Starlight

Starlight
eps 14


__ADS_3

waktu makan malam pun tiba dan semua anggota mafioso sudah berkumpul untuk makan bersama, begitu juga aurora dan cahaya yang makan di kamar mereka .


Aku yang sudah selesai makan pun bersiap dengan jubah yang bertulisakan : QUEEN STARLIGHT dan aku pun keluar dari kamar menuju tempat berkumpul nya para mafioso saat sampai


" ingat saya tidak mau ada yang kehilangan nya di pihak kita jadi kalian harus saling melindyng " ucap ku


" ayo pergi " ujar ku lagi


Aku dan semua mafioso pun berangkat ke wilayah markas montain, di jarak 50 meter dari markas mereka aku meminta berhenti dan menyurh mereka bersiap di posisi masing masing.


" perhatikan kode ku baru kalian menyerang " ucap ku di alat komunikasi


" baik " kaya semuanya


" serang " ujar ku


Dor


Dor


Dor


" gawat markas diserang " ucap salah satu mafioso montain dan


 " dor " ups gue sengaja " ucap galen yang menembak


" sebagian bereskan sebagian lagi ikut masuk " ujar ku pada tim SL 1 yang kupimpin


aku pun mulai masuk ke mararkas montain dam disambut oelh tembakan


dor


Dor


Dor


" kalian bereskan saya mau cari ketuanya " ujar ku dan pergi mencari ketua montain


Aku berjalan menyusuri ruangan dengan disertaj suara tembakan, samapi aku pun menemukan ruangan nya di kunci. Aku yang tahu bahwa ketua montain sedang bersembunyi pun menendang pintu itu dan ya roboh tu pintu .


Aku pun berjalan masuk ke ruangan itu yang teryata ada paruh baya yang menodongkan senjata ke arah aurora.


' tunggu itu bukan aurora ' gumam yang menyadari sesuatu yang aneh


" queen semua yang melawan sudah di bereskan dan yang menyerah sudah kami bawa kamarkas " ujar aurora yang datang dengan senjata di tangan nya


" be**ngs*k kau " ucap ku marah pas melihat orang yang di todong senjata bukan aurora melainkan jingga


aku pun langsung menyerang nya dan berhasi menyelamatkan jingga yang pingsan lalu meyerahkan nya pada aurora.


" jaga dia " ucap ku


aku pun kembaili menyerang ketua montain yang sudah babak belur sedang kan aurora membawa pergi jingga menuju tim SL 4 . Aku pun mengikat ketua montain yang sudah hampir pingsan dan menunggu aurora kembali.


" kita apakan dia " tanya aurora yang baru datang


" lihat saja " ucap ku lalu mendekati ketua montain


dan menendang nya hingga terpental ke tembok lalu menjambak rambut nya

__ADS_1


" lo cari mati " ucap ku marah


" mana tangan lo yang menodong teman gue senjata " tanya ku pada ketua montain tapi tidak di jawab


Karena kesal aku pun mengambil katana yang ada di punggung ku lalu menebas kedua tangan ketua itu


" aaaakkkk" teriak nya


aku hanya menatap dan alu mengambil botol kecil yang ada di celana ku lalu meminumkan nya ke ketua montain yang tidak bisa melawan lagi.


" ini hukuman buat lo yang cari masalah " ucap ku lalu berjalan menuju sofa yang ada di ruangan itu


aurora yang melihat ku duduk disofa menghampiri ku dan berdiri di belakang ku dengan wajah yang bingung


" nona kenapa dia di biarkan hidup " tanya aurora


" lihat lah " ucap ku sambil menunjuk ketua montain


Aurora pun mengikuti arah yang di tunjuk oleh nona nya itu dan terkejut dengan apa yang terjadi


Ketua montain yang di berikan sesuatu oleh ku mulai muntah darah dan kemudian di mengambil belati yang ada didekat nya dan mulai menguliti tubuh nya sendiri.


Lalu dia pun menusuk perut nya dengan belati itu lalu membelah perutnya sendiri seolah sudah sering malakukan nya.


' apa yang tadi nona berikan kanapa dia menjadi seperti ini ' batin aurora


Tak lama ketua montain yang membelah perut nya sendiri mati dengan keadaan kulit yang sudah lepas dari daging dan perut yang terbelah.


