
Siang itu di kediaman kecil milik keluarga Tang. Si Jack tua mengetuk keras pintu rumah saking senangnya. Sampai-sampai Tang San yang melihat itupun menggeleng.
" Tang Hao! ada berita bagus! Tang San akan menjadi seorang spirit master... "
Jack tua membuka pintu dengan paksa " Kapan kau akan membawanya ke sekolah "
Tapi begitu dia melihat ke dalam betapa buruknya tingkah ayah Tang San, dia sedang mabuk di atas kursinya.
" Apa? sekolah? kami terlalu miskin~ " ujarnya dengan menutup mata karena silau.
" Aku sudah tahu dari sampah-sampah yang ada di sekitar mu. Kenapa kau tidak berubah jadi sampah sekalian? " keluh Jack menopang wajahnya.
Tang San yang melihat itu hanya tersenyum sekilas.
" Tang San dapat beasiswa dari desa. Kau tidak perlu membayar sekolah nya "
" Oh? selama dia tidak berhenti memasak untukku, boleh saja " kata Tang Hao mengusap air liurnya.
Tang San melihat Kakek nya Jack sedang menahan amarahnya. Entah kenapa hal itupun membuat Tang San merasa tidak enak sendiri, padahal bukan dia yang salah.
" DASAR KAU SAMPAH BERKARAT! MASAK SENDIRI! ANAKMU MENCAPAI LEVEL ESSENCE HARMONISASI. KALAU BAKATNYA DI SIA-SIAKAN AKU AKAN MEMBUNUH MU "
" Kau berisik sekali pak tua " Tang Hao malah menggaruk pantatnya meremehkan " Apa kau tahu essence harmonis? "
" Diam tentu saja aku tahu! " balas Jack tua sewot " Itu adalah... "
Tang San menatap wajah kakeknya Jack dari kelihatannya dia sepertinya lupa.
" Orang yang memiliki essence saat spirit mereka bangkit di sebut spirit master. Mereka bisa melatih spirit mereka sampai level 10 "
" Sedangkan essence harmonis adalah ketika essence sudah mencapai level tertinggi ketika pertama kebangkitan spirit " jelas Tang San.
"Hah~ itu benar! " balas Jack bersemangat.
" Cih! " Tang Hao berdecak dan mengambil botol arak di sampingnya. Wajahnya tampak jengkel.
" Tang Hao kalau kau tidak peduli dengan masa depan Tang San...Hmp! spirit ku ini bukan untuk main-main " tegur Jack tua sembari mengacungkan spirit nya yang berubah jadi wortel.
Tang San terdiam " Tetua? itukan hanya sebatang wortel? "
Jack tua ikut terdiam " Tang San aku pergi dulu, datanglah padaku kalau kamu ada sesuatu... "
" Baiklah " jawabnya.
Lenggang. Setelah kepergian Jack tua suasana di rumah itu mendadak senyap dan hanya terdengar percikan tungku api.
" Saat spirit bangkit akan ada tanda muncul di tubuh pemiliknya. Apa spirit mu? " tanya Tang Hao.
" Rumput sungai "
Tang San mengangkat tangan nya yang mulai di penuhi oleh rumput sungai berwarna biru memukau.
" Katanya spirit sampah " Tang Hao yang mendengar itu hanya terdiam tanpa bisa berkata apa-apa.
" Papa... apakah setiap orang hanya memiliki satu spirit? " tanya Tang San penasaran.
" Itu... tentu saja... "
" Tapi... kenapa aku punya dua tanda spirit? "
Tang Hao membeku di tempat begitu melihat tangan Tang San yang satunya mengeluarkan spirit lainnya. Spirit itu sama persis dengan miliknya.
" Tang San kamu... " Tang Hao berjalan tertatih mendekati Tang San " Spirit ganda dan juga itu harmonisasi?! "
" Papa? " Tang San kaget saat tahu ayahnya dengan erat memeluknya. Ini baru pertama kali dia melihat ayahnya yang cuek malah menangis di pelukannya.
" Hahaha... sayang apa kau melihatnya? anak kita memiliki dua spirit " Tang San terdiam.
" Rumput sungai... anak mu memiliki spirit yang sama seperti milikmu... " Tang San yang mendengar itu bergetar hatinya.
" Spirit seperti ibu? " Tang San sekarang tahu jika spirit rumput sungai nya merupakan warisan dari ibunya. Kalau begitu spirit yang berbentuk palu ini adalah warisan ayahnya.
