
" sekarang aku mengerti kenapa aku dijaga oleh dua pasukan bayangan " ujar ku
" apa nona anda di jaga 2 pasukan bayangan " ujar om sean kaget
" iya dah lah aku mau makan " ujar ku cuek
Aku dan aurora mendatangi yang lain di ruang makan dan ikut makan dengan mereka
" om dan kalian bisa pilih kamar jika mau menginap " ujar ku kepada yang lain
Kami pun mengumpul dan bercerita sampai kami semua mengantuk dan masuk kekamar mading masing.
' perlahan semua nya menjadi jelas ' gumam ku
' ayah bunda kalian lihat banyak yang menyayangi ku disini ku harap kalian tidak khawatir pada ku lagi ' alu pun mulai berbaring di tempat tidur dan tak lama aku pun masuk ke alam mimpi
Skip pagi
Para orang tua sudah pulang pagi kerena mereka harus bekerja sedangkan kami masih berkumpul di ruang keluarga.
" ca lo tahu kemana bintang ga karena sudah hampir 2 minggu tidak bisa di hubungi " tanya rafa
" tahu king dari drak night kan dia ada di ruang bawah tanah markas " bukan cahaya yang menjawab melain kan aurora
" kenapa ada di ruang bawah tanah markas kalian bukan nya dia baikya walau dingin "ujar jingga
" lo masih bilang dia baik setelah dia menyuruh anak buahnya menculik kalian " ujar aurora
" apa " kaget yang lain
" iya dia yang menculik kalian karena ingin menjual kalian dan juga dia ingin balas dendam karena jingga telah membuat sepupunya bunuh diri" ujar aurora lagi
" siapa sepupu nya " tanya rafa yang tidak tahu bahwa teman nya itu punya sepupu
" gani " ujar ku singkat
" jangan bilang gani yang lompat dari gedung setelah di tolak oleh jingga dan kejadian dimana jingga hampir gila karena rasa bersalah dan teror dari seseorang " ujar gavin yang ingat saat dia dan dinda bertunangan
" yap dia yang melakakukan nya " ujar ku singkat menatap jingga yang mulai panik
rafa yang melihat tunangan nya mulai gelisah pun memeluk nya agar tunangan nya tidak panik
" udah sayang jangan di ingat lagi itu bukan salah mu " ujar rafa
Perlahan jingga tenang dan rafa menatap ku
" ca boleh gue bertemu dengan nya gara gara dia jingga hampir bunuh diri " terang rafa
Mengingat saat dia menemui tunangan nya dia melihat jingga pingsan dengan tangan bersimabah darah
" tentu tapi jingga ga boleh ikut karena gue takut dia akan kembali panik " jawab ku menatap jingga
" lo jangan ikut cukup gavin dan rafa gue takut lo dan dinda panik lagi " ujar ku lalu berdiri
" gue dan aurora tunggu 5 menit jika tidak kami tinggal " ucap ku dan menuju garasi mengambil mobil ku
Pov rafa
" sayang kamu disini sama dinda dan sikembar ya aku ga mau kamu kaya dulu lagi " ujar rafa dan diangguki jingga
" dinda gue titip jingga ya " ujar rafa lalu menyusul cahaya dengan gavin
rafa dan gavin masuk ke mobil dan cahaya mulai menjalan kan mobil menuju markas di ikuti mobil aurora dan gavin yang bersama dengan rafa
Saat sampai di markas
" ayo ikut gue keruang bawah tanah " ujar ku di angguki mereka
Saar sampai di penjara bawah tanah
aku pun langsung menuju sebuah ruangan saat masuk disana ada tubuh seorang remaja yang di ikat dengan rantai
( mereka pakai topeng )
" ambilkan air es " ucap ku
" bai queen " tak lama
" ini queen "
__ADS_1
" siram dia " dan mafioso itu pun langsunv menyiram nya
" uhuk gue dimana " ucap remaja itu yang ternyata bintang
" akhirnya lo sadar juga " ujar ku
" lo siapa lepaskan gue " teriak bintang
" ga bisa lo udah berani serang markas gue " ujar ku lagi
" lo berdua jika mau siksa dia silah kan " ujar ku pada rafa dan gavin
" wah queen sangat baik " ujar gavin mendatangi bintang
" gimana rasanya di ikat hah enak kan " ujar gavin yang geram karena ternyata dinda di culik oleh teman nya sendiri
( saat di perjalanan cahaya menceritakan kejafian di mana dia menyelamat kan jingga yang pingsan tetapi di todong senjata dan dinda yang di ikat dengan rantai dengan rantai besi yang akan di panaskan )
gavin yang geram mengingat ditangan calon istrinya ada bekas hampir melepuh dia pun mengambil besi yang sedang di panas kan
Dia pun memukul bintang dengan besi yang memerah karena di panaskan
ahhkk
ahhkk
