
Sepuluh menit berlalu semenjak pertarungan Tang Ryu bersama Tang San melawan Zhou Wuji. Namun Zhou Wuji merasa ada yang tidak beres dengan badannya, walaupun sudah memakan tahu dan bawang putih Oscar.
" Kenapa tubuhku masih terasa kaku... " kata Zhou Wuji, memutar engsel bahunya.
" Tang San cepat bantu dia... " kata Tang Ryu.
Tang San mengangguk " Guru Zhou aku akan membantu mu mengeluarkan jarum jenggot naga yang ada dalam tubuh mu "
Tang San berjalan mendekat " Kalau itu ada di dalam tubuhmu dalam waktu yang terlalu lama, itu akan berefek untuk keadaan kondisi fisik mu "
" Guru Zhou sebaiknya anda mendengarkan perkataan Tang San, biarkan dia membantu mu, lagi pula senjata rahasia itu hanya Tang San yang dapat membuat nya " tambah ku meyakinkan.
" Tapi menurutku sebaiknya jangan sih, kalau anda cacat sekalipun aku tidak akan merugi " tambah ku.
" Apa katamu?! " seru Zhou Wuji " Baru juga di terima menjadi murid baru, tapi kau sudah mendoakan agar gurumu cepat mati? "
Zhou Wuji berbalik melihat ke Tang Ryu yang tengah rebahan santai dengan paha Xiu Ying sebagai bantalan kepalanya ' Bagaimana bisa anak sekecil itu sudah pintar merayu wanita, ini nggak adil... "
" Baiklah " kata Zhou Wuji menghela nafas, berat rasanya di umur segitu tapi dia masih belum juga mendapatkan pendamping.
Tang San menarik nafas panjang ' Teknik Tangan Kegelapan '
Dalam posisi lotus itu wajah Zhou Wuji terlihat pucat karena menahan sakit dipunggung nya. Dalam setiap gerakan tangan Tang San yang melakukan totokan ke punggungnya itu.
" Maafkan aku Guru Zhou... " kata Tang San, wajah Zhou Wuji terlihat berkeringat.
" Aku terlalu gegabah, tapi kau terlalu kuat jadi aku terpaksa mengeluarkan semua kekuatan ku... " kata Tang San menyesali perbuatannya.
" Kau tidak perlu mengatakannya Tang San, dia juga pantas mendapatkan nya " kata Tang Ryu menyela.
" Heh? mulutmu itu jika tidak hati-hati akan aku robek sekarang " ancam Zhou Wuji.
Tang Ryu melambaikan tangan, tidak peduli " Lagi pula mana ada seorang guru yang bertarung dengan muridnya layaknya bertarung sampai mati. Jika guru berani silahkan saja, entah berapa lama nanti guru akan ancam satu benua "
Dai Mu Bai melihat ke arah Zhou Wuji yang terlihat menahan emosinya ' Dari mana asal keberanian nya itu... '
' Hebat... ' gumam Zhu Zhuqing.
' Gilaaa... ' gumam Oscar.
' Kak Ryu nekat sekali dia... ' gumam Xiao Wu yang di setujui Xiu Ying.
Tang San tersenyum kaku, Zhou Wuji terlihat mengepalkan tangannya kuat ' Kak Ryu... sebaiknya aku mulai mengawasinya ketika berbicara... '
Zhou Wuji menoleh ke bawah " Hmph! "
' Aku menggunakan 5 halo untuk melawan seorang bocah, akulah yang payah ' Zhou Wuji menunduk malu ' Hehe, tapi itu layak untuk mendapatkan monster baru. Tapi... sepertinya aku perlu mempertimbangkan anak itu ' Zhou Wuji melirik ke arah Tang Ryu.
Tang San sudah mengumpulkan semua jarum jenggot naga di tangan nya " Aku sudah mengumpulkan semua nya "
" Oscar cepat beri Tang San beberapa tahumu " kata Dai Mu Bai.
" Aku datang! " Oscar berlari ke tempat nya.
Dai Mu Bai berbalik dan menemukan Tang San yang tiba-tiba saja pingsan " Ah~ kau membuat Tang San pingsan! " keluhnya, menopang Tang San.
" Tidak mungkin dia yang terlalu banyak menggunakan kekuatan! " balas Oscar tidak terima.
Oscar melihat Tang Ryu berjalan mendekati nya " Itu benarkan?! " tanya nya kepada Tang Ryu.
Xiao Wu melihat Kakak tertuanya itu tiba-tiba tersenyum " Astaga... " katanya sambil mengusap wajah nya.