" Tang San! Berjanjilah apapun yang terjadi gunakan palu yang ada di tangan kirimu untuk melindungi rumput di tangan kanan mu... Berjanjilah! " tegasnya menggenggam erat kedua tangan Tang San.
" Dan ingat satu lagi. Jangan sampai orang lain melihat ini "
" Kamu akan Papa izinkan untuk pergi ke sekolah bersama dengan Tang Ryu... " Tang Hao baru sadar jika tidak ada anak itu di sini.
Dimana dia?
" Tang Ryu... di mana anak nakal itu? "
" Itu, sepertinya dia pergi ke sungai untuk mencari ikan. Katanya dia perlu waktu untuk sendiri "
" Hmm. Lalu apa spiritnya? "
" Papa... aku mau bertanya... siapa kakak itu sebenarnya... maksudku... apakah dia benar-benar kakak kandungku? "
Tang Hao menatap manik mata milik anak nya itu, dia jadi ingat dengan ibunya " Kamu pasti sudah melihat bentuk spiritnya kan? aku tidak tahu spirit apa yang di bangkitkan, tapi sepertinya... itu berbeda dengan milikmu "
" Jadi... tidak mungkin... "
__ADS_1
Tang Hao mengangguk " Dia memang kakak mu Tang San, tapi bukan dari darah yang sama. Kami membawanya karena itu adalah keinginan ibumu "
" Kakak... " Tang San yang mendengar itu diam tak berkutik.
Setelah itu Tang San berjalan pergi keluar rumah setelah di ajari teknik menempa oleh ayahnya. Dia pergi menemui kakak nya yang ada di sungai, tetapi begitu dia sampai di tengah hutan, terdengar suara dentuman yang sangat keras dari tempat kakaknya berasal.
" BAJINGAN!!!! " Tang San terkejut begitu mendengar suara teriakan kakaknya itu.
" Kakak! apa yang terjadi? " Tang San berlari ke arah tempat kakaknya. Wajahnya berubah pucat khawatir dengan keadaan kakak nya.
Tapi begitu dia sampai di sana, Tang San terkejut bukan main. Tempat itu sudah seperti medan pertarungan. Sedangkan kakak nya tergeletak tak berdaya di sana dengan penuh noda darah.
" Kakak! bertahan! kakak! " teriak Tang San menghampiri kakaknya yang sudah sekarat.
" Ren... Xue... " Tang Ryu mencoba menggapai langit di atasnya.
Tang San melihat ke atas di mana kakak nya melihat, disana terdapat sebuah kereta terbang yang seperti terhisap ke dalam sebuah distorsi ruang. Di sana pula dia menemukan seorang anak perempuan yang menangisi kakaknya.
' Sungguh... apa yang sebenarnya terjadi '
" Makhluk rendahan seperti kalian. Tidak pantas bersanding dengan anggota keluarga kami " ucap seorang pengawal yang berada di dekat kereta itu.
" Kau! " Tang San balas menatap wajah nya dengan sangat tajam. Dia tidak tahu apa yang telah dialami Kakak nya yang sekarang tampak hancur itu tetapi " ... Aku tidak akan memaafkan kalian... "
Setetes air mata jatuh dari pipi Tang San " Kau akan menyesal karena telah membuat kakak ku menderita. Ingatlah! " matanya yang sebelumnya biru berubah menjadi ungu.
" Hmp "
...****************...
Beberapa jam sebelumnya.
" Hei! Ryu... kenapa kamu sangat lama sih! "
Tang Ryu yang melihat Qian Ren Xue yang masih tetap disana merasa sedikit senang. Dia mengira Qian Ren Xue akan pergi bersama utusan dari keluarganya.
" Kamu masih di sini? " Tang Ryu berjalan masuk ke dalam goa.
" Bukankah kamu yang meminta aku untuk tetap disini? " Qian Ren Xue mendekat dan memeluk lengan Tang Ryu.
" Benarkah? "
Qian Ren Xue tampak menahan kekesalannya pipi kecil nya menggelembung imut. Hal itu semakin membuat Tang Ryu ingin menggoda nya lebih lama.
Tetapi.
" Aku hanya... " Tang Ryu terdiam begitu sadar dengan apa yang terjadi. Bahkan Qian Ren Xue yang sebelumnya ceria berubah suram.
...[ Tuan! seseorang datang ]...
