SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.

SOUL LAND : Inkarnasi Luciver.
Kakak dan Adiknya


__ADS_3

Malam itu di kediaman keluarga kecil Tang suasana berubah suram tidak sama seperti biasanya. Setelah kehilangan Tang Ryu yang selalu suka bercanda, keadaan berubah sedingin hujan deras di luar.


" Kak. Ada apa dengan mu... " Tang Ryu yang berada di sampingnya menangis tersedu.


Sementara itu Tang Hao malah pergi keluar untuk menyelidiki kasus yang menimpa anak pertamanya itu. Hujan deras tidak menghentikan langkahnya, dia harus tahu kebenaran yang terjadi.


" Di sini?! " Tang Hao melihat ke bawah dari atas pohon.


Tepian sungai yang mengalir deras oleh luapan karena hujan deras. Lalu bebatuan yang hancur lebur, panah beracun yang berserakan.


" Panah ini... sepertinya aku pernah melihat di suatu tempat "


" Tapi diman... " Tang Hao membeku di tempat.


Dia tidak mungkin salah, panah ini sama persis dengan panah yang dulu menyerang nya. Saat itu dia dan istrinya melarikan diri dari pengejaran.


" Aula Wuhun... " geramnya.


Tanpa sadar Tang Hao meluapkan semua emosinya sehingga auranya keluar dan menyebabkan sekitarnya terbang menjauh darinya.


" Kalian... " urat di dahinya semakin terlihat menahan kesal " Bahkan setelah hari itupun kalian belum juga berhenti... dan sekarang nyawa anak ku juga... "


Racun itu seharusnya sangat mematikan, Tang Hao tidak punya banyak waktu dia harus segera kembali dan mengobatinya.


" Tunggu saja... aku akan membalas ini dua kali lipatnya "


Tang San sedang berada di dalam rumah dan dia menemani Tang Ryu yang saat ini tengah terbaring kesakitan di atas kasurnya.


" Ini... racun... pantas saja suhu nya panas sekali " Tang San menajamkan pengelihatannya.


Anak itu duduk bersila di samping kakaknya dia harus segera menolong nya. Setidaknya dia bisa membuat racun itu keluar dari tubuh kakaknya itu.


Kedua matanya berubah warna menjadi ungu kehitaman. Tangan nya bergerak cepat dan menusuk beberapa jarum ke tubuh kakak nya.


" Agrhhh!!! "


' Kakak tolong bertahanlah... " kata Tang San meringis.


Dep! dari ujung jarum keluar cairan hitam dari tubuh kakaknya. Wajah kakaknya tampak begitu kesakitan, tetapi hanya dengan cara inilah nyawanya akan terselamatkan.


Beberapa menit berlalu. Wajah Tang San juga turut memucat karena kelelahan, tetapi dia belum bisa istirahat. Belum sampai kakaknya itu sembuh dari krisisnya.


" Aku... " Tang San terjatuh ke kasur, anak itu sudah terlalu memaksakan dirinya. Teknik pengobatan dari Sekte Tang memang tidak bisa dianggap remeh.


Pintu rumah terbuka, Tang Hao masuk ke dalam rumah dengan pakaian yang basah oleh hujan. Di balik wajah dinginnya itu dia pasti sedang menahan amarahnya setengah mati.


" Tang San bagaimana dengan... "


Begitu sampai di sana Tang Hao melihat Tang San yang terbaring kelelahan di samping kakaknya. Dan dia juga melihat tubuh Tang Ryu yang penuh dengan cairan hitam dan juga jarum.


" Wajahnya membaik... apa mungkin Tang San yang melakukan nya? dari mana dia belajar? "


Tang Hao menghampiri Tang San dan membawanya ke kasur lain yang berada di sebelah kanan.


" Aku tidak tahu dari mana dia belajar, tetapi yang pasti. Ah Yin anak kita memang luar biasa jenius "


Tang Hao berbalik " Dan dia... lebih dari beruntung bisa selamat dari pengejaran sendirian. Dia pasti diam-diam melatih kemampuannya "


Beberapa rempah mulai saling bercampur. Tang Hao berniat membuat penawar, dia tahu karena dulu dia juga pernah mengalami nya.


