
Ke sesokan paginya aku terbangun dari tidur ku dan ternyata aku sudah ada di kamar ku 'mungkin awan yang bawa aku ke kamar ' gumam aku karena tahu sikap adik ku itu. Aku pun langsung bangun dan menuju kamar mandi dan setelah selesai mandi aku pun bersiap dengan seragam sekolah ku dan turun kelantai bawah.
" pagi ka " ucap si kembar A dan D saat melihat cahaya yang keluar dari lif
" pagi juga " sapa ku pada mereka lalu menuju dapur untuk memasak makanan untuk sarapan.
Karena sesuai peraturan yang ada di mansion ini tidak ada dari semua pelayan yang boleh masak untuk sikembar kecuali aku dan bi citra tidak ada.
Setelah selesai memasak nasi goreng aku pun memanggil pelayan ubtuk membantuku membawa makanan kemeja
" mba bawa ini ke meja makan saya mau cici tangan dulu " ucap ku dengan menunjuk makanan dan minuman yang ku siap kan
" baik nona" jawab pelayan lalu membawa nya ke meja makan
" mba kakak mana " tanya difa saat melihat cahya belum kembali ke meja makan
" nona sedang cuci tangan nona difa " jawab pelayan yang lebih tua dari yang lain
" kenapa difa cari kakak " tanya ku sambil berjalan ke meja makan dan saat bersamaan aurora datang dengan seragam sekolah sama seperti kami
" ka kemarin malam kakak ku pulang malam " tanya difa yang mulai kepo
" kakak di perusahaan difa banyak kerjaan " jawab ku
" oh " sahut difa
" ayo makan " kata ku dan mereka pun mulai memakan makanan yang ku masak
Setelah selesai makan
" mba tolong beresin ya " panggil ku pada pelayan dan para pelayan langsung membereskan meja makan
Lalu aku menatap aurora yang penasaran dengan si kembar A dan D
" kenapa aurora " tanyaku walau aku sudah tahu jawanya
" mereka semua siapa nona " tanya aurora menatap sikembar curiga dan aku hanya bisa tersenyum melihat sikap aurora
" difa bantu kakak jawab " ujar ku kedifa
" ka aurora kami adalah adik ka cahaya yang cowok Awan dan di samping nya ada angin, nama ku difa sedangkan yang duduk dihadapan awan itu dira kembaran ku " jelas difa
" kamu pasti bingung kan " ucap ku menatap aurora yang belum mengerti di balas anggukan oleh aurora
" aku memiliki adik kembar yaitu awan dan angin sedang kan dira dan difa anak dari bi citra sahabat
Almarhumah bunda yang sedang di Negara S. Dan kenapa dira dan difa tinggal di mandion ini dan aku tidak marah bila merema dekat dengan awan dan angin adalah karena mereka sudah bertunangan. " ucap ku tekekeh melihat wajah aurora yang berubah ubah begitu juga dengan si kembar
" maksud nya nona " tanya aurora masih bingung yang membuat si kembar tidak bisa lagi menahan untuk tidak tertawa
" bini ka aurora aku dan awan sudah bertunangan begitu juga angin dan difa karena janji dua keluarga besar dan juga agar kami bisa saling menjaga tanpa membuat ka cahaya khawatir dengan keselamatan aku dan difa yang sedang di incar oleh musuh keluarga kami " jelas dira yang lebih dulu tenang dari pada yang lain
Aurora lalu manatap ku seulah meminta jawaban ku apakah benar atu tidak yang di bilang dira aku yang ditatap pun hanya mengangguk mengiyakan
" sudah ayo berangkat nanti telat " ajak ku lalu berdiri dan di ikuti semuanya menuju garasi dan langsung masuk ke mobilku
" tangkap " ujar awan
__ADS_1
melempar kunci mobil ke aurora dan ditangkap dengan mudah nya oleh aurora lalu dia masuk mobil nya di ikuti yang lain terakhir baru aurora.
Mobil cahaya langsung pergi melaju menuju ke SHSD di ikuti si kembar dan aurora
Skip gerbang SHSD
" wah bidadari gue udah dateng tuh
"pangeran jatuh dari langit
" awan
" angin
Dan berbagai teriakan yang di luntarkan siswa siswa SHSD yang masih di parkiran, sedangkan yang di teriaki tidak peduli.