Qian Ren Xue yang melihat kehadiran orang yang baru saja masuk itu tampak terkejut " A- apa yang kau lakukan disini? "
" Eh? bukankah saya yang harus mengatakan itu T.U.A.N P.U.T.R.I? "
Qian Ren Xue menatap wajah Tang Ryu yang juga sedang menatapnya. Gadis itu menjadi takut kalau-kalau Tang Ryu menjauh darinya karena pernyataan tadi. Tapi lebih dari itu dis takut kalau seandainya utusan ini menganggap Tang Ryu sebagai musuhnya.
" Mari kita pulang... "
Qian Ren Xue kembali menatap wajah Tang Ryu yang hanya terdiam dari tadi. Apa mungkin hanya sampai di sini kebersamaan mereka? aku tidak ingin jauh dari Ryu.
Tapi jika Qian Ren Xue tidak menuruti itu bisa jadi Tang Ryu akan menjadi kambing hitam untuknya. Qian Ren Xue memutuskan untuk berjalan mendekati utusan itu.
" Bagus! ibu anda telah mencari anda selama ini. Mari kita pulang... " utusan itu menggapai tangan Qian Ren Xue.
Qian Ren Xue merintih kesakitan lagi-lagi perlakuan kasar seperti ini. Dia sangat membenci itu. Dia mengingat perasaan hangat dari Tang Ryu.
" Hei! " setelah begitu lama terdiam akhirnya Tang Ryu angkat bicara.
Utusan itu berhenti dan berbalik. Qian Ren Xue yang melihat itupun menggeleng pelan ke arah Tang Ryu.
" Kau anggap aku apa hah? "
" Heh? emangnya ada apa dengan... "
****BUM****!!!
Mendadak Tang Ryu muncul di depan wajah utusan itu dan memukulnya dengan keras, Tang Ryu telah mengaktifkan tekniknya.
" Ryu~ " ucapnya terkejut. Qian Ren Xue melihat ke arah di mana utusan itu terlempar ke luar goa.
Tang Ryu menggenggam erat tangan Qian Ren Xue " Beraninya kau membuat wanita ku menangis! akan ku habisisi kau! "
Utusan itu meludah dengan darahnya yang bercampur " Dasar makhluk rendahan... aku sudah berbaik hati membiarkan mu hidup tapi apa yang terjadi? semuanya keluar! "
Dari berbagai tempat muncul sekelompok orang yang merupakan utusan dari aula Wuhun itu. Dan sekarang mereka tengah mengejar Tang Ryu yang berlari bersama Qian Ren Xue.
" Dengar semuanya! aku tidak peduli lelaki itu mau hidup atau mati, terserah kalian mau apa tapi bawa kembali gadis itu "
" Siap pak! " seru mereka serentak.
Qian Ren Xue melihat wajah Tang Ryu yang terlihat pucat pasi, kenapa dia malah membawanya pergi. Jika seperti ini nyawanya akan dalam bahaya.
__ADS_1
" Ryu! apa yang kamu lakukan! "
" Aku menyelamatkan mu "
" Bodoh! apa kau sudah tidak sayang lagi dengan nyawamu hah?! "
" Lalu apa?! kamu meminta ku untuk diam dan melihat air mata mu terus berjatuhan?! "
Qian Ren Xue menggigit bibirnya. Baginya Tang Ryu adalah alasan baginya untuk hidup sekarang, tetapi jika terus seperti ini.
" Ren Xue! dengarkan aku... tolong percaya lah ok! " Qian Ren Xue hanya diam. Tidak mungkin mereka selamat dari kejaran para utusan itu.
Qian Ren Xue memeluk erat Tang Ryu yang menggendong nya. Bahkan jika dia mati pun dia akan ikut bersama nya.
Suara dentuman terdengar. Tang Ryu telah kembali melancarkan teknik bertarung nya.
Salah satu utusan terbaring tak sadarkan diri, sementara yang lainnya terus mengejar dan ikut balas menyerang.
Tang Ryu terlihat berusaha sangat keras untuk menghindari serangan mereka dengan beban di tubuhnya. Beberapa panah telah berhasil menggores tubuh nya.
' Sial! ' keluhnya.
...[ Tuan! ini panah beracun. Jika teri seperti ini nyawa anda akan... ]...
' Diam! aku tahu itu! tetapi jika tidak seperti ini lalu bagaimana dengan Qian Ren Xue? kamu mau membuat nya hidup di dunia yang seluas sangkar burung itu? '
...[ Tetap saja nyawa anda yang jadi masalah di sini. ]...
