
Mereka pun makan siang setelah selesai mereka ke ruang keluarga dan paman kenzo kembali ke kantor
" ka kenapa kau terlihat sedih " tanya angin
" kakak sedang merindukan bunda dan ayah karena sudah hampir 3 bulan kakak tidak pergi ke makam mereka " ujarku dengan senyuman
" maaf ka karena kami kau tidak bisa kemakam mereka " ujar angin merasa bersalah
" ga papa ini sudah menjadi keputusan kakak untuk membawa kalian pergi dari negara I " ujar ku lagi
' aku memang sedih karena ayah dan bunda tidak bisa melihat acara pertunangan ku dengan seseorang yang mereka inginkan' batin ku
" oh ya ka apa kami boleh ikut mafia kakak " tanya awan di angguki yang lain
" kenapa " tanyaku bingung
" kami ingin menjadi kuat agar bisa melindungi mu kak seperti kau melindungi kami " ujar awan
" kalian yakin? karena ini mungkin akam membuat tangan kalian penuh darah " balas ku
" kami yakin " ucap mereka bersamaan
" baik kalau itu keputusan kalian, aurora berikan topeng mereka " ujar ku
" ini " ujar aurora menyerahkan 4 topeng yang hampir sama dengan milik nya
" nanti malam kalian ikut kak untuk ke markas " ujar ku lalu pergi ke kamar ku
Skip sore
Sesuai rencana mereka pun pergi ke mall untuk membeli perlengkapan untuk study tour
" kita beli apa dulu " tanya difa
" kita ketoko pakaian dulu karena cuaca di sana sedang musim dingin jadi kita harus beli baju yang hangat " ujar ku menuju toko pakaian
kami pun sampai di toko itu
" kita pencar disini nanti kumpul dikasir saat selesai " ujar gavin lalu menarik tunangan nya di ikuti oleh yang lain
" hah mereka ini " ujar ku dan berpisah dengan aurora
Pov si kembar
" awan ini bagus apa boleh " tanya dira dengan manja
( dira dan difa akan manja jika sedang bersama dengan tunangan masing masing )
" hm apa yang kamu mau maka ambil lah " ujar awan
"yey makasih sayang " ucap dira
" angin ayo kesana disini tidak ada yang cocok untuk ku " ujar difa menarik tangan angin
" hm " ujar angin yang mengikuti difa
" awan ini kaya bagus di badan mu " ujar dira memegang baju yang di maksud nya
Sebelum awan menjawab
" sayang ini bagus dibadan mu" ujar gadis yang memakai baju ketat
Dia merebut baju yang ada di tangan dira membuatnya hampir terjatuh jika tidak di tahan awan
" hey mba jika mau bilang jangan asal tarik " teriak awan
Dia yang kesal melihat tunangan nya hampir jatuh
dan yang di ajak bicara malah menatap awan
" heh lo bocah jangan berteriak " ujar gadis itu
__ADS_1
" sayang dia meneriaki ku " ujar nya manja pada paruh baya
" oh ternyata ada yang mau mencari masalah dengan saya " ujar paruh baya itu
" heh emang siapa lo " jutek dira
" wah cantik juga kamu lebih baik sama saya dan kamu bisa belanja sepuas nya " ujar nya pada dira dengan tatapan me**m
" yoi jangan lo tatap dia dengan tatapan menjijik kan lo " ukar awan yang mulai marah
' berani sekali dia ' batin awan
" heh lo ga tahu siapa gue
kenalin gue adik dari pemilik mall ini " ujar paruh baya itu sombong
" sejak kapan kakak saya punya adik setua anda " teriak angin yang datang mendengar kembaranya berteriak marah
" heh lo yang siapa " ujar paruh baya itu
Sedangkan gadis yang bersamanya telah di seret oleh mafioso SL yang dari tadi mengawasi sikembar tanpa di sadari oleh orang lain.