Namun siapa sangka dia akan kembali membuat penawar itu tetapi bukan untuk nya yang dulu terlihat menyedihkan. Melainkan anaknya yang malah tampak berusaha keras melawan efek racunnya.


" Tenang saja Ryu... Papa akan mengobati mu segera... bersabarlah " Tang Hao mengusap peluh di dahinya.


Dan sekarang di suatu tempat yang belum pernah di datangi oleh siapapun. Tang Ryu terbaring di suatu tempat yang sangat gelap.


" Di mana aku? "


Dia berusaha berdiri dari tempatnya. Sungguh dia merasa syok dengan apa yang dia lihat sekarang. Tidak ada satupun cahaya di ruangan itu, sampai.


" Apa yang "


Mendadak muncul sepasang mata yang besarnya dua kali lipatnya gunung Everest di bumi. Warna matanya tampak berbeda dari apa yang Tang Ryu lihat selama ini. Merah dengan pupil hitam di tengahnya.


" S- siapa kau! " kata Tang Ryu mundur karena takut.


Tak ada respon. Dan yang terjadi malah sebaliknya, makhluk itu tersenyum dan memperlihatkan taringnya yang saat itu terlihat menelan Tang Ryu.


" Tidak!!! "


Lenggang.


Tang Ryu terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengal " Sial! apa yang terjadi? "


Tang Ryu merasa seluruh tubuhnya seperti di remuk oleh pemberat puluhan ton. Untung nya dia tahu kalau sekarang, dia sedang berada di dalam rumah.


" Seharusnya aku yang bertanya demikian "


" Tang besar... "


Tang Hao menatap mata anaknya itu. Bahkan sampai sekarang pun dia belum menganggap dirinya sebagai ayahnya. Anak ini sepertinya sudah tahu kalau dia bukanlah anak asli dari keluarga ini.


" Seluruh tubuh mu penuh dengan racun. Dan untung saja Tang San segera membawa mu kembali ke rumah, dia juga yang telah membantu mu mengeluarkan semua racun dari tubuh mu " mendengar itu Tang Ryu terdiam seribu bahasa.


' Apa yang terjadi? ' Tang Ryu mengeratkan tangannya.


" Jadi Tang Ryu... katakan apa yang terjadi?! "


" Aku... " Tang Ryu balas menatap ayahnya yang bertanya penuh penekanan " ... aku juga sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi... "

__ADS_1


Tang Hao mencoba mencari sedikit kebohongan dari mata anaknya. Tetapi tidak ada kebohongan di sana.


' Anak ini mungkinkah? '


" Hei. Tang besar katakan apa yang terjadi dengan ku. Sesuatu yang besar dan menyakitkan sepertinya sudah terjadi, kenapa aku merasa ada hal penting yang aku... "


" Istirahatlah... " Tang Hao mengusap kepala anaknya itu.


Kemudian dia berjalan keluar dari kamar dan pergi menemui Tang San yang tengah menyiapkan makanan di luar sana.


' Mungkin saja dia mengalami amnesia karena kejadian itu... kalau begitu itu malah lebih baik... '


...[ Tuan anda baik-baik saja? ]...


" Sistem apa yang terjadi padaku! "


...[ Tuan... ]...


" Hoi! beritahu aku! kenapa... " tanpa sadar Tang Ryu meneteskan air matanya.


Apa yang terjadi. Maksudnya apa yang telah menimpa nya kemarin? mengapa dis merasa sesuatu yang sangat penting telah dia lupakan. Jujur saja itu sangat menyakitkan.


Serangan mental adalah sesuatu yang sangat sulit di sembuhkan. Terutama mental dari seorang anak yang belum dewasa. Apalagi kejadian yang seharusnya tidak dialami oleh anak seusianya malah menimpa dia.


' Ah... benar juga. Bagaimana aku bisa melupakan nya? aku di hidupkan kembali karena permintaan LUCIVER sialan. Aku harus menjadi yang terkuat, mungkin saja aku akan ingat tentang itu '


Tang Ryu mungkin tidak tahu pada saat itu tepat di belakang nya muncul sosok berkabut hitam yang dipenuhi seringai jahat.


...****************...


Satu minggu setelah nya. Tang Ryu menatap surat yang ada di tangannya. Katanya sih isi surat ini hanya boleh di baca ketika dia sudah sampai ke sekolah.