" Aku tahu... " Qian Ren Xue melihat ke arah Tang Ryu yang terlihat menahan rasa sakitnya.
' Tolong Ryu sudah cukup ' batinnya. Qian Ren Xue mengeratkan pelukannya.
" Kejar! terus serang dia! jangan sampai dia kabur cepat! "
Entah sudah berapa lama mereka berlari Tang Ryu merasa tenaganya mulai terkuras sangat banyak karena racun di tubuhnya. Dia melihat ke Qian Ren Xue yang tampak menahan tangisannya.
" Sudah cukup Ryu. Biarkan aku pergi bersama mereka " rintihnya.
" Diam! " sentak nya.
Qian Ren Xue tersentak. Kenapa dia sangat keras kepala seperti ini. Nyawanya akan dalam bahaya, Tang Ryu seperti orang kesurupan dia berusaha setengah mati untuk melindunginya.
" Sial! " Tang Ryu melihat salah satu dari mereka berniat melancarkan serangan dengan skala yang luas.
" Ryu! " Qian Ren Xue terkejut mengetahui Tang Ryu melempar nya ke samping.
BUM!!!
Qian Ren Xue melihat bola api besar menghantam tubuh kecil Tang Ryu. Qian Ren Xue tertatih mendekati Tang Ryu yang setengah terbakar.
" Ryu... bertahan lah... " jeritnya.
Qian Ren Xue melihat ke arah orang-orang yang mengejarnya. Bagaimana sekarang? apa yang harus dia lakukan.
" Jangan! " cegah Tang Ryu ketika tahu Qian Ren Xue mencoba pergi ke arah musuhnya.
" Tang Ryu! biarkan aku pergi bersama mereka. Dengan begitu nyawamu akan aman, jadi lepaskan "
" Benarkah? " tanya Tang Ryu memastikan.
" Itu benar, aku akan meminta mereka untuk melepaskan mu " jelas Qian Ren Xue.
" Lalu kenapa kamu menangis? "
" Aku... " Qian Ren Xue menangis ketika tahu Tang Ryu mengusap wajah nya yang basah, bahkan dalam situasi seperti ini dia masih mengkhawatirkan nya.
" Awas! " Tang Ryu menahan anak panah beracun yang menghampiri Qian Ren Xue.
Qian Ren Xue membeku di tempat ketika melihat Tang Ryu muntah darah di pelukan nya. Para utusan itu telah sampai di tempat nya
" Cukup aku akan pergi bersama kalian! " Qian Ren Xue teriak frustasi " Jadi tolong lepaskan dia... "
" BAJINGAN!!! " umpatnya.
" Uhuk! "
Qian Ren Xue menoleh ke tempat Tang Ryu berada dengan ragu-ragu, wajahnya yang basah oleh tangisan. Di perlihatkan kejadian yang sangat menyayat hatinya.
" Itu pilihan yang bagus Tuan putri, tetapi... dia harus mati disini " kata utusan itu setelah menusuk perut Tang Ryu dengan pedangnya.
Manik mata Qian Ren Xue membulat sempurna. Kehangatan itu mulai padam di depannya. Rasa sakit yang belum pernah dia rasakan menghampiri nya.
" Ini bohong kan? " Qian Ren Xue diam tak berkutik. Bahkan ketika dirinya di bawa ke dalam kereta untuk di bawa pergi, matanya tak lepas dari Tang Ryu.
' Tolong siapapun... katakan padaku kalau semua ini bohong '
Qian Ren Xue melihat seorang anak kecil datang dari semak-semak dan mendatangi Tang Ryu yang penuh dengan luka. Anak kecil itu menatap kepergiannya dengan tatapan marah dan dendam ke padanya.
' Apa dia adiknya? tetapi Tang Ryu dia... '
Tang San dan Qian Ren Xue saling bertatapan mereka berdua memiliki pemikiran nya sendiri. Kehadiran saudara yang membenci dirinya karena kakaknya, dan kekasih yang membenci dirinya karena tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Mulai saat itu Qian Ren Xue mulai merindukan kehangatan Tang Ryu. Sedangkan Tang Ryu sendiri mulai lupa dengan caranya tersenyum.
' Ryu... maaf... maaf... aku... maaf... ' Qian Ren Xue menangis histeris di dalam kereta dan meninggalkan bekas luka yang mungkin tidak akan pernah bisa disembuhkan.