STARS

STARS
13. PESTA


__ADS_3

Kini aldo dan jessica sudah berada di cafe yang sudah didesain langsung oleh aldo hanya untuk jessica. Keduanya memanggil pelayan dan segera  memesan makanan.


Suara aduan sendok dan garpu menjadi saksi memperlihatkan aldo yang tak henti hentinya memandangi jessica sedaritadi.


"Ehemm.." kata jessica dengan menguyah makanan dalam mulutnya.


"Ehh.." aldo kini tersadar dari lamunannya.


"Lo kenapa sih ngelihatin gue mulu? Dari rumah, perjalanan kesini sampe kita pesen makan dan sekarang udah makan masih aja ngelihatin gue.." jessica mulai berkata jujur pada aldo, jessica hanya tersenyum canggung pada aldo yang sedaritadi melihat dirinya.


"Katanya mau dandan ala kuntilanak, tapi malah dandan ala bidadari gini, gimana mau ga gue lihatin kalo lo secantik ini?" Kata aldo yang tersenyum, mencoba menggoda jessica.


"Kayak ga pernah lihat perempuan cantik aja.." jessica memasukkan makanannya ke dalam mulut.


"Ya pernah sih, tapi yang secantik lo ga ada.." kata aldo yang tak henti hentinya memandangi jessica dengan senyum manisnya.


Keduanya saling menatap dengan tersenyum manis, keduanya terbuai dengan suasana dalam cafe malam itu.


***

__ADS_1


Matahari sudah terpancar, memperlihatkan cahaya terangnya pada dunia. Aza bersiap menuju kelasnya. Ia menggedong tas berwarna hitam miliknya. Baru saja ingin masuk ke dalam kelasnya ternyata monica sudah berada di depan.


"Selamat pagi sahabat gue.." kata monica menyapa aza dengan senyum giginya.


"Pagi, lo ngapain berdiri disini?" Kata aza yang merasa aneh dengan tingkah sahabatnya.


"Nih, lo datengnya, lo kan sahabat gue ga mungkin gue ga ngundang lo di acara ulang tahun gue..." monica memberikan undangan ulang tahunnya pada aza.


"Ohh thank you, gue pasti dateng kok.." kata aza menerima undangan dari monica.


"Hey baby.." bryan tiba tiba datang, menghampiri monica.


"Sorry bry, gue belum ngerjain pr nih, yuk za masuk.." monica segera menggandeng tangan aza dan masuk ke dalam kelasnya.


***


Siang telah berganti malam, aza kini bersiap untuk pergi acara ulang tahun sahabatnya, yaitu monica. Ia bersiap,  segera ia juga memesan taksi untuk segera menuju ke tempat sahabatnya.


Setibanya di tempat, aza kini sedikit aneh karna acara ulang tahun monica begitu sangat meriah. Ia mencari monica, di segala penjuru acara.

__ADS_1


"Monica.." kata aza kini ia sudah menemukan monica.


"Hei za.." kata monica yang sedang meneguk minumannya.


"Acara lo meriah banget sih, apa ga lebay nih?" Kata aza yang kebingungan.


"Engga dong za, apalagi ini pertama kalinya ulang tahun gue dirayain, jadi gue bikin semeriah mungkin.." kata monica.


"Ohh.." aza memperlihatkan senyum paksanya terhadap sahabatnya. Menurut aza, ini terlalu berlebihan.


"Rayen datang gak ya?" Gumam aza yang tidak terdengar oleh siapapun.


Aza mulai berjalan lagi diantara banyak sekali teman teman sekolahnya, ia mengitari sekeliling, mencoba untuk mencari rayen. Tapi ia tak menemukannya. Ahkirnya ia berada di pojok ruangan, terdapat balkon ia melihat langit dari balkon tersebut.


"Nyari gue?" Kata rayen di belakang aza. Kini dengan segera aza memutar balikkan badannya.


"Ray.." aza memperlihatkan senyum manisnya, dan perasaan leganya.


"Aza cantik banget.." batin rayen, kini rayen melihat aza yang terbalut dengan dress berwarna merah muda, sepatu berwarna putih, rambut yang tergerai juga tas berwarna hitam. Rayen seketika takjub dengan aza yang begitu berbeda dari biasanya.

__ADS_1


__ADS_2