
"Sorry ray, kita tuh cuman kesel aja tuh sama si aza, sok pinter.." kata salah satu anak memberanikan diri untuk menjawab, tiba tiba semua anak perempuan itu langsung mencibir aza.
"Stop!" Kata rayen. "Aza itu emang pinter makanya ngajarin gue, gue emang ga bisa bahasa makanya aza sekarang jadi mentor gue.." penjelasan rayen, membuat anak perempuan tersebut diam.
"Eh, lo kenapa ray?" Kata bryan mencela. Ia menghampiri sahabatnya yang basah karna cipratan air.
"Gue ga papa.." kata rayen.
"Bry, mending lo bawa rayen ke kamar mandi buat bersihin diri, nanti dia masuk angin kalo ga ganti baju.." kata aza yang mengkhawatirkan rayen. Seketika membuat rayen tersenyum kecil.
Bryan langsung membawa rayen ke toilet. karna seragam tersedia beberapa di ruang uks, sehabis berganti pakaian rayen membersihkan wajahnya.
"Lu sukakan sama si aza?" Tanya bryan dengan senyum menggodanya pada sahabatnya.
"Apaansih.." kata rayen dengan malas ia memasang wajah malasnya pada sahabatnya itu.
"Kalo lo ga suka kenapa tadi lo nyelamatin si aza? Dan kenapa lo juga marah marah tuh sama anak anak perempuan yang tadi sengaja mau nyiram aza pakai air?" Pertanyaan bryan membuat rayen diam seribu bahasa, ia mengingat kembali kejadian tadi.
"Yakan?" Kata bryan.
__ADS_1
Rayen langsung meninggalkan sahabatnya itu menuju kelas, ia mulai malas dengan percakapannya dengan bryan.
***
Pulang dari sekolah, rayen ingin cepat sampai rumah. Ia mulai risih pada seragamnya yang bukan miliknya. Aza tiba tiba memberhentikan sepeda rayen.
"Eh.." rayen terkejut mendapati aza yang kini sudah berada di depannya. Aza segera menghampiri rayen yang sudah memberhentikan sepedanya.
"Kamu ga papa kan ray?" Tanya aza, ternyata daritadi aza sangat khawatir pada rayen.
"Ya ga papa kok, udah ya gue mau balik.." pamit rayen. Ia langsung bergegas pergi meninggalkan aza.
***
Aza mulai melangkahkan kakinya di depan pintu rumah rayen, ia mulai mengetuk tetapi belum saja ia mengetuk pintu, pintu rumah rayen sudah terbuka.
"Aza.." kata rayen dengan mata yang sedikit melebar.
"Hai.." kata aza senyum canggungnya.
__ADS_1
"Lo ngapain disini?" Kata rayen yang membuang tatapannya.
"Sorry, gara gara gue, seragam lo jadi basah, lo marahnya?" Kata aza.
"Sebenarnya aneh juga sih, aza kan ga salah apa apa, tapi rasanya kok sekarang aneh banget kalo sama dia.." batin rayen mulai berbicara.
"Ga kok, santai aja.." kata rayen singkat.
"Oh ya gue juga kesini karna disuruh sama bu siska, ngajarin lo lagi.." kata aza.
"Iya gue tau, ayo masuk.." kata rayen mempersilahkan aza untuk masuk.
"Duduk dulu, gue mau ambil buku.." Kata Rayen menyuruh aza untuk duduk, aza hanya mengangguk.
Setelah rayen naik ke atas, jessica baru saja pulang dari kampusnya. "Ehh, ada adik ipar.." kata jessica yang menghampiri aza.
"Halo kak.." kata aza, kini jessica memposisikan dirinya duduk di samping aza.
Tiba tiba ponsel jessica berbunyi, jessica melihat siapa yang menelepon dirinya, seketika jessica langsung mematikan ponselnya tersebut, aza yang melihat tingkah jessica, ia sedikit aneh karna sekilas aza melihat bahwa itu adalah nando.
__ADS_1
"Kenapa ga diangkat kak?" Tanya aza pada jessica yang mulai canggung.
"Ga penting.." kata jessica dengan senyum paksanya. ia mencoba untuk mengalihkan pembicaraannya pada aza namun gagal karna ia terlalu canggung.