" aurora ikut gue ke ruang kepsek " ujar ku
" iya " jawab aurora
" kalian langsung ke kelas " ucap ku pada si kembar yang ingin mengikuti
" hmm iya " ucap mereka bersamaan pasrah dan pergi menuju kelas mereka
Begitu juga cahaya yang membawa aurora ke ruang kepsek saat sampai di sana aku mengetok pintu dan di suruh masuk
" Permisi pak " ujar ku saat masuk
" kenapa cahya " tanya pak damar
" maaf pak damar ini saya cuma anter siswi baru " ujar ku lagi
" baik lah kalu begitub pak saya permisi pak " pamit ku dan membawa aurora pergi
( di sekolah cahaya terkenal dengan kepintaran murid nya dan juga sebelum mengizinkan para murid masuk di sekokah ini maka akan di cek apakah punya catatan kriminal kerena khawatir akan mengacau disekolah )
Aku dan cahaya langsung menuju kelas ku namun ternyata gurunya belum datang karena memeng masih pagi dan belum jam pelajaran
" wah bidadari kelas kita makin banyak "
" eh sayang sudah datang
" wooo mana mau dia sama lo
" khm " batuk ku untuk menyadarkan mereka
" aurora perkenalkan diri lo bila sudah duduk di samping gue " ucap ku lalu duduk di bangku tengah
" iya cahaya " sahut aurora melihat aku yang duduk di kursi ku
" halo semua gue aurora saputri dan gue murid baru di sekolah ini salam kenal semua " ucap aurora lalu mendatangi ku dan duduk di samping ku
' princess es ternyata ' batin semua orang di kelas itu kecuali bintang yang diam saja
' mereka cantik tapi queen dan princess es ' gumam gavin dan rafa
yang duduk di kursi paling belakang dan masih di dengar oleh bintang yang ada di depan mereka
__ADS_1
' sama kaya bos ' batin mereka karena tahu bahwa bos nya itu akan mendengar bila mereka bergumam
tak lama guru mata pelajaran masuk
" selamat pagi " sapa guru itu
" pagi bu " sahut siswa dan siswi kelas 12 ips 1 kecuali bintang dan cahaya
" baik kita mulai belajarnya buka buku halaman ......
Kring
Kring
" Baiklah karena jam pelajaran ibu sudah habis maka ibu permisi dan satu lagi tolong jangan ribut apalagi keluyuran karena pak bagas tidak masuk " ucap ibu guru lalu pergi dari kelas itu
setelah guru tadi tidak terlihat kelas langsung kaya kapal pecah
" yey jam kos
Aurora dan cahaya hanya bisa geleng geleng kepala melihat teman sekelas mereka sedangkan bintang dkk malah mabar dengan siswa cowok yang lain. ( kecuali bintang yang fukos dengan leptop yang dibawa nya) saat ibu tadi baru saja keluar
Cahaya yang bingung mau ngapain membuka hp nya dan mulai membuka apk jual beli saham, sedangkan aurora yang masih mengantuk pun tidur walau kelas berisik kaya pasar. Walau aurora tidus dia masih bisa merasakan apakah ada bahaya yang mengincar nona nya itu.
Aku yang tahu aurora masih waspada walau mata nya terpejam, tak terasa jam istirahat pun datang
kring
Kring
" rora ayo bangun kita kekantin " ucap ku membangun kan aurora yang tidur
" baik lah " jawab aurora dengan masih memejamkan matanya
Aku yang melihat itu pun hanya terkekeh kecil dengan tingkah aurora yang baru bangun tidur. Alalu aku berdiri dan di ikuti aurora berjalan menuju kantin. Ternyata si kembar sudah ada di meja dengan makanan yang sudah di pesan mereka untuk ku dan aurora. Setelah aku dan aurora duduk tak lama dinda jingga dan bintang dkk datang membawa makanan mereka.
" boleh gabung " ucap gavin setelah duduk
" itu udah duduk untuk apa izin lagi " ucap dira yang terkekeh
" udah dira makan makanan kamu " ucap ku karena melihat dira yang masih terkekeh
" baik ka "ucap dira lalu memakan makanan nya dan di ikuti yang lain
Spik setelah makan
" cahaya dia siapa " tanya dinda di angguki oleh jingga
" itu ka aurora " bukan cahaya yang menjawab melain kan angin
" oh salam kenal gue dinda dan itu jingga " ucap dinda memperkenalkan diri
" hmm gue aurora " jawab aurora
' mirip cahaya dingin banget ' batin mereka saat melihat sikap aurora
skip pulang sekolah
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca