
Aldo dan jessica yang mendengar suara itu terkejut, dengan segera mereka memposisikan diri mereka seperti semula.
"Katanya gasuka, rese, nyebelin kok peluk peluk sih kak?" Kata aza kini ia mulai berani meledek jessica.
"Syutt.." kata jessica sedikit melebarkan matanya pada aza.
"Katanya kuntilanak tapi bisa pelukan juga ya.." kata rayen yang pura pura memasang wajah heran kepada aldo.
Aldo hanya menahan senyumnya, jessica dan aldo kini mulai canggung dengan situasi yang mereka alami tadi.
"Ehh kok pada kumpul disini? Ayo masuk.." kata mama melia membuka pintu utama, karna merasa ada orang diluar.
"Maaf tante, saya ada urusan di kantor jadi ga bisa lama lama, tapi nanti malem saya kesini lagi kok.." jawab aldo.
"Ohh yasudah nak aldo hati hati ya.." jawab mama melia.
"Ayo rayen aza masuk.." kini mama melia mengajak aza dan rayen. Sedangkan jessica masih berdiri menunggu aldo untuk pulang.
***
__ADS_1
Kini rayen dan aza bersiap memulai belajar bersama. Aza mengambil buku bukunya dalam tas. Lalu tak sengaja kertas ulangan jatuh di dekat rayen.
"Nilai biologi lo kok segini?" Tanya rayen yang kini menggenggam kertas ulangan aza.
"Gue emang gabisa biologi.." jawab aza yang masih mencari bukunya di dalam tas.
"Memahami diri lo sendiri aja gabisa gimana mau memahami perasaan gue?" Kata rayen yang tak sadar dengan apa yang ia ucapkan.
"Maksud lo apa?" Kata aza dengan melihat rayen sambil meletakkan bukunya.
"Aduhh, gue keceplosan.." batin rayen, kini ia tak tahu harus menjawab apa, kini badannya mulai kaku.
Rayen dan aza hanya diam saling menatap satu sama lain. Aza tak mengerti maksud dari jessica.
"Gue jadi nyamuk nih? Yaudah deh gue pergi.." kata jessica dengan melangkah meninggalkan rayen dan aza.
"Gausah didengerin.." kata rayen. "Lanjut belajar aja.." sambung rayen.
***
__ADS_1
Kini malam tiba, saat ini jessica mulai memilih milih dress dan juga berdandan bersiap untuk makan malam dengan aldo.
Aldo sudah menunggu jessica sedaritadi di ruang tamu ditemani oleh papa han, keduanya sedang berbincang bincang masalah bisnis. Keduanya sangat kompak.
Aldo memakai kemeja berwarna putih, celana panjang berwarna hitam, dan juga sepatu berwarna hitam. Ia juga sengaja merapikan rambutnya hanya untuk tampil menawan di depan jessica.
"Udah ga sabar aja, sampe nunggu kak jeje selama ini.." cibir rayen pada aldo kini ia duduk di depan aldo.
Aldo hanya tersenyum, diikuti dengan jessica yang sudah turun dari tangga. Aldo melihat jessica seperti melihat bidadari jatuh dari surga.
Jessica memakai dress putih selutut, dengan rambut yang tergerai dan bergelombang, juga heels berwarna hitam tak lupa tas kesayangannya berwarna hitam. Aldo tak henti hentinya melihaf jessica.
"Kakak gue emang cantik, ngelihatinnya biasa aja, mau gue colok?" Cibir rayen lagi.
"Udah rayen, kamu godain aldo terus.." kata mama melia yang sedang berjalan, ia baru saja dari dapur.
"Aldo, kamu boleh bawa jessica jaga dia dan jangan pulang terlalu malam.." kata papa han mempersilahkan aldo membawa jessica.
Lalu keduanya segera bergegas menuju mobil aldo yang terpakir di depan rumah jessica. Mereka menuju ke cafe pilihan aldo.
__ADS_1