STARS

STARS
8. LIBURAN


__ADS_3

"Pah mah ada apaan sih?" Kata jessica yang mulai menyela perdebatan kedua orang tuanya.


"Kedengaran dari luar mah, papa sama mama ga malu apa?" Kata rayen melanjutkan kata jessica.


"Papa kamu ini selingkuh.." mama melia mulai menangis, lalu duduk di sofa ruang tengah.


"Pah?" Kata jessica dengan mata penuh selidik.


"Papa ga selingkuh jessica rayen, mama kamu ini salah paham.." kata papa han mencoba menjelaskan pada kedua anaknya.


"Papa bohong, kalo papa ga bohong kenapa tadi sampe peluk peluk seketaris kecentilan itu?" Mama melia langsung mendongakkan kepalanya menghadap papa han. "Pokoknya malam ini mama mau tidur di kamar jessica.." kata mama melia yang langsung bergegas ke kamar jessica.


Jessica menyusul mamanya, sedangkan rayen masih berdiri di tempat, ia masih melihat papa han dengan penuh selidik. Ia masih tak percaya bahwa papanya selingkuh.


"Rayen, kamu percaya sama papa kan?" Tanya papa han, membuat lamunan rayen terhenti, ia mendekat pada papa han.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa sih pah?" Tanya rayen yang mencoba percaya pada papanya.


"Tadi OB yang ngasih papa kopi itu tumpah, gara gara dia buru buru gitu terus seketaris papa masuk, dia terpeleset makanya papa bantuin terus mama kamu masuk, ngelihat papa yang nolongin seketaris itu dikira pelukan.." kata papa han menjelaskan pada rayen.


"Yaudah nanti biar rayen ngomong sama kak jeje biar kaka jeje jelasin ke mama.." rayen percaya pada papanya, tidak mungkin papanya mendua hati.


***


Seperti biasa, melia menyiapkan sarapan untuk suami dan kedua anaknya. Sebenarnya ia masih kesal dengan han.


Melia tidak menjawab, ia masih fokus menyiapkan sarapan, disusul dengan jessica dan rayen. Kini mereka sudah siap untuk kegiatan makan mereka di pagi hari.


Suasana hening dalam meja makan ini terasa berbeda dari sebelumnya, diliputi dengan rasa kesal dan amarah karna sehabis ribut tadi malam.


"Mama papa udah dong jangan ribut lagi.." kata jessica memecah keheningan tetapi tak mendapat jawaban dari melia, ia masih diam dan tetap melakukan kegiatan makannya.

__ADS_1


"Mah, papa ga salah dia cuman ngebantuin seketarisnya yang mau jatuh.." kata rayen mencoba untuk menjelaskan.


"Mama sayang, papa ga mungkin dong selingkuh. Udah dapet istri yang paling cantik dan perhatian sedunia di tambah lagi dapet dua anak yang cantik dan ganteng.." papa han mencoba untuk merayu mama melia.


Mama melia tetap diam, tidak menghiraukan perkataan suami dan kedua anaknya.


"Mah.." kata rayen, ia merasa khawatir jika mamanya hanya diam seperti itu.


"Yaudah deh papa akan pecat seketaris papa itu.." kata papa han yang sudah tak tahan dengan sikap istrinya.


"Mama udah ga marah kok.." mereka terkejut mendapati mama melia kini angkat bicara, semuanya menghadap ke arah melia dengan tatapan yang senang.


"Tapi mama mau liburan.." kata melia melanjutkan. "Papa juga ga usah pecat seketaris papa itu, mama ga papa kok.." kata melia yang mulai melanjutkan.


"Mama mau kemana?" Kata papa han mulai bersemangat.

__ADS_1


"Mama mau ke pantai, dan mama mau rayen kamu ngajak aza, dan mama juga mau papa ngajak klien papa yang kemarin itu.." jawab melia, "kalo gamau yaudah.." mama melia mulai beranjak berdiri.


__ADS_2