" Yah! siapa juga yang peduli dengan surat Tang besar itu. Kalau di pikir-pikir lagi, sudah berapa lama ya Tang San pergi? " Tang Ryu menatap keluar kereta.


" Hei nak! kamu yakin pergi sendirian ke kota? maksudku, apa di sana ada keluarga yang menunggu mu? " tanya si kakek pengemudi kereta kuda, dia bertanya seperti itu setelah melihat seorang anak nekat bepergian sendirian.


Tang Ryu tersenyum " Ada kok " katanya.


" Benarkah? " tanya si kakek memastikan.


" Tenang saja Kek. Walaupun kelihatan begini aku itu kuat loh " kata Tang Ryu menenangkan.


" Kalau begitu... baiklah " jawab kakek itu kurang yakin.


Saat ini Tang Ryu tengah menaiki kereta kuda ke tempat dia akan bersekolah, Akademi Nouding. Sebagai seorang pelintas antara dunia dia sangat tahu apa itu dunia fantasi.


" Tapi. Ini terlalu keren bukan? " puji Tang Ryu saat mengetahui jalanan kota.


Di kanan dan kirinya banyak orang melintas, anak-anak terlihat merengek meminta orang tua mereka yang untuk di belikan mainan yang ada dijalan.


" Seandainya saja aku... " Tang Ryu sempat berpikir kalau seandainya saja dia memang asli di lahir kan di dunia ini. Mungkin saja dia punya keluarga aslinya.


" Sepuluh perak " jawab si penjual.


" Hei! kau jangan menipuku! di toko lainnya tidak semahal ini bukan?! " seru pelanggan itu.


Si penjual berdecak " Kalau tidak mau beli ya sana pergi. Cih! buang-buang waktu ku saja "


" Kau! " sementara si pembeli berusaha untuk menahan emosi nya.


Tang Ryu hanya menggeleng pelan melihat kejadian itu, ada-ada saja dengan mereka. Tapi apa yang mereka perdebatkan? sebuah pakaian pelindung?


" Apa itu untuk berburu? " Tang Ryu mulai bosan dengan tampilan kota ini.


" Seharusnya bukan seperti itu cara dia menawarnya... dasar orang polos "


" Hei nak! jadi mau di mana kamu turun? "


" Di akademi Nouding Kek "


" Ok! "


Siang hari itu seorang penjaga pintu gerbang tampak sedikit mengantuk. Tetapi begitu ada kereta yang mendekatinya dia lekas berdiri, bersikap profesional.


" Harganya berapa Kek? " Tang Ryu turun dari kereta kuda.


" Tidak perlu. Di zaman ini sangat sedikit sekali anak yang bisa menjaga sopan santun ke orang tua renta seperti ku. Lebih baik kamu gunakan untuk masa depan mu saja "


" Itu sedikit " Tang Ryu mencoba menolak kebaikan itu, tetapi Kakek itu segera pergi bersama keretanya.


Tang Ryu tersenyum dan menggeleng pelan.


' Terimakasih Kek '


" Hei! siapa kau? " tanya si penjaga pintu.


Tang Ryu berbalik dan melihat si penjaga pintu gerbang yang tampak mengintimidasi nya sekarang.


' Cih! apakah dia belum juga merubah sikapnya setelah Tang San memukul nya ketika masuk ' Tang Ryu tahu kejadian itu karena dia adalah pembaca setia Soul Land.


" Hei! aku bertanya padamu! jangan buat... "


" Ck! bisakah kau merubah sikap kasar mu itu? apa perlu aku laporkan kepada grand master hah?! "


" Kau! " si penjaga segera menutup mulutnya dia masih mengingat kejadian beberapa hari kemarin.


Tang Ryu mendekat " Lihat! aku itu murid tahun baru! lihatlah! "


Si penjaga memperhatikan surat yang ada Tang Ryu tunjukkan. Surat itu hampir sama persis seperti milik anak yang kemaren lalu memukul nya.

__ADS_1


Tang Ryu mengambil kembali suratnya dan masuk ke dalam sekolah. Layaknya sudah seperti anak penguasa saja, sampai di dalam kamar dia kembali di hadang oleh seseorang.


" Kamu siapa! kenapa masuk asrama kami! "


' Cih! kenapa harus seperti ini sih setting nya, aku jadi sedikit kesal sekarang '


...[ Tuan sebaiknya anda bersabar sekarang ]...


