
"Kok aza aja sih mah yang dipeluk, rayen kan juga ngerayu aza buat ikut.." kata rayen, ia memanyunkan bibirnya.
"Iya iya sini.." mama melia kini memeluk putranya. "Cepatlah dewasa sayang, supaya mama bisa menjodohkan kamu dengan aza.." mama melia tersenyum menggoda anak putranya.
Rayen dan aza diam, mereka hanya saling menatap satu sama lain.
"Hai om.." tiba tiba orang tersebut menyapa papa han.
"Eh sudah dateng kamu do.." papa han mempersilahkan aldo untuk duduk.
Benar sekali, aldo adalah klien papa han yang dimaksud mama melia. Sebenarnya mama melia ingin sekali jika aldo akan mendampingi jessica nanti.
"Aldo, sini duduk sebelah tante.." mama melia mencoba bergeser untuk memberikan aldo untuk duduk.
Jessica yang sedaritadi hanya bermain ponselnya, ia mencoba melihat klien papanya itu.
"Lo?" Jessica melebarkan matanya dalam dalam melihat aldo.
"Eh mbak kunti.." aldo melihat jessica, dengan senyum uniknya memperlihatkan giginya.
"Enak aja lo panggil kunti, dasar cowo rese.." jessica memukul lengan aldo.
"Oh, jadi kalian udah saling kenal?" Tanya mama melia, melihat putrinya bersama aldo yang sangat cocok.
__ADS_1
"Iya tante, jadi namanya jessica ya.." kata aldo dengan mengangguk anggukkan kepalanya.
***
Kini mereka sudah berada di dalam penginapan, ada beberapa kamar untuk bisa mereka tempati untuk beristirahat.
"Oke, jadi aldo kamu sama rayen ya, dan aza kamu sama jessica.." kata mama melia, membagi kamar.
Kini papa han dan mama melia beranjak ke dalam kamar, begitu juga dengan aldo, rayen dan jessica, aza.
Jessica kini menatap langut penuh bintang di jendela kamarnya, dengan menggunakan jaket tipis ia memancarkan mata binarnya ke arah langit.
"Za..udah tidur belum?" Tanya jessica kepada aza yang sudah berbaring di tempat tidur.
"Belum kak, mau apa?" Tanya aza yang kini sudah duduk melihat jessica.
Aza begitu semangat, dengan segera keduanya berjalan ke arah pinggir pantai. Duduk dengan menikmati indahnya bintang malam ini.
"Kamu suka bintang?" Tanya jessica mulai menatap aza.
"Suka kak, cantik, ia mampu memancarkan cahayanya sendiri.." jawab aza yang masih fokus menatap langit.
"Gimana dengan rayen?" Tanya jessica mulai menggoda.
__ADS_1
"Aku ga ada hubungan apa apa kak sama rayen.." kata aza.
"Bukan hubungan yang kakak tanyakan, tapi perasaanmu.." jawab jessica lebih detail.
Seketika membuat aza teringat dengan kejadian waktu itu, saat rayen membacakan puisi padanya.
"Hmm.." dengan tersenyum kini aza menatap jessica penuh arti.
"Kamu bapernya sama dia?" Jessica mulai tertawa kecil melihat tingkah aza.
"Hanya waktu saat rayen membacakan puisi saja.." tanya aza malu malu.
"Cie...cie.." jessica kini menggoda aza dengan merangkul aza untuk lebih dekat padanya.
"Kakak tuh juga sama kak aldo, cocok kok.." kini aza mulai membalasnya.
"Ihh..sama cowo rese ga jelas itu.." jessica langsung menunjukkan wajah jijiknya saat mengingat tentang aldo.
"Hati hati lho kak, bisa aja kan, benci jadi cinta.." kata aza yang melirik ke arah jessica.
Jessica hanya diam, tak menjawab pernyataan dari aza, lalu ia mulai melihat arah langit lagi.
"Menurutmu, apa aldo orang baik?" Tanya jessica.
__ADS_1
"Aku lihat dia tulus, aku juga ngerasa kalo kak aldo kelihatan tertarik sama kak je.." jawab aza kini ia mulai mengingat kejadian aldo bersama jessica tadi.
"Ehem.." suara itu mengejutkan aza dan jessica. Keduanya langsung berbalik arah.