SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.

SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.
KAU DAN DIA


__ADS_3


Asrama tujuh malam hari. Perlahan-lahan Xiao Wu mulai sadar, pandangan yang kabur sedikit kembali normal. Dia merasa pusing di kepalanya.


' Apa yang terjadi? ' Xiao Wu melihat ada Tang San di depannya.


Melihat itu Tang San tersenyum kecil, entah sudah berapa lama gadis di depannya tidur. Tapi untunglah dia hanya pingsan.


" Merasa lebih baik? " tanya Tang San .


Xiao Wu mengangguk " Tang San ? apakah jam kelas mu bersama master sudah selesai? "


" Sudah dari tadi. Kenapa? " Xiao Wu yang mendengar itupun termenung. Sepertinya dia lupa tentang sesuatu, tapi apa?


" Oh! kau akhirnya bangun " Tang Ryu datang dengan nampan berisi tiga jus buah.


Wajah Xiao Wu saat itu berubah dalam sekejap " Kau! apa yang kau lakukan disini! "


Tang Ryu terdiam " Etto~ "


" Tang San dia tadi memukul ku! cepat balas dia sekarang! " serunya. Xiao Wu menunjuk Tang Ryu yang ada di depannya.


Tang San terdiam " Itu sedikit~ "


" Ada apa? jangan bilang kamu takut dengan nya?! " bentaknya.


" Xiao Wu dengarlah dulu ya " kata Tang San mencoba menenangkan nya.


" Tang San kau benar-benar keterlaluan! " Xiao Wu bangkit dari kasurnya dan bergegas pergi dari sana.


Tang Ryu yang melihat itupun menggeleng, bingung harus berbuat apa " Hei Tang muda! apa begitu caramu menangani seorang gadis? kalau begitu kamu sangat buruk tahu "


Tang San balas menatap sinis kakak nya " Hei! yang keterlaluan itu kamu! apa yang kamu lakukan di sini Kak?! "


' Kakak?! ' batin Xiao Wu terkejut. Langkah kakinya berhenti tiba-tiba.


" Apa tadi aku tidak salah dengar? Tang San memanggil orang brutal itu Kakak? " seru semua anak di sana.


Xiao Wu berbalik dan melihat Tang San yang tampak menahan emosinya. Setelah itu dia melihat ke arah Tang Ryu yang tersenyum kaku ke arahnya.


" Hai... " sapa Tang Ryu melambaikan tangannya.


Tang San menepuk jidatnya. Astaga ada apa lagi ini, dan kenapa kakak nya itu tidak memberitahu nya saat sebelum ke sini.


" Kaka? Tang San apa kau tadi bilang dia kakak mu? " Xiao Wu mendekat ke arah Tang San dan memelototinya.


Tang San tampak sedikit gugup " Secara teknis seperti itulah. Walaupun kami tidak terikat darah yang sama, tapi dia tetap kakak besar ku "


Xiao Wu yang mendengar itupun tampak syok dengan kebenarannya yang baru saja dia dengar. Bahkan semua anak yang ada di sana turut terkejut, apalagi Wang Sheng yang sudah kayak ikan kepanasan.


" Mai jus? " tawar Tang Ryu menyerahkan segelas jus yang ia dapatkan dari kantin ke Xiao Wu.


Lenggang.


" KENAPA KAU TIDAK BILANG KALAU PUNYA KAKAK YANG JUGA BERSEKOLAH DI AKADEMI INI HAH?! " seru Xiao Wu.


Tang San menutup telinga nya sebentar " Aku juga tidak tahu kalau dia akan kesini hari ini. Dia saja tidak memberitahu ku? "


Melihat Tang San menjawabnya tanpa sedikit pun penyesalan. Xiao Wu mulai tampak geram dengan tingkah lakunya.


" Sudah-sudah " sela Tang Ryu.


Xiao Wu menatap Tang Ryu yang terlihat menikmati minuman nya. Melihat itu Xiao Wu mulai sedikit lebih tenang, dia turut meminum jus yang di bawa oleh Tang Ryu tadi.


Sementara Tang San meminum jus nya dengan perasaan was-was. Semoga saja Xiao Wu memaafkannya segera, jika tidak dia takut nantinya tidak akan dapat tempat tidur.