" jika lo benar adik dari pemilik mall ini telpon sekarang " ujar difa yang marah kerena ada yang menatap kembaranya tidak sopan
" ok saya telpon kalian akan meyesal " ujar nya
Lalu menelpon orang yang dimaksud nya
" dira kamu ga papa kan " ujar difa khawatir
" gue ga papa lebih baik sekarang kita telpon kakak kesini " ujar dira
" ok tunggu " ujar angin yang menghubungi kakak nya
* ka bisa kesini ga
;.....
;.....
*dia juga mengaku adik kakak
; ....
* ok kak
" udah kita tunggu aja kakakk kesini " ujar angin
" awan lo tenangin diri lo jika ka ca tahu kamu begini bisa kena hukum para mafioso " ujar angin pada awan
" hm " balas angin
Tak lama paruh baya itu kembali dengan seorang paruh baya lain
" ini ka yang menghina dan membuat keributan disini " ujar nya
" heh kalian pergi dari mall ini " ujar nya sombong
" memamg nya anda siapa " ujar ku yang datang dengan manejer umum mall
Karena tadi aku sedang memeriksa berkas di ruangan
" eh nona kenapa anda disini " ujar orang tadi dengan sopan padaku
" ini nona mereka membuat masalah di mall anda " ujarnya lagi dengan menunjuk sikembar
" iya nona " ujar sang adik
" oh " ujar ku lalu mendatangi sikembar
mereka yang melihat nya pun senang ternyata nona nya akan membantu mereka
__ADS_1
" apa benar yang di ucapkan mereka " tanyaku
" iya nian mereka sudah membaut keributan " ujar paruh baya itu
" saya tidak berbicara dengan kalian " ujar ku marah
" kak aku tadi hampir jatuh gara gara cewek nya " adu dira yang membuat mereka menatap tidak percaya
" apa yang terluka " tanya ku
" tidak ada tapi tadi dia bilang mall ini milik kakak nya " ujar dira lagi
" apa itu benar " tatap ku tajam pada orang yang tadi
" tidak nona dia berbohong " ucap nya membela diri
" jika adik saya berbohong lalu apa maksud dengan kalian pemilik mall ini " ujar ku marah
" adik " kaget mareka
" ya adik mereka adik saya " ujar cahaya berjalan menuju orang tadi
" ampun nona kami tidak tahu mereka adik nona " ujar mereka memohon
" jika kalian menghina mereka mungkin masih dapat saya maaf kan tapi ... " ujar ku
" saya benci dengan tatapan anda pada adik saya " lanjutku
" bawa mereka " ujar ku
lalu pergi di ikuti sikembar yang tersenyum melihat orang yang menghina mereka di seret oleh mafioso ( mereka bekerja sebagai keamanan di mall )
' ini lah akibat mengganggu kami ' batin difa
' kalian cari mati ' banti angin
" kenapa ca ? " tanya dinda melihat cahaya berjalan menghampiri nya
" ada yang cari mati kak " ujar difa
" ada lagi yang cari masalah dengan kalian " ujar jingga di angguki sikembar
" udah sana lanjutin belanja kalian gue masih harus memeriksa berkas " ujar ku pergi kembali ke ruangan
' ratu sibuk ' banti mereka
Mereka terus belanja sampai sudah hampir makan malam
" udah " tanya ku
" udah ca tapi kenapa lo ga ikut balanja " ujar jingga
" semua keperluan gue udah di siapin om sean disana " ujar ku lalu pergi menuju restoran
" ayo makan " ujar ku saat sampai disana
karena sebelum menghampiri yang lain dia memesan makanan di restoran itu
Mereka duduk dengan tenang dan mulai makan malam setelah nya mereka pun pulang ke mansion masing masing
saat sampai di mansion keadaan mansion sepi karena hanya ada para pelayan
" kak kok aku ga lihat mama " tanya difa yang melihat rumah sepi
" bi citra dan paman kenzo tadi bilang mereka akan ke kerajaan untuk persiapan acara 8 keluarga utama " sahut ku lalu meninggal kan mereka
"satu lagi kita akan ke markas setelah jam 10 malam " ucap ku dan melanjutkan langkah ku
" baik " ujar sikembar lalu pergi ke kamar masing masing
Terima kasih telah membaca
__ADS_1