An***g lo " teriak bintang di sela sakit karena tubuh nya melepuh
" ini hukuman buat lo yang udah sakitin calon istri gue " ujar gavin
" sekarang gue " ujar rafa mendekat ke bintang
" lo udah teror tunangan gue dan lo juga culik dia dan lo hampir membuat nya bunuh diri " ujar rafa yang berjalan mendekati bintang dengan belati
Entah dia dapat dari mana belati itu dan mulai menyayat pipi bintang
Ahhkk
Ahhk
fa mata dia bagus boleh ambil kan " ujar aurora
Lalu mecongkel mata kiri bintang
Ahhkk
" ini " serah nya pada rora
' gue lupa hobi aneh rora ' batin ku
Kok cuma satu keduanya dong " ujar aurora
Rafa pun berjalan menghampir bintang lagi
Ahhkk
"ini " ujar rafa memberikan mata kanan bintang
" udah puas " tanya gue pada rafa
" belum dia belum tahu gimana rasa sakit gue melihat tunangan gue terbaring dirumah sakit " ujar rafa yang berjalan menghampiri bintang lagi
" lo mau apa lagi belum puas hah " teriak bintang
" gue mau lo tahu bagaimana keadaan jingga setelah lo teror dia " ujar rafa dingin
" jal*** itu lagi " ujar bintang
" apa lo bilang " rafa yang mendengar nya pun geram lalu merobek mulut bintang
Ahhkkk
" lo siapa " ujar bintang
" gue ? Gue rafa abigalih teman lo dan tunangan dari jingga cewek yang lu teror gara gara dia nolak sepupu lo " ujar rafa
" rafa " kaget bintang
" ya ini gue maaf gue lupa mata lo udah gue berikan ke aurora " ucap rafa dengan seringai
__ADS_1
" aurora " ujar bintang bingung
" hadir gimana rasanya bintang disiksa teman lo sendiri " tanya aurora
" aurora lu ada disini " tanya bintang
" ya gue disini oh ya cahaya juga ada loh " ujar aurora
" cahaya "
" hai bintang gimana rasanya disiksa teman lo sendiri dan ini juga balasan karna lo udah incar dira dan difa " ujar ku yang mulai geram
" satu lagi ini juga buat lo yang udah culik anak anak dan para gadis untuk lo jual " ujar ku marah
Aurora yang mendengar bintang mau menangkap difa dan dira pun geram lalu mengambil garam dan menaburkanya pada pipi bintang
ahhkk
Ahhkk
Gavin dan rafa yang diam pun tersenyum
" permainan selesai rora buka mulut nya " tanpa basa basi rora langsung membuka mulut bintang
Cahaya pun menuangkan racun ke mulut bintang
" ini untuk lo yang udah yerang markas gue " ujar cahaya
" lo queen S " tanya bintang
" ya gue queen S yang lo seramg kemarin " seringai cahaya
" nikmati hukuman lo " ucap ku dan duduk di kursi
dan melempar belati ke arah bintang
Bintang yang sudah di beri racun pun mulai menguliti tubuh nya seulah di sudah terbiasa lalu menusuk perut nya sampai isi nya keluar.
Terakhir dia pun menusuk jantung nya dan mati
" Ayo pergi " ajak ku pada yang lain
" kalian bersihkan " ucap nya pada mafioso
Tanpa membantah para mafioso masuk kedalam dan melihat hal yang sudah sering mereka lihat
' seperti biasa queen sangat kejam ' batin mafioso yang masuk untuk membersihkan ruangan itu
Cahaya dan yang lain pun membersihkan diri lalu pulang ke mansion. Gavin dan rafa ke mansion hanya untuk menjempun dinda dan jingga lalu pulang ke mansion keluarga masing masing
Saat yang lain pulang tak lama bi citra dan paman kenzo datang
" gimana paman bibi " tanya ku pada kenzo dan citra
" semua lancar ca " jawab kenzo
( beberapa hari yang lalu paman kenzo dan bi citra di panggil keluarga sanjaya yang mendengar kabar tentang kenzo )
" bagus kalo begitu sekarang paman dan bibi istirahat lah karena ini sudah sore pasti kalian lelah " ucap ku pada mereka dan diangguki mereka
setelah kenzo dan citra pergi cahaya membawa aurora ke ruangan nya
" gimana rora apa kamu sudah dapat siapa nama pewaris dirgantara " tanya ku
" belum nona akses nya dilidungi banyak negara " ujar aurora
" mana biar aku coba " ujar ku
" ini nona " aurora pun menyerah kan tablet nya
cahaya mulai mengetik cepat namun setelah beberapa lama dia hanya menemukan panggilan yang disebutkan om sean kemarin 'pangeran V '
" ini rora kamu benar aksesnya di lindungi banyak negara dan juga keluarga wiguna " ujar ku menyerahkan tablet aurora
" kamu istirahat lah " ujar ku
" kalo begitu permisi " ujar aurora pergi dari rangan itu
Terima kasih sudah membaca
__ADS_1