Satu jam berlalu sejak kedatangan Tang Ryu di asrama itu. Sejak itu juga suasana dalam asrama berubah drastis, karena biasanya di saat seperti ini anak-anak akan asik bermain.


Alasan dari perubahan ini adalah karena kehadiran seorang anak baru di sana, Tang Ryu. Dan sekarang ini anak baru itulah yang resmi menjadi ketua atau bos besar. Lagi pula Xiao Wu sudah kalah bertarung dengan nya.


Tang Ryu menyeruput jus nya " Apa kamu yakin memberikan jabatan ini ke padaku? "


Xiao Wu melihat nya. Tang Ryu yang cuek, dan berhati dingin bahkan lebih dingin dari Tang San " Yeah lagi pula itulah aturan di sini, dan aku juga sudah kalah darimu. Jadi wajar saja kau jadi bosnya di sini "


" Eh? membosankan sekali. Ternyata kamu juga taat aturan ya? " kata Tang Ryu kecewa.


Mendengar itu Xiao Wu di buat bingung. Dia meminta penjelasan terhadap Tang San, tapi yang dia dapat hanya *******.


Bahkan Wang Sheng yang sebelumnya di pukuli itu merasa stres sekarang. Di mana tadi wajah orang psikopat yang terus memukul nya? kenal yang dia lihat sekarang Tang Ryu seperti anak yang suka bermalas-malasan.


" Dia memang seperti itu. Bahkan jika kamu mengejeknya dia juga hanya akan diam dan malah tertidur karena bosan "

__ADS_1


" Tang San kenapa kakak mu begitu berbeda dengan mu? rasanya dia seperti anak nakal yang sedang mencari penghiburan " bisik Xiao Wu.


" Itulah dia " jawabnya.


" Hah? katamu sebanyak apapun kamu hina dia. Tang Ryu tidak akan marah? " Xiao Wu mencoba memastikan itu, tidak mungkin ada seseorang yang kebal dengan umpatan.


" Nggak percaya? " Tang Ryu menyeruput jus nya.


Xiao Wu mengangguk " Kalau begitu... "


" HEI! KAKAK BAJINGAN!!! "


Xiao Wu dan yang lainnya terkejut dengan Tang San yang ternyata juga bisa mengumpat. Tapi yang lebih mengejutkan dari itu adalah Tang Ryu yang terlihat menguap dan berencana untuk tidur.


" Bangunkan aku saat sudah waktunya makan Ok! " Tang Ryu merebahkan dirinya ke kasur.


Xiao Wu tak berhenti berkedip " Dia... apa dia manusia? "


" Apa yang kamu tanyakan? "


" Tidak maksud ku, dia kebal sekali? " ralat Xiao Wu .


Xiao Wu dan Tang San melihat Tang Ryu yang sudah larut ke dalam mimpinya sendiri. Tapi ada sesuatu yang membuat Tang San khawatir, apakah kakak nya itu benar-benar sudah sembuh.


" Kak... " Xiao Wu melihat Tang San yang tampak menahan rasa kekhawatiran nya. Hal itu jadi membuat nya penasaran.


Kejadian dimana Tang Ryu terkapar tak berdaya, Tang San masih mengingat nya dengan jelas. Bahkan sangat jelas sekali, sampai-sampai dia sangat ingin membalas perbuatan orang yang telah memojokkan kakaknya.


' Aku haru bertambah kuat secepatnya '


Dan dari situlah awal dari kisah tiga bocil yang meresahkan dimulai. Seorang anak yang memiliki dua spirit, lalu dia juga punya sahabat yang ternyata anak dari seorang beast spirit, dan terakhir seorang kakak yang merupakan utusan dari Dewa dunia lain.


Dunia soul land entah sampai kapan.


...[ Progres perubahan fabel 18% ]...


...****************...


Pagi itu Tang Ryu resmi memulai karirnya sebagai seorang siswa di akademi Nouding.


Cahaya mentari pagi terlihat memasuki jendela kaca asrama. Setiap jam tujuh, para murid sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Tidak terkecuali mereka bertiga.


" Hei! Tang San cepat sisir rambut ku! apa kau mau kita telat?! "


" Yeah... enaknya punya wanita... " kata Tang Ryu terduduk di atas kasurnya.