" Kalau begitu buatkan aku tahu yang banyak bisa? "
" Lihatlah dia Bos Dai! dia sendiri mengakui betapa lezatnya tahuku! " seru Oscar.
" Itu... " Dai Mu Bai tertegun.
" Ini silahkan " Oscar seketika membuat banyak sekali tahu di keranjangnya. Namun...
" Uhk! "
" Ayo dihabiskan ya... " kata Tang Ryu memasukkan semua tahu kedalam mulut Oscar dengan paksa.
' Aku tidak sanggup bernafas! ' keluh Oscar.
" Tang San! cepat bantu dia! " seru Xiao Wu.
" Hah? ah~ iya! " Tang San di bantu Dai Mu Bai segera menarik Tang Ryu menjauh.
" Hahaha. Hahaha. lagi-lagi! ayo lagi! " seru Tang Ryu dengan tawa kerasnya.
' Tolong~ ada iblis~ ' gumam Oscar.
Akhirnya Tang San dan Dai Mu Bai berhasil menarik Tang Ryu menjauh darinya, tetapi itu sudah terlambat Oscar dia sudah pingsan sedari lima detik lalu " Oscar! "
" Cukup! " Zhou Wuji meraup wajahnya, bisa-bisanya Oscar di jahili murid baru.
__ADS_1
" Segel tempat ujian, senjata Tang San banyak menggunakan racun. Biarkan dia yang membersihkan nya nanti " kata Zhou Wuji berlalu pergi.
" Lalu dia bagaimana? " tanya Ning Rongrong menunjuk Oscar yang pingsan di tanah.
" Yeah~ bawa dia ke asrama " lanjut nya melambaikan tangannya.
" Gawat! Tang Ryu melepaskan diri nya, cepat hentikan dia sebelum Oscar mati! " seru Xiao Wu yang melihat Tang Ryu berlari ke arah Oscar. Semua orang akhirnya membantu Oscar untuk menjauh dari Tang Ryu yang terlihat seperti ingin menikam orang.
Setengah jam kemudian. Di tempat diman Zhou Wuji tinggal.
" Lukanya tidaklah besar tapi masih terasa sangat menyakitkan... " keluh Zhou Wuji melihat pergelangan tangannya.
" Acala! "
" Siapa?! " seru Zhou Wuji. Tiba-tiba muncul suara yang menyebut nama nya.
" Keluar lah! "
Zhou Wuji merasakan tekanan itu, suara yang tiba-tiba memanggil nya itu tanpa menunjukkan jati dirinya. Siapa dia?
' Siapa ini? aku bahkan tidak bisa mendeteksi nya '
Zhou Wuji tampak sedang menahan tekanan tak berwujud yang muncul di ruangan nya ' Dia terlalu kuat... '
' Aku harus melihat nya ' Zhou Wuji melompat keluar jendela.
" Pertahanan sejati aktif! keluarlah!!! " seru Zhou Wuji begitu dia sampai di tengah hutan.
Cahaya bulan tampak redup terlihat, pepohonan di sana terlihat suram, dengan suara angin yang berhembus kencang.
" Aku tahu kau disini! " seru Zhou Wuji.
Di kedalaman hutan, sepasang mata terlihat tajam menatap Zhou Wuji. Dia bisa merasakan kekuatan yang sulit dijangkau darinya, perlahan sosok itu mulai bergerak mendekati nya. Setiap langkah nya menimbulkan rasa khawatir di dalam hati Zhou Wuji.
DUM!!! hentakan kaki nya membuat Zhou Wuji tertegun. Cahaya dari spirit cincin kuning nya terlihat mengambang.
DUM! langkah selanjutnya menimbulkan tekanan yang berbeda, cincin spirit berusia puluhan ribu tahun.
DUM!!! dan langkah terakhirnya bukan hanya menimbulkan tekanan yang luar biasa tetapi juga gejolak di dalam hati Zhou Wuji.
' Sembilan spirit halo? dan empat diantaranya berumur sepuluh ribu tahun ' ungkap Zhou Wuji kagum.
Tetapi apa yang berwarna merah itu? cincin spirit berusia satu juta tahun? apa yang terjadi?
" Kau... orang yang di sebut sebagai bangsawan Douluo! " seru Zhou Wuji terkejut sekali. Ini sudah diluar prediksi nya, karena dia tengah berhadapan dengan sosok yang sangat agung.
...****************...
Itulah yang disebut sebagai bangsawan Douluo.