Aku pun pergi karena sudah selasai bermain


" ayo pergi " ajak ku pada aurora yang masih mematung dengan apa yang di liahat nya


Lalu aku pun keluar dari ruangan itu dan kulihat hampir separuh anggota montain mati


" kami akan setia dengan queen " ucap mereka serempak


" bagus ambil semua senjata dan aset penting lalu bakar " ucap ku berjalan pergi


" baik queen " ucap mereka serempak dan memulai tugas yang di berikan sang queen


Aku dan aurora pun keluar dan masuk kemobil dan meninggal kan bekas markas montain dan tak lama semua mafioso mengikuti mobil ku untuk kembali ke markas.


" bawa dia kekamar tamu dan jangan ada yang sentuh dia " ucap ku pada mafioso yang menggendong jingga yang masih pingsan


Namun saat aku ingin masuk ke mansion ada mafioso yang menghampiriku dengan membawa seorang gadis


" queen kami menemukan dia di ruangan samping ruangan ketua montain " ucap salah satu mafioso


Aku yang merasa kenal dengan gadis yang di gendong mafioso ku pun kaget ternyata itu dinda


" bawa dia kekamar tamu di samping kamar gadis yang dibawa mereka " ucap ku dengan menahan emosi


' jika aku tahu bahwa dia menculik juga dinda mungkin aku akan mencincang tubuh nya ' batin ku marah dan menuju kamar ku untuk membersihakan diri dari noda darah


Aurora yang tahu bagaimana perasan nona nya itu hanya mengikuti dan masuk kekamar nya untuk membersihkan noda darah di pakaian nya.


jam 6 pagi jingga mulai terbangun dari pingsan dan menyadari bahwa dia tidak sedang di kamarnya pun panik.


' aku dimana ' batin nya dengan terus berjalan keluar dari kamar itu

__ADS_1


" kau sudah sadar " ucap ku yang baru turun dan ingin memastikan keadaan jingga dan dinda


Jingga yang mengenal suara itu pun berbalik dan berlali ke arah ku dan memeluk ku


" ca untung lo ada di sini kalau ga gue pasti udah menangis karena ada di tempat asaing " adunya pada ku


" udah lo aman kok di sini " ucap ku tersenyum melihat ada orang lain yang mau memeluk ku selain si kembar dan keluarga citra


" ca dinda mana kemarin aku sama dinda di cegat oleh beberapa pereman di jalan " tanya jingga panik saat tidak melihat dinda di dekat nya


Aku pun hanya tersenyum lalu membawa jingga yang masih panik menju kamar tamu di samping kamar jingga keluar. Lalu membukanya dan ternyata dibda juga baru sadar dan panik melihat tempat asing


" udah sadar " tanya ku pada dinda yang menoleh ke arah ku dan jingga


" dinda " ujar jingga yang berlari memeluk dinda dan di balas oleh dinda


" hm " batuk ku menyadarkan keduanya


" ayo turun kita sarapan " ajak ku lalu pergi ke kamar aurora


tok


Tok


" rora bangun kita sarapan " ujar ku dan orang yang ku panggil pun keluar dari kamar nya


" baik nona " ujar aurora yang belum menyadari bahwa ada dinda dan jingga yang menatap heran ke arah nya


Aku pun berjalan di depan di ikuti aurora dinda dan jingga yang membuat aurora sadar bahwa dia salah memanggil nona nya itu.


" maaf nona " ujar aurora merasa bersalah


" ga papa mungkin udah saat nya mereka tahu gue siapa " ucap ku yang tahu aurora merasa bersalah


Dinda dan jingga yang ada di belakang mereka bingung dengan sikap aurora tanpa mereka dari mereka sudah sampai di lantai bawah. Dan seperti biasa para mafioso menyapa queen dan princess mereka


" pagi queen dan princes " ujar meraka


" pagi " balas aurora sedangkan cahaya hanya menjawab


" hm "


Mereka pun sampai di ruang makan dan ternyata ada galen


" pagi len " sapa aurora yang sudah akrab dengan galen


" pagi ra dan sandra " sapa nya


" hm " jawab ku


" ayo makan biar nanti gue anter kalian pualng " ucap ku dan di balas anggukan uleh dinda dan jingga


sarapan mereka hanya terdengar dentingan sendok


" len lo jaga markas gue dan auroa mau anter mereka " ujar ku sambil menunjuk dinda dan jingga


" baik " ucap galen


Aku dan yang lain pun keluar di depan markas sudah ada mobil BMW yang terparkir

__ADS_1


" rora bawa mobil dan kalian masuk " ujar ku pada yang lain


Terima kasih sudah membaca


__ADS_2