STARS

STARS
2. MENTOR


__ADS_3

"Tadi aku ga sengaja nabrak temen kamu.." dengan memberikan wajah bersalahnya kepada rayen. "Maaf ya.." dengan kedua tangan yang disatukan memohon meminta maaf.


"Iya iya.." jawab rayen malas.


Perempuan bernama aza tersebut kembali berjalan menuju kelasnya, bryan melihat kepergian aza dengan senyum liciknya.


"Lo kenapa?" Pertanyaan rayen membuat lamunan bryan terhenti.


"Dia itu temen dari cewe yang gue suka.." dengan terus menatap kepergian aza dan senyum liciknya itu.


"Terus?" Tanya rayen polos.


"Ya gue juga harus deketlah sama tuh orang supaya gue bisa tahu apa yang disukai sama monica dan apa yang engga, lo gimana sih?" Penjelasan bryan benar benar membuat rayen malas untuk mendengarnya.


Rayen meninggalkan bryan yang masih ngoceh tidak jelas tentang perempuan yang ia suka.


***

__ADS_1


Tet..tet...tet..


Bel bunyi tanda istirahat, semua siswa berhamburan keluar untuk mengistirahatkan pikiran mereka menuju kantin, begitu juga dengan rayen dan bryan tetapi rayen dipanggil salah satu gurunya.


"Ada apa ya bu?" Tanya rayen yang kini sudah menghadap gurunya.


"Nilai bahasa indonesia kamu kebakaran semua, sebenarnya kamu ini niat tidak sih?" Guru bahasa indonesia itu mulai mengomeli rayen, rayen hanya menunduk malu, ia tahu bahwa ia kurang dalam pelajaran bahasa itu. "Ini udah pertengahan semester loh, kamu harus sungguh sungguh.." kata guru itu kepada rayen.


"Iya bu.." kata rayen.


"Ibu juga udah nyiapin anak didik ibu untuk ngajarin kamu paling engga nilai bahasa kamu bisa naik sedikit ga kebakaran kayak gini terus.." kata guru itu, dengan segera ia mempersilahkan seorang anak, anak itu kini sudah berdiri di samping rayen.


Seketika rayen dan aza sepakat untuk belajar bahasa bersama, rayen juga menuliskan tempat tinggalnya agar aza bisa kerumahnya untuk mengajarinya.


***


Sore hari, saatnya aza kerumah rayen.

__ADS_1


Kini aza sudah berada di depan pintu rumah rayen, ia mulai mengetuk pintu tersebut. Dibukalah pintu utama rumah rayen, mama melia terkejut dengan kehadiran seorang perempuan, mungkinkah pacar rayen? Pikir melia yang kini sudah tidak beraturan.


"selamat sore tante, saya aza temannya rayen saya kesini disuruh ibu siska karna rayen kurang memahami pelajarannya" kata aza menjelaskan.


Melia begitu tertarik dengan aza, baru pertama kali rayen dekat dengan teman perempuannya. Ini sungguh takdir yang mengejutkan bagi melia selaku mama rayen.


"Oh ya, silahkan masuk.." melia mempersilahkan aza untuk masuk. "Duduk dulu ya, tante panggil rayen dulu.." aza mengangguk. wajah melia kini tak henti hentinya memandangi gadis itu. Kini melia naik ke atas untuk memanggil rayen.


Aza menunggu rayen di ruang tamu, tiba tiba jessica masuk karna sehabis pulang kampus.


"Ehh.." kata jessica terkejut mendapati seorang anak perempuan.


"Halo kak, aku aza.." perkenalan aza membuat jessica sedikit tersenyum.


"Ciee... pacarnya rayen ya.." kata jessica meledek aza.


"Apaan sih kak.." kata rayen menyela, rayen mulai berjalan lagi menuju aza.

__ADS_1


"Sorry ya, kakak gue emang rese.." kata rayen pada aza. Aza hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


"Halah, jaim banget depan pacarnya" rayen hanya menunjukkan wajah malas pada kakaknya itu. "Hai.. aku jessica, kakaknya rayen aku udah suka kok sama kamu jadi ga usah minta restu sama aku.." jawab jessica dengan senyum manisnya.


__ADS_2