Dia memerhatikan bagaimana Tang San dan Xiao Wu yang saling berinteraksi. Entah kenapa Tang Ryu merasa ada yang aneh dengan dirinya. Tangan nya mencoba menggapai angin di depan, namun dia diam begitu saja.


' Apa yang aku pikirkan? '


...[ Tuan rumah... ]...


' Sepertinya aku benar-benar lupa sesuatu, tapi apa ya... ' Tang Ryu bangkit dari tempat nya keluar asrama " Atau lebih tepatnya siapa? "


Wang Sheng yang melihat Tang Ryu keluar itupun memberanikan diri bertanya kepada Tang San yang sudah selesai menyisir rambut Xiao Wu .


" Hei Tang San! ada apa dengan kakak mu? dia seperti... kurang sehat? "


" Bukankah dia kemarin masih baik-baik saja? kenapa dia seperti itu? " jawab Xiao Wu yang ikut menanggapi.


Tang San hanya diam memperhatikan bayangan kakaknya yang hilang di balik pintu. Entah sudah berapa lama, sepertinya kakak nya itu masih belum mengingat apa yang sebelumnya dia alami.


" Sebaiknya kita ikuti saja dia... " saran Xiao Wu yang di sanggupi Tang San dan Wang Sheng .


Di sepanjang lorong jalan tidak ada murid yang tidak memperhatikan Tang Ryu. Mungkin wajahnya itu sangat unik bagi mereka, terutama pupil matanya yang berwarna emas.


" Siapa dia? " tanya salah satu murid.


" Aku tidak tahu... " jawab teman di sampingnya.


" Siapa yang peduli? yang terpenting dia bukan nya tampan untuk anak seusianya? "


Anak-anak perempuan yang ada di lorong mengangguk setuju. Mereka sepakat kalau Tang Ryu merupakan anak tertampan setelah Tang San. Namun mereka menganggap Tang Ryu positif karena belum tahu sifat nakalnya.


" Hei! apa maksud mu! " kata salah satu murid yang iri dengan Tang Ryu. Dengan sengaja dia menabrak Tang Ryu tetapi malah tersungkur sendiri.


" Heh? sayang sekali aku jalannya pakai mata hihi " Tang Ryu menyeringai.


" Kau! apa maksud mu aku berjalan tidak pakai mata hah?! " saut nya marah.


Tang Ryu menutup matanya seperti orang terkejut " Oh! tidak... bukan aku lo yang mengatakan nya "

__ADS_1


" Sialan kau... " orang itu berencana untuk balas memukul Tang Ryu namun begitu melihat Xiao Wu orang itu langsung merenungkan sikapnya.


" Pagi Bos " katanya memberi hormat kepada Xiao Wu .


" Pagi " Xiao Wu lewat begitu saja mengikuti Tang Ryu yang sudah ada di depannya.


" Lagi-lagi orang taat hukum. Membosankan "


Xiao Wu menatap Tang Ryu tidak percaya, dia sangat berbeda jauh dengan Tang San yang baik dan suka menghormati.


" Yah... begitulah kakak " kata Tang San mengangkat bahunya.


" Hei! apa kau tahu siapa dia? " Wang Sheng berbisik kepada orang itu " Dia itu Bos baru kita, kemarin malam dia dengan mudah mengalahkan Kak Xiao Wu dan dia juga ternyata saudara dari Tang San "


" Apa?! " seru orang itu tidak percaya.


...[ Anda ternyata cukup baik dalam menahan emosi ya? ]...


' Cih! biasa saja. Ayo pergi ' Tang Ryu tampak gagah dengan santainya. Ketika tahu bahwa Tang Ryu adalah Bos baru mereka, anak-anak yang berada di lorong terbelah menjadi dua.


" Hei Tang San. Apa kamu tahu orang seperti apa Tang Ryu itu? " tanya Xiao Wu berbisik.


Tang San berpikir " Kakak itu orangnya seperti apa ya? dia itu tidak terlalu suka dengan peraturan, maunya seenaknya sendiri dia itu sangat egois. Tapi... dulunya dia tidak seperti itu " jelasnya dengan wajah masam.


" Maksudmu dia berubah begitu? " tanya Xiao Wu mulai penasaran.