" Hei? apa kau terlalu takut sampai-sampai tidak bisa berbicara? " mendengar itu semua anak yang tinggal di asrama tertawa riuh.


...[ (⁠ノ⁠ಠ⁠益⁠ಠ⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ Tuan hajar saja mereka sekarang. Aku tidak peduli jika dia masuk RSJ, beraninya dia meremehkan seorang Renkarnasi Luciver ]...


" Sebaiknya kau... " anak itu terdiam begitu tahu tangannya tidak bisa lepas dari genggaman Tang Ryu " Kau apa yang... "


Buk!


" Wang Sheng apa kau bisa sedikit lebih tenang? aku sedang lelah sekarang "


" Bagaimana bisa kau tahu namaku... " belum sempat Wang Sheng berbicara, perutnya kembali terkena pukulan.


Buk!


" Apa kau sudah bisa tenang? "


Wang Sheng mengelap darah di mulutnya " Si- siapa kau! jika Bos tahu... "


Buk!


" Jika Bos tahu... "


Buk!


" Hmp! jadi kau bisa tenang juga ternyata "


Semua orang yang melihat Wang Sheng di pukuli tanpa ampun itu terdiam seribu bahasa. Baru pertama kali ini ada anak murid baru yang bersikap brutal begini.


" Apa masih ada kasur yang kosong? "


" A- ada Kak. Silahkan~ " kata seorang anak menyerahkan tempat tidurnya. Lebih baik dia tidak menggangu anak baru ini, benar sampai Bos mereka datang.


" Lumayan. Tapi... " Tang Ryu menatap mereka bergantian.


Semua murid tidak bisa berkata-kata lagi, waktu itu Tang Ryu terlihat sangat menyeramkan dengan seringai jahat di wajahnya.


" Apa ada makanan di sini? "


" Fiuh~ " seluruh anak melepas nafasnya yang sempat tertahan. Mereka kira Tang Ryu akan memalak mereka.


" Kalau makanan itu ada di kantin... "


Brak!


Seorang anak gadis membanting pintu masuk asrama. Wajahnya tampak terkejut begitu melihat Wang Sheng yang tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


" Apa yang terjadi "


" Itu~ " seluruh anak menatap Tang Ryu yang duduk tanpa rasa bersalah.


" Oh? jadi kamu itu... "


Belum sempat Tang Ryu berbicara gadis itu sudah lebih dulu menyerbu ke arahnya. Dia tidak punya pilihan selain melakukan perlindungan diri.


" Hei! ada apa? kenapa kau menyerang ku? "


" Heh? jadi memangnya kenapa akulah bos nya disini "


Tang Ryu diam bingung mau berkata apalagi sepertinya kata-kata tidak berfungsi dengan gadis di depannya.


Tang Ryu dengan lincah bergerak ke sana kemari sambil kedua tangan dia masukkan ke dalam saku celana.


" Apa kau hanya bisa menghindar? "


" Bukan seperti itu? hanya saja... "


" Cukup! lawan aku jika kau memang pria "


Tang Ryu menghela nafasnya. Jadi dia tidak punya pilihan lain? kalau sampai Tang San tahu dia menghajar wanitanya, bisa jadi dia akan di pojokan nantinya.


" Apa kau yakin? " Tang Ryu melompat ke atas kasur.


" Jangan bertele-tele sialan! " gadis itu memukul ke arah Tang Ryu yang hanya meninggalkan udara kosong.


' Di mana dia... '


" Halo? kau mencari ku? "


" Sial... "


Buk!


Tang Ryu memukul perut gadis di depannya dengan keras, sampai-sampai dia terlempar ke arah pintu.


' Sial! aku berlebihan ' Tang Ryu mencoba untuk menyelamatkan gadis itu tapi terlambat oleh seseorang.


" TANG SAN!!! " seru anak-anak yang melihat Tang San bergegas menolong gadis itu dan menggenggamnya.


Tang San tampak terkejut tetapi begitu dia melihat siapa yang ada di depannya dia menjadi lebih terkejut lagi.


" Tang San " rintih gadis itu di dalam pelukan Tang San.

__ADS_1


" Xiao Wu?! "


__ADS_2