi sepertinya di luar sedang hujan deras. Lebih baik kamu tetap di sini " Qian Ren Xue mencegah Tang Ryu yang akan pergi keluar goa.
" Lalu bagaimana dengan mu? "
" Aku tidak apa-apa "
Tang Ryu yang mendengar itu naik pintam.
" Apanya yang tidak apa-apa! kau ingin aku menjadi seorang pembunuh hah?! jangan bercanda dengan nyawamu mengerti! "
" Lalu apa! anak terlantar seperti ku ini siapa yang akan peduli! " balasannya.
" Memangnya aku peduli itu! "
" Lalu kenapa kamu menolong ku! " Tang Ryu terdiam.
" Tolong jangan buat aku lebih menderita dari ini... " Qian Ren Xue terdiam. Tiba-tiba saja Tang Ryu mencium bibirnya.
' Amis... ' Qian Ren Xue tanpa sadar menangis setelah tahu apa yang di perbuat oleh Tang Ryu kepadanya.
...[ Didalam darah terdapat banyak nutrisi, Tuan jika anda... ]...
" Kenapa? " Qian Ren Xue menatap nanar kedua mata Tang Ryu.
" Aku tidak suka dengan orang yang menganggap remeh kehidupan nya mengerti! jadi nurut faham!!! "
Qian Ren Xue hanya mendengar suara tetesan hujan yang semakin deras di luar sana. Dan rasa amis tetapi sedikit manis di mulutnya. Beberapa menit berlalu entah berapa banyak Qian Ren Xue menelan darah Tang Ryu.
" Cukup! aku sudah mendingan " Qian Ren Xue mengalihkan pandangan ke bawah lebih tepatnya dia merasa malu dengan Tang Ryu.
Ada apa ini entah kenapa sejak bertemu dengan Tang Ryu banyak hal tak masuk akal sudah terjadi dengannya. Kenapa dia melakukan semua itu dengan orang yang tidak dia kenal?
" Semoga saja hujan segera reda " Qian Ren Xue menatap wajah Tang Ryu yang sedikit memucat.
" Terimakasih " Qian Ren Xue merasa malu sendiri karena ucapannya tidak dibalas. Tapi dia tahu kalau Tang Ryu bersungguh sungguh menolongnya.
__ADS_1