
sedangkan di mansion cahaya
Angin yang tadi ingin minta izin untuk jalan jalan dengan yang lai pun ke kamar cahya namun saat dia mengtok pintu kamar kakanya tidak ada balasan. Ia pun membuka pintu kamar kakak nya itu namun ternyata kamar itu kosong lalu ia bertanya pada pelayan.
" mba liat ka cahya ga " ucap nya
" nona cahaya tidak pulang semalam den " ucap pelayan itu
" oh pergilah " ucap angin
lalu dia pun mencoba menelpon kakak nya dan ternya kakak nya ada di mansion adipati dan dia pun meminta izin ke kakak nya untuk jalan jalan dan kakak nya setuju
" awan dan kalian siap siap kita jalan jalan kata kak cahaya kita boleh pergi " ucap nya pada awan dan kembar D
" baik lah " dan mereka pun pergi bersiap
10 menit mereka sudah betkumpul di ruang tamu dan menuju garasi untuk mengambil mobil mereka.
" kita mau kemana ini " tanya difa
" kita ke mall dan nonton film lalu main di timezoon " ucap angin
" baik " mereka pun melajukan mobil nya menuju mall
Dan naik kelantai 4 untuk ke bioskop
" dira difa kalian beli makanan sedangkan gue dan angin akan membeli tiket nanti kumpul disini
Tak lama mereka pun berkumpul lalu masuk ke bioskop mereka menonton film horor yang membuat dira dan difa ketakutan. Saat film selesai dira dan difa masih saja takut
" ga papa itu cuma film " ucap angin menenangkan difa sedangkan awan memeluk dira yang masih ketakutan
" dari pada takut gimana kita ke cafe delima dan menelpon ka cahaya unrmtuk ke sana dan menyanyi lagi " ucap awan dan diangguki semangat oleh dira dan difa
Mereka pun keluar dari mall menuju cafe delima saat sampai baru lah awan menelpon kakak nya
* halo ka
; hm
* bisa ke cafe delima ga
; kenapa bukan nya kalian ke mall
* memang kak tapi dira sama difa ketakutan karena film horor yang kami tonton
; aduh kalian ini sudah tahu dira dan difa takut kanapa masih nonton film itu
* maaf ka aku lupa
; baik kaka kesana
Cahya pun mematikan telpon
Mansion adipati
" om ca pamit ya si kembar lagi nunggu " pamit ku
" oh iya hati hati nak " ucap satria
" siap om " sahut aurora
" ca kita ikut ya " ujar dinda dan jingga yang selesai ganti baju
" boleh tapi izin sana " ujar ku dan
mereka pun pergi menuju ruang tamu untuk izin ke orang tua mereka danternya rafa dan gavin juga ingin ikut.
" udah " tanyaku
" sudah tapi sama mereka " tunjuk dinda pada rafa dan gavin
" hm masuk mobil dan kita berangkat " ujar ku pada mereka
" gue dan gavin pakai mobil sendiri dan ikut kalian " ucap rafa
" ok "
Mereka pun masuk kemobil dan berangkat menuju cafe delima
Saat sampai
__ADS_1
" eh ini bukanya tempat cahaya nyanyi dulu " ujar gavin
" benarkah " tanya dinda pada ku seolah meminta kepastian
" hm iya di cafe ini gue pernah nyanyi dua kali saat banyak pikiran " ujar ku
" kamu bisa nyanyi ca " tanya jingga
" iya udah ayo masuk " ajak ku
pada mereka dan kami semua masuk, setelah masuk aku melihat sekeliling mencari si kembar dan angin yang melihat kakak nya pun melambai.
" kak sini " ujar angin
" ayo kesana " tunjuk ku saat melihat angin
Kami pun berjalan ke arah angin namun saat hampir sampai ke meja si kembar, ada beberapa gadis yang menghampiri si kembara. Sutak aku dan yang lain berhenti dan melihat apa yang mereka lakukan
" kanapa ca " tanya dinda heran melihatku berhenti
" tuh liat " tunjuk ku ke meja si kembar
Di meja sikbar
" ganteng minta nomor hp nya dong " ucap salah satu gadis itu pada awan dan angin
" tidak " jawab awan
" kenapa apa karena cewek je**k ini " ucap nya dengan menunjuk dira
awan yang melihat itu pun langaung menepis tangan gadis yang menunjuk dira karena dia ingin menampar dira
" jangan sentuh dia " ucap awan dingin
" pergi sana " ujar angin yang kesal dengan para gadis itu
bukan nya pergi mereka malah ngelunjak
" heh gara gara kalian gue dan teman gue di usir, lebih baik kalian yang pergi " ujar
" siapa lo mau usir gue dan kembaran gue " ucap difa yang mulai kesal dengan gadis itu
" gue nona dari keluarga adipati " ujar nya
" udah santai aja " ujar ku dan kembali menatap ke arah si kembar
" wah sejak kapan ka jingga punya adik kaya badut gini " tanya difa heran
" asal lo tahu gue putri tunggal " ujar nya sombong
" ca boleh gue jambak ga dia nanti " ujar jingga yang udah marah besar
" ga usah nanti, sekang juga boleh tuh samperin " ujar ku pada jingga dan
Jingga yang udah dari tadi kesal pun langsung berjalan ke arah meja si kembar lalu menampar gadis yang mengaku sebagai putri keluarganya.
Plak
Plak
" itu pasti sakit " ujar rafa yang melihat tunangan nya menampar orang
" heh siapa lo kenapa lo nampar gue " ujar gadis itu masih sombong
" kenalin jingga adipati putri dari keluaga adipati yang tadi lo sebut " ujar jingga
' mati gue mana ada putri keluarga adipati ' bantinya yang ternyata hau bahwa jingga adalah putri keluarga adipati
" dan lo kenapa mau nampar adik teman gue " ujar jingga yang masih kesal
" hai ka mana ka cahaya nya " ujar dira menyapa jingga
" itu " tunjuk jingga pada ku
" maaf ka aku salah " mohon gadis itu
" heh gue bukan kakak lo " ujar jingga dan meninggal kan gadis itu
Cahaya yang dari tadi diam pun menghubungi mafioso nya untuk datang dan menangkap gadis yang tadi menghina sikembar.
" sudah jangan marah " ujar dinda menenangkan jingga
__ADS_1
" abis nya dia pakai nama keluarga ku " ujar jingga yang masih kesal
" ayo duduk ka " ujar dira pada dinda dan jingga
Cahaya pun berjalan mendatangi mereka
" udah lama dek sampai diganggu para badut " tanya ku bercanda
" tidak ka cuma aneh aja tu para badut datang " ujar angin
" hahaha kalian ini orang dibilang badut " ujar gavin tertawa dan geleng geleng kepala
" habis nya dia menyebalkan kak " ujar difa
" udah pada pesen belum " tanya ku pada mereka " dan di jawab gelengan
" mba saya pesan menu favorit nya 10dan minuman nya 3 jua apel 3 jus manga dan 4 jua anggur " ujar ku saat pelayan mwndatangi meja
" di tunggu nona " ujar pelayan itu lalu pergi
" ka nyayi lagi ya " ujar difa memelas
" baiklah tapi 2 lagu saja ya " ujar ku lalu berdiri menuju panggung
" yey berhasil " tos dira dan difa
" kalian sengaja " ujar awan menatap si kembar D yang hanya dibalas senyuman
" siang semua kita bertemu lagi dan kali ini saya akan menyanyikan lagu lagi untuk kalian
Kutatap dua bola matamu
Tersirat apa yang 'kan terjadi
Kau ingin pergi dariku
Meninggalkan semua kenangan
Menutup lembaran cerita
Oh, sayangku, aku tak mau
Ku tahu semua akan berakhir
Tapi ku tak rela lepaskanmu
Kau tanya mengapa aku
Tak ingin pergi darimu
Dan mulutku diam membisu
Salahkah bila diriku
Terlalu mencintaimu?
Jangan tanyakan mengapa
Kar'na aku tak tahu
Aku pun tak ingin bila
Kau pergi tinggalkan aku
Masihkah ada hasratmu
'Tuk mencintaiku lagi?
Apakah yang harus aku lakukan
'Tuk menarik perhatianmu lagi? Oh-oh
Walaupun harus mengiba
Agar kau tetap di sini
Lihat aku, duhai sayangku
Terima kasih " ujar ku
" lagi kak "
__ADS_1
" lagi ca " ujar jingga dan dinda yang ikutan berteriak
Terima kasih telah membaca