" Haha, aku tidak menyangka akan bertemu Acala di desa terpencil seperti ini... " kata sosok itu berjalan mendekati Zhou Wuji.
Zhou Wuji terlihat gugup " Maaf bolehkan aku bertanya siapakah sesepuh yang terhormat ini? apa yang kau inginkan dariku... "
" Hmph! apa kau lupa bocah kecil yang kau ganggu? " mendengar itu Zhou Wuji tampak tegang.
" Hmph! karena kau disini cepatlah keluar! " seru sosok itu menatap pepohonan di sampingnya.
Flander menampakkan dirinya dari balik pepohonan itu, sayap burung hantu nya merentang. Flander melompat ke tengah-tengah pembicaraan Zhou Wuji dengan sosok bertudung itu.
" Maafkan aku... sesepuh langit... " kata Flander menunduk hormat.
Seketika Zhou Wuji membeku di tempatnya ' Dia... ' sosok itu membuka tudung yang menutupi sebagian wajahnya.
' Si Douluo langit... ' seru Zhou Wuji di dalam hatinya.
" Huh?! jadi kau Flander?! " kata Tang Hao " Essence spirit bertarung burung hantu, level 78, wings of golden iron triangle "
Flander terdiam, membisu.
" Apa kau ketua dari akademi Shrek? " lanjut Flander.
" Ya " jawab Flander menunduk hormat.
" Jaga sikapmu! aku kesini ingin membuat masalah " kata Tang Hao mengancam.
" Sesepuh langit?! " seru Flander dan Zhou Wuji terkejut sekaligus bingung.
" Maafkan aku jika Zhou Wuji telah menyinggung mu... " kata Flander gugup " Tapi bisakah anda... "
" DIAM!!! " seru Tang Hao memukul Flander ke belakang dengan teknik tak kasat mata nya.
" JANGAN MEMBUAT KU MEMUKUL MU JUGA! " kata Tang Hao mengancam, melihat Flander di pukul ke belakang membuat Zhou Wuji panik.
Tang Hao mengambil jam pasir di tangan nya " Zhou Wuji aku beri kau kesempatan aku tidak akan menggunakan essence spirit bertarung. Jika kau bisa bertahan dalam waktu jam pasir ini... aku akan pergi. Jika tidak kau harus melakukan sesuatu untuk ku "
Flander menatap Zhou Wuji di depannya ' Sepertinya dia tidak berniat untuk membunuh Zhou Wuji '
" Zhou Wuji... berjuanglah! " kata Flander menepuk pundak Zhou Wuji dan melangkah mundur.
__ADS_1
Zhou Wuji menatap tajam Flander " Benar-benar teman yang baik ya... "
" Sesepuh langit... aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana melawan mu " kata Zhou Wuji tampak panik.
" Kau akan tahu " seru Tang Hao mengirim pukulan angin ke arahnya.
" Tunggu~ ARGHHH... "
Flander mengusap wajah nya " Zhou Wuji aku mendoakan kesejahteraan mu... "
BREAK!!!
AGGHH!
BRUK! Zhou Wuji terkapar di tanah.
" Terimakasih atas pembelajaran nya " kata Zhou Wuji dengan wajah penuh lebam.
" Zhou Wuji karena kau mengerti sepertinya aku tidak membuang-buang waktu ku, perlahan-lahan menyerap ke dalam. Itu akan membantu mu dimasa mendatang " kata Tang Hao menasehati.
" Sesepuh langit tugas apa yang bisa kulakukan untuk mu? " kata Zhou Wuji menunduk hormat, rasa nya masih sakit sekali.
Tang Hao terdiam " Tolong jaga anakku Tang San... dan turuti saja kemauan Tang Ryu. Itu akan membantu di masa depan Flander... " Tang Hao tersenyum tipis menatap pepohonan sejauh dua puluh meter di depan.
' Terimakasih Ayah '
Tang Hao tersenyum lebar karena ini pertama kalinya dia mendengar Tang Ryu memanggil nya Ayah. Walaupun tidak secara langsung, karena Tang Ryu menyampaikan pesannya melalui benang-benang tipisnya.
" Kami mengerti " jawab Flander membantu Zhou Wuji berdiri.
" Aku serahkan kepada kalian " kata Tang Hao ' Ini akan menjadi perjalanan yang tidak sia-sia '
" Sampai jumpa sesepuh... "
WUSSS!
Zhou Wuji dan Flander melihat Tang Hao menghilang dengan lompatan yang sangat cepat, suasana hutan menjadi tenang kembali.
" Jadi dia adalah Douluo langit, salah satu yang berani melawan Paus. Mengerikan... " ungkap Zhou Wuji dari dalam hatinya.
Flander mengangguk " Essence spirit nya sudah melewati level 95. Siapa yang bisa menjadi lawannya di benua ini... "
' Bangsawan Douluo Langit " kata Zhou Wuji dan Flander dari relung hati terdalamnya.
Sementara itu di tempat sejauh 20 meter ke utara dari tempat Flander dan Zhou Wuji. Benang setipis kertas bergerak menggulung di terpa cahaya bulan.
Tang Ryu berbaring menatap bulan di atasnya.
" Pantas saja kamu begitu berbakat darling, ayahmu ternyata merupakan sosok yang sangat agung di benua ini " kata Xiu Ying kagum.
Tang Ryu menatap kedua manik Xiu Ying " Tapi sayang nya dia bukanlah ayah biologis ku "
Xiu Ying mengusap kepalanya " Jadi begitu... " kata nya balas menatap Tang Ryu yang menjadikan paha nya sebagai bantalan.
Malam itu Tang Ryu dan Xiu Ying mengambil waktu luangnya di bawah sebuah pohon yang besar nan rindang. Awan yang menutupi langit di tiup angin yang memperlihatkan bulan Tsabit.
" Xiu Ying... apakah kamu yakin ingin mengikuti ku selalu? masa depanku tidak sejelas Tang San dan lebih rumit dari Xiao Wu " kata Tang Ryu menarik tangan Xiu Ying dan mengusapkan nya ke pipinya.
" Lalu? " tanya Xiu Ying balik.
" Itu artinya kamu tidak akan selalu bahagia kalau hidup bersama ku... "
Xiu Ying tersenyum " Memangnya saat kamu menyelamatkan aku dulu, Darling pernah pakai identitas rahasia mu? nggak kan? lagi pula... aku sudah punya tempat tinggal disini "
Tang Ryu mengernyit bingung " Dimana? "
" Disini " kata Xiu Ying menekan dada Tang Ryu di bawahnya.
Tang Ryu tidak bisa tidak menyembunyikan senyuman manisnya. Wajah Xiu Ying terlihat sejuk dan menghangatkan, wajahnya mendekat yang membuat bibir mungilnya bersentuhan dengan Tang Ryu.
Mereka berdua terdiam dan menikmati ciuman yang sudah pernah mereka lakukan, ciuman yang penuh akan kasih sayang dan kehangatan. Bagi mereka berdua tidak ada jalan halus, dan banyak ujian yang harus siap mereka jalani.
" Xiu Ying aku ingin jujur sebelum ingatan ini malah melukai mu... "
Xiu Ying menatap wajah Tang Ryu yang hanya berjarak lima centimeter darinya " Tentang apa? "
" Aku sewaktu kecil pernah mengalami kecelakaan, yang membuatku kehilangan setengah ingatanku. Dan sampai sekarang aku belum sepenuhnya ingat, tapi aku tahu bahwa... ada hujan deras dan seorang gadis berambut pirang... dan setelah nya aku... "
Xiu Ying kembali mencium nya, dia menyalurkan perasaan hangat ke Tang Ryu. Xiu Ying bisa melihat raut khawatir di wajah Tang Ryu, raut wajah yang sangat berbeda dengan dirinya.
Jika ingatan itu sampai membentuk nya seperti itu, Xiu Ying harus menerima nya juga tentang Tang Ryu yang pernah jatuh hati dengan orang selain nya. Namun sepertinya Tang Ryu tidak menyadarinya, dan itulah yang membuat Tang Ryu terlihat menahan sakitnya.
" Aku sudah siap Darling... tetapi aku perlu janji darimu... " Xiu Ying mengusap wajah Tang Ryu lembut.
" Janji? " tanya Tang Ryu.
" Berjanjilah dimanapun nanti kamu melangkah, izinkan aku ikut serta di dalamnya. Bahkan jika itu daratan berduri, atau lautan darah. Bahkan jika itu tempat yang membuat ku sengsara selama ribuan atau bahkan puluhan ribu tahun. Tolong... yang kuinginkan hanya berada di sisimu selalu... "
Tang Ryu terdiam di tempatnya, tetasan airmata Xiu Ying menyentuh pipinya.
__ADS_1
" Selalu... " jawab Tang Ryu memeluk Xiu Ying dan menciumnya lembut.
...[ Progres perubahan fabel: 25% ]...