Tang San masih mengingat jelas bagaimana kakak nya dulu orang yang ceria dan jahil, tapi walaupun begitu Tang Ryu merupakan kakak yang baik terhadap keluarga dan adiknya.


Tapi semenjak kejadian mengenaskan telah menimpanya. Kepribadian nya jadi berubah, walaupun sifat terpendam nya masih ada, tapi sisi jeleknya itu mulai menjadi. Bahkan Tang San belum pernah melihat kakaknya tersenyum dengan tulus sejak kejadian itu.


" Sepertinya begitu " jawab Tang San yang tengah menatap punggung kakak nya.


Padahal dulu dia sering di gendong dengan punggung kecil yang terasa hangat milik Tang Ryu. Harusnya, dewa bisa lebih bersikap adil dengan makhluknya.


...[ Ngomong-ngomong tuan. Apa yang akan anda lakukan setelah ini? ]...


' Mari kita lihat. Aku sudah berada di level dua puluh. Sedangkan Tang San sudah mendapatkan cincin pertamanya '


...[ Mungkinkah anda ingin meminta tolong kepada orang itu? ]...


' Hmm? entahlah? aku juga kurang yakin '


Xiao Wu semakin menempel dengan Tang San ketika tiba di kelasnya. Hal itu membuat Tang San sedikit gugup, kenapa sedari tadi jantung nya berdetak tidak seperti biasanya.


" Lalu kejadian seperti apa yang menimpa kakak mu itu? " tanya Xiao Wu merebahkan kepalanya ke meja.


" Itu... " Tang San seketika terdiam. Apakah tidak apa-apa kalau seandainya dia cerita kepada orang lain tentang Tang Ryu .


Tang San melirik ke arah Tang Ryu yang berada di pojokan kelas. Kelihatan sekali kalau Tang Ryu mendengar ucapan Xiao Wu, tapi lihatlah. Tang Ryu Menghela nafas seperti mengatakan kepada Tang San, terserah katanya.


Tang San menutup mata " Baiklah. Jika memang tidak masalah... "


Xiao Wu mulai menikmati cerita Tang San dari awal mereka masuk hutan, ketika mereka berada di gedung kebangkitan, dan terakhir kejadian yang sangat membekas bahkan di benak Tang San.


" Apa!!! sesuatu seperti itu pernah terjadi? "


Tang San mengangguk " Butuh banyak waktu bagiku untuk menetralisir racun nya. Dan entah berapa lama Papa mengobati kakak "


" Tang San bagaimana jika hal seperti itu terjadi padamu... aku sendiri bahkan... "


Tang San segera menutup mulut Xiao Wu, jika sampai Tang Ryu mendengar dirinya di kasihani begitu bisa jadi kakak nya akan turun tangan. Tang San dulu sempat berbicara begitu dengan kakaknya dan yang terjadi dia berhenti di tengah-tengah pembicaraan karena Tang Ryu menghujam nya dengan pukulan telak.


Yu Xiaogang datang menemui Tang San saat itu, sepertinya Tang San akan memulai kelas privat nya bersama orang itu. Tapi ada sesuatu yang menakjubkan sedang terjadi.


Tang Ryu datang menghampiri Yu Xiaogang yang ada di pintu, Tang San sempat ingin menghentikan kakaknya tetapi tampak nya Yu Xiaogang membiarkan hal ini.


" Apakah anda yakin di panggil grand master? "


Bukan hanya anak-anak yang berada di sana tetapi juga Tang San dan Yu Xiaogang juga di buat terkejut dengan keberanian Tang Ryu.


" Kamu? " Yu Xiaogang dengan cepat melihat situasi nya " Apakah kamu kakak nya Tang San? Tang Ryu? "


Tang Ryu membungkuk hormat lalu menatap wajah Yu Xiaogang di depannya.


" Ada apa? " tanya Yu Xiaogang penasaran.


" Aku... " Tang Ryu lebih mendekat ke arahnya.


" Tolong carikan aku cincin bukan, dua cincin roh grand master "


" Apa yang~ " Yu Xiaogang terkejut bukan main begitu mendengar ungkapan dari anak di depannya.

__ADS_1


Sementara Xiao Wu, Tang San, Wang Sheng dan juga anak-anak lainnya terdiam di tempatnya masing-masing. Apa tadi dia bilang? cincin roh? dan itu ada dua?


__ADS_2