STARS

STARS
6. PUTUS


__ADS_3

"Kak, kalo ada masalah dibicarain baik baik, jangan ngilang, apalagi soal hubungan yang akan kaka bawa sampe nanti.." kata aza dengan tersenyum.


Jessica hanya diam, mencerna maksud aza. Ia mulai mengingat kembali moment moment saat bersama nando. Seketika ia mulai mengeluarkan air mata.


"Sebenarnya kakak tahu kalo nando itu selingkuh dari kakak, dua bulan terahkir ini dia tingkah memang aneh, dan aku memang sengaja untuk ngikutin dia ternyata bener, dia selingkuh.." kata jessica yang mencoba menahan air matanya.


"Menurut kakak, kak nando itu pantes ga untuk jadi masa depannya kakak, kalo kakak berharap nando akan berubah, kakak salah besar, cowo kayak gitu akan terus ngulangin kesalahan kesalahan bahkan lebih fatal.." kata aza.


Jessica tersenyum mendengar jawaban aza, "kamu masih smp kenapa pikiran kamu dewasa banget?" Kata jessica yang mulai tersenyum. aza tidak menjawab, ia hanya tersenyum.


"Cowok banyak kok kak, kakak jangan sedih ya.." kata aza.


"Kakak boleh peluk kamu ga?" Kata jessica yang mengulurkan kedua tangannya meminta pelukan pada aza. Aza langsung menerima pelukan tersebut, keduanya berpelukan.


"Apaan ini?" Rayen yang baru saja datang, melihat kakaknya berpelukan dengan aza langsung mengerucutkan bibirnya. Mendengar suara rayen, Aza dan jessica langsung melepas pelukan.


"Kakak udah mutusin kalo adik kakak sekarang adalah aza.." kata jessica yang tersenyum bangga pada rayen.


"Maksud kakak? Aku dibuang?" Rayen menaikkan salah satu alisnya.

__ADS_1


"Bukan dibuang, kamu harus pacaran sama aza.." kata jessica menjelaskan pada adiknya.


"Kalo ngomong jangan aneh aneh.. awass rayen mau belajar.." kata rayen yang menarik salah tangan jessica untuk segera berdiri.


"Alesan aja kamu, bilang aja mau pacaran, mau berdua duaan, yakan? Biar kakak jadi nyamuk.." kata jessica


pertengkaran dimulai.


Keduanya berdebat membuat aza tersenyum melihat perdebatan antara adik kakak ini. Aza langsung menghentikan pertengkaran mereka sebelum kedua benar benar terbawa emosi.


***


Seperti biasa, jessica diantar pergi kuliah bersama nando, dalam perjalanan menuju kuliah, jessica terlihat seperti bukan dirinya di mata nando, nando merasa heran pada sikap jessica hari ini.


"Sayang, kamu kenapa sih?" Tanya nando.


"Nando, tolong kamu berhentiin aku disini aja ya.." kata jessica yang mulai menatap nando secara serius.


"Kenapa? Ini kan belum sampai.." kata nando yang mulai menggenggam erat tangan jesica.

__ADS_1


"Aku mau kita putus.." kata jessica yang melepaskan genggaman nando, ia segera keluar dari mobil nando.


Nando segera keluar dari mobil, ia menghampiri jessica, ia terkejut dengan pernyataan jessica tadi.


"Maksud kamu apa sih sayang?" Tanya nando yang menahan kepergian jessica.


"Ndo, aku udah tahu semuanya, ini kan.." jessica menunjukkan foto seorang perempuan.


"Sayang, kamu salah paham, kamu tahu foto itu darimana?" Kata nando mengelak.


"Dari mulut kamu ini.." jessica menyentuh bibir nando dengan satu jarinya. "Aku udah ga tahan sama kamu, sama semua sikap kamu ini, jadi udah cukup ndo.." Kata jessica lagi, "bahkan selama ini kamu selingkuh sama dia pun, aku selalu diam.." jessica segera pergi dari hadapan nando.


Pulang kampus, jessica seperti kehilangan arah ia ingin benar benar sendiri, kini dirinya sudah berada di taman yang jauh dari rumahnya, suasana malam yang sepi membuat hati jessica semakin redup akibat pertengkarannya bersama nando tadi.


Ia membuang semua kekesalan dan kemarahannya pada nando, karna selama ini dia sudah tahu semua tingkah laku pacarnya. Bukan hanya membuat papa han dan mama melia tidak suka tetapi nando juga selingkuh.


Dirinya benar benar frustasi, ia menangis sekecang kencangnya di taman itu.


"Mbakk, permisi.." sapa salah satu orang.

__ADS_1


Jessica menaikkan kepalanya sedikit melihat orang tersebut.


__ADS_2